
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Hiks hiks....
" mampus anak orang nangis"
" sa..."
" maaf...."
" ehhh"
Faro yang ingin memanggil elisa pun berhenti dan kaget saat mendengar kata maaf dari elisa sendiri.
" maaf aku nggak maksud untuk membuat kamu khawatir" ujar elisa pelan di sertai isakan kecil nya
" aku tahu seharusnya aku hubungi kamu dulu sebelum aku kesini, maafin aku.
aku cuma ingin segera bertemu kamu" lanjut elisa menjelaskan kedatangan nya.
Blush...
Entah faro yang salah paham atau apa tapi akibat kata kata ambigu dari elisa membuat pipi faro seketika merona malu
( elisa... Kata kata mu maksudnya apa? Kenapa bilang ingin segera bertemu?)
Iya, elisa sadar tempat ini bukan tempat yang bisa seenaknya ia datangi.
pandangan yang ia terima dari lelaki dan perempuan yang datang ke bar ini membuat ia sadar jika ini bukan tempat aman di datangi seorang diri apalagi bagi nya yang pertama kali menginjakan kaki di sini.
Sikap faro yang dingin pasti karena marah dengan sikap ceroboh nya saat ini.
" fine... Lupain yang tadi, inti nya tempat ini bukan tempat yang pantas kamu datangi.
Aku nggak mau ada yang berbuat tidak senonoh dengan kamu di sini.
Kamu cewek baik dan tempat kamu bukan di sini sayang, maafin aku" ujar faro menjelaskan dengan lembut untunglah cewek yang saat ini di pelukan nya bisa mengerti nya.
" ck... Nggak salah pilih bini gue"
Elisa yang mendengar nada lembut dan panggilan sayang tanpa canggung dari faro tentu saja merasa senang dan merona.
Dua minggu kemarin saat ia berfikir jika faro hanya ingin php saja dengan nya dan membuat nya galau nggak jelas akhirnya saat ini menjadi kejelasan untuk nya.
Yah... Meskipun harus pakai acara seperti ini tapi ia senang bisa melihat sisi faro yang berbeda dari biasa nya.
Jika biasa nya ia akan menolak skinship dari faro Kali ini ia tidak ragu untuk membalas pelukan faro, karena saat ini ia sudah yakin jika memang ia juga menginginkan faro untuk nya dan mungkin juga di balik sikap ceroboh nya hari ini sebenarnya ada alasan lain yah.. Contoh nya ingin cepat bertemu doi
Deg.. Deg... Deg...
" ini pertama kali aku bertindak sebelum berfikir, ya tuhan... Kenapa hanya karena seorang faro aku jadi bodoh begini"
Batin elisa malu
" jadi ada apa hmm?" tanya faro, ia melepas dengan perlahan pelukan nya namun tidak sampai terpisah hanya untuk melihat wajah elisa saat ini.
" duhhh... Kiyut nya"
Meski ada sedikit sisa air mata di sudut mata sipit elisa itu tidak mengurangi kecantikan elisa.
Elisa melihat ke arah faro yang bertanya kepada nya, Kali ini faro sudah tidak mengeluarkan nada dingin nya sehingga elisa pun sudah mulai rileks lagi.
" aku butuh bantuan kamu" ujar elisa, ia menatap tepat ke arah mata faro seakan bilang jika ia sungguh sungguh butuh pertolongan dari nya.
" kamu lagi ada masalah?" tanya faro khawatir
" bukan aku" balas elisa di ikuti gelengan kepala nya
" lalu siapa ?" tanya faro Penasaran dengan alis terangkat sebelah.
" kiara" gumam elisa sedih menatap faro dengan ekspresi cemas nya yang kentara
" maksudnya?" tanya faro bingung
" ini juga ada hubungan nya dengan dirga, tadi aku ke rumah kiara.
Kiara sangat terpukul kare..."
" oh.. Masalah itu" sela faro cepat , belum juga elisa menyelesaikan cerita nya faro dengan nada santai nya menyela perkataan elisa.
