
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Setelah kepulangan keluarga besarnya, Dirga masuk kedalam rumah. Melangkahkan kaki menuju kamar utama dimana Istri dan Anaknya berada.
Ceklek
Dirga membuka pintu, lalu memasuki kamarnya dan seketika harum Colonge Baby memasuki indra penciumannya. Di atas ranjang King size sana, Ia melihat Istri serta Anaknya yang sedang minum ASI.
" Baby belum mandi ya yank?" tanya Dirga, setelah ia duduk di samping Kiara yang sedang mengajak Babynya berkomunikasi.
" Belum, sudah terlanjur nih daddy jadi baby absen mandi dulu yah. Bolehkan?" tanya Kiara dengan aksen bayi, seakan akan Gavlah yang sedang meminta izin.
" Baby nggak mandi juga wangi kok, mana cini daddy tium duyu" balas Dirga kemudian mengecupi pipi gembil sedikit basah sisa ASI yang belum sempat di bersihkan Istrinya.
" Baby wangi Daddy yang bau, syuh syuh .. Jangan tium tium aku" seru Kiara sambil menjauhkan Putranya yang tadi sempat di kecup gemas oleh Dirga.
" Mommy sendiri belum mandi, hayoo..." balas Dirga nggak mau kalah, ia berhenti mencium Gav tapi sebagai gantinya Ia menjawili wajah Istrinya yang malah terkekeh.
" Mommy nggak mandi, Daddy juga tetap suka tuh" seru Kiara, menggoda Dirga yang tidak membantah karena memang benar adanya.
Dirga terkekeh renyah, mendengar godaan dari Istri bawelnya. Baginya aroma ketiak dari Istrinya yang belum mandi adalah aroma favoritnya sejak pertama bertemu.
" Tau aja sih, sini Daddy cium dulu Mommynya. Baby Gav bobok dulu yah ... Jangan ganggu Daddy sama Mommy mau mesra - mesraan"
Dirga dan Kiara terkekeh bersama, saat Gavnya tersenyum dengan mata berkedip lucu.
Tok ... Tok ...
" Permisi Tuan Dirga, Nyonya Kiara"
Saat asik bercanda dengan Gavnya , terdengar suara ketukan pintu menginterupsi kegiatan mereka, di susul oleh suara yang masih asing di pendengaran mereka.
Dirga bangkit dari rebahan di samping Babynya dan berjalan ke arah pintu.
Ceklek
" Hn?" gumam Dirga dengan nada datar, setelah membuka pintu kamarnya.
" Anu Tuan Dirga, buat makan malam nanti. Tuan dan Nyonya mau makan apa?" tanya Bi Titin sopan, Ia merasa sedikit takut saat mendengar nada bicara Tuannya. Meskipun sudah di ceritakan tabiat Tuannya dari Nyonya Besar, tapi tetap saja Ia segan dan takut.
" Tunggu" ujar dirga lalu menolehkan kepalanya kebelakang, melihat Istrinya yang berjalan ke arahnya setelah menidurkan Baby Gav di ranjang bayi.
" Sayang, mau makan apa malam ini?" tanya dirga lembut
" Kamu mau apa? Aku yang penting ada sayurnya aja." balas Kiara setelah ada di samping Suaminya.
Kiara melihat Bi titin yang menunduk takut, dan itu membuat Ia terkekeh geli. Ini pasti karena hawa yang Suaminya keluarkan,maklum saja ini pertama mereka bertemu sapa.
" Bi titin kan? " tanya Kiara
" Iya Nyonya, Saya " balas Bi Titin cepat
" Bibi masak apa aja, kita makan kok. Nanti setelah makan, kita kenalan yah. Oh iya ... Suami yaya memang begini orangnya. Jadi jangan takut ya Bi! " ujar Kiara hangat, dengan senyum kecilnya.
