
Maaf bila typo mengganggu saat membaca
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Dirga gondok setengah mati dengan pemandangan yang ada di depannya, apalagi saat melihat Rakampret yang memasang tampang sok kalem di hadapan Kiara saat ini.
Loh... Gimana ceritanya, kenapa bisa Raka ada di hadapan Kiara saat ini?
" Fak " umpat Dirga dalam hati. Saat mengingat lagi, bagaimana bisa ada adegan yang membuatnya iritasi.
Mundur Alon-alon kebelakang, tepatnya ke 20 menit yang lalu.
Dirga melangkah dengan cepat menuju Lift untuk turun ke lantai 2, tempat kiara menunggunya. Ia merasa jika tidak ada Duo Curut di belakangnya, yang tentu saja membuatnya bisa menghela nafas lega.
Namun itu tidak lama, nasib sialnya berlanjut saat mendengar langkah kaki ah maksudnya dua langkah kaki di belakangnya, di susul suara Raka yang memanggil namanya.
"Shit ... Cih lama banget lagi nih Lift kebukanya, lain kali Gue bikin Lift pribadi buat gue sendiri, biar nggak lama nunggu kayak gini" batin Dirga cemas.
Ting...
Akhirnya Lift yang terbuka, buru-buru Dirga masuk dan menekan tombol lantai no 2, kemudian tombol tutup dengan tidak sabar.
Dirga melihat lagi Raka yang hampir mencapai pintu Liftnya
"Fak ... Cepet cepet cepet" umpat Dirga dalam hati.
Tidak lama pintu Lift pun tertutup, namun Naas belum juga Lift tertutup sempurna, Sebuah Tangan dan Tombol tunggu yang ada di luar Lift terpencet lebih dulu menghentikannya, sehingga pintu yang ingin tertutup pun terbuka lagi , membuat Duo curut tersebut ikut masuk ke dalam Lift kemudian memasang Wajah penuh kemenangan.
" apaan sih lu, kayak perawan mau di ehem aja pake acara kabur segala" ledek Raka saat melihat Dirga, yang wajah nya sudah hampir sama seperti Tukang Jagal.
" Apa sih Lu pada, nggak ada kerjaan ya? " tanya Dirga tanpa susah payah menyembunyikan rasa jengkelnya.
" Nggak ada! " balas Raka dan Faro lagi-lagi kompak, tentu saja di akhir dengan kekehan usilnya
" Dirga yang jengkel itu bikin gemes tauk" batin Raka eror.
__ADS_1
" Ya udah lah Ga , apa salahnya sih kasih intip dikit Cewek Lu sama Kita dua, pelit kuburannya sempit loh" ujar Faro dengan Watadosnya.
" Intip-intip kepala Lu pitak, akh... Bodo amat lah, fak" balas Dirga , kemudian mengumpat dan menyerah akan Nasibnya.
Ting...
Lift pun terbuka
Dirga melangkah lebih dulu, menuju Kafe dan menghampiri meja tempat pesan makanan, sebelum masuk kedalam ruang VIP yang di dalamnya ada Kiara yang menunggunya.
" Pesan Blue Ocean ,1 Porsi Udang Goreng Tepung , 1 Porsi Kentang Goreng , 2 porsi Spaghetti Black Pepper Sauce " ujar Dirga kepada pelayanan, yang segera mencatat pesanan salah satu owner di tempatnya bekerja.
Dirga yakin, jika Kekasih barunya hanya makan Cake ketimbang Makanan berat untuk makan siang.
" Baik Tuan , ada lagi" tanya Pelayan sopan setelah mencatat baik di kertas Ordernya,
" Tidak ada" jawab Dirga singkat.
Dirga lebih dulu melangkah, masuk ke dalam ruang VIPnya bersama Faro. Meninggalkan Raka yang sedang sibuk memesan makanan untuknya dan Faro.
Ceklek..
"Siapa itu? " batin Kiara bingung, pada saat melihat seorang Pria tampan asing, berada di belakang dirga, ikut Memandangnya dengan wajah datar namun terlihat ramah di matanya.
