Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Masalah Baru


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Hari ini tepat seminggu, dari kejadian perkelahian di Taman Hiburan.


Dirga juga langsung bertindak, memberi tahukan masalahnya ini kepada Faro, Sang Pengacara kondang, Sekaligus sahabat edan-nya.


Kedua keluarganya tahu, membuat mereka khawatir dengan segala kemungkinan buruk kedepannya. Tapi untunglah Ia bisa meyakinkan, jika Ia mampu mengatasi ini. Lagian pembelaan dari Kiara, bisa membuatnya memenangkan kasus ini.


Namun sayangnya, surat panggilan dari pengadilan sama sekali belum di terimanya. Membuatnya berfikir, jika dirinya telah aman dari sidang hukum.


Kota Y


Sudah beberapa hari ini Dirga ada di kota sebelah, menghadiri Rapat bulanan. Antar pemilik saham, yang ada di Desa Nuan.


Ia meninggalkan Istri serta Sang buah hati, yang saat ini sedang Ia Iihat melalui sambungan Skype di Laptop miliknya.


" Da da, mam mam,"


Dirga terkekeh, saat melihat Gav. Yang sedang makan siang, berceloteh dengan sendok di tangan yang di pukul ke arah mangkuk khusus miliknya.


" Iya, Gav makan yang banyak," sahut Dirga. Saat Sang anak memberi tahu-nya, jika saat ini Dia sedang makan.


Di samping Gav ada Sang Istri, sedang sibuk memasukan makanan kedalam mulut Anaknya, yang malah melengos kepala menolak.


" nda au, ma ma, nda"


" Daddy, lihat Gav tidak pintar. Gav tidak mau makan,"


Lagi-lagi Ia harus menahan rasa gemasnya, saat Sang anak bertingkah. Kemarin Ia mendapat laporan, jika Baby yang sudah bisa melipir kesegala arah membuat onar.


Apalagi kalau bukan mambuat kedua neneknya kerepotan, saat itu Gav di ajak membuat kue, tapi Gav malah enak-enakkan menumpahkan tepung terigu, dengan kikikan polosnya.


Alhasil, Gav yang hari itu sudah mandi, harus mandi lagi. Untung saja bukan telur, yang Gav acak-acak.


" Baby, mulai tidak menurut hum?" ujar Dirga. Melihat ke arah Anaknya , yang menoleh ke arahnya.


" Nda au da da, nda au,"


Haih ... Adakah sesuatu, yang bisa membuatnya bisa melampiaskan, rasa gemasnya?


" Baby makan, nanti Daddy marah nih," seru Dirga. Mengancam Sang anak yang terdiam, bukannya mengerti, tapi malah terkekeh setelah mendengar suaranya.


" Da da, hi hi hi,"


" Ya Lord gemes banget, nambah boleh nggak yah," batin Dirga mau.


" Sayang, apa kamu enggak sibuk?"


" Tidak, rapatnya juga belum mulai," balas Dirga menjelaskan. Ia melihat Istrinya yang menyerah, menjauhkan mangkuk berisi makanan milik Gav, yang saat ini mulai bertingkah lagi. Hendak melipir ke arah samping, kebetulan Kiara meletakkan Gav di meja makan.


" Jangan kemana-mana sayang,"


" Takut Aku ganggu kamu, lalu kapan Daddy pulang ? Maaf yah sayang, Gav nggak bisa diam nih, "


" Lusa, kenapa. kangen yah? Iya, Nggak apa-apa kok yank," tanya Dirga menggoda. Ia memaklumi Kiara yang kerepotan, saat membawa Gav kembali ke hadapan layar Laptop.


" Pede kamu, nggak tuh. Aku nggak kangen,"


Ia terkekeh saat melihat Kiara yang meledeknya, menjulurkan lidahnya dengan kantung mata di tarik kebawah.


" Da da, bhu"


" Yakin?" tanya Dirga singkat. Alis-nya terangkat sebelah, menggoda Kiara yang terkekeh kecil.


" Iya sayang, Daddy di sini," lanjut Dirga meladeni Sang anak.


" Yakin dong, Aku yakin banget. Kalau aku emang nggak kangen sama kamu, tapi kangen sekali sayang,"


Kemudian terdengar kikikan dari keduanya, kikikan yang membuat Ia rindu akan rumah, serta pelukan dari kedua berliannya.

__ADS_1


" Dasar, baiklah kalau begitu. Daddy harus kembali ke acara rapat, kalian baik-baik yah. Baby jangan nakal, got it?" ujar Dirga. Mengakhiri sambungan Skype, setelah mendapat kecupan jarak jauh dari keduanya.