" ehhh... Maksud kamu apa?" tanya elisa. kening nya berkerut bingung karena faro menanggapi cerita nya yang belum sempurna dengan santai
" ini kan tentang sahabat nya loh, kok aneh banget" batin elisa bingung
" kamu mau cerita tentang masalah berita hoax di internet dan televisi itu kan?" tanya faro menuai anggukan dari elisa dengan raut wajah kaget
.
" kalau masalah itu kamu tenang aja sweaty" ujar faro pede dengan tangan mengusak kepala elisa gemas
" ehhh... Maksudnya apa far?" tanya elisa bingung, bahkan sangking bingung nya ia tidak mempermasalahkan faro yang mengusak kepala nya reseh.
" kamu lupa siapa yang akan kamu bahas tadi?" tanya faro tanpa menjawab rasa bingung elisa
__ADS_1
" apa sih, tentu saja aku ingat dong.
Aku kan bilang ada masalah dengan kiara dan dir....ehhh..."
" baru konek hmm, biasa nya kamu cepet banget nyambung nya kok jadi lemot gitu " ujar faro meledek elisa yang saat ini menggembungkan pipi nya sebal
Pffftt...
" kok ketawa? " tanya elisa galak, mata nya melotot namun beda dengan pipi nya yang merona malu
" siapa yang ketawa, nggak tuh.... " balas faro mengangkat bahu cuek tapi tidak sejalan dengan bibir nya yang bergerak seakan menahan kikikan nya.
" ih... Apa sih, jangan ketawa.
Iya aku tahu, seharusnya aku nggak perlu cemas berlebihan mengingat siapa yang saat ini sedang kena skandal " ujar elisa jutek menutupi malu nya.
" itu tahu...." balas faro singkat, ia kemudian membawa elisa untuk duduk di ranjang nya sedang kan ia mengambil handphone di saku celana nya dan menekan nomor telepon untuk menghubungi seseorang.
Klik
" gue di kamar"
"...."
" yaa.. "
Tut
Panggilan berakhir faro kembali mendekat ke arah elisa yang duduk memperhatikan nya dalam diam saat tadi ia menelepon seseorang.
" tunggu sebentar ya, kita bahas sama sama" ujar faro ambigu membuat elisa mengangkat alis menggantikan kata tanya dari nya.
Faro tidak menjawab namun hanya tersenyum kemudian memberikan sekaleng soda yang faro bukakan sebelum nya dan di terima segera oleh elisa.
" thanks" ujar elisa pelan kemudian menyesap minuman nya.
Faro baru saja ingin duduk di sebelah elisa tapi ketukan pintu kamar nya membuat ia membatalkan niat mulia nya.
" ck... Ganggu aja".
Ceklek
" yo" sapa raka santuy masa bodo dengan ekspresi yang di pasang faro saat ini
Sedang kan dirga hanya melenggang dengan seenak jidat nya tanpa permisi dengan yang punya kamar.
" hai sa.. " sapa raka ramah dengan senyum genit seperti biasa nya dan di balas senyum maklum dari elisa sudah biasa fikirnya.
" nggak usah genit sama calon istri orang mau gue tendang ke luar angkasa lu?" ujar faro judes saat melihat raka yang sudah siap dengan mode playboy nya
" apa sih abang faro nggak seru ih... " balas raka dengan suara di buat buat, menuai kikikan geli dari elisa yang mendengar nya.
Walau raut wajah nya datar biasa saja tapi elisa dan orang yang saat ini ada di kamar faro tahu jika dirga sedang dalam keadaan marah stadium akhir.
" kita tunggu dani" lanjut dirga, ia membuka laptop yang di bawa nya kemudian mengotak atik nya hingga ketukan di pintu dan di susul dani menginterupsi kegiatan orang di dalam.
" gimana?" tanya dirga ambigu
" beres" jawab dani kemudian ikut duduk santai di sebelah dirga yang sedang melihat lihat laporan dari dani.
" jadi ga, elisa juga mau bahas masalah ini tuh" ujar faro membuat dirga mengalihkan pandangan nya dari layar laptop ke arah elisa yang kaget namun kemudian mulai sadar akan kode yang di berikan faro.
