
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
" maaf sebelumnya jika mengganggu sejenak waktu anda, kami datang membawa surat penangkapan untuk saudara Johan sudirjo atas dakwaan penggelapan pajak dan penyuapan.
Mohon kerja sama nya dan silahkan ikut kami ke kantor untuk pemeriksaan selanjutnya"
Ujar salah satu polisi yang bertugas dengan tegas
" apa apaan ini, itu tidak mungkin ini pasti fitnah saya tidak mungkin melakukan itu" elak Johan bahkan pada saat seorang polisi memegang tangan nya ia memberontak
" pak polisi ini pasti salah sasaran, pasti ada yang fitnah papa saya" ujar melisa cepat ia menampik kenyataan dan ia merasa terpukul saat seorang polisi menangkap paksa papa nya yang memberontak.
" benar tidak nya kita lanjutkan lagi pemeriksaan nya di kantor, mohon jangan melawan agar masalah ini cepat selesai" ujar polisi itu tegas
Dan selanjut nya yang terdengar hanya teriakan dari Johan yang minta di lepas, meninggal kan melisa yang terdiam atas apa yang baru saja terjadi.
Bagaimana mungkin kejadian buruk menimpa nya beruntun
Mulai dari perusahaan nya yang tiba-tiba bangkrut dan penangkapan papa nya atas kasus tuduhan penggelapan pajak.
" akkkhhhhhh...."
prang prang.
Suara teriakan dan pecahan barang yang di banting di ruangan melisa adalah yang terakhir terdengar.
Karyawan perusahaan sudirjo bahkan merasa jika ini akhir dari mereka bekerja di perusahaan sudirjo.
" bagaimana nasib kami selanjutnya"
Beberapa hari sebelum nya
Dirga, kaisar dan faro saat ini sedang berada di kantor lembaga pelayanan masyarakat untuk melaporkan tentang penggelapan dana pajak yang di lakukan oleh perusahaan sudirjo.
Dirga akhirnya bekerja sama dengan kaisar saat ia mengingat cerita kaisar tempo hari tentang perusuahaan sudirjo
Flasback
Dirga saat ini sedang berada di ruangan kaisar dan sedang membicarakan hal serius dengan kaisar
" jadi lu setuju ga?" tanya kai semangat
" ya... Gue mau cabut pohon sampai ke akar nya, gue rasa kalau cuma perusahaan nya yang bangkrut orang ini nggak akan kapok.
Dia bakal terus jadi benalu untuk masyarakat juga" balas dirga dingin
Ia sebenarnya tidak suka ikut campur masalah yang seperti ini, tapi karena sudah mengusik dan menggagu kehidupan nya tentu saja ia tidak akan biarkan dia hidup tenang.
" ya... Banyak yang jadi korban, maka itu gue mau dia tanggung jawab.
Tapi gue belum cukup kuat buat melawan dia yang sudah terlalu lihai saat bermain" ujar kai menyesal
" lu tenang aja, sahabat gue yang akan handle dan akan memberikan perlindungan hukum sama lu dan perusahaan lu.
Besok kita sama sama bahas ini sama faro, lu siapin aja bukti kongkrit nya, selanjutnya kita lihat siapa yang menang" ujar dirga tegas dan percaya diri.
Flasback off
Maka di sini lah dirga, kai dan faro yang ikut mendampingi dirga sebagai kuasa hukum kaisar sebagai pelapor.
Kaisar memberikan bukti yang memberatkan pihak sudirjo dan juga atas tekanan dan bantuan dari dirga serta faro sebagai kuasa hukum, maka dengan itu pihak yang berwenang pun segera melakukan tugas nya mengusut tuntas masalah yang bersangkutan dengan pekerjaan mereka sebagai penegak hukum.
Skip
Beberapa hari berikutnya
Kiara saat ini sedang menunggu dirga di salah satu mall terbesar di kota S, tepat nya di salah satu toko perhiasan terkenal.
Dirga bilang ingin memesan cincin sesuai keinginan kiara, jadi dirga menyuruh kiara untuk mendeskripsikan sendiri cincin impian nya.
Kiara sebenarnya tidak terlalu memusingkan masalah cincin, tapi perkataan dirga yang mutlak membuat ia mau tidak mau mengikuti ke inginan dari calon suami arogan nya.
" lama banget" gumam kiara sebal ia menoleh lagi ke kiri dan kanan mencari keberadaan dirga saat ini.
Kiara tidak memiliki firasat buruk saat datang dan menunggu dirga di luar toko dan duduk dengan santai sambil memainkan handphone nya sehingga kiara tidak menyadari seseorang yang sedari tadi melihat ia dengan tajam dan penuh dendam.
" kali ini gue pastiin lu bakal mati di tangan gue" desis nya pelan penuh dengki
Kiara mengangkat wajah nya dan memekik kaget saat tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak pada rambut nya,
__ADS_1
" akh... Lepasin aku, sakit" ujar kiara dengan tangan berusaha melepas tarikan pada rambut nya
" tidak, sakit hati gue lebih parah yang udah lu perbuat. Mati kamu piiiiiiip...." balas melisa dengan tangan semakin menarik rambut brutal
Jeritan ketakutan dan pekikan kaget terdengar di sekitar kiara karena memang mall yang ramai membuat suasana gaduh seketika.
