
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Hari hari berlalu dengan cepat, trauma kiara pun sedikit demi sedikit bisa di lupakan.
Dukungan positif dari keluarganya dan juga dari sekitar kiara, terlebih dukungan darinya membuat kiara menjadi kiara yang dulu lagi.
Kiara yang penuh senyum dan ceria, mereka juga sudah tinggal di apartemen sejak 2 minggu yang lalu.
Sumpah demi gusti nu agung, dirga harus merasakan yang nama nya puasa icip icip saat ia tinggal di rumah orang tuanya , dengan mama putri yang bertransformasi dari usil menjadi ratu tega .
Di awal pindahan, dirga harus pisah kamar selama 1 malam yang berasa 1 abad karena alasan sang mama yang akan tidur menemani istrinya.
Untung saja raja songong alias papa nya segera mencegah kudeta yang di lakukan sang mama yang ingin membuatnya mati berdiri.
Dirga mana bisa pisah bobok sama istri bawel nya, meskipun sejam dirga akan dengan tegas memberi jawaban NO.
Dan juga karena kiara yang gelisah jika saat tidur tidak ada ia di samping nya, maka dari itulah sang mama mendengus pasrah dan membisikan sesuatu yang membuat nya merona tapi di akhiri dengan bahu melorot lesu.
Meski sudah tahu dari dokter, tetap saja saat mama nya mengingatkan masalah itu membuat nya lesu kembali.
Emang apa sih bisikan nya sampai bikin dirga kita yang katanya kuat dan perkasa lesu tapi wajahnya merah merona? .
( nggak usah kepo, coba tanya sendiri nyoh sama dokter nya. Bete gue inget nya)
Di malam pertama bobok bareng dirga sangat kuat menahan.
Di malam kedua bobok bareng dirga masih bisa menahan.
Di malam ketiga, keempat, dan hingga masa waktu yang di tentukan dokter selesai dirga sudah mulai gelisah, karena melihat kiara yang tidur di sampingnya manampilkan wajah polos, tapi tidak dengan kaki kiara yang dengan santai nya nemplok dan gesek gesek di area terlarang nya.
Ini loh alesan sang mama melarang nya untuk bobok bareng sama kiara, karena ia ini adalah pria lemah terhadap godaan berupa mahluk tuhan bernama kiara.
Dokter bilang setidaknya butuh 3-4 minggu bagi kiara untuk istirahat dari aktivitas suami istri agar terbebas dari infeksi .
Pada saat di beritahu dokter dirga sadar diri karena ini juga demi kebaikan kiara, tapi kok lama ke lamaan ia merana yah.
" duh... Dirga.. Jangan mikir yang iya iya dulu, kiara belum pulih ogeb" batin dirga berkecambuk.
Gimana yah rasanya, bayangin aja kalau kita bisa icip icip makanan tapi nggak bisa di makan sungguhan, apa rasanya coba ? Nggak enak loh... Nggak puas kan
Nah ini lah yang di rasakan dirga, meski masih bisa mencium candu dari kiara berupa bibir tapi kalau yang lainya nggak bisa kan kentang banget(kena tanggung).
" Kapan penderitaan ini berakhir" gumam dirga pelan, lalu ikut terlelap setelah sekali lagi mencuri ciuman saat kiara tidur terlelap di pelukannya.
Kantor wijaya
Dirga berjalan dengan langkah biasa, masih berwajah datar dengan hawa suram yang sempat menghilang.
" Selamat pagi tuan dirga"
Semua karyawan nya menyapa dirinya dengan ramah dan dirga balik menyapa dengan anggukan kepala sebagai ganti jawaban.
Hari ini memang atau hanya perasaan mereka saja, bos nya kali ini tidak lagi menebar hawa bunga bunga seperti biasa saat kemarin kemarin si bos selalu di temani oleh nyonya kiara setiap bekerja.
Iya benar... Nyonya mereka istri dari tuan dirga beberapa hari ini selalu di bawa serta oleh dirga untuk menemaninya bekerja, dengan alasan tidak ingin kiara sendiri di apartemen, dan tentu saja kehadiran nyonya kiara membawa dampak bagi mood bos nya saat bekerja.
baru saja beberapa hari mereka merasa lega karena hawa bunga bunga yang bos nya tebar , tapi kenapa hari ini bos mereka kembali menebar hawa sesat nan menyesakkan jiwa? Lalu kemana bunga bunga yang kemarin? .
__ADS_1
Entahlah mereka tidak mau suudzon dengan setan berwajah tampan dalam wujub berupa bos yang adalah atasan mereka.
Yang pasti karena alarm tanda setan datang otomatis sudah berbunyi, mereka pun siap siap akan terkena dampaknya nanti.
Dirga masuk ke dalam ruanganya dan menjatuhkan dirinya dengan lesu di kursi kebesaran miliknya.
Hari ini kiara pergi bersama para mama ke dokter kulit untuk menghilang atau minimal memudarkan bekas luka jahitan yang ada di lengan kiara, kebetulan luka nya sudah kering dengan bekas jahitan yang terlihat mengerikan tapi tidak bagi dirga.
Kiara ingin menghilangkan namun tidak dengan operasi kulit, ia hanya akan memakai resep obat minum atau mengoles krim agar luka nya sedikit memudar dan baginya itu cukup.
Apalagi menurutnya luka itu juga mengingatkannya pada malaikat kecil mereka.
" Padahal kan gue cuma mau nemenin, ck..." gumam dirga kesal.
