
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
ruangan vip bar galaxy milik raka menjadi tempat dirga terdampar saat ini.
Dirga sedang kacau dengan segala pemikiran buruk nya, maka dari itu lebih baik ia mencari tampat sembunyi dari pada berada di kantor nya.
Rapat tadi berjalan dengan baik (sebenarnya) dan laporan juga tidak terlalu buruk, hanya ada kesalahan kecil.
Namun karena suasana hati nya sedang tidak bagus entah kenapa ia pun melampiaskan nya kepada bawahan nya yang tidak bersalah.
Ding.
Sebuah notif pesan singkat membuat dirga mengalihkan fikiran nya,
Tangan nya yang tadi memang gelas berisi beer beralih memegang handphone nya.
Raka yang kebetulan menemani dirga mengernyit kan kening heran dengan perubahan ekspresi wajah dirga yang berubah saat melihat notif di handphone
_____________________
+8527896 ****
Hai.. Wijaya
Bagaimana ini,
Gue nggak sengaja mengungkap rahasia yang seharus nya lu sendiri yang mengungkap kan nya
_____________________
Deg
" fak... Ba****at" umpat dirga emosi
" oi.. Oi... Santai bro... Ada apa ini?" tanya raka kaget saat melihat dirga menggebrak meja meraka saat ini dengan kekuatan nggak main main nya.
" kacau.... Sial...." umpat dirga tanpa menjawab pertanyaan dari raka di depan nya.
" oi.... Ga, tenang dikit napa.
Jangan kebawa emosi dulu... Kayak bukan lu aja " tegur raka kepada dirga yang masih emosi.
"kenapa lagi ni anak"
Setelah menggebrak meja, kursi di samping nya pun jadi korban amukan dirga.
" gue ancurin tu orang sampe nggak bisa bangkit, fak... " racau dirga ngomel sendiri
" woy...lama lama lu yang gue tabok ni ga.
Ngomel kayak cewek pms, gue tanya nggak di jawab hasyuk dasar" amuk raka saat ia di cuekin dirga yang sibuk ngomel sendiri
" cih... Diem dulu ka.
Hubungan gue sama kiara lagi gawat darurat ini.
Sialan tu cowok, seharusnya dari awal gue buat sekalian perusahaan dia hancur tanpa sisa" balas dirga emosi
" wait... Jangan bilang ada cowok lain yang coba rebut kiara dari lu" tebak raka
" bukan ini lebih gawat, dia bukan lawan gue kalau mau rebutan" balas dirga masih sempet sempet nya narsis
__ADS_1
" t*i lu.. Seriusan kampret" ujar raka jengkel
" akh... Kacau pokok nya.
Yang pasti kiara tahu gue ini tunangan nya, tapi cowok brengsek ini yang kasih tahu.
Lu tahu sendiri ka, gue belum cerita kebenaran tentang gue yang sebenarnya adalah tunangan nya sama kiara.
Kiara pasti kecewa sama gue" ujar dirga menjelaskan masalah nya tangan nya ikut menjambak rambut nya frustrasi.
" hah... Gila itu cowok mulut nya kayak mak mak tukang gosip.
Jadi cowok yang ngasih tahu ini yang perusahaan nya lu buat hampir bangkrut.
Mungkin dia dendam karena itu ga.
Lagian lu ini urusan cinta di bawa bawa di bisnis.
Nggak gentle amat sih" omel raka
" cih.. Masalah nya cowok ini tuh mantan kiara.
Lu juga pasti lah marah, mantan cewek lu coba pedekate lagi sama cewek lu.
Bukan salah gue mau nunjukin dia udah salah pilih lawan." balas dirga nggak mau kalah
" apa sih ini nih males nya kalau udah berhubungan sama cinta, orang pintar jadi bego kayak lo gini.
Kalau kiara nya nggak punya hubungan apa-apa cuma ketemuan biasa ya biarin ajalah.
Yang pasti lu kan sekarang cowok nya apalagi lu juga tunangan nya.
Ga... Bisnis ya bisnis, gue tau kok persaingan di dunia bisnis gimana.
Tapi jangan karena masalah pribadi lu jadi buta.
Double sial kan lu, di lihat dari kepribadian nya kiara ini tipe orang nggak tega sama temen sendiri.