" Bhubay da da, miss you so much honey,"


" Bhubay Gav, miss you too so much dear, "


Panggilan Skype terputus, bertepatan dengan Dani yang masuk kedalam ruangannya.


" Bos," panggil Dani singkat.


Dirga melihat gelagat aneh dari nada panggil yang di Sang tangan kanan, membuatnya mengernyitkan kening Penasaran.


" Hn? " balas Dirga singkat. Ia menunggu Dani, yang malah mengulurkan berkas, dengan map berwarna coklat.


" Bos, surat pengadilan sudah sampai," ujar Dani.


Dirga menerimanya dengan senyum sinis, melihat berkas dengan Cap dari kejaksaan.


" Lama juga, Gue kira langsung gerak," gumam Dirga pelan.


" Hubungi Faro, meeting di Bar lusa. Kita langsung kumpul, pulang dari sini," Lanjutnya. Yang di jawab anggukan mengerti, dari Dani.


" Baik Bos, oh iya ... Meetingnya mau di mulai sekarang, apa sudah bisa di panggil pesertanya? " tanya Dani, setelah mengerti perintah Bos-nya.


" Hn," balas Dirga. Mengangguk kepala, meng-iya-kan pertanyaan Dani.


Dani berbalik , melenggang pergi. Setelah mendapat anggukan kepala dan gumam dari Dirga, memanggil peserta Rapat yang menunggu Sang Bos, selesai ber-skype ria dengan Istri dan Anaknya.


" Dharma yah," gumam Dirga. Mengingat nama belakang dari seorang yang berani manantangnya, Richard Jaya Dharma.


" Sepertinya masih baru, apa ayahnya tidak tahu masalah ini?" Lanjutnya. Masih bergumam, mengingat jika ayah dari Richard ini pernah ada kerja sama, dengan perusahaan miliknya.


Dirga mengangkat bahu acuh, kemudian mulai fokus, saat peserta rapat mulai memasuki ruangan.


Skip


Hari ini Dirga dan Dani pulang ke kota Y, tujuan utamanya tentu saja Rumah miliknya.


Dirga ingin menumpahkan rasa rindunya, kepada Anak serta Istri tercintanya. Sebelum menemui Sahabatnya, membahas masalah sidang nanti.


Dirga dengan langkah ringan, memasuki rumahnya, yang saat ini sedang sepi. Maklum saja, waktu sudah siang, Ia paham jika jam segini Anak dan Istrinya akan menjalani kegiatan rutin mereka. Apalagi kalau bukan hibernasi, alias bobok tampan wajib untuk Gav.


Ia membuka pintu kamarnya pelan, tapi sayang sekali tidak ada keduanya, yang seharusnya tidur di ranjang.


" Apa mungkin, di kamar Gav yah," Gumamnya. Ia Belok ke arah kamar Gav, yang ada di samping kiri kamarnya.


Krieeet ...


Ia membuka pintu pelan, kemudian melangkah masuk, saat melihat Istri dan Anaknya tertidur di ranjang kecil milik Gav.


" Ternyata tidur di sini," gumam Dirga pelan. Ia mengusap rambut berantakan istrinya, yang tersentak kaget.


" Sayang, sudah pulang?" ujar Kiara. Dengan suara khas bangun tidur, Ia mengucek pelan kedua matanya, saat penglihatannya kurang jelas.


" Hn, maaf yah aku bangunin kamu," balas Dirga berbisik kecil. Ia takut membangunkan Sang Anak, tapi sayang sekali ternyata Gav peka akan kehadirannya.


Mnnnhh da da


Mereka kaget, saat Sang anak terbangun. Memanggil nama Daddy, padahal Dirga sudah berbisik tapi masih kedengaran.


" Baby bangun, sudah puas boboknya?" ujar Dirga. Membawa Sang anak, yang langsung nemplok di dekapannya.


" Da da, ndong,"


" Oke, tapi Daddy ganti baju dulu yah. Di luar ada Unkel Dani, bawa mainan untuk Gav loh. Gav sama Mommy dulu yah, temenin Unkel Dani," balas Dirga. Melihat Anaknya yang malah merengek, tidak ingin lepas.


" Gav kangen banget sama Daddy, heum?"


" Da da,"


" Oke, Daddy gendong," dengus Dirga menyerah. Membawa serta Anaknya, meninggalkan kamar menuju ruang tamu.


Saat menuruni tangga, Dirga tidak menemukan Dani di ruang tamu.


