Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Antara Kecewa, takut dan marah


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Suasana pun menjadi sunyi, setelah mereka berdua saling memanggil.


Padahal di sekitar mereka suasana ramai dan berisik karena ada pengunjung lainya.


Untung saja tempat pertemuan mereka saat ini bukan lah ruangan vip, jadi kiara sedikit bisa mengurangi rasa takut nya pada saat di tinggal berdua dengan kaisar oleh pak adiya.


" silahkan pak. Kaisar bicara lebih dulu" ujar kiara mencoba menormalkan nada suara nya agar tidak terlihat jika saat ini ia sedang takut.


" mimpi apa aku semalam" batin kiara sedikit menyesal.


" no, ladies first please " balas kaisar lembut, senyum nya tidak pudar karena akhirnya ia bisa bertemu lagi dengan chabi nya.


Kaisar masih seperti dulu, senyuman nya masih seperti terakhir kiara lihat.


Bahkan suara dan sikap nya pun tidak ada yang berubah.


Sedikit meskipun masih merasa takut, kiara mencoba untuk memberanikan diri menghadapi kenyataan di depan nya.


Kiara memang bukan orang pendendam tapi ia hanya tidak bisa melupakan kesalahan seseorang yang sudah menyakiti hatinya.


" ah begitu, baiklah .. Karena sudah tidak ada yang perlu di bahas. Saya permisi dan terima kasih atas traktiran nya" ujar kiara tanpa basa basi.


Kiara segera membereskan dokumen dan mengambil tas nya yang ia letakan di kursi samping untuk ia sampirkan di lengan nya.


Ketika kiara bangkit dan berdiri hendak berjalan meninggalkan tempat nya duduk,


Tiba-tiba sebuah tangan kuat memegang lengan nya lembut, Membuat tubuh kiara menegang kaku.


" jangan pergi dulu, aku mohon" ujar kaisar dengan nada lirih nya.


Mendengar nya kiara sedikit aneh, meski sudah berlalu lama namun baru kali ini ia mendengar suara kaisar yang berbeda.


Kiara tidak menanggapi permintaan kaisar , ia lebih memilih menyentak tangan kaisar kuat kemudian berlalu tanpa menengok sedikit pun ke arah kaisar.


" kiara hei.."


Bahkan panggilan dari kaisar pun tidak ia dengar, ia menulikan pendengaran nya dan mempercepat langkah kaki nya menuju pintu keluar restoran.


Kaisar tercengang dengan apa yang barusan terjadi, detik tadi ia merasa senang dan detik berikut nya ia merasa sedih.


Ia kira kiara sudah bisa menerima kehadiran nya lagi, namun ternyata ia salah.


Semua kejadian tadi hanya seperti fatamorgana untuk nya.


Kepala kaisar menunduk, tangan nya mengepal, hati nya sakit seperti di tusuk jarum tak kasat mata.


" ini semua salah pak tua itu, ini semua salah mereka" batin kaisar marah.


Ronald melihat semua nya, dari awal hingga akhir.


Ronald bisa merasakan aura kaisar yang tadi nya bahagia berubah jadi muram.


Ia kira kiara sudah bisa menerima kehadiran kaisar lagi, tapi ternyata ia salah.


Senyum kiara bukan senyum untuk kaisar melainkan sebatas senyum bisnis.


" apa yang harus gue lakukan kai" batin Ronald sedih.


Ronald melangkah kan kaki nya mendekati kaisar yang masih duduk terdiam tanpa mengangkat kepala nya yang sedari tadi menunduk.


Puk..


" kai" panggil nya dengan tangan menepuk bahu kaisar pelan.


Kaisar tersentak kaget, merasa tepukan di susul panggilan dari sahabat nya.


Ronald mendudukan diri nya di samping kaisar yang langsung berpura pura mengecek notif pada handphone nya.


" gimana lancar" tanya Ronald ceria berpura-pura seakan ia tidak melihat kejadian barusan.


Kaisar tidak suka di kasihani, dan ia tahu itu.


" hn... Lancar" jawab kaisar dengan senyum kecil nya,


" Ronald nggak perlu tahu apa yang terjadi"


" tambah cantik kan chabi imut gue ron"


Lanjut nya bertanya mengalihkan pembicaraan.


" iya.... Gue jadi pengen ngejadiin dia calon bini gue deh" balas Ronald bercanda berharap bisa sedikit mengalihkan perasaan kaisar saat ini.


Plak..


Sebuah dokumen tebal mampir mencium ubun ubun Ronald, membuat Ronald memekik sakit dengan tangan ikut mengusap sisa sisa denyutan pada kepalanya.


" arrgh... Sakit nyet" seru Ronald dengan suara keras, membuat beberapa pasang mata pengunjung melihat ke arah mereka di ikuti bisik bisik penasaran.


Sang pelaku kaisar, hanya mendengus sinis tidak lupa menatap tajam asisten kurang ajar nya.

