
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
" jadi gitu" gumam kiara saat selesai mendengar cerita dan keluh kesah dari calon suami yang ada di hadapan nya saat ini .
cieee Ehemmm...
" hmmm...." gumam dirga pelan menjawab pertanyaan bawel nya
Saat ini dirga dan kiara sedang menikmati makan siang bersama, di salah satu restoran Jepang dekat kantor dirga .
Makan Berdua ? Tidak tenang saja, di sekitar nya ada pengunjung lainya kok meski di batasi dinding sekat tipis sepinggang.
Dirga sudah ketahuan sering menghamburkan uang hanya untuk menyewa restoran, agar ia dan kiara bisa makan berdua saja tanpa ada yang ganggu.
Kiara ngomel tentu saja, ceramah nya bahkan lebih panjang dari gerbong kereta jurusan kota S ke kota Y.
Dari ujung hingga ujung di bahas dengan ilmu ekonomi yang tentu saja ia juga sudah hafal.
Yang ia ingat hanya beberapa kata seperti
" di luar sana banyak orang yang mengumpulkan pundi uang susah payah"
" kenapa tidak di simpan untuk masa depan nanti"
" lebih baik di sumbang kan di panti asuhan dan untuk orang yang lebih membutuhkan"
Dan bla bla bla...
Telinga dirga berdenging, asap imajinasi sudah mengepul di atas kepalanya.
Saat ia menjawab ceramah dari kiara pasti ada saja jawabannya.
Waktu itu Ia tidak sengaja menyinggung tentang kekayaan nya yang tidak akan habis tujuh turunan, mau tahu apa yang di katakan kiara atas pernyataan nya
" roda akan berputar, belum tentu kamu selama nya ada di atas"
See...dan Di sini lah ia berada, makan di restoran mewah ( harus) tapi bersama dengan pengunjung lain di sekeliling nya.
(kan ada sekat dinding loh ga, tetep aja thor)
" kamu jangan nyerah gitu dong sayang harus semangat , papa aku memang gitu orangnya reseh" ujar kiara ngegibah dan memberi semangat untuk dirga yang saat ini sedang menyesap ocha (teh Jepang) hangat nya.
" tentu sayang, aku nggak akan mudah menyerah. kalau cuma gini sih kecil" ujar dirga tersenyum tipis.
Kiara membalas senyum tipis dirga dengan senyum lebar nya.
" aku mau nanti kita bulan madu ke pulau jeju, gimana kamu setuju kan ga?" tanya kiara semangat.
" pulau jeju ya... Boleh juga aku nanti reservasi private cotage buat kita" balas dirga tidak kalah semangat ia melupakan sejenak fakta, bila papa mertua nya sedang berusaha menunda keinginan nya untuk segera menghalalkan kiara.
" sip...hehe" ujar kiara senang.
" oh iya sayang, aku cuma bisa kasih saran nih kalau kamu mau membuat papa takhluk" lanjut kiara membuat dirga Penasaran
" apa" tanya dirga Penasaran alis nya terangkat sebelah dengan bentuk sempurna
" sini sini aku bisikin......" balas kiara membuat gesture tangan untuk mendekat ke arah nya, dirga menurut dan berpindah tempat duduk kemudian mendekatkan telinga nya ke arah kiara
" jadi tuh ya gini pssst pssst pssst..
Lalu pssst pssst pssst.
__ADS_1
Gimana paham nggak" bisik kiara yang membuat dirga bukan nya mengerti malah kegelian tapi enak ehhh..
" nggak yank, malah geli khi Khi khik" balas dirga dengan kikian geli nya.
Plak
Tampolan mampir di lengan dirga di susul cubitan gemas di pinggang nya.
" ukhh... Iya iya maaf, coba ulangi sekali lagi janji nggak bercanda" pinta dirga menahan sakit di pinggang nya yang jadi korban cubitan kiara tadi
" sekali lagi loh, kalau kamu nggak serius nggak aku bantuin nih. Aku malah akan mendukung papa " ujar kiara galak
" oke" jawab dirga cepat dan serius
" begini.........."
Kiara mengulangi lagi perkataan nya tadi, memberi saran tentang kelemahan papa nya yang di kenal orang luar tegas sebenarnya malah takut terhadap istri alias mama kesayangan nya alias sarah budiman.
(Ckckc... Kiara itu bapak mu loh, kok aib nya di sebar. Khikik...)
" alasseo? (paham) " tanya kiara
" ye alasseo imnida ( ya paham)" balas dirga dengan senyum yang membuat kiara merinding
" kamu bisa semua bahasa yah?" tanya kiara penasaran saat ia sengaja menggunakan bahasa korea di hadapan dirga.
" menurut kamu?" tanya balik dirga dengan smirk sexy nya.
" apa sih, nggak seru... Aku kan lagi belajar bahasa korea karena aku mau ke pulau jeju loh, eh ternyata kamu malah sudah bisa bahasa sana. Kok bisa sih kamu Bla bla bla...." yah seperti yang kita tahu kiara bawel kepunyaan nya dirga ini jika sudah ngeromet panjang nya melebihi meteran untuk mengukur tanah.
Tidak mau telinga nya panas akibat rentetan kalimat panjang dari kiara di samping nya, dirga memilih pindah ke tempat semula setelah mengecup bibir kiara singkat dengan iseng nya.
membuat kiara pun berhenti ngomel dengan mata melotot lucu dan berikut nya, lemparan bantal pun mampir di wajah tampan nya di susul dengan pekikan kesal dari kiara, yang membuat dirga tertawa alih alih marah.
