Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
The day ( nasihat papa hendri )


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Kediamanan wicaksono


Sepanjang malam yang tersisa, kiara yang saat ini sedang rebahan di atas ranjang nya tidak bisa memejam kan mata karena gelisah.


Ia melihat lagi langit langit kamar nya, lalu bergulir searah jarum jam, melihat samping kanan kamar nya di mana ada pintu yang sudah di pasang hiasan,dan ke arah kanan dimana ada manekin dengan gaun pesta yang akan di pakainya saat resepsi, serta manekin di mana kebaya akad nya juga terpajang.


sepanjang dinding kamar nya pun sudah di pasang tirai tirai cantik, dengan warna putih sesuai tema yang di pakai.


" aku nggak bisa tidur" gumam kiara pelan


Kiara lalu memutar lagi voice note dari dirga, setelah selesai perawatan tubuh kiara tidak henti henti nya memutar ulang voice note dari dirga hingga elisa bosan dan memutuskan untuk tidur di kamar tamu.


Kiara terkikik lagi dengan kata-kata terakhir yang di ucapkan elisa kepada nya


" dasar bucin, kamu nya bucin yang laki fix double bucin. Cocok"


Kemudian melenggang pergi sebelum mengecup pipi kiri nya gemas.


Kiara sungguh malu, ia tidak mengira jika lagu baru yang di maksud elisa adalah lagu yang di nyanyikan dirga dan di akhiri kata kata indah, jika ia tahu isi nya seperti itu lebih baik ia menggunakan headset tanpa harus berbagi keromantisan dirga dengan yang lain nya.


Tapi nggak apa-apa sih, sekalian memperlihatkan betapa beruntung nya ia di persunting oleh seorang lelaki seperti dirga nya yang selalu dan selalu membuat nya bahagia.


Meski ada saja halangan bagi nya dan dirga, tapi itu tidak menyurutkan semangat dirga untuk tetap menikahi nya.


" kamu lagi apa ya ga di sana? Apa kamu juga gugup seperti yang aku rasakan.


Rasa nya benar-benar aneh... Seakan kupu-kupu terbang di perut ku seperti mereka menggelitik setiap bagian dalam tubuh aku.


Aku bahkan nggak bisa tidur saat memikirkan nya" gumam kiara ia melihat bingkai foto yang ia pajang di meja dekat ranjang nya.


Bingkai berisi foto nya dan dirga sedang berjalan membelakangi kamera namun wajah mereka menengok kebelakang dengan senyum mengembang, meski senyum dirga terlihat tipis tapi terlihat sekali jika senyum nya adalah senyum paling memikat bagi kiara.


" kangen banget sama kamu...." gumam kiara sebelum jatuh terbuai ke alam mimpi saat mendengar lagi lagu yang di nyanyikan oleh dirga.


Di kediamanan wijaya


Trio strong kita sedang begadang, tepat nya dirga yang memaksa karena dirga tidak bisa tidur sangking gelisah nya.


Padahal waktu sudah menunjukan pukul 2 dini hari, tapi mata dirga masih aja segar tidak seperti faro atau raka yang sudah kedip kedip merasakan pedas di bola mata nya.


yah.... Meski sudah terbiasa dengan yang nama nya begadang tapi kan tetap saja.


" ga... Elah... Besok itu acara nya loh, tidur napa,lu mau kantung mata lu hitam pas ketemu kiara besok heh?" ujar raka yang sudah nggak kuat nemenin dirga ngobrol ngalur ngidul padahal biasa nya ni bocah susah di ajak curhat


" seperti nya kelamaan nggak ketemu kiara ni setan jadi kumat , tumben banget nyaplak terus kayak beo" batin raka heran


" ck... Si bangke, ngga tahu apa gue nggak bisa tidur" sewot dirga saat raka menasihati nya.


Dirga tahu kok apa yang di katakan raka benar, kantung mata nya bisa hitam jika tidak cukup istirahat.


" gimana gue mau tidur, baru aja mejemin mata kebayang acara besok terus" batin dirga gegana


" jadi ga, besok udah siap kan buat ijab qobul nya?" tanya faro, mencoba mengerti penderitaan yang sedang di alami dirga saat ini.


Acara sakral yang membuat sahabat nya belingsatan, faro mengerti jadi sebisa mungkin meski mata nya ngiyep ngiyep lima watt ia jabanin dulu dari pada di amuk lagi.


" jangan sampe salah lu ga, gila aja lelaki strong seperti kita salah ngucapin kalimat ijab" timpal raka, biarlah malam ini mereka habis kan dengan mendengarkan curhatan dari sahabat songong nya yang penting bisa Ngurangin kegelisahan dirga saat ini fikir raka tumben bener.


" jadi pengen ikut kawin juga " batin raka eror


( nikah, rakampret.... Saban hari kan lu mah emang sering kawin. Hush.. Ngawur lu thor)


" apaan sih, gue yakin banget sekali langsung cus nggak pake gagal" balas dirga sombong, mending kelihatan sombong dari pada kelihatan gelisah nya saat ini.


