Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Marah


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Kiara dan kaisar sedang menikmati makan siang bersama di kafe dekat kantor kiara.


" makan yang banyak ra, biar tambah gendut" ledek kai sehingga membuat kiara pun cemberut


" enak aja aku nggak gendut ya.. Blee"


Balas kiara memeletkan lidah nya meledek kai


Kaisar tertawa melihat kiara yang membalas ledekan nya dengan ekspresi yang sangat di rindukan nya


" jangan salahin gue kalau gue terlalu terobsesi dengan lu chabi"


Deg


Kiara terdiam melihat kai tertawa, tawa yang seperti dulu tapi entah kenapa terasa berbeda di telinga kiara.


Judul saja meskipun tawa kaisar terlihat tampan, tapi tawa seseorang yang sudah dua hari ini tidak di temui lah yang sangat ingin ia dengar


" dirga..."


Kiara memperhatikan kaisar sampai ia melamun dan baru sadar ketika kaisar menepuk punggung tangan nya pelan.


Puk


" ada apa ra?" tanya kai khawatir


Melihat punggung tangan nya di pegang oleh kai, kiara segera menarik nya cepat.


" oh nggak, nggak apa-apa kok"


Balas kiara kemudian tersenyum kecil


" oh..." gumam kai kecil, kecewa saat kiara menarik tangan nya cepat.


" eh iya ra, kamu sudah tahu belum akan ada undangan reuni di sekolah kita nanti?" tanya kai semangat, mengalih kan rasa kecewa nya.


" oh ya... Aku belum dapat sih, soalnya aku belum buka buka e-mail, kamu kan tahu beberapa hari ini survey lapangan terus" jawab kiara kaget.


" untung aku kasih tahu, jadi gimana kamu dateng nggak?" tanya kai semangat


" ah.. Aku belum tahu nih. Aku lagi sibuk (nggak mood) banyak kerjaan " balas kiara dengan nada sedih nya.


" gitu... Tapi nanti kalau berubah fikiran kamu mau kan pergi sama aku" tanya kai tidak menyerah dengan senyum berharap nya.


" emmm... Liat aja nanti ya kai" balas kiara, ia memasang senyum yang jika di perhatikan adalah senyum terpaksa tapi tidak bagi kai yang melihat nya, ia mengira senyum kiara senyum menenangkan untuk nya.


" um.. Oke" ujar kai


Mereka melanjutkan makan nya di selingi obrolan tentang kerja sama dan kabar tentang teman mereka dulu, walau sebenarnya lebih banyak tentang kerjaan tapi kai menikmati nya.


Ding


Kai membuka pesan berisi foto dirinya dan kiara yang sedang bercanda dari anak buah nya yang sengaja ia perintahkan untuk mengambil gambar mereka berdua tanpa di ketahui kiara.


Senyum evil nya muncul tanpa kiara sadari karena saat ini kiara sedang melihat handphone nya juga.


Kaisar menekan aplikasi talktalk dan mengirim ulang foto nya bersama dengan kiara ke nomor handphone seseorang yang pasti kaget dan marah saat melihat isi nya.


" bagaimana dengan kiriman nya wijaya, jangan berterima kasih. Gue ikhlas kok ngirim nya" batin kaisar edan


" kai, aku udah selesai nih dan aku masih banyak kerjaan. Nggak apa-apa kan aku duluan?" ujar kiara tidak enak hati.


" oke nggak apa-apa kok, makasih ya sudah mau temani aku makan" balas kai maklum kemudian tersenyum.


" um... Terima kasih juga sudah ajak aku makan. Lain kali aku yang teraktir" janji kiara


Kai mengangguk dan tersenyum semakin lebar kemudian kiara pun berbalik dan berjalan meninggalkan kai yang mengubah senyum nya menjadi seringai mengerikan.


" lain kali ya, sepertinya gue sudah menang" gumam kaisar


" ah... Jadi nggak sabar nunggu kalian hancur dan lu balik ke sisi gue" lanjut nya dengan dingin


Kantor kiara

__ADS_1


Saat ini dirga sedang menunggu kiara Di depan kantor milik kiara, Dirga langsung meluncur Mengendarai mobil nya dengan kecepatan tidak main main.