Mendengar suara hangat dan lembut dari Nyonyanya, membuat Bi Titin merasa lega. Ia tidak menyangka akan mendapatkan majikan yang baik, seperti nyonya di hadapannya saat ini.
" Baik nyonya, kalau gitu saya permisi kebelakang dulu" balas Bi Titin sopan, lalu undur diri meninggalkan majikannya yang kembali menutup pintu.
__ADS_1
Blam
" Bi Titin aja sampai takut, hihi ..." Seru Kiara, menggoda Dirga yang hanya bisa mengangkat bahu acuh.
" Lalu Aku harus pasang wajah seperti apa sayang? Udah dari sananya begini loh" balas Dirga seadanya.
" Operasi plastik dong, Hahaha ..." ujar Kiara meledek Suaminya dengan kekehan renyahnya. Membuat Dirga yang mendengarnya balas menggelitiki Kiara, hingga mereka jatuh di atas ranjang dan Kiara tertawa karena kegelian.
" Ahaha ... Yak, Daddy Nanti Baby bangun" pekik Kiara dengan suara tertahan takut Babynya bangun padahal baru saja tertidur.
" Nggak akan bangun, kalau kamunya nggak ketawa ngekek sayang. Nah tahan ya ... Rasakan ini, hayo rasakan ..." balas Dirga nggak perduli, Ia dengan semangat 69 melanjutkan aksinya sedangkan Kiara sebisa mungkin menahan kikikannya.
" Yak ... Enghhhh .... "
Dan selanjutnya, suara cekikikan Kiara berubah menjadi sesuatu yang tidak perlu di jelaskan. Betul ... Hayooo Siapa yang ingat Dirga dan kemesumannya jika sudah ada di dalam kamar seperti apa? .
Skip
Makan malam selesai, Saat ini Kiara dan Dirga sedang duduk di ruang tamu. Dengan 6 orang asing berdiri di hadapan mereka. Sesuai perintah Kiara, mereka berenam memperkenalkan diri masing-masing.
Ada 3 orang laki-laki, 2 orang sebagai Satpam yang menjaga depan rumahnya. Lalu, 1 orang tukang kebun dan yang bertugas menjaga kebersihan halaman belakang, depan serta kolam renang.
Sisanya 3 orang perempuan, Ia sedikit mengenal Bi Titin , Bibi yang tadi mengetuk pintu kamarnya. Maminya bilang Ia yang akan mengatur dua orang lainnya dan Umurnya 42 tahun sebagai juru masak dan bersih- bersih.
Selanjutnya ada Bi Ana, Umurnya tidak jauh dari Bi Titin yaitu 40 tahun tugasnya mencuci dan bersih-bersih . Dan yang terakhir adalah Anita dan umurnya 18 tahun. Masih sangat muda, Dia bilang berhenti sekolah dan mulai bekerja dari umur 15 tahun. Nantinya Anita yang akan membantunya mempersiapkan kebutuhan Baby Gav.
Dari semua orang yang ada di hadapan, hanya Anita yang menjadi fokusnya. Di saat yang lain menunduk takut, entah kenapa Anita malah seperti sedang salah tingkah.
" Aneh banget sih" batin Kiara dengan sebelah alis terangkat.
" Karena semuanya sudah memperkenalkan diri, gantian yah kami yang akan berkenalan." Seru Kiara semangat, melihat satu per satu orang di depannya dengan binar ceria.
" Iya Nyonya! " seru Mereka bersamaan
" Sudah Nyonya, Nyonya besar sudah memberitahukan " balas Bi Titin sebagai perwakilan.
