Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Pekerja setia


__ADS_3

Happy reading vrohh...


¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Kiara menyipitkan matanya, guna melihat dengan jelas apa yang Ia lihat saat ini.


"Itu kan ....oh itu kan Pak Teguh!"


"Kenapa Pak Teguh ada di penginapan pribadi itu ya? " Lanjutnya dalam hati.


"Tapi Pak Teguh sedang menemui siapa ya? " gumam Kiara penasaran.


Kiara mengangkat bahu acuh kemudian bejalan memasuki kamar dan memulai ritual mandinya.


"Wah ... Hebat juga bisa menyewa penginapan sebesar itu," gumam Kiara takjub.


Blam!


Pintu tertutup dan setelahnya hanya guyuran air yang terdengar dari dalam kamar mandi.


Penginapan Dirga


Dirga sedang membereskan dokumen dan Laptop yang tadi di pakainya.


"Masih ada beberapa, sabaiknya Gue kerjain nanti lagi. Udah jam segini," gumam Dirga sambil melihat jam digital di meja samping tempat tidurnya.


"Mandi dulu deh,"


Kemudian Ia berjalan ke dalam kamar untuk membersihkan diri dari bau keringat.


Baru saja Ia akan membuka baju yang di pakainya, tiba-tiba pintu kamar di ketuk dari arah luar di susul suara Rani yang memanggilnya, memberitahukan bahwa ada tamu datang ingin menemuinya.


Tok! Tok! Tok!


"Permisi tuan, ada seseorang yang ingin menemui Tuan!"

__ADS_1


"Ya ... Tunggu sebentar, nanti saya turun ke bawah!" seru Dirga sedikit mengeraskan suaranya.


Dirga memakai kimono mandinya, lalu berjalan keluar menuju lantai bawah menemui tamunya.


Di ruang tamu Pak Teguh yang melihat Dirga di ujung tangga, mengucapkan salam yang di sambut ramah oleh Dirga.


"Selamat pagi, Tuan muda!" sapa Pak Teguh ramah.


"Hn, pagi!" balas Dirga singkat.


"Silahkan duduk, Pak Teguh," lanjut Dirga mengajak.


"Terima kasih, Tuan muda," jawab Pak Teguh sopan.


Dirga medudukan dirinya di single sofa, sedangkan Pak Teguh di sofa panjang sebelahnya.


"Maaf Tuan muda, sebelumnya kalau boleh saya boleh tahu ada masalah apa, sehingga Saya di panggil ke mari?" tanya Pak Teguh sopan.


Dirga memasang wajah ramah, takut jika ekspresinya menakuti orang yang telah membantunya


Mendengar penjelasan dari Dirga, Pak Teguh menghela nafas lega dan tersenyum bangga.


"Sama-sama Tuan muda, keluarga Wijaya sudah banyak membantu keluarga Saya, maka dari itu hanya inilah yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan Tuan sekeluarga," balas Pak Teguh tulus.


Keluarga Pak Teguh sudah lama bekerja dengan keluarga Wijaya, bahkan Ayahnya pun bekerja dan di percaya untuk mengelola kebun Berry yang hasilnya bahkan melebihi upah yang mereka di terima dari pekerjaan mereka.


Pak Teguh adalah anak dari Pak Jun dan Ibu Ina, Pak Jun sendiri sudah mengabdi dengan keluarga Wijaya dari muda hingga Dia beranak cucu, bermula dari Tukang kebun hingga di percaya mengelola Kebun karena kesetiaannya.


"Baiklah, Pak Teguh mulai besok Bapak sudah boleh bekerja kembali, bekerja sebagai Pemandu wisata Kiara, hingga Kiara pulang dari Desa ini" ujar Dirga.


Pak Teguh yang mendengar pemberitahuan tiba-tiba dari Dirga, mengernyit dahi bingung.


"Apa Tuan muda akan segera kembali ke kota? " Batinnya bertanya.


Dan Dirga yang melihat raut wajah heran dan bertanya dari Pak Teguh pun menlanjutkan kalimatnya kembali.

__ADS_1


" Saya bukan ingin pulang, tapi Saya akan ikut menikmati desa di bawah panduan Bapak untuk menjelajah tempat Wisata di sini, jadi sekalian Bapak bisa dapet Double Pay, dapet dua kali pembayaran dan pembayaran Kiara saya akan tanggung " ujar Dirga.


Saat melihat Pak Teguh yang akan membantah nya Dirga buru-buru menyela.


"Tidak ada penolakan, Saya akan tetap membayar begitu pula Kiara dan itu full tidak ada potongan waktu Bapak tidak bekerja kemarin," tegas Dirga tak terbantahkan.


Pak Teguh menghela nafas saat tidak bisa membantah apa yang di katakan Tuan mudanya.


"Ah ... Serba salah," batin Pak Teguh bingung,


"Baiklah Tuan muda .... Terima kasih atas semua yang Tuan muda berikan kepada Saya" balas Pak Teguh pasrah.


Pak Teguh memilih mengalah, menganggap ini adalah rezeki anaknya yang sebentar lagi akan melanjutkan kuliahnya setelah Lulus Sekolah nanti.


"Oh ya pak kedepannya bapak tidak perlu memanggil Saya tuan muda lagi, cukup Den Dirga saja apalagi kalau di depan Kiara nanti, Bapak paham kan?" jelas dan tanya Dirga.


"Baik Tuan, Saya paham!" balas Pak Teguh mengerti.


Walaupun Pak Teguh heran dengan permintaan dari Tuan mudanya, tapi Ia hanya bisa menuruti apa mau Tuannya.


"Good ... Kalau begitu hari ini udah bisa mulai, Bapak siap-siap aja ... Saya mau mandi dulu, sampai jumpa nanti," ujar Dirga, Ia berlalu menuju tangga dan menaikinya untuk ke kamarnya, mandi dan berdandan lah tujuan nya saat ini.


"Holiday with you..." batin Dirga senang..


Sambil bersiul Dirga melucuti pakaiannya dan mulai ritual mandinya.


Sedangkan Pak Teguh yang di tinggal hanya biaa menggeleng kepala, heran dengan kelakuan Tuannya.


"Panggil Den? Di depan Non Kiara, emang kenapa?" gumam Pak Teguh bingung.


Tidak ingin memusingkannya lebih jauh, Ia mengangkat bahu acuk kemudian meninggalkan penginapan milik Tuanya, mengerjakan apa yang di perintahkan oleh Sang tuan.


\=\=\=\=\=\=\=


Jangan kemana-mana yaaaa ikuti terus kisahnya ....

__ADS_1


Hatur nuhun beb


__ADS_2