" kenapa sa?" tanya dirga datar seperti biasa
" apa kamu sudah menjelaskan masalah ini sama kiara?" tanya elisa to the point
Dirga menggeleng namun kemudian tersenyum
" belum... Tapi biar aja dulu, kira kira kamu tahu sesuatu?" balas dan tanya balik dirga
" Yahhh... Seperti nya aku tahu jika aku nggak salah tebak" balas elisa sedikit ragu.
" nggak usah ragu gitu, kamu bisa jelasin apa yang kamu tahu selanjutnya biar aku yang urus" ujar dirga santai namun sebenarnya dirga sudah tahu apa yang akan di katakan oleh elisa.
"semoga tebakan gue bener"
" seperti yang kamu tahu, masalah ini sama persis seperti kejadian beberapa tahun yang lalu.
Aku hanya berfikir mungkin saja orang yang menyebabkan ini juga orang yang sama" ujar elisa
" bisa lebih spesifik sa jelasin nya? Kamu bisa sebut nama langsung, nggak usah takut nggak ada yang akan mengganggu kamu setelah ini" ujar dirga
" tapi aku takut salah" balas elisa belum yakin bagaimana pun nama yang akan dia sebut ini memiliki latar belakang keluarga yang cukup kuat
Puk..
Sebuah tangan menepuk bahu nya lembut di susul senyum menenang kan seakan bilang jika ada dia yang melindungi membuat elisa ikut balas tersenyum.
" nggak perlu takut, kamu ada di bawah perlindungan aku" ujar dirga seakan tahu jika memang itu yang di takuti elisa
"iya kamu nggak usah khawatir sa, abang raka yang akan melindungi kamu" timpal raka serius namun tidak bisa membuat faro yang duduk di sebelah elisa tidak menggeram marah
" sorry aja gue aja udah cukup untuk membuat elisa aman" ujar faro posesif memandang raka dengan sorot mata mengancam.
Raka terkekeh, senang membuat faro menampilkan raut wajah judes posesif nya.
" ck.. Satu lagi sahabat strong gue yang kena virus bucin".
__ADS_1
" melisa, melisa sudirjo teman sekolah kami.
Dari dulu dia memang paling benci dengan kiara.
Bahkan dulu juga dia yang menyakiti kiara melalui kaisar" ujar elisa
" aku punya firasat jika dia juga dalang dari masalah ini" lanjut nya dengan gumaman antara yakin dan tidak
Suasana sunyi sejak penjelasan dari elisa, sedangkan elisa menatap satu persatu ekspresi orang di sekitar nya.
" kenapa pada biasa aja gitu sih" batin elisa bingung
" kenapa tanggapan kalian pada biasa aja sih?" ujar elisa menyudahi keheningan sesaat yang tadi tercipta
" dani udah bisa di lihat?" tanya dirga tanpa menjawab pertanyaan bingung elisa membuat elisa semakin tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.
" yup... Beres" balas dani senang
" nih..." lanjutnya memutar laptop di pangkuan nya menghadap ke arah elisa, faro dan raka yang kompak langsung melihat ke arah layar laptop di mana sedang menayangkan cuplikan cctv posisi jauh dari meja dirga dengan sekat tanaman hias, di mana ada seorang wanita mengarahkan handphone ke arah di mana dirga dan wanita yang ada di foto sedang duduk berdekatan kemudian pergi meninggalkan restoran dengan langkah terburu buru.
" ya tuhan, itu... Itu melisa" ujar elisa dengan tangan ia gunakan untuk menutup mulut nya karena terlalu shok
" yup... Dengan ini aku tambah yakin kalau dia ini yang udah ngambil foto aku sembarangan. Rekaman sebelumnya memang dia ada semacam rapat gitu jadi penjaga aku tidak curiga sehingga dia lolos dari pengawasan" ujar dirga panjang lebar menjelaskan kesimpulan nya yang semakin benar dan tepat sasaran.
" maka nya kamu nggak kaget pas denger aku nyebut nama dia?" tanya elisa Penasaran
" may be...." jawab dirga mengangkat bahu acuh kemudian tersenyum kecil
" tapi thanks ya sa udah jagain kiara tadi, dengan ada nya kamu di sisi kiara aku lega.