" Baguslah, jadi kalian bisa bekerja lebih baik. Anggap rumah sendiri dan anggap kami ini keluarga kalian, terus untuk Baby Gav biar saya saja yang mengurusnya. Mungkin kalau menyiapkan perlengkapan dan kebutuhan lainnya saya masih perlu bantuan semuanya. Oh yah ... Lalu sebisa mungkin jangan menerima tamu yang tidak ada konfirmasi dari kami. Kami juga tidak suka seorang pembohong Dan terakhir untuk kamar kerja Tuan, selain ada perintah dari Tuan jangan ada seorang pun yang masuk, apa sampai sini paham? "
Penjelasan Kiara yang panjangnya nggak kira kira, membuat keenam orang di depannya hanya bisa mengangguk paham.
" Nyonya Kiara kuat yah ngomong nggak pakai nafas " batin Mereka kompak
" Oke ... Karena sudah paham semua, kalian boleh kembali ke tugas masing-masing. Setelah pekerjaan selesai kalian juga bisa istirahat, dan selamat datang di keluarga kecil kami." Seru Kiara dengan tangan terbuka, Ia tersenyum lebar yang di balas senyum sama lebarnya dari pekerja rumah tangganya.
Sedangkan Dirga sendiri hanya diam, Ia terlalu malas mengeluarkan suara emasnya. Meeting dan sambutan di tempat penting saja Ia malas, apalagi menjelaskan segala urusan rumah tangga yang tidak Ia mengerti. Yang Ia tahu hanyalah membayar gaji mereka dan done alias beres, Otaknya terlalu lelah memikirkan hal semacam ini. Dan dari pada tenaganya habis untuk hal seperti itu, lebih baik tenaganya Ia habiskan bermain bersama Baby Gavnya yang saya ini sedang ada di gendongannya, menunggu Sang Mommy selesai mengeluarkan congorna no jutsunya.
Dirga heran dan curiga, dari mana kosa kata Kiara berasal hingga bisa tertata rapih dan keluar sekaligus tanpa jeda dan bernafas seperti itu? Atau jangan-jangan Mertuanya dulu ngidam makan burung Beo sehingga Istrinya pun kuat untuk nyaplak tanpa henti dan bernafas?. Entahlah ... Yang jelas Ia suka saat Istrinya dalam keadaan apapun.
Akhirnya perkenalan selesai, mereka juga sudah kembali melakukan pekerjaannya. Tersisa Tuan dan Nyonya rumah, yang saat ini sedang santai dengan Baby Gav yang tumben masih kedip kedip manja. Kiara sih tahu apa artinya, apalagi mulut kecilnya sudah bergetar tanda akan Mewek minta ASI seperti biasa.
" Lucu banget kalau minta jatah, persis seperti Daddynya. Yuk Mum tutu di kamar aja, jangan sampai Daddy ikut nanti ikutan minta jatah loh" bisik Kiara sambil berdiri dari sofa, melenggang pergi meninggalkan Dirga yang terkekeh merasa tersindir.
" Wajar dong, masa sama Daddy sendiri nggak mau berbagi" balas Dirga tidak mau kalah, lalu mengikuti langkah Istrinya yang membalasnya dengan tawa renyah.
" Daddy ngalah deh sekarang Mommy punya Gav, syuh syuh ..." seru Kiara di tengah tawanya.
Grep
" Mommy punya daddy, Gav juga punya Daddy. Daddy punya kalian, Semua yang ada di sini punya kalian , apapun untuk kalian berdua. " balas Dirga dengan lengan memeluk bahu Kiara erat.
" Cius?" goda Kiara dengan kekehan renyahnya.
" 2 Cius, cuwelan tekewel kewel " balas Dirga dengan aksen lucunya, sepanjang berjalan bersama menaiki tangga menuju kamar tidurnya mereka tertawa dan bercanda tanpa memperhatikan sekitarnya,tepatnya di ujung tangga ada seseorang yang melihat mereka dengan tatapan yang tidak mampu di mengerti.
__ADS_1
" Andai Aku yang di posisi Nyonya"
Batinnya lalu pergi melanjutkan pekerjaannya.
Skip
Keesokan harinya
Dirga terbangun mendengar suara tangisan Gavnya, saat ia bangun ternyata ada Istrinya yang sedang menggantikan popok Si kecil Gav.