__ADS_1


" mimpi lu, jangan harap" ujar kaisar sadis


" cabut yuk,mumpung gue lagi seneng nih gimana kalau kita ke bar galaxy yang baru buka" ajak kaisar yang langsung di setujui oleh Ronald.


" oke" balas Ronald singkat.


Mereka berdua akhirnya pergi meninggalkan restoran menuju bar galaxy, dengan kaisar yang mengemudi sedang kan Ronald dengan santai duduk di samping nya sambil memainkan handphone nya.


" ck... Sebenarnya yang bos siapa sih" tanya kaisar jengkel


" lu amnesia ya" balas Ronald acuh masih melihat ke arah handphone


" maksud lu" tanya kaisar bingung


" gila ni orang, gue sehat gini kok" batin kaisar heran.


" kalau lu nggak amnesia, berarti lu masih inget siapa yang bos nya" balas Ronald cuek.


" brengsek.... Mau mati lu" balas kaisar galak setelah ngerti apa maksud dari perkataan Ronald


Kemudian terkekeh karena sedikit bisa melupakan kejadian tadi berkat Ronald yang secara tidak langsung menghibur nya.


" thanks... Lu nggak ngeliat gue dengan pandangan yang gue benci ron" batin kaisar lega.


Sedang kan Kiara saat ini Mengendarai mobil nya dengan pelan, menuju ke arah gedung kantor nya yang tidak jauh dari restoran.


Kiara masih memikirkan kejadian tadi, saat kaisar memegang tangan nya dan meminta nya tidak pergi dengan nada lirih .


Entah kenapa kiara merasa kaisar menyimpan sesuatu yang sulit untuk di sampaikan kepada nya, tapi kiara juga masih merasa takut jika lebih lama bertemu kaisar maka nanti luka lama nya akan terbuka lagi.


" kenapa bisa wiratmadja menjadi sutomo" gumam kiara penasaran.


" pantas saja aku nggak asing dengan sutomo, ternyata itu adalah nama lain kaisar selain wiratmadja" gumam nya menebak.


" berarti papa juga nggak tahu tentang ini, sebaiknya papa tahu lebih awal. Tapi bagaimana pun kerja sama ini tidak bisa di putus secara sepihak kami harus profesional" lanjut nya berfikir logis


Ia harus bisa memisahkan antara urusan pribadi dan urusan pekerjaan.


" aku hanya berharap tidak ada yang buruk kedepan nya" gumam kiara berharap.


Kiara sampai di area parkir kantor nya,


Kemudian turun dan menutup pintu mobil nya.


Berjalan dengan santai, kiara sesekali balas menyapa setiap sapaan yang ia dapat dari karyawan yang berpapasan dengan nya.


Kiara mengernyitkan dahi nya heran pada saat melewati lobby kantor nya, karena terasa ada yang berbeda.


" sejak kapan ada lebih dari satu penjaga di depan reseptionist" batin kiara bingung.


Tok.. Tok...


Kiara mengetuk pintu dan membuka nya ketika suara papa nya terdengar mengizinkan nya untuk masuk.


Ceklek..


" siang pak ceo wijaya " sapa kiara profesional


Namun tidak selaras dengan bibir nya yang berkedut ingin tertawa.


" kenapa tawa nya di tahan" tanya papa fandi galak.


Padahal mata papa fandi tidak melihat ke arah nya namun ia hafal dengan kebiasaan putri kesayangan nya yang suka sekali bertengkar dengan nya.


" pfft.... Sok tahu nih pak ceo wijaya, siapa juga yang nahan ketawa. Hi hi hi" jawab kiara mengelak tapi gagal karena ujung ujungnya ia terkikik juga


Papa fandi tersenyum mendengar kikikan renyah dari anak kesayangan nya.


Menjeda sebentar kegiatan memeriksa dokumen di meja nya,


papa fandi berdiri dan berjalan ikut menduduki dirinya di samping kiara yang sudah duduk santai di sofa nya.


" gimana hasil nya" tanya papa fandi lembut


" beres pah" balas kiara ceria dengan dua jempol terangkat tidak lupa cengiran lebar nya


Membuat papa fandi yang melihat nya ikut seneng.


" bagus, papa bangga pada mu sayang" puji nya dengan tangan terangkat mengelus kepala kiara sayang.


Kiara menikmati elusan dari papa nya


Kemudian teringat akan laporan yang harus ia sampaikan.


"oh ya pah, papa tau kan kalau tadi yaya meeting sama siapa?" tanya kiara


" iya tahu, ada apa?" balas papa fandi bertanya


" papa tahu nggak sutomo itu siapa?" tanya kiara hati hati


"emm... Sutomo ya" gumam papa fandi dengan gestur sedang berfikir


" sutomo seperti nya salah satu perusahaan yang baru baru ini terkenal, kita juga baru kali ini kan kerja sama dengan dia, lalu ada apa" lanjut nya tanpa menjelaskan malah bertanya.


