
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Sebelumnya...
Kiara sudah berhenti menangis meski masih ada isakan lirih dalam pelukan dirga dengan dirga yang senantiasa mengusap lembut punggung kiara, di sertai kata kata penenang dari dirga yang tidak henti ia bisikan di telinga kiara.
" Dirga... Maaf" bisik kiara lirih, menuai kernyitan dari dirga
" Maaf kenapa sayang?" tanya dirga heran, ia mengurai pelukannya untuk melihat ekspresi yang di keluarkan kiara saat ini.
Raut wajah sedih dan penyesalan di dalam mata kiara membuat perasaan nya tidak enak.
" Kenapa perasaan gue gak asoy ya... Apa kiara udah tahu kalau dia lagi hamil? tapi mana mungkin" batin dirga khawatir
Dirga Khawatir saat kiara tiba-tiba menanyakan kepadanya tentang janin nya apa baik-baik saja?, sedangkan ia adalah orang yang juga ikut andil membunuh calon anaknya.
" Apa kita kehilangan sesuatu yang sangat berharga?" tanya kiara setelah lama terdiam, melihat dirga yang raut wajahnya tidak terbaca.
" Maksudnya apa sayang?" ujar dirga balik bertanya, seakan akan ia tidak mengerti apa yang di maksud oleh kiara.
" Dirga aku sudah bertemu dengan nya, bertemu dengan anak kita" ujar kiara tiba-tiba dengan nada gembira namun sedih di saat bersamaan, jika bertemu di dunia yang sama dengannya mungkin tidak ada tambahan sedih dalam nada bicara nya.
" Aku... Sayang aku nggak ngerti" balas dirga kali ini benar-benar gagal paham
" janin 5 minggu emang rupa nya gimana?" batin dirga bertanya
" Di waktu aku ada di alam antara sadar dan mimpi, aku bertemu dengan seorang anak perempuan kecil cantik dengan mata dan bentuk wajah mirip seseorang .
Bahkan senyum dan tawa nya mirip semua dengan seseorang ,dia ajak aku ke taman bunga dendelion dan dengan logat lucu nya memberi tahu aku makna dari dendelion.
Dan Dia juga bilang...
Mama aku sayang mama dan papa, tumbuh di rahim mama meski hanya sebentar tapi aku tahu mama sangat menanti aku di dunia, selamat tinggal mama , papa sudah memanggil mama kembali ke dunia mama
Awalnya aku nggak mengerti apa yang dia bicarakan, siapa yang dia panggil mama, dan siapa yang dia panggil papa.
Saat cahaya mulai menggantikan sosok nya, saat itu juga aku bisa mendengar suara kamu.
Saat ia memberikan senyum terakhir nya saat itu juga aku ke ingat akan senyum kamu.
Dan aku yakin kalau itu adalah kamu versi perempuan kecil sosok anak kita kelak.
Anak kita sayang, dan aku bahkan nggak sadar dengan kehadiran nya.
Anak kita yang menyayangi papa nya sehingga memberiku amanat untuk hidup kuat seperti dendelion.
Anak kita yang cantik... Huhu.. Hiks... Anak kita dirga , anak kita hiks... "
Dirga menangis tanpa suara saat lagi lagi kiara bercerita di sertai dengan butiran air mata di setiap katanya.
Hiks.. Hiks..
" ini kah ikatan anak dan ibu? " batin dirga sesak.
Sepertinya kiara tidak tahu tapi malaikat kecilnya lebih dulu menenangkan, hati nya sakit dan bahagia mengetahui fakta jika anak yang bahkan belum ada ruh di dalamnya sangat menyayangi nya dan menyayangi ibunya sehingga ibunya bisa bangun dari koma nya.
Hiks.. Hiks
Penyesalannya semakin bertambah, rasanya sesak saat tidak bisa melihat rupa dari calon anaknya yang datang di mimpi kiara.
" Maafin aku sayang, aku yang nggak becus aku yang salah, seharusnya aku tahu perasaan nggak enak aku bukan sekedar firasat.
Seharus nya aku lebih tegas mencegah kamu pergi waktu itu.
Aku juga yang sudah menandatangani surat pengangkatan janin.
Aku yang bunuh anak kita.
Kamu boleh pukul aku, tapi kamu jangan hukum aku dengan air mata sayang.
Aku yang salah "
Kiara memeluk dirga saat dirga mengeluarkan kata-kata yang intinya menyalahkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Kiara menangis begitu pula dengan dirga.
Kiara tidak menyalahkan dirga, ia juga yang melewatkan permintaan untuk tetap tinggal di apartemen dari dirga sewaktu ia akan pergi.
Dirga tidak salah, ia tidak salah ini hanya rencana tuhan yang harus mereka terima agar mereka selalu mengingat tuhan , karena apa yang mereka miliki adalah pemberian tuhan dan akan kembali pada tuhan.
Seperti kata malaikat cantiknya, dia akan menunggu di surga dan akan berkumpul jika sudah waktunya datang.