Pada saat petugas keamanan mencoba untuk memisahkan mereka tiba-tiba melisa mengeluarkan pisau dapur dan mengacungkan nya ke arah petugas sehingga petugas pun mundur dan memberi jarak aman.
" apa hah.... Kalian mau mati juga heh? Ayok coba hentikan gue.
Asal kalian tahu cewek... piiiiiiip.. ini udah menghancurkan kehidupan gue, cowok yang gue cinta lebih memilih dia" teriak melisa emosi
Saat ini mental melisa sedang tidak baik, cobaan bertubi tubi yang datang menghampiri nya tidak berhenti.
Seakan tidak cukup dengan bangkrut nya perusahaan milik keluarga nya, papa nya ternyata terbukti bersalah dan di jatuhkan hukuman penjara yang cukup lama waktu nya, aset keluarga nya juga di sita oleh negara.
Bahkan kini sanak saudara nya juga tidak ada yang menerima nya karena ia tidak memiliki apa apa lagi.
Tabungan pribadi nya turut di sita karena pernah menjadi media pencucian uang oleh papa nya.
Saat ini melisa tidak memiliki apapun, bahkan untuk tempat tinggal pun ia harus tinggal di pinggir jalan.
Ia mendatangi teman dekat nya dulu tapi apa yang ia dapat, hanya cemooh dan cacian karena papa nya yang korup dan ia yang jatuh miskin.
Melisa hancur bahkan lebih hancur saat kaisar memutuskan pertunangan mereka dengan cara kejam.
Saat ini bukan hanya kehilangan harta bahkan papa, teman dan saudara yang dulu dekat dengan nya.
Maka dari itu melisa lebih memilih berbuat nekat dan membawa serta kiara untuk mati bersama nya.
Saat ini kiara di bawa melisa ke pinggir lantai atas dengan pisau yang nyaris menggores kulit leher nya,
Kiara bukan takut mati tapi ia hanya takut dengan dirga jika ia mati nanti.
Janji nya yang akan menemani dirga sampai akhir nafas nya tidak bisa di tepati nya.
" dirga maafin aku"
Kiara menangis dalam diam saat melisa semakin membawa nya ke pinggir pembatas lantai atas mall.
Kilasan kejadian lalu membuat nya sadar saat dulu dirga menempatkan penjaga di sekitarnya, seharusnya ia tidak melawan apa ke inginan dirga.
Bahkan hari ini pun ia dengan keras kepala menolak tawaran dirga untuk datang bersama dan menyuruh nya agar menunggu di mobil hingga ia datang menjemput
" ya tuhan... Maafin aku yang keras kepala ini"
" apa ada keinginan tarakhir heh.... Sayang ku?" tanya melisa mengejek
Deg.
" ada apa ini, kenapa perasaan gue nggak enak"
Dirga segera memacu langkah kaki nya yang saat ini sedang berada di lantai basement
" ya tuhan... Perasaan apa ini "
Dirga segera keluar dari lift dan segera di suguh kan dengan pemandangan yang ramai ramai dengan satu titik yang di kerumuni
" hei ada apa ini?" tanya dirga kepada salah seorang pengunjung yang terlihat ketakutan saat melihat ke arah nya.
" ah.. Itu pak ada orang gila bawa pisau nyandra cewek cantik, kasihan sekali tapi nggak ada yang berani mencegah nya karena setiap akan mendekati orang itu langsung nodongin pisau" jelas nya dengan nada takut
" cewek di Sandra" gumam dirga pelan kemudian berterima kasih dan segera mendekati tempat kejadian.
Pihak mall juga segera menghubungi pihak yang berwenang untuk menindak lanjutin masalah ini, meraka takut jika tidak segera di tangani maka akan lebih membahayakan korban.
Dirga sampai di depan setelah berjuang keras membelah kerumunan pengunjung yang menonton tanpa berniat membantu.
Deg
" kiara...." teriak dirga keras saat melihat bahwa korban yang sedang di sandra adalah calon istri nya.
Emosi nya lebih memuncak saat melihat siapa wanita yang sedang menodong kan pisau ke arah nya saat memanggil nama kiara
" berhenti di situ" gertak melisa saat melihat dirga yang tanpa banyak fikir berjalan cepat ke arah nya dengan pisau yang makin ia tekan di kulit leher kiara sehingga kini terlihat darah sedikit menetes di kulit kiara
Dirga berhenti dan berfikir cara paling aman, ia tidak bisa gegabah dengan tindakannya.
" sial... Di mana para bodyguard gue, ah.. Itu dia.. "
" apa mau lu melisa" tanya dirga mencoba tenang, ia memberi kode mata pada bodyguard nya untuk mendekati kiara dengan diam sedang kan dia mencoba mengalihkan perhatian melisa yang melihat nya dengan pandangan mencemooh
" mau gue? Heh... Apa lu bisa mengabulkan nya tuan wijaya yang terhormat ?" ujar melisa sinis
__ADS_1
Bisik bisik mulai terdengar saat melisa menyebut identitas nya di depan pengunjung lainya.