Dirga mengecup pelipis Kiara singkat, kemudian mendudukan dirinya di samping Kiara
" Sorry ya, udah buat Kamu nunggu lama" ujar Dirga lembut, membuat Faro yang di depannya memasang ekspresi jijiek, mau muntah mendengar nada bicara Dirga yang beda dengan biasanya
"Bahkan dengan Dia pun beda banget, sepertinya memang bukan cewek sembarangan" batin Faro memperhatikan Dirga di depannya.
" Nggak apa-apa, Aku ngerti kok" jawab Kiara malu, karena Dirga berani menciumnya di depan temannya sendiri
" Malu banget ih" batin Kiara meminum kembali minumannya, menghilangkan perasaan malu akibat perbuatan Dirga ,
" Oh iya, ini teman Ak ...
belum juga selesai berbicara, terdengar pintu yang di buka dari luar. Kemudian Raka muncul di susul dengan pesanan minuman di belakangnya Dan akhirnya, Raka pun duduk di samping Faro berhadapan dengan Dirga dan kiara.
__ADS_1
Kiara memasang wajah Bingung menghadap ke arah dirga, yang terlihat menggemaskan di penglihatan Dirga. Ia pun mengerti dan mulai mengenalkan Sahabat Strongnya kepada Kiara.
" Ra .. Kenalin ini saudara Aku , Faro dan Raka " ujar dirga Dengan, memperkenalkan Kiara kepada Sahabat yang sudah di anggapnya sebagai Saudara.
" Haloo ... Aku kiara, senang berkenalan dengan kalian! " sapa Kiara, di akhiri dengan senyum lembutnya sehingga membuat lesung pipinya terlihat.
" Cantik / Manisnya" batin Faro dan Raka kompak.
Berbeda dengan Raka, yang memperlihatkan rasa kagumnya dengan tidak tahu malu dan sengaja di hadapan Dirga , Faro masih bisa mengendalikan sedikit Emosi Positifnya dengan memasang Wajah lempeng andalannya. Bahkan sebenarnya, jika saja yang di depan mereka ini bukan pacar Sahabatnya sendiri, mungkin mereka akan bersaing untuk mendapatkan Kiara, yang masih tersenyum dengan Polosnya tanpa menyadari Aura Dirga yang di artikan Faro dan Raka sebagai aura neraka penuh siksaan. Lihat saja tatapan mata Dirga, yang seolah siap menguliti Raka di depannya, yang saat ini sudah ikut berceloteh, menimpali pertanyaan Kiara dengan anteng dan sok kalem di hadapannya
"Cari mati ni orang" batin Dirga gondok setengah mati.
Itulah alasannya, kenapa Dirga bisa gondok setengah mati, salahkan Sahabatnya yang sok akrab. Sehingga Ia pun yang notabennya pacar baru anget anget nya di cuekin oleh Kiara.
" Mati aja lu....." batin Dirga sambil mengirim tatapan malaikat pencabut nyawanya kepada raka, yang membuat raka merinding seketika.
Sedangkan Raka, yang saat ini sedang asyik bercerita dengan Kiara tiba-tiba merasakan hawa membunuh yang kuat di depannya.
Raka melirik sebelahnya, di mana Faro duduk dengan memasang Wajah lempeng, namun tidak dengan keringat di dahinya.
Raka tahu sebenarnya Faro saat ini sedang merasakan takut, walau ditutupi dengan sempurna berkat Wajah Lempengnya, kemudian melihat ke depan di mana Dirga yang saat ini sedang menampilkan senyum setannya , dengan Kontak mata Sarat akan Makna yang tentu saja di mengerti oleh Raka.
gluek
Raka menelan slavianya susah payah, lalu melirik ke arah lain menghindari tatapan Dirga saat ini.
"Mampos ... Ada Garong siap Mamam Orang " batin Raka.
" Khu Khu Khu .... Ada yang minta di jadiin Bakso Boraks rupanya" batin Dirga dengan Auranya, yang membuat suasana seperti Kuburan penuh dengan Hawa Mistis.
Puk
Tiba-tiba
\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung
__ADS_1
Sampai babai