Mama yang bilang kalau kamu yang membuat kiara percaya sama aku " lanjut dirga tulus
" eh...... Mama kasih tahu kamu? Tapi kenapa kamu belum ketemu dan jelasin ke kiara ga? "tanya elisa Penasaran
" nanti aja, aku punya rencana lebih bagus" balas dirga dengan senyum misterius nya.
" lagian aku mau lihat dulu bagaimana kiara menyikapi masalah kali ini, seperti yang kamu tahu, aku ini seorang wijaya sekali kali aku mau kasih lihat kiara sebuah realita dan fakta tentang kehidupan keras aku.
Aku mau kiara kuat, aku mau kiara sadar jika hidup itu jangan terlalu percaya dengan apa yang dia lihat di satu sisi tanpa tahu sisi yang lainya.
Terkadang kepolosan kiara membuat kiara lemah dan aku takut kiara yang akan selalu jadi sasaran untuk melawan aku." lanjut dirga dengan nada tegas nya.
Elisa takjub melihat nya, ternyata ini alasan di balik sikap arogan yang di miliki dirga.
Kehidupan dunia bisnis yang kejam membuat dirga membangun tembok tak kasat mata.
" dirga Terimakasih sudah memilih kiara " ujar elisa tiba-tiba menuai kernyitan di kening dirga karena bingung
" terima kasih karena bisa menerima dan memaklumi sifat dan sikap kekanakan kiara.
Hidup dengan perlindungan keluarga membuat kiara manja dan keras kepala.
Tapi hati kiara yang lembut lah yang membuat ia mudah di sukai sekaligus di benci .
Kiara beruntung memiliki kamu, Tolong jaga kiara ku ya ga " lanjut elisa dengan mata berkaca-kaca, ia senang karena kiara memiliki lelaki hebat seperti dirga.
" ya tuhan... Semoga kedepannya mereka bahagia"
" bukan kiara yang beruntung tapi aku sa...." balas dirga tulus
" berkat kiara aku jadi lebih ingin kuat dan hebat.
Seperti yang kamu bilang hati kiara yang lembut yang membuat aku luluh dan semakin mencintai nya.
Dulu aku nggak punya niat buat jatuh cinta lagi, tapi entah kenapa sejak bertemu kiara perasaan cinta dan sayang ini muncul malah lebih parah menjadi posesif. Khe... " lanjut dirga di akhiri kekehan kecil nya lucu karena ia termakan omongan sendiri
Ia ingat jika dulu ia sempat ingin menolak perjodohan ini tapi malah ia yang terjerat, bahkan pemikiran konyol nya pun jadi kenyataan....
Masih pada ingat waktu dirga berharap calon tunangan yang akan di tunangkan dengan nya kabur karena menolak eh.. Ternyata benar apa ada nya.
Tapi lihat sekarang ia seorang dirga si arogan dan dingin luluh dengan tingkah dan kepolosan dari seorang cewek bernama kiara arya wicaksono tunangan nya calon istrinya dan ibu dari anak anak nya di masa depan.
Raka, faro, elisa dan dani melihat secara langsung seorang dirga terkekeh namun dengan wajah sedih di saat yang bersamaan hanya karena seorang kiara.
" dirga dan cinta nya yang besar, tentu saja seribu cewek menggantikan posisi kiara pun tidak akan ada yang sanggup"
" jadi bagaimana langkah selanjutnya ga?" tanya faro serius
" langkah gue ya... Hmmm mungkin buat perusahaan sudirjo bangkrut juga nggak cukup.
Ah... Seperti nya gue tahu apa yang lebih seru" jawab dan seru dirga santai
Tidak perduli bagaimana teman teman nya saat ini melihat ke arah nya dengan pandangan yang sama
" ini orang apa setan yang lagi di depan mereka"
(Khiiik... Itu bukan setan kok, tapi iblis ganteng berlabel kiara )
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisah nya
Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya yaa..
Vote dukung aku juga
Sampai babai
__ADS_1
Terimakasih