" lagian kalau ngomel nggak nanggung nanggung.... Panjang nya ngelebihin proses pemeriksaan kasus korupsi" batin dirga heran di ikuti dengan gelengan dari kepala nya.
" nggak apa-apa, aku lagi mikir aja kok ada ya kucing mengeong lebih dari sekali udah itu panjang banget lagi" balas dirga menyindir halus kiara dan menuai kerutan heran di kening kiara.
" kucing? Aku nggak ngeliat kucing tuh" tanya kiara polos, bahkan kepala nya ikut celingak celinguk mencari di mana kucing itu berada.
( iya kucing nya bukan kucing oyen yang kelakuan nya bar bar, tapi kucing rambut hitam imut polos kesayangan dirga. Khik)
" udah kabur tadi, terus aku harus ngelakuin itu yank?" tanya dirga belum yakin
" um.... Kalau kamu nggak mau mela.."
" iya segera laksanakan tuan putri" sela dirga cepat membuat kiara mengangguk kepala senang.
" good boy... Sayang deh sama kamu" ujar kiara ceria
" kalau sayang cium nya mana?" tanya dirga kurang ajar
" ih mesum.... Nanti cium nya kalau kamu sudah berhasil, deal?" tolak kiara kejam.
" no... Nanti di kantor aku atau di sini dan saat ini juga" balas dirga mutlak.
" uh... Apa sih" dumel kiara malu, namun pipi nya lagi lagi menghianati nya.
" dasar mesum"
" ayok di pilih dulu sayang" paksa dirga dengan senyum seram nya.
" hai hai... Di kantor" gumam kiara dengan menundukkan wajah nya malu
" anata wa kawai desu ( kamu imut)" goda dirga tangan nya mencubit pipi kiara gemas
__ADS_1
" Watashi wa kawai janai yo ( saya tidak imut)" balas kiara dengan pipi menggembung lucu
" hai hai... ( iya iya) sudah selesai makan nya? Yuk balik ke kantor aku dulu, ambil kunci mobil " ujar dirga menyerah, kemudian mengajak kiara kembali ke kantor sekalian melaksanakan modus nya.
" yuk cus ... Yank, ini Aku di traktir kan?" tanya kiara iseng
" nggak dong bayar sendiri " balas dirga mengikuti keisengan kiara yang saat ini malah terkekeh.
Kemudian mereka berdua meninggalkan restoran tersebut dan berjalan sebentar lalu menaiki lift, karena restoran nya masih satu komplek dengan gedung perusahaan wijaya.
Bagian modus nya kita skip aja yah...
Kikikik
Dirga mengantar kiara hingga depan pintu kantor kiara,ia akan ada meeting habis ini jadi ia tidak bisa mengantar kiara kedalam kantor.
Lagian kalau masuk ke dalam kantor yang ada nanti dirga malah di semprot sama papa fandi karena mengganggu jadwal kerja kiara.
" hati hati di jalan sayang, jangan kebut kebutan. Semangat yaaa" ujar kiara ceria
" iya.. Kamu juga semangat kerja ya" balas dirga kemudian tersenyum tipis
" okidoki..." balas kiara lalu mengecup singkat pipi dirga sebelum turun dari mobil milik dirga.
" bye dear..."
" bye sayang"
Kiara melambai kan tangan mengantar kepergian dirga, baru lah ia masuk setelah mobil dirga keluar melewati pos jaga.
" papa ini seperti nya sengaja nunda nunda waktu nih.... Aku kan tunangan nya dirga kenapa harus nunggu lagi kalau bisa sekarang" gumam kiara pelan ngedumel tantang papa nya yang sedang kumat rese nya.
Kiara berjalan dan balas menyapa karyawan yang di lewati nya kemudian memasuki lift yang akan mengantar nya ke lantai atas di mana ruangannya berada.
" aku aduin ke kakek sama mama baru tahu rasa loh" gumam kiara kesal, kiara mendelik kan mata nya sinis saat ia melewati ruangan milik papa nya
"lihat saja nanti" lanjut nya masih dengan nada jengkel nya.
Ckckck....
Fandi yang sedang sibuk menandatangani dokumen di ruangan nya merinding seketika saat mata nya iseng melirik arah pintu ruangan nya.
" kok hawa nya dingin banget ya, perasaan suhu ac nya nggak di ubah ubah" gumam fandi dengan tangan mengusap belakang leher nya pelan.
" hiyyyyy.... Nggak mungkin ada setan kan?" batin fandi ngawur
( tega nya.... yang kamu maksud setan itu anak kamu sendiri loh om)
Sebenarnya dirga bisa saja meminta bantuan pada kakek atau mama mertua nya, tapi dirga tidak ingin pakai cara instan.
Dirga mau melewati proses seperti layaknya orang biasa saat menantu takut kepada mertua nya.
Meskipun dua keluarga sudah setuju tapi dirga hanya ingin meminta kiara dengan hati ikhlas dari papa fandi.
Dirga nggak salah kan?
Berjuang sendiri itu lebih terasa saat menikmati hasil akhir nya, di banding dengan meminta bantuan orang lain agar bisa menikmati hasil nya.
Lagian seorang dirga itu bukan orang yang mudah menyerah,jadi kiara sayang tunggu abang dirga ya... doakan semoga rencana nya sukses. Oke?
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisah nya ya
Jangan bosen menunggu dan jangan lupa jejak komentar serta klik jempol nya
__ADS_1
Sampai babai
Terimakasih