Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Teman Baru, Baby Keineira


__ADS_3

Selamat membaca


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Mall Kota S


Di perjalanan saat menuju restoran, tiba-tiba ada suara panggilan yang menyebut nama Dirga dengan nada sopan, namun terasa tidak asing di pendengarannya.


"Tuan Wijaya!"


Dirga dan Dani yang mendengar panggilan tersebut kompak menoleh, ke arah dimana suara berasal.


Tidak jauh dari mereka berdiri, ada keluarga kecil yang Dirga kenali sebagai klien, sewaktu ada kerja sama pembangunan gudang pabrik.


"Hum," gumam Dirga mengingat nama dari orang yang saat ini berjalan ke arahnya dengan senyum ramah.


Tap!


"Selamat siang, Tuan Wijaya. Kebetulan sekali bertemu di sini!" seru seseorang yang tadi menyapanya.


Dirga masih melihat dengan kening berkerut, membuat orang yang tadi menyapanya tersenyum canggung.


Dani yang di sebelahnya berdehem dan mengulurkan tangan ke arah orang di depannya.


"Ehem ... Selamat siang juga, Tuan Reno. Kebetulan yang sungguh tidak di sangka, iya kan Bos?" ujar Dani membalas sapaan Reno, kemudian melirik dan bertanya kepada Dirga yang mendesah dengan gelengan kepala, saat ingatannya mengalami gangguan.


Maklum saja ... Terakhir mereka bertemu saat penandatanganan kerja sama, itu artinya sudah hampir satu atau satu tahun setengah yang lalu.


"Ah ... Pak Reno, senang bertemu dengan anda," ujar Dirga lalu menerima Uluran tangan Reno.


"Ah ... Gavriel sudah besar yah, semakin mirip dengan anda, Tuan Wijaya!" seru Reno senang, saat melihat Gavriel yang melihat ke arahnya atau tepatnya ke arah seseorang yang di gendongannya.


Ia tersenyum senang saat bisa mempertemukan Anaknya dan anak dari pengusaha yang terkenal.


"Seperti itu? Tentu saja, gen Wijaya memang kuat!" balas Dirga senang.


Puk! Puk! Puk!


"Dadd!"


Dirga melihat ke arah Gavriel yang menepuk pipi dan bertanya sambil memanggil namanya.


"Heum, Ada apa sayang?" sahut Dirga bertanya.


"Momm, mam!"


Dirga menepuk dahinya saat Sang anak protes minta makan, Ia lupa jika Sang anak selalu makan tepat waktu dan ini juga sudah memasuki jam makan Anaknya.


"Ah ... Daddy lupa, gomenne," gumam Dirga menatap Sang anak yang balas dengan kikikan senang.


"Hi-hi!"


Setelah menjawab panggilan dari Anaknya, Ia melihat ke arah kliennya dan tersenyum tipis sebagai permintaan maaf.


"Anak saya sudah waktunya makan siang, Kami harus segera kedalam," ujar Dirga melihat ke arah Reno yang balas tersenyum ke arahnya.


"Kebetulan Saya juga ingin makan di sini, kalau tidak keberatan apakah Kami boleh ikut makan bersama. Anu ... Maaf, mak-


"Tidak masalah, istri dan ibu Saya di dalam pasti tidak keberatan. Mereka menyukai suasana ramai," sela Dirga memotong permintaan maaf dari kliennya.


Ia berfikir tidak rugi juga membangun persahabatan dengan orang-orang, bukan kah Ia sudah bilang ingin mengubah sedikit demi sedikit perilakunya.


"Ah ... Terima kasih Tuan Wijaya, Saya merasa terhormat!" seru Reno membalas dengan berlebih.


Dirga mengangguk membalas ucapan terima kasih dari Reno, lalu melihat ke arah Dani yang mengangguk mengerti.


Dani di perintah lebih dulu masuk bersama Reno untuk memesan tempat agak besar, agar bisa menampung mereka saat makan nanti.


