Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Cerita Jomblo Yang Lain


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Kantor Sutomo (Wiratmadja)


Kaisar saat ini sedang cekikikan, layaknya orang gila jatuh cinta. Hingga Ronald yang melihatnya pun ingin sekali membelai wajah Bosnya dengan buku agenda yang saat ini ada di tangannya. Penjelasanya tentang pertemuan dengan klien sama sekali tidak di gubris, seakan akan apa yang di jelaskan olehnya adalah lagu pengiring bagi pria jomblo yang sedang jatuh cinta.


" Sialan ... Terakhir Si koplak cekikikan pas Kiara mau di ajak makan siang, lah ini kenapa lagi coba?" batin Ronald Penasaran.


" Jangan - jangan .." lanjut Ronald curiga masih dalam batin


" Kai" panggil Ronald


" Oit"


Ronald sabar


Wiwi gimbil ...


" Kai, kita ada Meeting" ujar Ronald sekali lagi mencoba sabar


" Oke"


" Ahaha ... Apasih jawabnya gitu amat"


Ronald masih sabar


" Kai, kita meeting sekarang" ini Ronald masih sabar tenang saja


" Ck ck ck ... Kebiasaan Si songong, yang salah siapa yang kena siapa"


" Sabar Ron ..."


" Kenapa dulu Si chuby mau sama Si songong"


" Minta di gampar nih Bos koplak"


" Eh ... Dia di ketawain mampus"


"...."


" Emang tuh Si songong enaknya di bully"


"...."


" Gile emang en ...


" Woy Kaisar Wiratmadja Sutomo, Lu mau Gue banting pake gaya apa hah? Sialan, mulut gue berbusa jelasin tentang meeting. Lu enak- enakan godain anak perawan orang. Udah bosen makan nasi Lu hah? Mau Gue bakar hah ini kantor? Iya? Apa sekalian Lu yang Gue bakar hah? "


Ronald yang sudah nggak tahan dengan kelakuan Kaisar, segera tanpa pandang bulu mengeluarkan sumpah serapahnya dengan kosa kata indah. Ia tidak perduli saat Kaisar kaget hingga handphone milik kaisar terjatuh sangking kagetnya karena suara membahana darinya.


Sekarang kalian fikir, siapa yang nggak akan kesal kalau di kacangin? Apalagi ini mengenai urusan kantor, mangkuk mereka mencari rezeki. Tadi saat Ia menjelaskan tentang bahan Meeting hari ini, Eh ... Si Bos koplak merangkap sahabatnya malah enak-enakan cekikikan sama handphonenya tanpa mendengar apa yang di sampaikannya.


Ronald ini kurang sabar apa coba? Ia bahkan sudah berulang kali mengingatkan jadwal meeting tapi apa yang Ia dapat? Apa coba?.


Seandainya ini bukan Negara hukum, sudah Ia pastikan besok di Koran Kampas akan muncul berita, yang pastinya menghebohkan jagat maya hiburan setanah air dan sebangsa. Tentang penemuan seorang pria jomblo menggantung di pohon cabe dengan Ia sebagai pelakunya.


" Piiiip ... Pip ... Piiiip ... Piiipp."


Kaisar kicep dengan mata kedip kedip minta di colok, saat melihat Asisten merangkap Sahabatnya, yang saat ini sedang ngamuk di sertai sumpah serapah yang di sensor oleh Author , sangking lebih berwarna dari milik Raka and The Strong. Seketika Nyalinya menciut saat melihat Ronald dalam Mode Gahar.


Jantungnya hampir saja copot saat mendengar suara membahana dari Ronald, bahkan handphonenya ikut jadi korban saat Ia kaget mendengar Ronald ngamuk.


Salahnya juga sih, padahal Ronald sudah mengulangi beberapa kali tentang meeting nanti. Tapi dasar memang Ia yang bebal dan terlalu menikmati Chating bersama seseorang yang masih memiliki ikatan keluarga dengan Adiknya , sehingga suara dari Ronald malah terdengar seperti lagu Boyband dengan judul lagu yang mengandung kata Sarangheo-sarangburung. Lagu yang lagi hits untuk para jomblo Otw nggak jomblo seperti dirinya.


Kaisar segera memutar otaknya, saat melihat Ronald yang masih ngamuk tiba-tiba mengangkat gelas di mejanya.


" Oy oy ... Jangan di banting Ron, iya Gue salah. Gue minta maaf yah, jangan ngamuk lagi" seru Kaisar panik, Ia tidak ingin ada kekerasan terjadi di dalam ruangannya apalagi di depan matanya sendiri.


