Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Nginep aja ya


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Dirga sebisa mungkin menjaga kesadaran nya agar bisa menahan sesuatu yang mulai bereaksi di bagian selatan nya.


" adik ku yang perkasa, ketemuan nya nanti aja yah kalau udah sah " batin dirga edan.


Sumpah, kiara yang bergerak gerak di atas nya membuat ia keenakan namun juga tersiksa secara bersamaan.


Dirga ini cowok normal, di atas nya ada cewek yang di cintai nya apalagi dia ini tunangan sepihak nya.


Di goda dengan kiara yang bergerak gelisah nggak tahu kondisi nya seperti apa sekarang itu membuat ia harus ekstra menahan segala gala gala gala gala nya.


Mulai dari akal sehat nya, tangan nya agar diam di tempat , ini alasan nya ia lebih memilih menggenggam tangan kiara dari pada tangan nya kelepasan dan kurang ajar dan lagi yang paling ia tahan adalah desisan nikmat nya.


Tadi aja udah lepas sekali, dan ia takut jika nanti akan kelepasan lagi.


" nanti dulu ya, biarin gini dulu" pinta dirga lirih


" kamu bisa ngerasin sendiri kan gimana tegang nya aku" lanjut nya berbisik membawa wajah nya ke ceruk leher kiara.


Menikmati harum dan lembut kulit kiara, serta mengendus dan menghirup aroma segar dari parfum yang di pakai kiara saat ini.


" kamu wangi" puji dirga serak


" emhh...." erang kiara lirih


Deg deg deg...


Kiara merinding merasakan gerakan wajah dirga di leher nya.


Dan kiara salah, suara erangan nya menambah hasrat dirga malah semakin meningkat.


" ra... Boleh aku cium kamu" pinta dirga dengan suara serak nya.


Kiara tidak menjawab namun bukan menolak justru kiara lah yang memulai ciuman nya.


Cup


Kiara mencium kening dirga lembut kemudian tersenyum cantik,


Deg deg deg...


Jantung dirga berdesir.. Melihat senyuman kiara serta ciuman lembut di kening nya.


Ciuman penuh perasaan yang membuat hasrat dirga mulai mereda.


Dirga tidak tahu kenapa bisa efek nya seperti ini, ketulusan kiara membuat akal sehat nya kembali apalagi senyum nya.


" ya tuhan... Dia kah bidadari gue?"


Cup cup


Kiara kali ini mengecup kedua pipi dirga sayang


Dan


" i love you... " ucap kiara di depan bibir dirga sebelum mencium mesra bibir dirga dengan pangangutan yang kaku namun bagi dirga yang mendapatkan serangan nikmat dari kiara menegang dengan perasaan senang.


" njiirrrrrr..... Kenapa tegang lagi"


Dirga menggeram di sela sela ciuman nya dengan kiara, ciuman kali ini sungguh berbeda.


Tentu saja berbeda karena kali ini bukan dia yang memulai melainkan bawel nya yang sedang menikmati bibir atas dan bawah nya tanpa balasan nya.


Dirga sengaja tidak ikut partisipasi dalam ciuman ini, melainkan menikmati setiap sensasi gelenyar aneh di tubuh nya.


Dirga Ingin melihat sejauh mana bawel nya belajar berciuman.


" lumayan juga, siapa sih yang ngajarin" batin dirga


( sadar diri dirgasum siapa yang nyosor duluan tiap kali ketemu. Jangan ganggu gue dulu thor)


Muach


Kiara melepas ciuman dan seperti biasa masih kehabisan nafas belum terbiasa.


" hoshh.. Hoshhh... Ish.." plak plak..


Kiara mengambil nafas dan menampol pelan lengan dirga dua kali karena kesal ciuman nya tidak di balas.


" akh... Kok abis di cium di pukul sih, jaat nyaaa" ujar dirga manja


"kenapa diem aja, kamu kok nggak gerak" omel kiara galak


Pipi nya memerah malu,


"ukh... Padahal udah inisiatif mulai duluan aja"


" um... Jadi ngambek nih" tanya dirga menggoda.


" au ah"


" lagian diem aja bukan berarti nggak menikmati loh, justru aku diam aja karena meresapi setiap sensasi yang kamu kasih ke aku yank " jelas dirga dengan suara menggoda nya.


" dan ternyata sangat nikmat " ujar dirga menjilat lidah nya sensual perlahan


Kiara yang melihat nya tambah merona, ia bahkan sampai buru buru menundukkan kepala nya tapi apa yang di lakukan nya salah lagi, kenapa?