"Sementara Saya menemui istri dan orang tua Saya, Pak Reno bisa ikuti asisten Saya terlebih dahulu. Nanti Saya dan keluarga akan menyusul," ujar Dirga menjelaskan.


Reno mengangguk mengerti dan mengikuti Dani, setelah mengucapkan terima kasih kepada Dirga yang mengangguk sekali lagi.


"Terima kasih, Tuan Wijaya!"


"Hn,"


Sepeninggalnya Reno dan Dani, Dirga juga ikut memasuki restoran dengan arah berbeda.


Ia menuju di mana istrinya berada, sesuai isi pesan yang dikirim untuknya.


Dari sini Ia bisa melihat tiga wanita yang di sayangnya sedang berbincang dan bercanda bersama. Ia juga melihat Istrinya menutup bibir seperti sedang menyembunyikan tawa, membuatnya tersenyum dan melangkah dengan sedikit cepat.


"Lihat .... Mommy nakal, tertawa tidak ajak-ajak. Kita kagetin yuk!" seru Dirga berbisik di telinga Gavriel, yang balas terkekeh ke arahnya.


"Hi-hi, Momm akal!"


"Huem, nakal," balas Dirga saat Anaknya mengulangi apa kata-katanya.

__ADS_1


Dirga semakin penasaran dengan apa yang di obrolkan oleh tiga wanita kesayanganya, kenapa bisa sampai membuat Mertuanya yang di kenal anggun ngekek dengan ngakaknya.


Seketika Ia curiga jika sudah ada Sang Mama berada di tengah-tengah dua anak dan ibu, Ia menebak jika ini tidak jauh-jauh dari Ia sebagai korbannya.


"Curiga nih," gumam Dirga membuat Gavriel di gendongannya melihat dan menepuk pipinya kuat.


Puk! Puk! Puk!


"Ouch ... Sakit Kid,"


"Hi-hi!"


Di saat bersamaan, di sisi Kiara.


Kiara dan dua Maminya saat ini sedang membahas sesuatu, yang membuat mereka semua tertawa, apalagi kalau bukan bergosip mengenai Suaminya saat kecil.


"Jadi waktu itu, kalau Mami tidak salah ingat nih yah, Dirga kan pergi ke sekolah pas SMA. Nah ... Di sana itu sewaktu Mami mengantar Dirga, di depan gerbang sekolah. Mami itu mengecup kening Dirga, eh ... Dia takut ada yang lihat, padahal di depan sekolah sudah sepi. Tapi ternyata tidak jauh dari tempat kami, ada Raka dan Faro yang belum masuk kedalam. Raka bilang Dirga habis-habisan di ledekin gara-gara itu," ujar putri membokar aib Anaknya sendiri.


"Benarkah Mih, ha-ha-ha ... Pantas saja Raka, Dirga dan Faro bersahabat sampai segitunya. Sampai Aku berfikir, apa hanya lelaki yang bersahabat tidak kenal batas," ujar Kiara mengingat tentang cara Suami dan sahabat Suaminya berteman.


"Iya ... Mami sendiri sampai tidak menyangka. Kalau saja Raka dan Faro tidak bercerita, Mami juga tidak tahu," balas Putri dengan semangat.


"Dulu Dirga pemalu seperti itu kah, jenk?" tanya Sarah ikut penasaran tentang menantunya.


"Bukan pemalu, tapi tidak suka bergaul. Aku sampai sujud syukur saat Raka dan Faro datang bermain!" seru Putri semangat menjawab pertanyaan besannya.


"Ha-ha-ha ... Yaya yakin Mih, kalau Dirga dengar pasti dia ngamuk!" seru Kiara dengan tawa ngekeknya.


"Mami yakin, sekarang telinga Dirga panas. Ha-ha-ha," sahut Putri ikut tertawa.


Mereka tertawa dengan santainya, tanpa menyadari jika orang yang mereka dzolimi sedang berjalan ke arah mereka saat ini.


