Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Gak sepenuhnya mesti tahu


__ADS_3

Hati hati typo merajalela genk hihihi...


Happy reading vrohh...


¶¶¶¶¶¶


"Ra .... Sebenernya Aku ... "


Dirga menjeda kelimatnya dengan sengaja, ingin melihat reaksi dari orang di depannya.


"Iya???" tanya Kiara penasaran.


"Lucu banget," batin Dirga gemas.


Melihat Kiara yang sangat serius menunggu lanjutan kata-katanya, Dirga pun tidak kuasa menahan tawanya dan alhasil Ia pun melepaskan tawa jahilnya


"Pffftttt .... Ha-ha!"


Tawa Dirga yang terdengar menjengkelkan di pendengaran Kiara, membuat Kiara menahan diri ingin menampol wajah jahil Si reseh, siapa lagi kalau bukan Dirga.


"Apaan sih Ga, kok malah ketawa?" tanya Kiara menahan kesal.


Kedua pipinya menggembung lucu, dengan tangan melipat di depan dada pose ngambek andalannya.


"Ha-ha-ha ... Ha-habis Kamu lucu banget Ra, serius banget sih bawaannya, segitu ingin tahu-nya yah Aku ini siapa? Oh-oh-oh jangan-jangan kamu ...."


Dirga sengaja menggantung kalimatnya ingin melihat respon kesal kiara lainya, yang pasti lebih menggemaskan dari saat ini.


"Jangan-jangan Aku apa?" balas Kiara bertanya dengan penasaran.


"Jangan-jangan Kamu suka sama Aku yaaa?" lanjut Dirga menggoda. Ia menggunakan dengan nada lembut dan dalam saat melanjutkan kalimatnya.


"Hah!!!" pekik Kiara dengan membahana.


Suara lima oktaf milik Kiara membuat telinga Dirga seketika berdenging, sambil menggosok telinganya yang menjadi korban keganasan suara Kiara Dirga kembali melanjutkan tawanya.


"Ha-ha-ha"


"Ih ... Kok ketawa sih," dengus Kiara kesal.

__ADS_1


"Seharian ini udah berapa kali ya Gue ketawa**?" batin Dirga bertanya.


"Aduh Ra ... Bisa-bisa gendang telinga Aku pecah nih Ra," ujar Dirga meledek. Ia menghentikan gosokan di telingan nya, kemudian tersenyum jahil.


Kiara yang melihat Dirga tersenyum jahil menampilkan ekspresi kesal, namun entah kenapa terlihat menggemaskan di mata Dirga.


Dirga mengetuk dua jarinya di dahi Kiara, membuat Sang empunya dahi merenggut kesakitan. Namun dengan debaran di dalam dadanya yang terasa sedikit menggila.


"Kamu lucu Ra," lanjut Dirga serius.


Ucapan Dirga yang tiba-tiba terdengar serius membuat Kiara terdiam, mencerna maksud ucapan dari Dirga sebenarnya apa.


"Kamu bisa buat Aku tertawa dan tersenyum seharian cuma dengan kebersamaan Kita, sejujurnya Aku cuma ingin punya teman yang tidak melihat hanya dari materi saja. Aku ingin memiliki teman yang bisa di ajak ngobrol santai, jauh dari embel-embel materi dan derajat," ujar Dirga menjelaskan dengan serius.


Dirga menjeda lagi kalimatnya, saat melihat ekspresi bingung dari Kiara.


"Ra ... Kalau Aku bilang Aku bukan pemandu wisata, tapi pemilik saham di sini gimana? " tanya Dirga kemudian.


"Maksud kamu?" tanya Kiara tidak mengerti.


Mendapatkan jawaban berupa pertanyaan, membuat Dirga melanjutkan maksudnya dari kalimatnya, Dirga menundukkan kepalanya menyembunyikan ekspresi wajahnya.


Ya ... Selama ini Dirga selalu di kelilingi oleh penjilat karena status keluarganya.


Lahir sebagai penerus perusahaan terkenal membuatnya tidak bebas dalam berteman, apalagi saat mengeluarkan ekspresi.


Itu lah sebabnya Ia lebih di kenal sebagai Dirga Mahesa Wijaya Si arogan sombong.


Sebelum menjawab Kiara tersenyum dengan lembut, mengapresiasi keberanian Dirga dalam hal keterbukaan.


"Tidak salah kok Ga ... Tapi Kamu harus tahu, tidak semua orang punya niat seperti itu. Oke ... Kita mulai dari awal yah, terima kasih Kamu sudah jujur sama Aku tentang kamu yang bukan pemandu wisata asli. Walaupun awalnya Kamu bohong, tapi Kamu berani jujur saja sudah bagus loh," ujar Kiara lembut dan pengertian.


"Terima kasih, Ra" seru Dirga senang.


"Kembali kasih," balas Kiara cepat.


"Jadi Ga, kalau Kamu bukan bekerja sebagai pemandu. Pekerjaan Kamu sebenarnya apa?" tanya Kiara penasaran.


"Kamu mau tahu?" tanya Dirga.

__ADS_1


"Terserah Kamu sih," balas Kiara tidak memaksa.


"Oke Aku kasih tahu," ujar Dirga.


"Apa sih, hi-hi-hi," balas Kiara terkekeh.


"Bisa di bilang Aku ini salah satu pemilik saham di sini, Aku juga kerja di perusahaan keluarga Aku," ujar Dirga menjelaskan dengan singkat.


"Emang perusahaan keluarga kan**! " lanjut Dirga dalam hati.


Benar tidak sepenuhnya Dirga berbohong, tapi Kiara juga tidak perlu tahu apa alasan lainya Ia mendekati Kiara. Kiara cukup tahu satu fakta yaitu Ia berasal dari keluarga atas, jadi Dirga tidak perlu menutupi segala sesuatu yang berhubungan dengan materi lagi kedepannya.


"Jadi ini alasanya Ga, tempat ini di penuhi bunga yang tidak di bolehkan di petik sembarang? Karena Kamu salah satu pemilik saham? Pantas saja ..." ujar Kiara baru paham.


"Kamu marah Ra, sama Aku?" tanya Dirga dengan nada khawatir yang kentara.


Kiara menyembunyikan seringai jahilnya mencoba untuk balik menjahili Dirga, Kiara memasang wajah datar dan raut kecewa yang di buat-buat.


"Ra!!" panggil Dirga saat Kiara bersuara.


" ..."


Keheningan tercipta antara mereka berdua.


Saat ini mereka berdua sedang mengalami perbedaan perasaan, Dirga yang merasakan khawatir akan perubahan raut wajah Kiara dan Kiara yang menahan senyum melihat ekspresi khawatir dari Dirga.


" Pfffftt ... Suruh siapa sering jahilin Aku," batin Kiara senang.


Senang karena akhirnya Ia dapat membalas kejahilan Dirga.


"Rasakan pembalas Ku!" lanjut Kiara masih dalam batin.


"Dirga Aku ....."


\=\=\=\=\=\=


Penasaran???


ikuti kisah selanjutnya ...

__ADS_1


Gomawo...


__ADS_2