Jangan salah walau sudah lama tidak main serodotan sama faro teknik mengemudi nya masih seperti dulu.


Hingga perjalanan yang mesti nya memakan waktu 30 menit menjadi 10 menit


( ini seriusan ga, nggak takut mati? Lebih baik mati daripada Di tinggal kiara thor, serius? Kalau gitu lu mati aja ya biar nanti kiara sama kaisar, berisik thor udah cepet lanjut aja)


Dirga menunggu di parkiran menyender kan tubuh nya pada body mobil nya, tidak lama yang di tunggu pun muncul.


Kiara sedang berjalan santai menuju kantor nya, ia tidak memperhatikan sekitar nya karena terlalu fokus dengan handphone nya.


Sudah dari restoran tadi ia sibuk berchat ria dengan elisa.


Sehingga ia sendiri tidak terlalu mengingat apa yang sudah di obrolkan ia dengan kaisar di restoran tadi.


Ckckckck


Dirga melihat kiara yang sedang sibuk dengan handphone nya dan jalan dengan kepala menunduk.


" bawel gendut jalan kok sambil main handphone" gumam dirga gemas


Dirga berjalan mendekati kiara yang juga sedang berjalan tanpa melihat kedepan.


Tap


" eh.....


" sepatu siapa ini"


Kiara berhenti berjalan karena seseorang berhenti di hadapan nya dan kiara pun mendongak ke atas melihat siapa orang yang sudah memblokir jalan nya.


" permi.....si"


Deg.. Deg..


Kiara kaget melihat siapa yang sedang berdiri menjulang tinggi di depan nya saat ini.


"dirga..."


Kiara mundur kebelakang dengan mata bergetar menahan air mata yang ingin menerebos keluar karena saat ini bukan saja perasaan marah dan sesak nya saja yang sedang ia rasakan, tapi juga rasa rindu yang tidak ingin ia akui.


" sayang" panggil dirga pada saat kiara mundur menjauhi nya.


Hati dirga nyeri euy di jauhi seakan akan ia kuman yang tidak boleh di dekati


Apalagi tatapan mata kiara yang masih menyimpan marah untuk nya tapi dirga menyadari di banding marah ada tatapan mata rindu yang lebih besar terpancar dari tatapan mata bergetar milik kiara


( nggak usah sotoy ga, apa sih ganggu aja)


" mau apa kamu kemari" ujar kiara ketus ia mengalihkan mata nya enggan melihat dirga, ia takut akan luluh jika terlalu lama melihat mata dan ekspresi wajah dirga.


" sayang, kita perlu bicara" balas dirga nada suara nya membuat kiara harus tetap menahan diri agar tidak segera mengiyakan ajakan dirga.


" tidak ada yang perlu di bicarakan" jawab kiara dingin.


" tapi sayang..."


" jangan panggil aku sayang" sela kiara cepat kali ini bukan hanya nada dingin tapi tatapan sinis nya


" ukh..apa ini yang nusuk hati gue"


" oke... Kiara ku, aku mohon kasih aku kesempatan untuk menjelaskan masalah kita dengan jelas" pinta dirga dengan ekspresi wajah yang kalau raka dan faro melihat bisa di bully berbulan bulan.


Kiara melihat dengan tidak tega ekspresi wajah dirga yang memelas meminta agar ia mau bicara dengan dirga.


" tidak" ujar kiara mengalihkan mata nya kemudian berjalan meneruskan langkah nya yang tertunda karena kedatangan dirga.


Grep


Dirga memegang lengan kiara dengan lembut mencegah kiara agar tidak meninggalkan nya


" please ra, bukan kah kita berjanji untuk tidak lari dan marah jika ada masalah?" ujar dirga mengingatkan kiara akan janji mereka berdua.


Kiara menegang mendengar perkataan yang memang benar jika ia sudah berjanji, tapi kiara belum ingin membahas nya ia masih ingin menenangkan hati nya.


