Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Si selebor Cemburu


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Sepermarket


Amira memandang cemburu saat fania dan raka yang ada di depan nya sedang asyik bercanda sambil mendorong troli tanpa memikirkan dirinya yang berjalan sendiri di belakang mereka.


Loh... Ini kok... Bagaimana bisa seperti ini? Bukan nya dirga cuma manggil amira untuk menemani raka ke supermarket yah?


Kenapa bisa fania dan raka yang bercanda, bukan amira dan raka?


Wah...nggak bener ini,


Ada yang bisa cerita awalnya gimana?


( sini thor gue ceritain, oke makasih ga)


.


Sebelumnya


" Tobat dari zimbabwe, besok juga kumat lagi.


Udah sana buru pergi... Nah ajak amira aja ke supermarket nya" ujar dirga dengan alis naik turun menggoda setelah terkekeh lucu


" Oi raslebor sini... Pergi sama raka beli es krim" seru dirga kencang memanggil amira yang sedang mengangkat entah itu apa bersama fania dan amira pun auto menengok ke arahnya berada.


" hah?"


" haaaaaahhhhh" amira terpekik kaget.


Ia terkejut saat abang sepupu songongnya memanggil namanya serta menyebut nama raka di dalam kalimatnya.


Raka sendiri aja kaget saat dirga yang dengan santainya memanggil amira untuk menemani nya pergi ke supermarket membeli es krim apalagi amira.


" Ga... Bangke, nggak perlu lah amira ikut gue ke supermarket , nanti dia capek...gue liat dari tadi dia repot banget bagi bagi bingkisan" ujar raka salah tingkah dengan alasan klasik nya yang terdengar menggemaskan di pendengaran dirga


" sok malu ae lu bambank". Batin dirga geli


" Nggak apa-apa ngawasin lu takutnya nyelipin karet pengaman rasa durian" balas dirga kejam


" Ck.. Bangk.."


" Sekalian modus pepet pepetan sama selebor, si kampret udah sana buru" lanjut dirga berbisik di telinga raka yang langsung di mengerti raka kemudian terkekeh senang


" Ck... Oke abang sepupu ipar" seru raka bahagia kemudian menghampiri amira yang terlihat salah tingkah


" Yuk selebor, nanti ke sorean" ajak raka setelah sampai di hadapan amira yang menampilkan senyum lebarnya


" siap ba ...."


" Eeh.... Aku ikut dong" Seru seseorang dari ujung ruangan.


Raka dan amira kompak menoleh ke arah asal suara, di mana ada fania yang memandang mereka dengan mata berbinar binar senang.


" Ee... Lu juga mau ikut fan?" tanya raka canggung, melirik ke arah amira yang raut wajah nya berubah jadi keruh.


" Iya nggak apa-apakan? Kebetulan Aku juga mau makan es krim nih, sekalian makan es krim nya barengan sama anak anak di panti" seru fania ceria denga raut wajah sumringah berbanding terbalik dengan ekspresi bete amira dan ekspresi canggung raka.


" Uuhhh.... Iy.. Oke deh, nggak apa-apa kan bor?" ujar raka menyetujui kemudian menanyakan pendapat dari amira yang hanya bisa mengangguk pelan mengiyakan.


" Yeeey... Oke aku ambil tas aku dulu" seru fania semangat kemudian ngacir ke arah kamar tamu di mana ia menyimpan tas nya.


Dan di sini lah mereka berada...


Dengan amira yang Melihat bagaimana mesranya fania dan raka di depan sana


" Oy selebor... Ngapa di belakang?" seru raka dengan suara lumayan keras , menegur amira yang tertinggal jauh di belakang diam bengong melihat ke arah depan namun tidak fokus.


Amira tersentak kaget saat mendengar seruan raka memanggilnya yang ternyata melamun kemudian amira melihat ke arah depan di mana raka dan fania yang ternyata sudah jauh di depan sana.