Bukan cuma masalah kebohongan lu yang nutupin jati diri lu sebagai tunangan nya tapi juga perbuatan lu yang udah bikin perusahaan temen nya bangkrut cuma karena masalah sepele. " jelas raka panjang lebar.
" secara nggak langsung lu udah buka kesempatan buat saingan lu untuk ngambil rasa simpati dari kiara" tambah raka
Setelah Mendengar perkataan raka Membuat dirga akhirnya bisa berfikir jernih.
Ia akui emosi nya memperngaruhi nya untuk melakukan langkah ini.
Bukan gaya nya berbisnis di landasi rasa cemburu.
Dirga tidak pernah bersaing dengan perusahaan yang bukan tandingan nya apalagi sampai menutup akses agar tidak bisa bangkit lagi.
Sikap arogan nya membuat ia buta sesaat, seharusnya ia melirik ke belakang dengan segala sebab dan akibat nya.
Jika sudah begini kiara akan membenci nya bukan hanya karena kebohongannya tapi juga karena perilaku kejam nya terhadap teman nya.
Tapi bisnis bukan hanya ada ia sebagai saingan, jika bukan karena ia bisa saja wiratmadja bangkrut karena perusahaan lainya.
"Ya... Setidaknya alasan ini bisa sedikit membantu gue meredakan rasa marah kiara ke gue" batin dirga positif thinking
" sebaiknya lu cepet cepet jelasin yang sebenarnya terjadi sama kiara ga, dan jangan pakai emosi lu waktu ketemu" ujar raka menasihati dirga yang sedang diam memikirkan perkataannya tadi.
" ya.... Thanks ka" balas dirga.
They say oh my god I see the way you shine🎶
Take your hand, my dear, and place them both in mine🎶
__ADS_1
You know you stopped me dead when I was passing by🎶
Handphone milik dirga berdering dan tertera nama kakek bagus di layar.
" kenapa lagi?" tanya raka Penasaran melihat lagi perubahan raut wajah dirga.
" kakek nya kiara" jawab dirga pelan
" gue rasa kiara sudah mulai" ujar raka
Klik.
" halo kek..."
Dirga sedang di perjalanan menuju kediamanan wicaksono.
Mengendarai lamborghini nya dengan kecepatan maksimal, dirga membelah jalan raya seperti sedang di buru setan.
Kekhawatiran nya terbukti, perasaan tidak enak nya terjawab dan ketakutan nya nyata.
" nak dirga, bisa kemari sebentar ada yang ingin kiara sampaikan"
" shit...." dirga memukul stir mobil nya kuat melampiaskan perasaan kacau nya saat ini.
Kali ini ia tidak akan mencampur adukan masalah pribadi nya dengan bisnis lagi.
Setelah ini selesai ia berjanji akan mendatangi kaisar langsung tanpa nama wijaya di belakang nya, melainkan datang sebagai seorang pria.
Di kantor kaisar
Kaisar kembali ke kantor nya dengan perasaan bahagia,
Sepanjang jalan ia menanggapi sapaan pegawai nya dengan senyum.
" ada apa dengan pak kaisar, kelihatannya sedang bahagia"
Ini isi hati bawahan nya, jika biasa nya kai hanya akan mengangguk namun kali ini terlihat berbeda.
" kenapa kai" tanya Ronald heran saat melihat kaisar yang bersiul senang
" padahal seminggu kemarin muram banget"
" eh lu ron, kok tadi nggak lihat ya" jawab kai nggak nyambung.
Kai membuka laporan yang di bawakan Ronald kemudian membaca nya dengan serius.
" ada kejadian yang bikin lu seneng kai" tebak Ronald tepat sasaran
" yup.... Tinggal nunggu hasil nya" balas kai senang di ikuti senyum misterius nya
Ronald hanya bisa balas senyum misterius kai dengan tatapan Penasaran
" gue harap kali ini lu nggak melakukan kesalahan lagi kai"
Ronald meninggalkan kaisar di ruangan nya sendirian untuk pergi melakukan tugas nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Apakah kiara akan balik lagi ke kaisar seperti yang di harapkan kaisar?
Terus ikuti kisah nya ya
Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya
Sampai babai
__ADS_1
Terimakasih