Meski ia sendiri tahu sahabat edan nya tentu saja merasakan kegelisahan nya saat ini.


" bakal gue ketawain seumur hidup kalau lu sampe ngulang ga" balas raka dengan jahat nya, kekehan terdengar setelah nya saat faro ikut menimpali perkataan raka yang jahat.


" rekam aja sekalian, biar malu tujuh turunan nanti pas punya anak cucu"

__ADS_1


" bangke.... Piiiiippp... Doain gue nggak ada bagus bagus nya ya lu pada" ujar dirga sewot tapi tetap saja ia juga ngekek pas denger candaan sahabat edan nya.


" kalian belum tidur?" tanya seseorang di ujung pintu.


Karena saat ini mereka bertiga ada di atas atap yang terbuka dan pintu itu adalah satu satu nya jalan masuk dan keluar...


" eh.. Papa, papa sendiri belum tidur?" tanya dirga balik, saat melihat papa nya di ujung sana berdiri menyender pada pintu, melihat mereka bertiga dengan kening berkerut heran.


" kirain siapa orang gila jam 4 subuh ngekek ganggu orang istirahat, tau nya anak sendiri "


( kejam nya om, itu anak tampan mu loh)


" kenapa?" tanya papa hendri singkat setelah duduk berkumpul dengan anak nya, walaupun pertanyaan hendri ambigu tapi dirga mengerti apa maksud pertanyaan singkat dari papa nya.


" nggak bisa tidur " balas dirga singkat pula


" biasa pah, yang mau pecah telor mah gitu" ujar raka mencairkan suasana.


" dasar kamu ini" ujar hendri terkekeh, menonjok lengan raka main main saat mendengar perkataan raka yang ia tahu ingin membangun suasana santai.


" percaya deh... Dulu papa gitu juga kok waktu mau akad nikah. Tapi pas sudah terdengar kata SAH dari orang yang jadi saksi pasti lega nya ngelebihin lega segala gala nya.


Senang bahagia yang tidak terkira.... rasa nya seperti mendapat lotere yang bahkan nggak kita tahu kapan mendaftar nya.


Apalagi melihat wanita yang akan jadi pendamping seumur hidup kita tersenyum dengan senyum cerah terharu nya.


Pada saat itu... Kita akan di hadapankan dengan pemandangan yang tuhan ciptakan untuk kita seorang.


Maka dari itu, papa cuma mau bilang kunci nya kamu harus tenang dan rileks.


Jadi... Sekarang lebih baik kita semua istirahat dulu, besok bukan hari terakhir tapi awal dari kehidupan kamu yang baru anak ku dirga.


Papa selalu mendoakan yang terbaik buat kamu, oke... Papa masuk ke dalam lagi, lumayan 4 jam tidur "


Kalimat panjang lebar dari papa nya bukan hanya di dengar oleh dirga namun juga dua sahabat nya yang juga merasakan bagaimana cinta seorang ayah untuk anak nya.


" masuk yuk... Seperti kata papa lumayan 4 jam istirahat.... Sorry ya udah ngerepotin kalian nemenin gue ngobrol nggak jelas" ujar dirga berdiri dari tempat duduk nya dan melihat satu persatu sahabat terbaik nya.


Kalau di dunia ini ia harus mengorbankan kekayaan nya demi sahabat dia juga tidak akan ragu jika itu raka dan faro.


Mereka berjalan bersama menuju kamar dirga untuk istirahat, menyimpan tenaga bukan hanya untuk tubuh tapi hati juga....


Pukul. 07.35 wks


Di bawah, tepat nya di ruang keluarga kediamanan wijaya sudah berkumpul sanak saudara yang akan ikut serta mengiring dan mengantar dirga menuju ke kediamanan wicaksono di mana acara sakral akan di laksanakan.


Calon pengantin pria yaitu dirga tampan mahesa wijaya sedang berdiri di depan cermin setinggi tubuh nya, melihat lagi penampilan nya sebelum turun ke bawah bergabung dengan keluarga dan sahabat nya yang sudah menunggu nya.


Senyum salah tingkah mampir di bibir dirga tanpa bisa di kontrol...


Demi apa sih 3 jam lagi ia akan jadi suami dari bawel kesayangan nya yang sudah sangat di rindukan nya...


" gue udah ganteng kan?" tanya nya entah pada siapa


" tentu saja... Gue pasti ganteng" gumam nya menjawab pertanyaan konyol yang sudah jelas jawaban tidak akan ada yang menjawab karena ia saat ini sedang sendiri.


" eh.. Calon pengantin gila... Buru napa, yang lain udah pada nunggu sampe jamuran eh yang di tungguin lagi ngobrol sama kaca" ujar seseorang di pintu masuk membuat dirga tersentak kaget kemudian mendelik galak saat mengetahui siap yang membuat pagi hari ceria nya mendung tiba-tiba.


" bangke... Ketuk pintu dulu baru masuk, sialan... Bikin gue kaget aja" sewot dirga yang di jawab dengusan nggak perduli dari raka yang ternyata menginterupsi kegiatan suci nya.