" Iya..." sahut amira pelan kemudian berjalan cepat menghampiri raka dan fania yang melihatnya penuh tanya.


" Ngapa lu, kasambet?" tanya raka sembarangan saat amira sudah ada di samping nya.


Jadi posisi nya raka ada di tengah di apit oleh amira dan fania..


Cieeee.... Yang jomblo bahagia


" Apa sih... Kesambet setan kampret iya" balas amira sewot mendengus sebal saat melihat fania menempel dan merangkul raka yang santai aja nggak merasa risih


" Apasih... Deket deket sama bang raka" batin amira kesal


" Ye... Setan kampret berarti Gue dong" sahut raka santai,


" Ema.."


" Eeh eh... Bang raka, abis ini ke panti mana dulu?" tanya fania heboh menyela obrolan antara amira dan raka yang mulai seru


" Eh.. Emh.. Di daerah sini dulu aja, yang deket deket aja, tadi kalau nggak salah ada yang dari belakang mansion. Biar nanti itu yang belakangan aja sekalian balik " balas raka setelah berfikir dan menyusun rute perjalanan.

__ADS_1


" Oke..." seru fania semangat


".... " Raka melirik ke arah amira yang diam lagi nggak bicara semenjak fania menyela percakapan mereka


" kenapa si selebor diem gitu sih, biasanya juga nyaplak kayak abang nya" batin raka bingung


Sepanjang mereka berbelanja, fania akan mengajaknya berbicara persis seperti kiara yang nggak bisa diem.


Apa mungkin karena keturunan mama sarah yah makanya fania juga cerewet.


Tapi entahlah raka nggak mau ambil pusing, yang jadi masalahnya adalah kenapa tiba-tiba hawa ni mobil berubah jadi tidak enak karena fania yang tiba-tiba pindah ke depan duduk bersamanya.


Benar... saat ini mereka bertiga sedang berada di dalam mobil, sedang di perjalanan menuju salah satu panti asuhan dari 5 panti asuhan yang akan mereka sambangi.


Sesampainya mereka di panti asuhan, mereka di sambut antusias oleh anak anak penghuni panti asuhan.


Mereka di serbu dengan tawa riang dan raut wajah bahagia saat melihat raka menenteng beberapa kantung plastik berlogo salah satu supermarket terkenal.


Di samping nya ada amira dan fania yang juga antusias saat membagikan es krim untuk satu persatu penghuni panti.


" Ayok anak anak semua bilang apa sama abang raka, kakak amira dan kakak fania?" "seru pengurus panti semangat mengiteruksi anak asuhnya


" Terima kasih banyak abang raka, kakak amira, kakak fania " seru anak anak panti kompak dan semangat


" Sama sama " amira dan fania kompak


" Yoi, inget abang raka yang ganteng tiada tara ini yaaah?" balas raka ngelawak meski ada narsis nya


Satu per satu anak anak panti asuhan meninggalkan mereka, menyisakan pengurus panti yang mengucapkan rasa terima kasih berlebih karena perhatian yang di berikan raka, amira dan fania hari ini.


Ibu panti ingat jika 3 anak muda di depannya saat ini adalah keluarga wijaya yang tadi mengundang mereka di acara 7 bulanan menantu wijaya.


" Terima kasih mas raka, mba amira dan mba fania, anak anak jarang mendapatkan perhatian seperti ini apalagi makan es krim.


Saya selaku pengurus mengucapkan ribuan terima kasih sekali lagi untuk kebaikan nya " ujar ibu panti dengan senyum tulus nya.


" Sama sama bu, ini juga rezeki mereka. Saya hanya menyampaikan titipan dari yang di atas" balas raka ramah dan tersenyum membalas senyuman dari ibu panti.


Deg.. Deg...


" jantung aku / gue...."


" Iya bu.., apa yang di bilang bang raka emang benar. Apa yang kami punya juga semua titipan dari tuhan jadi kenapa kita tidak saling berbagi" sahut amira menimpali perkataan raka yang benar adanya dengan lembut ikut tersenyum sedangkan fania hanya mengangguk setuju.


