
Happy reading vrohh
¶¶¶¶¶¶¶¶
Perlu sekitar satu jam Dirga dan Kiara untuk sampai di tempat yang di maksud.
Sesampainya mereka di tempat makan, mereka berdua segera masuk menuju ruang yang sudah di persiapkan oleh Dirga.
"Sudah sampai!" seru Dirga semangat.
Ia pun mengulurkan tangannya ke arah Kiara dan di sambut dengan segera.
"Terima kasih, Ga!" balas Kiara ceria.
"Nope, yuk masuk!!" ajak Dirga kemudian.
Mereka berdua berjalan bersama menuju pintu rumah makan tersebut.
Di sambut oleh dua orang pelayan di sisi pintu kanan dan kiri,Kiara heran dengan pelayanan yang ia dapat saat ini.
Serta ruangan yang mereka datangi saat ini hanya terisi mereka berdua. Bahkan sepanjang jalan yang Ia lalu terdapat hiasan bertema-kan Tulip Ungu, seperti Tulip yang kemarin sore Dirga berikan untuknya.
"Ga ... Kenapa cuma ada Kita berdua aja yang makan di sini? Apa tempat ini kurang enak yah makanannya? Atau mahal? atau terlalu jauh atau bla-bla-bla ... "
Pertanyaan Kiara yang beruntun tidak ada jeda sama sekali, membuat Dirga tepuk jidat gagal paham dengan selera cewek dirinya saat ini.
Jauh dari kata tipenya alias serba terbalik, dulu nih yah ... Dirga itu suka cewek yang tidak cerewet, lemah, lembut nggak emosian.
"lah sekarang semuanya kebalikan dari tipe Gue, sudah cerewet, bar-bar terus emosian lagi. Nggak percaya ya kalau kiara itu bar-bar? udah ada kok buktinya, mau di sebutin oke Gue sebutin, nggak usah melotot gitu kali contohnya nih ... Setiap kali Gue bikin Kiara jengkel pasti Kiara dan akan mencubit gue dengan ganas**!" batin Dirga eror.
"Stop Ra .... Nggak ada buah berry di sini, yang bisa bikin kamu berhenti nyerocos!" canda Dirga dengan senyum menjengkelkan.
"Yeee apaan sih!" balas Kiara manyun.
__ADS_1
Dirga Tersenyum lembut saat melihat pemandangan di depannya.
"Lucu banget," batin Dirga geli.
"Udah nhgak usah kamu fikirin, mungkin memang lagi sepi pengunjung. Maka dari itu cuma ada kita yang makan," ujar Dirga bohong dengan lihai.
Mau tahu yang apa sebabnya?
Sebenarnya tempat makan mereka saat ini sudah di booking Dirga, untuk ia pribadi saat ini.
Masa iya ia menjelaskan dengan Sombongnya, bahwa tempat ini sudah ia booking seharian.
"Alamat curiga Dia .... Meh," batin Dirga khawatir.
Ia berdoa semoga saja Kiara tidak bertanya lebih lanjut, tentang keganjilan di tempat ini.
"Aku sudah pesankan makanan buat kamu," ujar Dirga
" Eh ... Sudah pesan, terima kasih ya!" balas Kiara senang.
"Oh ya Ga .... Aku perhatiin dari tadi, kenapa banyak banget ya bunga tulip di sini. Tapi waktu aku makan di tempat lainnya, nggak ada tuh hiasan sampe full tulip gini. Lagian waktu itu Pak Teguh pernah jelasin, kalau bunga yang boleh di pajang fresh itu cuma mawar dan bunga lokal, kalau yang impor nggak boleh!" tanya Kiara curiga.
"Eh masa sih?"ujar Dirga pura-pura. Ia melupakan fakta mengenai peraturan desa tentang bunga ini.
"Tenang Ga ... Stay calm,"batin Dirga mencoba tenang.
"Iya ... Makanya Aku kaget banget, pas masuk ternyata ada tulip yang kaya waktu itu kamu kasih ke Aku, sebenarnya kamu ini siapa sih Ga ?" tanya Kiara penasaran
"Apa Kamu yakin cuma sekedar tour guide?"
Lanjutnya bertanya.
"Emh ..."
__ADS_1
"Bahkan waktu itu Kamu bawa mobil bagus dan aku lihat juga, untuk ukuran penduduk desa kamu terlalu tidak biasa. Jam tangan yang Kamu pakai juga bukan jam tangan murah. Aku sebenarnya udah curiga waktu liat kamu pertama kali sih!!" seru Kiara mencerca Dirga.
Sedangkan Kiara sendiri, tidak sedikit pun memberi Dirga waktu untuk membalasnya .
"Panjang banget pertanyaannya," batin Dirga gemas.
"Ahh ... Kamu terlalu curiga deh sama Aku, nggak baik loh curigaan sama temen sendiri. Kalau mengenai jam tangan itu adalah hadiah dari temen Aku, terus mobil yang Aku pakai juga waktu itu mobil Kantor, kebetulan Aku di di percaya dan di bebasin untuk memakainya kapan pun. Beruntung yah Aku punya bos yang baik banget!" balas Dirga bohong.
Ia dengan lancar dan semeyakin kan mungkin, memberikan alasan agar Kiara tidak curiga.
"Oh ya .... Jadi begitu, maaf ya Aku udah curiga sama Kamu. Tapi Kamu nggak bohong kan sama Aku, Kamu harus tahu kalau Aku paling nggak suka di bohongin, apalagi sama teman sendiri!" ujar Kiara menjelaskan.
Selama Ini Kiara paling tidak toleran dengan seorang pembohong, karena Ia pernah sekali di bohongi dan itu mengakibatkan luka yang paling dalam.
"Jadi kamu ini kerja sebagai apa Ga sebenarnya?" tanya Kiara (lagi) dengan rasa penasaran tinggi.
Dirga tersenyum sebelum menjawab, ia memikirkan dan memberikan jawaban yang mudah-mudahan, membuat Kiara tidak bertanya apalagi sampai curiga lagi.
"Kalau Kamu tahu yang sesungguhnya, apa Kamu bakal marah sama Aku?" tanya Dirga mematikan.
"Ehhh ... Kamu aneh deh, kenapa Aku harus marah?" jawab Kiara bertanya dengan heran.
"Ra ... Kita ulang lagi yah perkenalan Kita, tapi janji Kamu nggak akan marah sama Aku," ujar Dirga dengan serius.
Alis Kiara terangkat penasaran dengan maksud dari Perkataan Dirga.
"Maksudnya?" tanya Kiara penasaran.
"Ra ... Sebenarnya Aku ..."
Bersambung
\=\=\=\=
__ADS_1
Apakah Dirga akan jujur kepada Kiara tentang siapa dirinya?
Salam hangat dari saya, sehangat minyak telon.