" Siapa yang mau banting gelas?" tanya Ronald bingung


" Lah, lu ngapain pegang gelas?" seru Kaisar balik bertanya, dahinya mengernyit saat Ronald malah dengan santai meminum gelas berisi air hingga tandas.


" Loh bukan mau di banting yah?" batin Kaisar bingung


" Gue haus, capek nyaplak terus tapi yang di caplakin malah cuek bebek. Ingin rasanya gue ngomong kasar tapi takut dosa" balas Ronald manahan kesal, setelah menghabiskan segelas air putih milik Kaisar tanpa dosa.


" Bodo amat, nggak perduli" batin Ronald cuek


" Dari tadikan udah ngomong kasar Ron? " sahut Kaisar polos


" Tapi di sensor."


" ... "

__ADS_1


" Kenapa diam saja? Udah sadar, apa masih ngigau?" tanya Ronald sudah mulai reda, emang yah air putih itu pas di minum saat hati sedang terbakar dan bergejolak ingin menampol seseorang.


" Ron ..." panggil Kai


" Paan?"


" Lu PMS yah?" tanya Kia dengan watadosnya


" ... "


" Ron! "


" ... "


"... "


Oke, Kaisar siap-siap mengeluarkan jurus andalannya sekarang. Saat Ronald sudah mengeluarkan tanduknya, Ia mulai menghitung dari angka 1 dalam hati dengan kaki melangkah mundur.


" 3 "


" Kabuuuurrrr .... Wkwkkwkw"


" Kaisar koplak sialan mati aja lu"


Wkwkwkwkwk


Grep ...


" Mampus Lu, mau kabur kemana hem? Mau mati pakai cara bagaimana?" tanya Ronald dengan suara mendesis. Setelah Ia berhasil memiting leher Kaisar, saat Bos koplaknya hendak kabur.


" Hek ... Khek ... Amhpun ... Okhek, ngghak becan ... Kheehk."


" Apa Kai? Ngomongnya nggak jelas, coba ulangi! " ujar Ronald santai, Ia sedikit puas saat melihat Bosnya hampir menuju jalan damai. Ia sedikit melonggarkan pitingannya di leher Kai, saat tangannya di tepuk tanda menyerah.


Hosh ... Hosh ... Hosh


" Ampun Ron, nggak lagi - lagi" seru Kai buru-buru setelah Ia bisa bernafas.


" Gue tadi lagi jelasin apa hem?" tanya Ronald, Ia merenggangkan lehernya ke kiri dan kanan, seakan-akan bersiap jika Kai tidak bisa menjawab pertanyaannya. Bahkan jari-jari tangannya ikut ia lemaskan hingga bunyi


Kretek ... Kretek


Terdengar mengerikan di pendengaran Kaisar, yang langsung menelan slavianya susah payah merasa ciut.


" Kampret, Bos di nistain anak buah sendiri" batin Kai dengan keringat dingin mengalir di dahinya.


" Ten


( Wah gile nggak sadar diri. Masa sih thor? )


" Oke fine Ron, Gue denger kok Ron tenang aja. Tadi itu Lu bahas tentang meeting hari ini, dan 15 menit lagi kita mulai meetingnya. Iyakan?" balas Kaisar lancar, setelah bisa mengendalikan dirinya.


" Good" seru Ronald puas dengan senyum kemenangannya.


" Good endasmu gundul, Gue hampir menuju syurga. Sialan ..." batin Kai horor, Ia mengusap leher tampannya yang jadi korban sahabatnya yang tersenyum puas saat Ia menyerah.


" Yok" ajak Ronald santai, kemudian melenggang pergi meninggalkan Bosnya yang sedang misuh-misuh di belakang sana.


" Woi Rontres ( Ronald stres ) yang Bosnya Gue atau Lu sih" seru Kai kesal, saat Ia di tinggal begitu saja.


" Lu lah" sahut Ronald santai tanpa menoleh ke arah Bosnya yang semakin misuh-misuh nggak jelas di belakang sana.


" Bodo amat, ngeselin jadi atasan" batin Ronald tertawa puas


Skip


Beberapa hari kemudian


Hari ini Kai yang sudah berjanji akan menjemput Dia, segera menyelesaikan urusannya di kantor. Ia melihat jam tangannya, masih ada waktu 2 jam sebelum menjemput Dia di lokasi Pemotretan. Tapi untunglah lokasinya tidak terlalu jauh.


Jujur saja, Dia yang mempunyai sifat 11-12 hampir sama dengan Kiara membuatnya seperti sedang berhadapan dengan Kiara. Ia merasakan nyaman, sama seperti saat berada di sisi Kiara. Bentuk rupa wajahnya pun hampir sama, meskipun Kiara lebih ada sesuatunya tapi Dia memiliki keistimewaan lainnya, dan apa itu Ia sendiri belum tahu, tapi yang jelas Ia nyaman saat berbicara dengan Dia jadi kenapa tidak di jalani dulu.