Raka melihat ke arah amira yang juga melihat ke arah nya lalu saling membalas senyum, dan itu tidak luput dari perhatian fania di samping nya.


Fania merasa ada yang nggak beres dengan sikap dua orang yang sedang berpamitan dengan ibu panti, seperti ada bau bau tak sedap menurutnya.


" apa amira juga suka sama bang raka ya?" batin fania bertanya melihat keduanya dalam diam.


Bukan hanya lelah karena menyetir dan bolak balik masuk ke supermarket untuk membeli es krim tapi lelah karena kelakuan amira yang berbeda.


Ia melirik fania yang malah bahagia terbanding balik dengan amira yang sepet sekali raut wajahnya saat ini.


Raka bingung loh... Emang nya perjalanan dengannya nggak menyenangkan yaa? Sehingga amira yang biasanya membalas setiap bacod-an nya hanya diam, dan hanya melirik ke arah nya dan fania yang memang dari awal sampe sekarang nempel dengannya dengan raut wajah tak sedap.


" Sini bor, gue yang bawa.." ujar raka saat melihat amira yang kesusahan membawa berkantung kantung plastik di tangannya, sepertinya amira juga sudah lelah sama seperti fania.


" Gak perlu, gue bisa sendiri" balas amira ketus melenggang meninggalkan ia di depan bagasi mobil yang hanya bisa melongo bingung karena sikap amira yang tiba-tiba berubah .


" kenapa lagi, kan tadi masih ketawa bareng" gumam raka gagal paham.


" Bang raka ayuk...." seru fania mengandeng tangan raka santai tanpa merasa canggung yang lagi lagi membuat amira merasa tidak nyaman.


" ughhhh nyebelin"


Akhirnya mereka selesai melaksanakan tugas mulia, saat ini raka sedang memarkirkan mobil sport nya di deretan mobil keluarga dirga.


Brak...


Amira tanpa suara segera keluar mobil dengan membanting pintu mobil raka kuat, sehingga fania pun Kaget begitu pula dengan raka yang langsung ngusap dada melihat kelakuan selebor yang emang selebor dari amira.


" Aih kenapa tuh bocah, dari tadi muka nya sepet aja" tanya raka kepada fania yang malah menampilkan senyum ganjil nya


" Nggak tahu tuh..." balas fania cuek


" Bang raka..." panggil fania


" heum.." sahut raka bergumam ia sedang membuka seat belt nya kemudian fania mendekat ke arah raka yang hanya bisa mengangkat alis sebelah Penasaran, dan yang terjadi selanjutnya adalah hal yang paling mengejutkan untuknya.


" Fania lu...."


.


.


Amira berjalan dengan terburu, mual melihat kedekatan raka dan fania yang seakan tidak melihatnya di belakang, ia memasuki mansion wijaya tanpa melihat sekeliling dan masuk ke kamar miliknya di lantai atas lalu mengurung diri.


Amira kecewa?


Nggak lah nggak kecewa ... Amira memang mau istirahat kok, maksudnya mengistirahatkan hati nya yang lelah dengan kejadian menyebalkan hari ini.


" Dasar raka kampret, nggak tahu apa gue cemburu" gumam amira memutuskan untuk mandi, siapa tahu aja air yang mengalir bisa membantunya membuang fikiran rumit di otak dan hati nya.


" kampret..". Dengus amira kesal sendiri

__ADS_1


.


.


..


Di ruang makan luas milik keluarga wijaya telah berkumpul keluarga wijaya dan wicaksono beserta kerabat dekat dan sahabat.


Mereka saat ini sedang makan malam bersama, dengan suasana santai dan hangat. Di selingi obrolan ringan dan terkadang suara kekehan...


Lupakan soal adat makan harus tenang, nyatanya pemilik mansion ini lah yang lebih dulu berkelakar karena merasa jarang bercanda dengan sanak saudara.