" bacot... Buruan turun, udah siap pada mau berangkat tuh... Lu mau telat di acara akad nikah lu sendiri heh?" ujar raka mengingatkan


" selow ae bambang nggak usah nge-gas....


Ini juga udah mau turun lu nya aja yang nggak sabar, gue yang mau nikah aja sabar kok " balas dirga santai menuai gerutuan dari raka yang mengekor di belakang nya


" ngeles aja lu bisa nya, mau gue bocorin kenarsisan lu yang haqiqi sama kiara hemmm? "ancam raka dengan wajah penuh kemenangan


" bangsul... Piiiipp.... Mau bangkrut lu? " ancam dirga main main lalu terkekeh saat mendengar kekehan santai dari raka yang memeluk bahu nya heboh sambil turun dari tangga...


" takut ih... " balar raka dengan gaya sinting nya seperti biasa


Dirga dan raka sampai di ruang keluarga, di sana memang sudah berkumpul saudara nya.


" sudah siap sayang?" tanya mama putri lembut ia memandang dirga dengan sedih bercampur bahagia.

__ADS_1


" sudah mah" balas dirga, ia memeluk mama nya sayang saat melihat mata mama nya yang berkaca-kaca.


" baiklah... Mari kita berangkat, sebelum nya kita berdoa bersama agar yang kuasa melindungi kita di perjalanan nanti" ujar papa hendri kemudian memimpin doa selamat yang di amini semua yang berkumpul.


Skip


Rombongan keluarga wijaya yang membawa 15 mobil mewah sampai di kediamanan wicaksono dengan selamat.


Satu per satu orang orang turun dari mobil dan di sambut hangat oleh tuan rumah,


Kakek bagus, hendri dan sarah serta keluarga dari pihak kiara menyambut mereka di depan pintu masuk menuju halaman belakang tempat acara akan di laksanakan.


Mereka menyerahkan seserahan yang di terima dengan suka cita, seserahan yang tentu nya juga mewah yang keluarga wijaya bawa untuk kiara.



Setelah bersalaman dan basa basi antar kedua keluarga , mereka di giring menuju tempat akad.


Dirga melihat di mana ada kursi yang akan menjadi kursi panas bagi nya sebentar lagi.


Jantung dirga berdetak kencang, kepercayaan diri nya mendadak ciut saat melihat kursi itu.



Tapi tepukan dan bisikan dari papa calon mertua nya membuat ia kembali yakin bahwa ia pasti bisa melakukan nya dengan sempurna


" makasih semua nya..." batin dirga dengan senyum tulus lalu berjalan menuju kursi dan menduduki nya setelah pihak keluarga kiara menyuruh nya segera duduk di kursi karena acara akan segera di mulai.


Sedangkan di kamar kiara


" dirga udah dateng tuh sama rombongan nya, ulu ulu.... Ganteng banget deh.


Tadi aku liat sendiri loh" ujar elisa heboh membuat kiara yang sudah siap dengan kebaya putih nya merona dengan jantung dag dig dug nggak karuan.


Bukan hanya elisa, tapi juga sepupu nya yang juga ada di kamar nya saat ini sudah ikut memekik heboh saat melihat calon pengantin pria di halaman belakang tadi pas mereka menerima seserahan dari keluarga wijaya.


" aduh... Kamu beruntung banget sih, mana ganteng banget lagi yang lelaki.


Ck... Kenapa bukan aku yah yang menikah sama dia" ujar sepupu nya fania dari pihak ibu nya.


Kiara tersenyum simpul, membenarkan perkataan fania jika ia memang beruntung mendapatkan suami seperti dirga.


Deg.. Deg.. Deg..


" sa... Aku mau pipis" gumam kiara pelan saat elisa duduk menemani nya di ranjang


" ck... Nggak bisa lah sa, nanti acak acakan lagi. Kan aku udah bilang pipis yang banyak sebelum pakai kebaya nya tapi malah ngeyel" balas elisa gemas saat melihat kiara yang bergerak gerak gelisah.


" aku kan nggak tahu ternyata gugup sampe buat aku gini" ujar kiara lesu, tangan nya saling meremas menghilangkan gelisah dan gugup di hati nya saat ini.


" bisa tahan nggak?" tanya elisa lembut


Sedangkan kiara hanya mengangguk kecil tanda bisa.


" kamu pasti bisa bebeb kesayanganya aku, yakin deh..." ujar elisa lembut lalu tersenyum menyemangati kiara yang akhirnya ikut tersenyum walau senyum kaku.


" umm.. Tentu "gumam kiara pelan ia menundukkan kepala nya.


" sayang... Kita ke bawah yuk, acara nya akan di mulai"


Suara mama nya di ujung pintu sana membuat kiara menegang seketika.


perasaan gugup nya kembali, tapi saat mama nya mengandeng lengan sebelah kanan nya lembut kiara bisa mengontrol lagi tubuh nya untuk berjalan mengikuti langkah mama dan elisa yang setia memeluk di lengan bagian kiri nya.


" semoga lancar..." batin kiara dan dirga di tempat berbeda namun dengan harapan yang sama


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kelanjutan nya...


Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya yaaa


Sampai babai


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2