" aku mohon ra " pinta dirga lirih


Kiara memejamkan mata nya untuk menghalangi air mata nya yang sudah ia tahan sedari tadi ingin keluar.

__ADS_1


" tidak" dan kiara pun menyentak tangan nya kuat hingga terlepas kemudian berlari meninggalkan dirga yang terpaku karena penolakan dari kiara.


Prok.. Prok.. Prok


" wahhh.... Lihat siapa yang baru saja di tolak..


Khe khe khu khu...


Seorang wijaya yang sombong dan arogan bisa mengeluarkan ekspresi memgenasakan seperti itu sungguh pemandangan yang indah" olok kaisar dengan senyum mengejek nya


" elu...."


Sebelumnya


Kaisar mengikuti kiara di belakang nya ingin melihat kiara lebih lama,


" itu kan.... Wahhh ada apa ini" ujar kaisar saat melihat dirga yang berdiri di depan kiara dan seperti nya sedang mencoba berbicara dengan kiara.


" bego.. Kiara itu orang nya nggak mau di paksa" gumam kai senang saat melihat bagaimana orang arogan seperti wijaya di sana menunduk untuk seorang wanita.


" yah nggak salah sih kalau itu kiara.


Bahkan gue juga rela berkorban perusahaan keluarga gue buat dia" gumam kaisar sambil terus menyaksikan drama percintaan di depan nya.


Kaisar melangkah kan kaki nya menuju dirga pada saat kiara berlari meninggalkan dirga yang terpaku di tempat.


Prok Prok Prok..


" elu.... Ba***at, mau apa lu di sini" tanya dirga marah


" gue kesini?" ujar kaisar menunjuk hidung nya kemudian tersenyum sinis


" tentu saja mau pulang ke kantor, bekerja dengan semangat sebab kiara-ku tadi kasih semangat buat gue waktu kita makan siang bareng, bagaimana apa itu udah cukup buat lu mundur tinggalin kiara heh?" ujar kai dengan kurang ajar nya.


Mendengar nya dirga tentu saja murka dan


Buagh..


Kepalan tangan dirga melayang ke arah pipi kai yang tidak bisa menghindar karena gerakan yang terlalu cepat dari dirga.


Kaisar terjatuh kemudian mengusap sudut bibir nya yang berdarah.


Cuih...


Kaisar meludah membuang slavia nya yang bercampur dengan darah milik nya akibat pukulan dirga yang tidak bisa di bilang pelan.


" anj***g..."


" hahahaha.... Lu kira pukulan lu sakit ya? Banci nggak ada apa-apa nya tahu" ujar kai memprovokasi


" ba****t" umpat dirga kalap


Dan selanjutnya adu jotos dan pun tidak bisa di hindari.


Mendengar keributan di area kantor nya, Securty yang bertugas pun langsung berlari menghampiri bahkan ada pejalan kaki yang berhenti untuk menyaksikan adegan kekerasan yang tidak patut di contoh anak anak ( seperti saya).


mereka berdua segera di pisah oleh Securty dari kantor kiara.


Tetapi tetap saja Kaisar terkapar tidak berdaya di jalan dan di bantu berdiri oleh salah satu petugas di sana,


sedangkan dirga masih bisa berdiri tanpa bantuan dengan nafas ngos ngosan.


" denger ini ba****t, jauhin kiara karena dia itu milik gue" ujar dirga marah menunjuk wajah kai dengan jari telunjuk nya yang panjang


" kalau gue nggak mau?" tantang kai songong


Seketika emosi dirga naik lagi ke ubun ubun dan baru saja dirga ingin menghantam kai dengan pukulan nya lagi suara keras seseorang menghentikan mereka berdua.


" apa apaan ini"


Dan


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kira kira siapa yang teriak menghentikan dirga?


Ikuti terus kisah selanjutnya.


Jangan lupa jejak komentar nya dan klik jempol nya loh

__ADS_1


Sampai babai


Terimakasih


__ADS_2