Meski di kenal kejam saat di tempat kerja atau urusan bisnis serta mendidik anak cucu nya, tapi nyata nya bakrie masihlah seorang kakek nyentrik yang suka menggoda teman tua nya kakek bagus.


Di antara semua orang yang turut serta dalam obrolan seru, ada satu orang yang absen dan hanya menyahuti sesekali karena saat ini yang jadi fokusnya bukan lah obrolan dari sepuh di ujung sana, melainkan orang yang saat ini sedang duduk di sebelah nya namun malah sibuk dengan orang lain.


Amira pov


Di samping gue ada si kampret yang asyik ngobrol sama fania tanpa melihat ke arah gue sama sekali , seakan gue ini mahluk tuhan paling uhuy nan selebor ciptaan tuhan .


Gue eneg sumpah dari tadi si fania ini sok cihuy deket deket sama si kampret yang malah enjoy aja.


" Eh.. Terus terus bang raka jawab apa pas di minta jawaban "


Nah Itu tuh suara fania yang sedang ngobrol dengan orang yang di sebelah gue, si kampret yang mempunyai otak gesrek nan kampret sekaligus orang yang juga gue sukai.


Gue bahkan udah nyebut kampret berapa kali tuh...


( elah tinggal panggil raka aja susah beut deh selebor kampret kampret gitu syuka khann, uh.. Bodo amat thor)


" Gue jawab gini... Sorry gue emang ganteng, tapi gue nggak suka jadi yang ketiga"


Nah itu suara si kampret yang meladeni pertanyaan fania dengan nada lembut dan perhatian.


Nada yang nggak dia gunakan untuk gue kalau kita sedang bertelpon ria.


" apasih pake bisik bisik sok deket gitu.."


Gue cuma bisa ngomong dalam hati nih... Nanti kalau gue udah kesel sampe ubun ubun baru deh gue ceplokin telor ke muka dia.


" Ahaha... Bisa aja bang raka"


" Sok manis sih lu hayati... Akh gue nggak tahan "


Gue nggak mau cari musuh dulu, siapa tahu emang si kampret juga suka sama fania otomatis gue nggak punya hak dong buat posesif? Iya kan...


" hehe.. Nan.."


" huh.... Reseh"


Bodo amat gue udah nggak bisa nahan rasa mual gue akibat ngidam... Iya ngidam pengen nyemprot dua orang sok uhuy di samping gue dengan lahar panas.


Gue bangkit dari duduk dan menggeser kursi yang gue duduki ke arah belakang


Greeekkk...


" amira selesai makan semua nya" ujar gue sambil berdiri yang auto membuat kakek bakrie melihat gue penasaran soalnya gue ini paling demen makan...


" Loh... Kamu dikit banget makan nya amira?"


Betul kan kakek bakrie paling ngerti gue, meskipun gue bukan cucu nya.


" Nggak apa-apa kek amira kenyang, amira ke kamar duluan semuanya" ujar gue pamit sama semua orang yang ada di meja makan.


Kemudian gue pergi meninggalkan meja makan, di mana gue tahu si kampret melihat ke arah gue dengan pandangan yang nggak bisa gue ngerti.


Amira pov end


Normal pov


Semua yang ada di meja makan melihat amira yang sedang berjalan menuju ke pintu ruang makan dengan pandangan berbeda beda .


Salah satu pandangan yang perlu kita fokus adalah raka yang melihat amira dengan pandangan puas dan senang.


Tentu saja senang...


Akhirnya dia tahu alasan kenapa amira sepet banget pas kunjungan ke panti asuhan tadi sore, ternyata oh ternyata ...


" khukhukhuu.....lucu banget sih yang cemburu"


" Gimana bang berhasil kan?" tanya fania berbisik pada raka dengan nada suara jahil nya.


" Yoi.... Thanks yaaa..."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti kisah selanjutnya...


Jangan lupa loh tinggalkan jejak komentar dan klik jempol nya..


Serta vote dukunganya ya.


Sampai babai


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2