Papa fandi berfikir Karena selama ini yang sering muncul di publik hanya perwakilan jadi ia tidak tahu apakah anak nya bertemu langsung oleh pemimpin nya atau perwakilan dari pihak sutomo.

__ADS_1


" emh... Papa jangan marah atau memutus kerja sama sepihak ya" ujar kiara hati hati


" kenapa, apa pihak mereka minta yang macem macem" tanya papa fandi khawatir


Kiara menggeleng kemudian tersenyum kaku


" ternyata sutomo itu kaisar wiratmadja pah" balas nya dengan suara pelan.


Kiara melihat ke arah papa nya yang menegang


" pah.." panggil kiara karena papa nya saat ini tidak membalas ucapan nya malah terdiam dengan wajah shock


" papa kenapa" panggil ulang kiara yang akhir nya membuat fandi sadar


"ah... Gimana, jadi maksudnya sutomo itu wiratmadja" tanya papa fandi setelah sadar dari shock nya


" iya pah, dia itu ternyata kaisar kakak kelas aku dulu" balas kiara sedih pada saat menyebut nama kaisar.


" papa nggak bisa biarin ini terjadi, kita harus putu..."


" nggak bisa pah, kita nggak boleh mencampur adukan urusan bisnis dan pribadi. Kita harus profesional" sela kiara cepat sebelum papa nya melanjutkan apa yang ingin di katakan nya.


" tapi gimana dengan kamu sayang?" tanya papa fandi cemas


" mereka nggak boleh ketemu lagi" batin nya waswas


" emang aku kenapa pah" balas kiara santai


" jangan bercanda sayang" tegur papa fandi serius


" huft... Aku nggak bercanda pah, bukti nya aku baik baik saja kan. Bisa berhasil mendapatkan kerja sama dan kembali ke kantor dengan selamat" jelas kiara


" aku bukan kiara yang dulu pah, aku sudah dewasa" lanjutnya dengan senyum cerah


Fandi yang melihat nya merasa bahagia sekaligus bangga, karena akhirnya anak kesayangan nya bisa melangkah maju dan menjadi dewasa.


" hiks... Gadis kecil papa, apa karena saat ini punya hubungan dengan orang dewasa ya


Akhh.. Aku nggak rela melepas putri kesayanganku satu satunya" batin papa fandi merana


Sepertinya ada yang mengidap penyakit kronis yang di sebut father complex deh


Ehemmm....


" baik... Papa tidak akan memutus Kerja sama. Tapi sebagai gantinya proyek ini biar orang lain yang ambil alih" putus papa fandi tegas membuat kiara harus menahan rasa jengkel dengan helaan nafas kasar


" huff... Padahal proyek pertama aku" batin kiara sedih


" gimana deal atau putus kerja sama" tanya ulang fandi pada saat kiara tidak menjawab nya malah menghela nafas kasar.


"oke deal" jawab kiara pasrah


"good" balas fandi puas


"sudah sana balik ke habitat nya" lanjut fandi mengusir kiara dengan kejam nya.


Kemudian berdiri dan berjalan ke arah kursi milik nya untuk melanjutkan kembali pekerjaan nya yang tertunda.


"iya iya pak ceo" balas kiara kesal dengan muka menggembung lucu


" kemana papa nya yang tadi khawatir kenapa tega mengusir anak semata wayang nya seperti mengusir anak ayam kembali ke kandang nya , huh... Dasar papa jahat" dumel nya dalam hati dengan kaki menghentak kesal meninggalkan ruangan ayah nya.


Sedangkan fandi, saat ini sedang bingung dengan apa yang terjadi.


Tapi apa daya ia sudah berjanji kepada kiara untuk bersikap profesional kedepan nya.


" pantas saja dirga memerintah kan anak buah nya berjaga di sekitar kiara, seperti nya dirga sudah sadar dengan kondisi saat ini"


Gumam nya.


Ia baru bisa menebak alasan dirga saat kemarin meminta izin untuk menempatkan beberapa orang nya di kantor setelah tahu kejadian hari ini.


" seperti nya kali ini aku cukup diam saja dan menyaksikan langkah apa yang akan di ambil dirga kedepan nya" gumam fandi


"kaisar dulu adalah cinta pertama nya kiara, apakah dirga bisa membuat kiara benar-benar mencintai nya, huft... Punya anak gadis cantik jelita emang susah ya " lanjut nya frustrasi dengan tangan menugurut kening pusing


(Resiko ya om... Punya anak di cintai dua pemuda tampan sejagat. Author juga mau jadi anak nya om fandi.... Nggak sudi thor)


Sedangkan saat ini Di Eropa dirga sedang menahan amarah nya karena laporan yang baru saja ia terima.


Dan kemudian....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung


Jangan kemana mana


Tunggu kelanjutan nya ya


Terus dukung vote nya


Serta tinggal kan jejak komentar dan klik jempol nya ya


Terimakasih

__ADS_1


Sampai babai


__ADS_2