Kenapa itu karena pada saat ia menunduk justru ia melihat tubuh telanjang sempurna milik dirga.

__ADS_1


Abs sixpack nya terpahat dengan pas di padu dengan kulit putih nya.


Glek


" ya tuhan.... Kenapa aku ikutan jadi mesum" batin kiara ia bahkan dengan susah payah menelan slavia nya.


" hei.... Liat aku" ujar dirga lembut


Kiara mengangkat wajah nya menuruti apa keinginan dirga.


Dirga menelusuri bibir bawah kiara yang tebal dengan perlahan, membuat mata kiara menutup menikmati sentuhan dari jari dingin dirga.


" emhhh....."


" aku mulai yah" ujar dirga membuat kiara membuka mata dan berikut nya menutup kembali menikmati ciuman balasan dari dirga.


Dirga memainkan bibir atas dan bawah kiara bergantian, mengemut nya seperti mengemut permen manis.


Kiara pun demikian mengikuti aluran permainan dari dirga.


Saat dirga di atas maka kiara akan mengemut yang bawah.


Kemudian giliran lidah dirga menjilati meminta izin dan mulai mengobrak abrik bagian dalam kiara.


Mengabsen setiap barisan gigi terawat milik kiara lalu membelit milik kiara untuk masuk kedalam mulut nya, Mengajari kiara untuk mengikuti apa yang tadi ia lakukan.


Dengan patuh kiara mengikuti setiap gerakan yang tadi dirga lakukan,


" emh... Nhhhh..."


" ngggh... Mnhhh.."


Desahan saling bersahutan memenuhi ruang tamu apartemen milik dirga.


Tangan dirga kini beralih menelusuri kaki kiara yang disamping nya naik hingga ke pangkal paha.


Mengelus nya lembut dan lambat, merasakan bagaimana bulu halus di paha kiara meremang.


" ah... Baru pertama di sentuh ya" batin dirga


" enhmmmm...."


" akh...sial kenapa erotis banget"


Kiara memberanikan diri menelusuri juga dada dan Abs milik dirga dengan tangan nya yang tadi meremas rambut dirga untuk melampiaskan perasaan nikmat nya.


Deg.


Dirga menegang saat Abs nya di sentuh kiara lembut,


" sial... Kalau gue nggak berhenti sekarang juga, gue nggak yakin bisa lebih lama nahan ini"


Tidak ingin kebablasan melebihi batasan, dirga segera melepas ciuman nya yang berlangsung sudah entah berapa lama dengan tidak ikhlas.


Jejak becek masih tersisa, dirga menghapus nya kali ini menggunakan jempol tangan nya.


Ia bukan lelaki brengsek ingat itu, dan lagi ia mencintai kiara tulus.


" terima kasih" bisik dirga lembut kemudian mengecup kening kiara lembut.


Kiara tidak menjawab namun pipi nya yang memerah mewakili semua nya.


" sekarang aku sudah boleh duduk sendiri ga?" tanya kiara iseng


" kamu mau nya gimana? Aku sih enjoy aja mau kamu duduk sampai besok juga nggak apa-apa" jawab dirga ngaco


" no... Sudah,aku duduk sendiri aja " balas kiara


" lagian aku nggak mau ada yang tegang lagi" lanjut kiara mengerlingkan mata nya ke arah bawah tubuh dirga.


" itu tahu " balas dirga cepat.


"coklat aku mana?" tanya kiara setelah duduk sendiri di samping dirga


" kamu masih inget aja sama coklat kamu?" tanya dirga mengernyitkan kening nya heran


" dasar tukang makan"


" iya dong... Hehe " ujar kiara polos dengan kekehan nya.


" dasar..." balas dirga, tangan nya mengusap rambut kiara lembut.


Dirga jalan menuju Papper bag berwarna putih dan memberi kan kepada kiara.


" apa ya isi nya..." gumam kiara semangat,


Tangan nya segera masuk kedalam untuk mengambil kotak nya



" yey.... Coklat banyak" seru kiara senang.


Gyut..


" sok nggak tahu, dasar bawel tukang makan" ledek dirga tidak lupa pipi nya mencubit pipi kiara gemas.


" kemana bawel gue yang tadi agresif kenapa berubah jadi childish lagi...hehe" batin dirga terkekeh


" bleeee...." ledek kiara acuh.


Kiara baru saja ingin membuka kotak hendak mencicipi rasa coklat di depannya, tapi sayang sekali dirgasum di depan nya lebih dulu melotot seram


"besok lagi, liat tuh jam berapa" ujar dirga galak

__ADS_1


"eh... Udah jam 10 malam, ah... Aku harus pulang" pekik kiara cemas


Tangan nya kembali memasukan coklat ke dalam paper bag nya.