"Ha-ha-ha!"


Sedang asik tertawa dengan korban Dirga sebagai bahan bullyan, tiba-tiba suara seseorang yang sudah di hafal memasuki indra pendengaran mereka.


"Lagi pada ngobrolin apa sih, seru sekali!" ujar Dirga menginteruspsi obrolan wanita kesayanganya.


Mereka yang sedang terkekeh tersentak lalu menoleh ke arah belakang, di mana ada Dirga yang berdiri dengan Gavriel di gendongmya.


"Lagi pada ngobrolin apa?" ujar Dirga mengulangi pertanyaannya.


Mereka bertiga berdehem lalu pura-pura meminum minuman masing-masing, membuat Dirga yang merasa aneh dengan tingkah laku tiga wanita di depannya, Ia mengernyitkan dahi penasaran menjurus ke curiga.


"Ada yang tidak beres," batin Dirga curiga.


"Eh ... Ada Daddy sama Gavriel, sudah selesai Yank inspeksinya?" tanya Kiara mengelak dari pertanyaan Sang suami yang masih melihatnya curiga.


"Hn,"


"Pertanyaan Aku belum di jawab, Dear," balas Dirga dengan menuntut.


Kiara terkekeh canggung, lalu menepuk kursi kosong di sebelahnya meminta Sang suami untuk duduk.


Tanpa di perintah dua kali, Dirga duduk lalu melihat lagi ke arah istri dan Maminya.


"Jadi?" tanya Dirga singkat.


"Jadi apa?" ujar Putri santai balik bertanya.


Di antara tiga dari mereka, hanya Ia yang kuat untuk melawan Dirga, mana berani Anaknya melawan Ia atau juga mertua terlebih menantu tercintanya.


"Jadi tadi pada ngobrolin apa, Mama sayang," balas Dirga gemas, ke arah Mama kandungnya yang paling suka menjadikannya bahan obrolan.


"Kepo ... Lelaki di larang kepo sama urusan wanita. Paham?" ujar putri dengan nada menyebalkan.


Ia menatap dengan pandangan menantang, ke arah Sang anak yang mendengus dengan bibir mencebil meledek.


Tuk!


"Akh ... Sakit Mah!" pekik Dirga sakit saat tangannya di ketuk dengan sendok di meja.


"Wajah Kamu mengesalkan, tolong di kondisikan. Ingat menantu Mama sedang hamil, Mama tidak mau wajahnya mirip seperti Kamu lagi. Ingat itu!" seru Putri kejam setelah dengan santainya mengetuk punggung tangan Anaknya, yang saat ini sedang di usap lembut Sang menantu.


"Dasar manja," dengus Putri, yang di anggap angin lalu oleh sang anak.


"Iri saja sih Mah," balas Dirga melirik ke arah Sang Mama tidak peduli.


Ingat akan janjinya kepada klien yang saat ini sedang menunggunya, Dirga melihat Mami dan Mamanya dengan pandangan tidak enak.


"Oh yah Mih, Mah," ujar Dirga memanggil kedua Mamanya, yang di balas pandangan bertanya dari keduanya.


"Dirga tadi bertemu dengan klien, lalu mengajak mereka makan siang bersama," Lanjutnya menjelaskan. Ia melihat ke arah Maminya, yang memandangnya masih menunggu Ia menyelesaikan ucapannya.


"Dirga juga sudah menyewa tempat agak besar dari ini, jadi Mami dan Mama mau kan, pindah tempat?" tanya Dirga mengakhiri ucapannya.


Putri dan sarah yang mendengar kalimat ajakan dari Dirga saling pandang, lalu mengangguk mengiyakan ajakan makan bersama yang di tawarkan Dirga.

__ADS_1


"Oke, Mama setuju aja!"


"Mami juga,"


Dirga tersenyum kecil mendengarnya, lalu menoleh kearah samping dimana Kiara mencolek lengannya pelan.