" aku menyayangi mu anak ku sayang" batin dirga dan kiara sedih meski ada bahagia setidaknya mereka tahu jika calon anaknya akan di tempatkan di surga oleh tuhan.
Kiara dan dirga masih saling berpelukan menguatkan serta memaafkan satu sama lain tanpa kata namun dengan kehangatan di dekapan erat mereka.
Tidak ada lagi air mata meski sesekali sesegukan.
" Berapa usia nya?" tanya kiara tiba-tiba setelah melepaskan pelukan dirga dengan dirga yang mengusap wajah nya lembut.
" Hasil USG 5 minggu sayang" balas dirga lembut kemudian menggengam tangan kiara yang mengepal menahan sedih.
" Kamu tahu dia cantik mirip banget sama kamu" ujar kiara dengan senyum miris nya.
" Cantik mirip aku? Aku tampan sayang" ujar dirga menggoda kiara yang lngsung tersenyum geli menggantikan senyum miris nya.
" Kamu nggak tampan" balas kiara cepat dengan pipi menggembung lucu
" Tapi kamu cinta" jawab dirga membalas kiara telak sehingga dirga terkekeh saat melihat wajah kiara yang merona
" Buktinya kamu bilang anak kita mirip aku, berarti kamu cinta banget sama aku" lanjut dirga semakin menggoda kiara yang diam tidak bisa membalas nya lagi.
" Uugh... Sebel" kiara melengoskan wajah nya ke samping dengan rona pipi semakin kentara.
Dan itu adalah hal yang sangat di rindukan dirga.
Tuk... Tuk...
" Yaya yaya... Tantik, tium na mana tium dong"
Goda dirga dengan logat cadel nya.
Seperti anak kecil di mimpi nya, logat dirga dan senyum imut dirga mirip sekali dengan anak mereka di alam mimpi kiara, bahkan saat menoel tangan nya pun sama.
Gyut...
" Ndak au tium tamu, tamu jeyek" balas kiara mengikuti logat lucu anak kecil, dengan sebelah tangan mencubit pipi dirga gemas, membuat dirga pun tertawa di susul kiara yang juga akhirnya bisa tertawa.
" Makasih sayang sudah kembali ke pelukan aku dan balik ke kiara yang aku cintai. Aku sangat mencintai kamu sayang " bisik dirga memeluk kiara erat saat kiara tertawa lucu karena tingkah mereka.
" aku juga mencintai kamu, dirga suamiku" bisik kiara membalas bisikan cinta dari dirga.
Kiara pun tertidur dengan lelap di pelukan dirga setelah memakan dan meminum obatnya.
Saat ini
" Jadi..." tanya raka singkat dan ambigu
Namun dirga mengerti dan mulai membuang nafas nya, lalu mulai bercerita.
" Jadi kiara bilang dia ketemu calon anak kami di alam bawah sadar dan mimpinya " ujar dirga kemudian diam sesaat melihat ekspresi yang di perlihatkan sahabat berbeda beda
" Dia bilang seorang malaikat cantik mirip banget sama gue,
Anak kami bilang agar kiara tetap hidup seperti bunga dendelion, kalian tahu arti dendelion? "tanya dirga setelah melanjutkan perkataannya
" lambang kekuatan agar selalu bertahan dalam kondisi apapun " ujar elisa menjawab pertanyaan dari dirga, padahal dirga juga nggak seberapa tahu dengan filosofi bunga
" Iya... Anak kami minta kiara untuk selalu kuat menjalani kehidupan" ujar dirga setelah pertanyaan darinya di balas elisa lugas
" Ya tuhan ... Ternyata ikatan ibu dan anak nggak main main yah, bahkan kiara sendiri entah tahu atau belum keberadaan anaknya yang baru berusia 5 minggu" seru elisa terharu saat mengerti ucapan dirga.
" Kiara juga baru tahu kalau calon anak kami usia nya 5 minggu" gumam dirga pelan
Hening sesaat..
" Jadi sama aja seperti anak lu yang jadi penolong kiara ya ga, sebab tanpa anak lu yang minta kiara tetep hidup bahagia, kiara nggak tahu sampai kapan akan sadar" ujar raka yang di angguki kepala setuju oleh dirga.
" Karena dia malaikat kecil gue sama kiara bro" balas dirga dengan senyum kecil nya saat membayangkan anaknya yang kata kiara mirip sekali dengannya sedang tersenyum.
" Gue yakin, tuhan akan segera memberi kesempatan buat lu punya bocil lagi bro" seru raka semangat ikut seneng saat ada senyum kecil di bibir dirga, senyum pertama semenjak insiden 5 hari yang lalu.
" Dan yang bikin aku terharu, dari sekian banyak bunga kenapa dendelion yang di pilih.
__ADS_1
Seakan anak kamu tahu ga, kalau ibunya wanita lemah yang perlu dorongan di setiap langkahnya" ujar elisa dengan senyum takjub ya.
