
Happy reading vrohh
¶¶¶¶¶¶¶¶¶
dasi neoreul *** su isseulkka dasi🎶
seuchyeo jinaga beorin unmyeong ape seo isseo🎶
kkaeji moshal kkumieosseulkka uri🎶
meoreojineun neoege jeonhaji moshaesseo
hanbeondo🎶
neol saranghae🎶
nae gipeun maeumsok🎶
Don?t let me cry🎶
Bunyi dering nada panggil dari handphonenya, membuat kiara mengalihkan pandangannya ke arah meja hias tempat Ia tadi meletakkan handphonenya, Ia menghampiri dan mengangkatnya.
Kiara melihat nama dari penelpon ternyata nama Dirgalah yang terpampang di layar handphonenya
" Aku belum siap bicara sama kamu Ga " gumamnya berharap Dirga menyerah dan membiarkannya menenangkan fikiran nya untuk malam ini, akhirnya setelah lima kali Dirga mencoba menelponnya Dirga menyerah
dan berhenti menelpon
.
" Hufttt .... Akhirnya" Kiara mendesah lega dan buru buru menekan nomor handphone Elisa untuk melanjutkan Sesi introgasinya.
Tuuut... Tuuut... Tuut
klik.
"Akhirnya ... Yaa setelah sekian lama di tunggu"
__ADS_1
Kiara yang mendengar kalimat pertama dari Elisa penuh dengan nada sarkasnya pun terkekeh kaku,
" Ya lord punya temen kok gak sabaran banget" batin kiara
" He he.... Sorry sorry "
" Jadi, mulai dari mana kamu mau cerita
sama Aku ?" tanyanya tidak sabaran
" Oke Aku mulai yaa..."
" Um um buru Ra ..."
"Sabar donk.... Oke.. Jadi nama nya Dirga. Kamu inget nggak, yang waktu itu Aku cerita sama Kamu Aku hampir di tabrak terus di anter ke Rumah sakit itu?" tanya Kiara
" Umm ... Aku inget, di hari pertama kamu di kota y itu kan?" jawab Elisa mengingat lagi percakapan nya dengan kiara beberapa hari lalu
" Un ..... Dirga ini orang yang sama, jadi singkatnya Dirga beberapa hari ini jadi Pemandu wisata Aku, gantiin pemandu yang dulu. Nah dari situ kita mulai deket, awalnya cuma ngobrol biasa terus itu jadi lebih akrab"
" Ya ya terus terus gimana" sela Elisa yang membuat Kiara berdecak lidah, mendengar nada nggak sabaran dari orang di seberang telpon.
tanya " omel Kiara sebel
"Hehehe .... Sorry sorry , lanjut Ra " kekeh Elisa dengan watadosnya
" Entah kapan kita berdua jadi akrab, Aku juga nggak merasa risih atau canggung sama Dia.
Bahkan, waktu dia melakukan Kontak Fisik aku juga tidak menghindar, Aku tidak marah waktu Dia pegang tangan aku, atau ngelus kepala aku Sa ..." ujar Kiara yang di sambut oleh pekikan histeris Elisa
" What ... Kamu beneran nggak marah sama Dia? di pegang tangan sampai ngelus kepala kamu Ra ... Bukannya berarti kamu punya rasa sama Dia ? " sela dan tanya Elisa
" Nggak sesimple itu Saaaa .... Is kamu dengerin Aku dulu lohhhh baru komentar" omel Kiara (lagi)
" Tehehe ... Maap neng khilaf" jawab Elisa terkekeh dengan gurihnya
" Sekali lagi kamu nyela kalimat Aku , Aku tutup nih Teleponnya! " ancam Kiara
__ADS_1
"Oke siap Bu." balas Elisa cepat
" Terus Bla .. Bla... Bla.."
Kiara menceritakan awal pertemuannya dengan Dirga secara rinci kepada Elisa, tanpa di sela oleh pekikan maupun komentar dari Elisa , mulai dari pertemuan karena kecelakaan, menjadi Guide Tour, menggendongnya saat Ia lelah berjalan jauh, di beri oleh Dirga setangkai Tulip ungu, makan di tempat spesial. Hingga hal terkecil pun tidak Ia lewatkan, kecuali pada bagian Ia melihat perempuan yang sudah Kiara bilang nggak sudi nyebut namanya, hingga kejadian terakhir di danau kunang-kunang.
Setelah selesai bercerita, yang lancar tanpa gangguan. Akhirnya Kiara menanyakan apa pendapat Elisa kedepannya untuk dirinya.
Elisa membuang napas lelah, karena Ia mendengar cerita dari Kiara tanpa jeda seperti Kereta berjalan. Sehingga Ia sendiri lupa cara bernafas.
"Ni temen satu kebiasaan kalau ngomong gak pake titik bikin gemes aja" benerkan Elisa aja yang sahabatnya dari zaman purba gemes sama Kiara kalau udah ngomong. Apalagi Dirga makhluk ciptaan tuhan yang gak kuat terhadap godaan terhadap Kiara LOL, jadi jangan salahin Dirga sering menahan rasa gemasnya jika Kiara berceloteh.
Ckckckc .
" Huft .... Gini Ra, menurut Aku dari awal Dirga sudah kasih kamu Clue deh, tentang perasaannya sama Kamu. Tapi kamunya aja yang gak peka" jelas Elisa
" Kapan? " sela Kiara nggak sadar sangking cepatnya Ia bertanya pernyataan dari Elisa , Elisa harus menjauhkan handphonenya dari telinga saat mendengar pekikan bernada tinggi dari Kiara.
" Yakkk ..... Kiara niat banget ya mau bikin telinga Aku budeg mendadak" pekik Elisa ikut ikutan dengan nada tingginya dan sekarang gantian Kiaralah yang harus menjauhkan handphone dari telinganya.
" Yak ... Kamu juga sama" balas Kiara sembari menggosok telinganya pelan berharap telinganya nggak ikutan budeg seperti telinga sahabatnya Elisa.
Mereka terdiam sejenak dan kemudian sama-sama mentertawakan kelakuan aneh masing-masing.
Hahahaha... Hihihi
Setelah puas mentertawakan diri masing-masing, barulah Elisa berdehem dan melanjutkan kalimatnya dengan nada serius
" Ya ... Aku yakin, dia dari awal udah kasih kamu Clue ... Mau aku sebutin?" tanya Elisa yang membuat Kiara penasaran.
" A ... Apa.. Coba Kamu sebutin? " jawab Kiara gugup, nggak sanggup mendengar pernyataan Elisa, yang takutnya malah akan membuatnya Baper (bawa perasaan) sendiri.
" Ehem ... Pertama itu .... "
\=\=\=\=\=\=\=
Yakkk.... Tunggu kelanjutan cerita nya ya jangan kemana mana
__ADS_1
Jangan lupa jempol and coment nya yaaa guys