" Pup?" tanya Dirga singkat, yang di balas anggukan kepala dari kiara.
Dirga menguap nggak ada tampan-tampannya, menuai kekehan dari Istrinya serta gelengan kepala geli. Ia sih cuek, nggak perduli malahan Ia dengan usilnya mengeluarkan suara seperti singa di akhir acara nguapnya.
" Haha ... Yank yank, kalau ciwi - ciwi luar liat kamu yang begini, mereka masih mau nggak yah ngejer-ngejer kamu?" tanya Kiara. Ia geli sendiri dengan kelakuan Suami tampannya, Pagi-pagi sudah membuat Ia ngekek. Suasana paginya jadi baru bukan hanya karena tidur di tempat baru, tapi karena kelakuan nggak tahu malu suaminya yang di mulai sejak pulang dari Honeymoon kedua mereka.
" Nggak perduli tuh"
Kiss ... Emmmmuachh
" Morning Mommy" seru Dirga setelah mencium mesra bibir sedikit terbuka milik Istrinya yang tadi menertawainya.
Kiara merona malu, di hadapan Gavnya Si nggak tahu malu bernama Dirga seenaknya saja menciumnya.
" Yak ... Kamu nggak lihat yah ada Gav ?" seru Kiara sewot namun sayang sekali Suami Mesumnya tidak perduli.
" Loh biar Baby tahu kalau Daddynya sangat mencintai Mommynya. Iya kan sayang?" balas dirga santai kemudian bertanya kepada Sang anak yang belum mengerti apa-apa, lalu gantian mengecup Baby Gavnya.
Cup
" Morning, kesayangan Daddy. Lihat matahari pagi yuk, matahari kesukaan Mommy " bisik Dirga lembut. Kemudian setelah mengecup kening Putranya yang matanya sedang terbuka melihat ke arahnya, Dirga mengangkat kedalam gendongannya dan berjalan menuju balkon kamarnya melihat matahari pagi yang bersinar cerah.
Baby Gav mengulet saat merasakan hangat mengenai kulitnya, matanya mengedip karena cahaya yang masuk di retina matanya. Kemudian menutup di sertai senyum kecil mirip cengiran, seakan memberitahu jika kegiatan berjemur bersama Sang Daddy di sukainya.
Kiara melihanya dari atas ranjang, tersenyum bahagia lalu bangkit dan berjalan ke arah suami dan anaknya yang sedang memunggunginya menghadap ke arah matahari terbit.
Grep
Merasakan pelukan di belakangnya membuat Dirga tersentak kaget, namun menjadi senyum cerah ketika mendengar bisikan dari Istrinya yang saat ini sedang memeluknya.
" Morning Daddy, We love you so much "
Tiba-tiba Senyumnya pudar teringat akan kenyataan menyedihkan , jika quality timenya bersama buah hati dan istrinya akan segera berakhir saat Ia sudah di sibukkan oleh kegiatan kantornya. Apalagi saat ini Ia juga mengambil alih sebagian tugas dari hotel milik keluarga Istrinya, Ia tidak ingin Istrinya ikut bekerja keras. Maka Ia memilih mengorbankan waktu istirahatnya, agar Istrinya bisa fokus merawat buah hati mereka.
" Apa perasan papa gini yah waktu gue kecil dulu ?" batin Dirga muram
" Rela nggak rela gue harus ngelakuin ini buat mereka" lanjutnya masih dalam batin.
Apapun itu jika demi keluarga kecilnya, Dirga ikhlas melakukannya.
" Huft ... Gue cuma berharap anak gue nggak ngajauh dari Gue, cuma karena Gue sibuk kerja" batin Dirga berharap.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisahnya ....
Sempatkan kirim komentarnya yaaa...
Jangan lupa klik jempol dan vote dukunganya...
Sampai babai
Terimakasih
__ADS_1