" Dulu gue kira bunga favorit gue bunga tulip, ternyata dendelion lebih berarti buat gue sekarang" seru dirga melihat ke arah Kiara yang tersenyum dalam tidurnya yang menular cepat sehingga ia pun tersenyum meski tipis.
Mereka larut dalam obrolan menyangkut malaikat kecil nya dan nyerempet ke acara pernikahan faro dan elisa yang akan dilaksanakan tahun depan awal bulan di tanggal pertengahan, hingga malam larut.
Keesokan hari nya
Dirga lebih dulu bangun, pagi hari ini matahari bersinar dengan cerah, secerah senyum kiara yang juga ikut terbangun karena terusik terang dari sela sela hordeng kamar rawatnya.
" Morning dear, how you feel today?" ujar dirga lembut dengan suara serak khas bangun tidurnya,lalu tersenyum geli saat kiara masih mengedip ngedipkan mata nya lucu.
" Feel good honey...." balas kiara setelah mata nya terbiasa dengan cahaya, lalu tersenyum manis.
*Ahh... Dirga rindu banget senyum kiara yang seperti ini.
" gue akan lakuin apapun itu kalau bisa bikin kiara tersenyum terus*" batin dirga berjanji
" Mama belum dateng, mau aku bantu mandi?" tanya dirga iseng dengan senyum usil seperti biasanya.
khe.. Khe.. Khe...
Kiara terkekeh imut dan dirga segera merekam dalam ingatan di otaknya.
Kekehan kesukaan nya.
" Sayang... Sayang.." panggil kiara membuat dirga yang tidak sadar sedang melamun tersentak kaget
" Iya... Maaf aku tadi nggak fokus, ada apa heum... Perlu bantuan mandi?" tanya dirga kembali ke mode mesum on.
" Yee.... Dasar nggak tahu malu" seru kiara tidak lupa membuat raut wajah mengejek nya untuk dirga.
" Hehhe... Oke oke... Aku nggak tahu malu yang tampan dan mempesona" ujar dirga narsis membuat tampolan yang di rindukan dirga bersarang di lengan nya di ikuti dumelan panjang khas kiara yang juga di rindukan dirga
" mesum, nggak tahu malu, narsis, pede, jelek, mesum kuadrat, bla...blaa...blaaa".
Semua yang di rindukan dirga akhirnya bisa dirga lihat lagi, dan lagi lagi membuatnya terkekeh.
" Hahahaha... Oke, tangan kamu nanti sakit sayang, sebagai ganti tampolan mending kamu cium aku aja gimana? Atau aku cium kamu? Pilih yang mana?" tanya dirga memberi pilihan yang intinya sama saja
" Nggak ada pilihan nya, curang" balas kiara cemberut dengan mata melotot lucu di sertai pipi mirip ikan buntal yang menggembung
" Loh itukan dua pilihan, kamu cium aku atau aku cium kamu, tinggal di pilih loh sayang" balas dirga dengan nada main mainnya mengedip matanya usil saat melihat kiara yang semakin cemberut.
" Pilihan nggan adil, aku nggak pilih dua duanya. Karena sama aja intinya" ujar kiara sewot
" Karena emang nggak ada pilihan, sama seperti kalau aku di suruh memilih antara kamu atau kamu, maka hanya akan ada kamu.
My eternal love" ujar dirga serius membuat kiara pun balas perkataan dirga dengan satu buah ciuman panjang penuh rindu, yang di saksikan oleh mama dan mertua nya di depan pintu terbuka sedikit tanpa di ketahui kedua pasangan suami istri yang baru selesai terkena musibah.
" Nggak jadi masuk nih Jenk?" tanya sarah yang melihat putri sedang memandang pemandangan romantis anak dan menantunya dengan binar mata senang di sertai rona merah di pipinya.
Persis seperti ibu ibu dapet arisan wadah makan merek tup*****r.
" ya ampun.... Besan saya gini amat " batin sarah tidak habis fikir saat melihat putri yang sudah siap dengan kamera shoot mode on
" Jenk.... Ngapain kamera nya di hidupin?" tanya sarah berbisik
" Lah sendiri nya juga udah dari tadi jepret jepret foto berulang " balas putri santai lalu terkekeh saat melihat hasil memuaskan.
Sarah auto melihat tangannya sendiri yang sedang memegang handphone dengan aplikasi kamera manampilkan gambar kiara dan dirga mendekatkan wajah nya ingin siap nyosor.
" Astaga.... Kapan aku buka aplikasi kamera?" batin sarah heran
Namun kemudian keduanya terkekeh layaknya tante gir**g saat hasil yang mereka dapet memuaskan.
" kheh.. Khe..."
Kekehan keduanya seram, sehingga suster dan petugas kebersihan yang lewat melihat mereka dengan pandangan ngeri.
" ini bukan novel horor kan"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisah selanjutnya....
Jangan lupa loh tinggalkan jejak komentar dan klik jempol nya
Dan vote dukunganya...
__ADS_1
Sampai babai
Terimakasih