
Happy reading vrohh....
¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Di kamarnya, Dirga sedang bolak-balik mencoba untuk menelpon Kiara, mungkin saja nasib baik berpihak padanya sehingga Kiara mau menerima panggilan darinya Namun, setelah Ia coba berkali-kali ternyata tidak di angkat, dan akhirnya pada panggilan ke lima Ia memutuskan untuk berhenti dan membiarkan Kiara untuk beristirahat dulu.
"Mungkin Dia belum siap ngomong sama Gue" batinnya mencoba untuk mengerti.
" Haish ..... Ini nih, yang bikin Gue males berurusan sama yang nama nya cewek. Kalau ngambek pasti di telepon nggak di angkat... Ya Lord .... Untung sayang, Ahhhh kalau nggak sayang males banget dah Gue nelpon cuma buat mastiin dia marah nggak sama Gue, ck... Mana dari sini ke tempat Raka jauh banget lagi, Shit .... "
__ADS_1
Saat ini, tidak ada lagi Dirga yang selalu memasang wajah Flat alias datar minta di taboknya, yang ada wajah galau pake banget.
Setelah selesai Mengcopy foto dari Kamera ke Laptopnya, Dirga mencoba untuk menelpon Kiara. Ingin menjelaskan dan meminta maaf jika ia salah dengan menyukai nya tiba-tiba seperti ini, jika saat ini memang Kiara tidak ingin Dirga menyukainya lebih dari teman pun tidak apa, yang penting Dirga masih menjadi teman dan Kiara tidak menghindarinya.
"Seenggaknya, kalau dia nggak jauhin Gue , Gue masih bisa membuat dia suka sama Gue , Gue yakin lama kelamaan juga Dia yang akan merasakan perasaan tulus Gue" batinnya positif.
Pusing Memikirkan masalah yang di buatnya sendiri, Dirga pun turun ke bawah menuju dapur dan membuka kulkasnya. Kemudian mengambil beberapa kaleng Beer lalu membaw nya ke meja makan, membuka dan meneguknya perlahan menikmati rasa pahit di tenggorokan. Namun menciptakan sensasi menyenangkan setelahnya, ini lah kebiasaan Buruknya jika sedang pusing atau dalam keadaan bad mood , maka minuman seperti inilah yang akan membuatnya sedikit menghilangkan rasa pusing nya.
Dirga termenung, memutar kembali kejadian tadi pagi.
__ADS_1
"Padahal baru tadi pagi, Gue sempet bahas tentang minuman ini dan sekarang Gue sedang menikmatinya sendiri, nggak ada yang nemenin. Biasanya Raka sama Faro yang selalu ada buat Gue ckck... Kalau Gue ngaku, Gue sekarang bilang kangen ke Mereka nanti bakal di ketawain nggak ya Gue sama Si tengil Raka ? Dia kan paling seneng dapet kesempatan ngebully Gue, emang pendendam ya dasar tuh Tengil " tanya Dirga pada dirinya sendiri.
Antara bersyukur, dan merasa ini musibah Dirga mengenal Raka dan Faro , mungkin jika dulu Dirga tidak berteman dengan Mereka, Dirga masih menjadi Dirga yang dulu, Dirga yang benar-benar tidak bisa di sentuh, Egois, Arogan dan selalu bersikap dingin pada orang yang tidak sederajat dengannya. Walaupun keluarganya di kenal dengan sebutan Dermawan dan baik hati tapi Ia adalah pengecualian saat itu, umurnya yang masih muda dan masih perlu bimbingan membuat nya mencari kebenaran yang menurutnya sendiri benar. Aturan keluarga pun menjadi salah satu faktor jiwa pemberontaknya muncul. Apalagi ia adalah satu-satunya pewaris dalam Kerajaan bisnis keluarga, menambah menjadikannya karakter Dirga Arogan sesungguhnya dan tidak peduli sesama.
Ya ... Kurang lebih Sahabatnyalah yang merubahnya menjadi Dirga yang sekarang, Walau masih memiliki Sisi arogan dan dingin. Namun, mulai membuka diri untuk yang lain dan peduli terhadap sesama.
Jika mengingat dulu, kalau tidak salah Ia dan Raka menjadi sahabat melalui cara yang unik, sepertinya dari kejadian itu, ah iyaaa.... Kejadian yang membuatnya sampai sekarang pun ingin sekali melayangkan tampolannya ke pipi Raka pada saat itu...
\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Ikuti terus cerita nya jangan lupa jempol dan coment nya
Hatur nuhun