" sial..."
Dirga bukan cemas dengan bisik bisik di belakang nya, saat ini kiara yang kesakitan lah yang membuat nya cemas sekaligus takut.
" oke... Kita dengar apa mau lu" balas dirga tenang, dirga melihat lagi saat bodyguard nya sudah siap untuk eksekusi hanya tinggal menunggu perintah dari nya, tapi saat ini belum waktu nya ia tidak mau gerakan tiba-tiba membuat melisa lebih melukai kiara nanti.
" oh... Kalau gue minta kiara mati apa lu juga bakal mengabulkan permintaan gue" tanya melisa kemudian terkekeh layak nya orang gila.
Melihat pertahanan melisa yang sedikit kendur dirga mengangguk kepala memberi tanda untuk melakukan instruksi nya.
Saat bodyguard nya berhasil memegang tangan melisa namun hal yang tidak di ingin kan terjadi, melisa ternyata masih menggengam rambut kiara kuat membuat kiara terjatuh melewati pagar pembatas di ikuti melisa yang juga tergelincir lepas dari pegangan bodyguard dirga.
Kyaaa....
Jeritan pengunjung membuat suasana semakin gaduh
Kejadiannya berlangsung dengan sangat cepat, sesaat kiara jatuh kiara masih sempat memegang pagar pembatas sedangkan melisa yang tidak sempat berpegangan jatuh seketika dengan kaki lebih dulu menghantam lantai bawah, Jeritan di bawah semakin menjadi saat darah mengotori lantai di mana melisa terjatuh.
Dirga dengan cepat berlari dan segera memegang tangan kiara yang berpegangan pegar pembatas dengan kuat
Grep...
" jangan lihat ke bawah" ujar dirga cepat saat kiara ingin mengok ke arah bawah melihat ke adaan melisa, dirga menarik tubuh kiara ke atas dengan mudah dan segera membawa kiara dalam pelukan nya
Menenggelamkan wajah kiara di dada nya erat saat merasakan tubuh kiara yang bergetar takut.
Dirga memberi kode mata pada bodyguard nya untuk melihat kondisi di bawah dan mengurus nya hingga tuntas dan di balas anggukan kepala mengerti.
Di bawah petugas dari pemadam kebakaran dan polisi memenuhi lantai di mana kejadian terjadi.
Kemudian seorang petugas mendekati mereka untuk meminta penjelasan tentang kronologi kejadian.
Melihat kondisi kiara yang masih ketakutan dirga tanpa kata meminta petugas tersebut maklum dengan apa yang sedang terjadi dengan kiara saat ini.
Skip
Beberapa hari kemudian
Melisa kehilangan kedua kaki nya karena benturan keras yang terjadi saat insiden jatuh dari atas , untung nya karena jatuh nya beda 1 lantai nyawa melisa pun masih bisa di selamatkan meski harus cacat seumur hidup nya.
Setelah selesai dengan masalah di kantor polisi dengan bantuan faro, kiara memohon dengan dirga untuk memperbolehkan nya menjenguk melisa yang saat ini tertidur pulas efek obat bius pasca operasi di ranjang pasien.
Kiara melihat nya dari jendela luar kamar rawat melisa.
Kiara di temani elisa di samping nya, sebenarnya dirga dan lainya pun ikut tapi mereka hanya duduk diam tanpa niat melihat melisa melalui jendela luar.
Grep..
Kiara tersentak namun kemudian kembali rileks saat menghirup aroma maskulin kesukaan nya dari belakang tubuh nya.
" sudah, sebaik nya kita pulang,
Cukup kamu mengasihi dia, aku lepasin dia karena kamu yang minta" bisik dirga tegas,
Sumpah demi seluruh hidup nya, kejadian beberapa hari yang lalu adalah hal terburuk yang pernah terjadi di kehidupan nya.
Ia tidak sanggup kehilangan cinta nya, calon istri nya sekarang atau nanti sekalipun.
" kita pulang sekarang" putus dirga mutlak kemudian membawa kiara menjauh di ikuti sahabat nya di belakang menyisakan kaisar yang saat ini memandang kasian tubuh melisa yang di balut kain kasa di bagian kedua kaki nya.
" ini karma mel, gue harap kedepan nya lu belajar dari kejadian kemarin" gumam kaisar sedih.
Meskipun ia membenci melisa tapi ia tidak dendam, ada sih sedikit tapi sepertinya sudah hilang sejak kai lepas dari melisa dan melihat melisa yang saat ini sedang menanggung beban hidup nya.
Karma is real,
Apa yang di tanam itu yang di tuai.
Terkadang cinta memang membuat buta, tapi tuhan menciptakan otak juga hati nurani yang jika di pakai dengan benar pasti bekerja dengan benar pula.
Sekian
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisah nya
Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya
Sampai babai
Terimakasih
__ADS_1