Iya... inilah alasan kenapa dirga lesu dan hawa bunga bunga nya ikut manjauh, bagaimana ia mau menebar bunga sedangkan bibit bunga nya saja sedang jauh di sana.
Skip
Apartemen dirga
" Bagaimana hasil pemeriksaannya yank? " tanya dirga kepada kiara yang sedang duduk di samping nya dengan tangan sibuk mencomot stick pokky kesukaan nya.
Saat ini mereka sedang duduk santai, menonton televisi di temani sekantung cemilan kesukaan bawel nya yang terkadang akan menyuapi nya dengan stick yang sudah di makan setengahnya .
" istri durhaka" batin dirga geli, namun tetap memakan apa yang di suapi oleh kiara
" Kata dokter kalau rajin olesin krim racikan darinya bekas nya bisa ilang,.. yak... Jangan dimakan" balas kiara menjelaskan perkataan dokter kulit tadi siang lalu terpekik saat dirga memakan stick pokky miliknya
" Udah di makan tuh... Ble" balas dirga cuek lalu terkekeh saat kiara menggembungkan pipi sebal
" Besok mami ajakin aku shoping yank " ujar kiara tiba-tiba saat tidak ada obrolan di antara mereka.
" Loh nggak ikut aku ke kantor lagi?" tanya dirga kecewa
" Tapi kan, kamu belum sehat banget sayang ?" ujar dirga masih khawatir , mengusap pipi kiara yang malah di balas kiara dengan senyum lebar.
" Kan bisa istirahat ?" Ujar kiara santai tidak melihat dirga yang menampilkan raut wajah tidak terima
" Jadi sekarang Kamu udah sehat banget ya yank? " tanya dirga ambigu
" Iya aku udah sehat kok" balas kiara polos
" Kalau udah sehat, berarti udah bisa dong?" tanya dirga ambigu, terkekeh senang saat kiara yang melihat nya tidak mengerti
" Ehh... Udah bisa ap..... Yakkk.... Mesum, jangan pegang pegang " pekik kiara kaget lalu menghindar dari kejaran dirga yang saat ini terkekeh mesum.
" kata nya udah sehat, berarti bisa kangen kangenan dong yank...."
" kyaa.... Mesum"
Pagi hari berikutnya
Dirga berjalan memasuki lobby kantor nya dengan hawa muram lebih muram dari hari kemarin.
" Selamat pagi tuan"
Bahkan sapaan dari bawahan nya pun tidak di gubris dirga, sangking kesal nya karena mama nya yang lagi lagi menculik kiara darinya.
Mama nya menjelma lagi jadi ratu tega, padahal ia kira sudah berubah karena beberapa hari yang lalu ia masih bisa membawa kiara ke kantor nya.
Tapi lihat sekarang, ini sudah hari berikutnya tapi sang mama masih saja menculik kiara dari nya.
Dan pada saat ia bertanya alasan kenapa kiara setiap hari di bawa pergi menjauh darinya, dengan santai nya sang mama menjawab
__ADS_1
" kiara ini menantu mama, lagian kan mumpung kiara libur bekerja kenapa tidak menghabiskan waktu bersama mama dan mama sarah.
Kamu kan tiap malam bertemu, nggak usah egois lah jadi suami, dasar payah"
Itu perkatan mama nya yang luar biasa, ingin melawan takut dosa.
Apa mama nya tidak tahu yah, meskipun bertemu tiap hari dirga merasa tidak puas.
Dan apa apaan itu, siapa coba yang payah...
Hari berikut nya begitu lagi...
Mama putri datang ke apartemen nya dan bilang ingin mengajak kiara kumpul bersama teman sosialita nya...
Oke dirga terima
Hari berikut nya lagi....
Mama sarah pagi ini datang ke apartemen saat kiara sudah siap menemani nya bekerja dengan alasan..
" dirga menantu ku sayang, kiara nya di pinjam dulu ya... Mumpung masih masa cuti".
Dan pergilah mereka meninggalkan dirinya sendiri yang memandang kiara memelas
Oke nggak masalah...
Hari berikut nya
" TIDAK"
" Loh kenapa tidak?" tanya mama putri melotot kesal saat dirga berkata singkat dengan nada datar nya.
" Aku bilang tidak ya tidak , masa mama nggak ngerti?" ulang dirga tanpa menjawab pertanyaan mama putri.
" Dan apa alasannya?" tanya mama putri nggak mau kalah
" Nggak ada alasan, intinya hari ini kiara akan ikut aku ke kantor.
Mama pulang sana, kami mau berangkat ke kantor sekarang " ujar dirga kurang ajar, kepada mama nya yang segera putar otak agar tetap bersama menantunya.
" Oke... Mama juga ikut, yuk kiara sayang kita berangkat ke kantor " putus mama putri membuat dirga yang mendengar pernyataan wow mama nya menganga tidak percaya.
" WHAT"
Dan berakhir dengan dirga yang harus menerima jika selama masa cuti kiara bekerja,rela tidak rela semakin jarang ketemu karena kiara yang selalu di culik oleh mama maupun mama mertuanya.
Adakah di antara kalian yang punya mama yang usil lalu berubah jadi ratu tega..
Dirga ini kangen loh.... 5 minggu puasa, menahan keinginan nya menyentuh kiara dengan cara melihat wajah kiara setiap hari harus gagal karena kiara nya lebih dulu di culik sama ratu tega berwujud mama putri dan mama sarah.
Episode ratu tega Sekian
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisah nya...
Jangan lupa loh jejak komentar dan klik jempol nya...
Vote dukung aku juga yaaaa
Sampai babai
Terimakasih
__ADS_1