" Kemana Si Dani," gumam Dirga Penasaran.

__ADS_1


Di luar rumahnya, Ia mendengar suara Dani yang sedang mengobrol santai dengan Bima, bodyguard yang menjaga rumahnya atau jika Kiara keluar rumah.


" Gue cariin di dalem, tahu nya di sini," ujar Dirga tiba-tiba. Membuat 2 orang yang sedang mengobrol akrab, tersentak kaget.


" Bos," seru Bima singkat. Dia membungkuk singkat, di balas anggukan kepala darinya.


" Hn,"


" Bima, kamu jaga dengan baik Istri saya. Jangan biarkan ada yang mendekati dalam radius aman, terlebih untuk Gav. Saya mengandalkan kamu, apa Kamu paham?" ujar Dirga tiba-tiba. Membuat Bima, yang belum mengerti hanya bisa mengangguk. Bukan urusannya bertanya alasan, karena memang tugasnya adalah menjaga dan menjamin keselamatan majikannya.


" Paham Bos," balas Bima tegas.


" Good,"


" Dan, setelah ini kita langsung berangkat. Apa Lu sudah dapat kabar dari Faro?" tanya Dirga.


" Tuan Faro bilang, jam 2 nanti sampai di tempat," balas Dani.


" Oke,"


Setelahnya, Dirga kembali kedalam. Menemani Gav bermain, sambil menunggu jam yang sudah di tentukan.


Melihat Anaknya yang tertawa senang, membuat hatinya ikut senang. Apalagi saat Gav berubah jadi penurut, memakan apa yang di suapi nya saat ini.


Membuka mulut, kemudian terkekeh saat makanan sampai di dalam mulutnya.


Kiara yang melihatnya geleng-geleng kepala, heran dengan sikap Anak kesayangannya.


" Heran banget deh yank, giliran Aku yang menyuapi pasti banyak tingkahnya," gerutu Kiara sebal. Melirik pasangan Daddy and Son di depannya dengan pipi menggembung lucu, saat gerutuannya malah di balas kekehan kompak.


" Karena Gav sayang Daddy, iya kan sayang?" ujar Dirga santai. Membuat Istrinya semakin sebal, namun tersenyum saat Sang Anak memanggilnya.


" Hi hi, ma ma ma,"


" Apa? Itu kan ada Daddy, jangan panggil-panggil Mommy, humb," sahut Kiara pura-pura kesal. Menuai kikikan lucu dari Sang anak, saat Suaminya mengecup pipi Gav gemas.


" Hi hi, Da da,"


" Good boy," seru Dirga semangat. Menepuk kepala anaknya, setelah melepas kecupannya.


Pukul. 13:45 WKS.


Waktu pertemuan dengan sahabatnya akan tiba, tapi Sang anak masih betah. Nemplok bak koala di gendongannya, membuatnya bingung, sebab Gav akan merengek jika di turunkan.


" Apa aku bawa aja yah yank, Gav ke Bar?" tanya Dirga takut. Saat melihat sorot mata medusa, yang keluar dari Istrinya.


" Kenapa harus di Bar sih yank, apa nggak bisa di tempat lain?" tanya Kiara kesal.


Anaknya masih kecil, di bawa ketempat seperti itu, sama saja mengenalkan pada hal yang tidak baik.


" Di sana tempat paling aman sayang, banyak anggota Aku yang jaga di sana," balas Dirga. Menjelaskan alasan kenapa Ia memilih Bar, dari pada tempat lainnya.


Ia belum tahu, bagaimana cara kerja keluarga Dharma. Sehingga Ia harus hati-hati, dalam melakukan segala hal.


" Huft ... Oke, tapi kamu hati-hati yah. Jangan pulang larut, Aku siapin keperluan Baby atau Aku ikut sekalian?" usul Kiara. Yang di tolak langsung oleh Dirga, dengan tegas dan tidak terbantahkan.


" Kamu sama Bima, ke mansion. Diam di sana dan tunggu aku jemput, apa Kamu mengerti?" perintah Dirga.


Kiara akhirnya mengangguk, tidak bisa membantah. Lebih baik Ia menuruti apa mau Suaminya, karena Suaminya sudah memberikan nada absolutenya.


" Baiklah," balas Kiara pasrah.


Akhirnya mereka pun berangkat, dengan tujuan berbeda dan mobil berbeda. Saling mendoakan, keselamatan untuk orang yang di sayang.


Bersambung


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisahnya ...


Jangan lupa komentar dan klik jempolnya yaa ...


Serta vote dukunganya ...


Sampai babai

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2