"Hum?" gumam Dirga bertanya.


"Ini klien Kamu yang mana?" tanya Kiara penasaran.


Sebelum menjawab Dirga membuka pesan singkat yang di kirim oleh Dani, tentang letak ruangan yang di bookingnya, baru kemudian melihat ke arah Istrinya yang melihat Ia penasaran.


"Reno, dari PT. Bumi Indah. Yang waktu Kamu main ke kantor sama Gav itu loh, yang cerita Dia punya anak perempuan," ujar Dirga menjelaskan, kepada Kiara yang mengangguk mengerti.


"Ohh ... Oke!" seru Kiara ceria.


"Ya sudah, yuk Kita kesana!" seru Dirga mengajak.


Mereka pun berjalan bersama setelah memberi tahu pindah tempat, untung saja mereka baru memesan minuman sehingga tidak terlalu merepotkan.


Sedangkan di dalam ruangan VIP, yang sengaja Dirga booking. Dani yang mengobrol santai bersama Reno, mengunggu kedatangan Bosnya dengan sabar.


Ia telah mengirim pesan singkat kepada Bosnya, tentang dimana letak ruangan yang di sewanya.


Tidak lama pintu terbuka, dimana ada Dirga dan di susul dengan Kiara, Sarah dan Putri yang menampilkan senyum ramah.


Reno berdiri dari duduknya, di susul dengan Istri dan Dani.


"Duduk saja, tidak masalah!" seru Dirga memaklumi, sehingga membuat Reno semakin tidak enak.


"Ah ... Maa-


"Tidak apa-apa, Tuan Reno. Maaf Kami datang terlambat," sela Kiara dengan senyum kecil.


"Terima kasih, Nyonya Wijaya!" seru Reno dan istrinya bersamaan.


"Oh ... Iya, perkenalkan ini istri dan anak saya. Nama istri saya Indy dan ini anak Kami namanya Keineira. Indy, ini Tuan Wijaya dan keluarganya, beri salam!" seru Reno memperkenalkan.


"Halo, nama saya Indy. Salam kenal!" seru Indy dengan ramah.


"Salam kenal, Saya Kiara dan ini Mama dan Mami saya," balas Kiara tidak kalah ramah.


"Haloo /salam kenal!" seru Putri dan Sarah bersamaan.


"Ah ... Jadi ini yah yang Pak Reno maksud, berarti umurnya tidak jauh dari Gav yah!" seru Kiara semangat.


Ia melihat dengan berbinar gemas saat melihat balita seumuran Anaknya, yang terlihat lucu di matanya.


"Lucunya!" Lanjutnya memekik gemas.


"Halo, tante ... Panggil Aku Kei, Salam kenal Gavriel!" seru Indy, mengayunkan tangan Anaknya ke arah Gavriel yang memandang Kei dengan binar mata senang.


"Ei!"


"Wah .... Gavriel panggil Kei yah, pintar!" seru Kiara senang.


Sedangkan Kei yang di pandang oleh Gav menampilkan cengiran, dengan mata bulat memandang Gav polos.


"Mari kita duduk!" seru Putri menutup sesi perkenalan singkat mereka.


"Mari, Nyonya!"


Mereka pun duduk melingkar, lalu memesan menu makan siang masing-masing dan menunggu pesanan di selingi dengan obrolan ringan.


Sedangkan dua balita dengan jenis kelamin berbeda, di dudukan di kursi khusus dengan berdampingan, saling bermain mengobrol dengan bahasa yang hanya mereka saja yang tahu artinya.


"Ei!"


"Hi-hi!"


Bersambung


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisahnya ...


Keineira siapa kah dia nanti?


Apakah akan menggantikan posisi Queeneira di kehidupan yang akan datang.


Di tunggu kisah next episode dari dua episode yang akan datang ...


Fell in love with my arogan fiance, New generation ...


Seoson 2 di mulai.


Terima kasih semuanya.

__ADS_1


__ADS_2