" ini sudah malam, kamu nginep di sini aja" ujar dirga santai


" eh.. Menginap? Nggak ah... Nanti aku kena marah. Aku pulang aja, nanti aku telpon supir pribadi papa " tolak kiara


" bermalam di rumah lelaki berdua aja, nanti kalau besok jadi bertiga gimana"


" nggak apa-apa, kamu telepon orang rumah aja. Bilang aja nginep tempat teman" ujar dirga santuy


" lagian kalau mereka tahu lu nginep di sini juga mereka nggak akan ngelarang. Khu hu hu" batin dirga nista.


"nggak mau ah,aku nggak mau bohong. Dosa loh" balas kiara masih menolak.


Kiara menatap dirga dengan pandangan curiga, membuat yang di tatap menghela nafas lelah.


" aku bobo di sini, kamu bobo di kamar kok yank, aku nggak akan macam macam.


Aku cuma satu macam" ujar dirga meyakinkan.


" oke.... Deal ya?" tanya kiara


" oke"


" aku telpon mama dulu" jelas kiara.


" ne... Wakatta( iya aku ngerti)" jawab dirga


" aku kedalam ambil bantal sama selimut" lanjut dirga kemudian melangkah kan kaki nya kedalam kamar, mengambil selimut dan menelpon kakek bagus untuk meminta izin kiara bermalam di apartemen nya.


" gimana?" tanya dirga setelah meletakkan selimut yang di bawa nya.


" boleh sih, tapi tumben nggak pake banyak tanya langsung di izinin" balas kiara bingung.


" bagus dong, ya sudah kamu mau mandi atau ganti baju dulu.


Lalu istirahat di kamar ya" ujar dirga lembut.


" umm.. Oke, aku kamar" balas kiara, kemudian melangkahkan kaki nya menuju kamar dirga berada.


" ckck... Emang kakek mertua yang pengertian" gumam dirga pelan.


Sedangkan di kediaman wicaksono


" apa Menginap di tempat dirga?" tanya fandi dengan suara kaget membahana nya.


Tadi ia sedang ada di kamar mandi sewaktu kiara menelpon mengabari mau nginap di apartemen teman dan kebetulan kakek bagus juga dapat telpon dari dirga yang meminta izin untuk membiarkan kiara bermalam di apartemen nya karena sudah terlalu malam.


Dan tentu saja kakek bagus mengizinkan,


"lagian mereka juga nanti nya akan menikah."


Batin kakek bagus percaya.


" iya... Kiara akan Menginap di tempat dirga, emang ada apa? Toh mereka juga nanti akan menjadi pasangan suami dan istri.


Kamu ini seperti tidak pernah muda saja" omel kakek bagus pada saat melihat gelagat anak nya fandi seperti ingin protes.


" tapi pah, kiara itu perempuan dan dirga itu lelaki garong.


Bagaimana kalau kiara kenapa kenapa?


Pah.. Kiara masih kecil" ujar fandi lebay.


Ekspresi nya bahkan sudah drama mode on.


Pletak..


" arghh..."


Sarah yang bosan dengan kalakuan lebay suami nya pun tidak tahan dan begitu lah yang terjadi.


Sebuah handphone mencium ubun ubun nya kuat, membuat fandi memekik sakit dan mengusap ubun unbun nya berulang.


" please deh pah jangan lebay" ujar sarah gaul dengan kejam nya.


"ya... lagian dirga itu calon suami nya.


Dan papa percaya dirga bukan pria brengsek seperti pria lainya. Dia barasal dari keluarga terhormat" sahut kakek bagus menindas anak kandung nya tak kalah kejam dari istri nya sendiri.


" kalian kenapa membela dirga, kiara ku yang malang.. " seru fandi semakin menjadi.


Membuat sarah dan kakek bagus kompak meninggalkan fandi yang jongkok di pojokan karena merasa di sudut kan


"bagaimana nasib anak ku, aku yakin dirga pasti mengambil kesempatan dalam kesempitan." dumel fandi kemudian mengikuti sarah yang sudah masuk kedalam kamar nya.


Apartemen dirga.


Hatcccuuuu....


" siapa nih yang ngomongin gue" gumam dirga dengan tangan menggosok hidung bagian bawah nya berulang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tau aja sih om anak nya abis di ehem sama dirga.


Terus ikuti kisah nya ya


Jangan lupa tinggal kan jejak komentar dan klik jempol nya.


Vote dukung aku ya

__ADS_1


Sampai babai


Terimakasih


__ADS_2