Kaisar segera menekan angka 1 pada pesawat telepon yang ada di atas mejanya, menghubungi Ronald untuk melanjutkan pekerjaan yang sudah Ia kerjakan.


Klik ..


" Ron "


" Kenapa Kai"


" Ron, Gue udah kirim E-mail coba Lu cek. Terus itu di pelajari lagi, kalau oke langsung kirim ke klien" ujar Kia To the point


" Oke"


" Sip" balas Kai kemudian menutup panggilannya.


Kaisar segera membereskan meja kerjanya yang sedikit berantakan, lalu setelah selesai Ia memakai Jasnya dan mengambil kunci mobil yang Ia letakkan di laci. Setelahnya melenggang pergi menuju pintu ruangannya dengan langkah ringan, Ia tidak sabar untuk bertemu Dia yang beberapa hari Ia kenal.


Kaisar mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, tidak terlalu terburu karena waktu yang di tentukan juga masih lumayan lama. Sambil melihat chat terakhir dari Dia, tiba-tiba senyum lebar Mampir di bibirnya saat membaca lagi isi pesan tersebut.

__ADS_1


" Gila, Gue bisa menerima Dia lebih cepat dari yang gue duga" Batinnya geli sendiri.


Dulu, Ia kira hanya dengan Kiara Ia bisa tersenyum senang. Nyatanya hanya beda beberapa waktu ada cewek yang bisa membuat Ia nyaman meskipun awalnya karena Dia mirip dengan Kiara, tapi setelah beberapa hari saling berkomunikasi ternyata Dia dan Kiara berbeda. Tapi, kalau boleh jujur sebenarnya Kiara masih menempati posisi tertinggi di hatinya.


Kaisar sampai di pantai tak jauh dari kota S, lokasi Pemotretan Dia berlangsung. Ia mengambil handphone di saku celananya untuk menghubungi Dia.


Hingga nada sambung ke 3 barulah panggilan darinya di terima.


Klik


" Halo Mas !"


" Mas udah sampai, kamu di mana?" tanya Kai dengan kepala celingak celinguk mencari seonggok manusia yang saat ini sedang di teleponnya.


" Di sini Mas !"


Tepat saat Dia menjawab di sini , Kaisar melihat seorang wanita dalam balutan baju Bikini sexy yang memperlihatkan perut datar berkulit putih tanpa cela, berjalan ke arahnya sambil melambaikan tangan ceria tentunya di sertai senyum kecilnya .


Deg ... Deg ...


Jantung Kai menggila, wajahnya merona malu melihat tampilan vulgar dari Dia. Seumur hidupnya meski sering melihat penampilan seperti itu, tapi menurutnya ini adalah yang paling menggoda menurutnya. Namun tiba-tiba hatinya merasa terbakar saat melihat sekeliling yang ternyata banyak mata pria kurang ajar melihat ke arah Dia, memandang dengan tatapan Mupeng.


" Saus tar - tar , beraninya mereka melihat yang seharusnya Gue doang yang boleh lihat" batin Kai eror.


( Permisi Bang-kai nggak salah ngomong ya? Otw jadian thor tenang aja )


Kaisar membuka Jas kantornya dan ikut berjalan dengan langkah cepat menghampiri Dia yang malah cuek bebek di tatap kurang ajar.


" Hai Mas Ka ...


Grep..


" Pakai Jasnya, Gue nggak mau Lu di lihat sembarangan orang " ujar Kai posesif menyela ucapan orang yang di temuinya, setelah menyampirkan Jas miliknya di bahu terbuka Fania yang hanya bisa kedip kedip mata polos.


Ya ... Fania adalah seseorang yang mirip Kiara, meski tidak memiliki senyum manis gigi kelinci dan lesung pipi seperti Kiara, tapi Dia juga tidak kalah mempesona dari chabynya.


Fania merona malu, saat tiba-tiba kaisar menyampirkan Jas dengan posisi memeluknya dari depan, seakan menutupinya dari pandangan mata lelaki di sekitarnya. Resiko pekerjaannya sebagai publik figur membuatnya harus terbiasa menjadi konsumsi mata publik.


" Em, Mas Kai ... Kita ke tempat istirahat aku aja yuk" ujar Fania gugup, Ia melepaskan pelukan yang Kai sendiri tidak sadari dengan tergesa lalu berbalik memunggungi Kai dengan degub jantung yang menggila. Ia merasa wajahnya sudah merah lebih merah dari buah Tomat saat menghirup aroma maskulin dari Kai, saat wajahnya ada di dada bidang milik Kai.


" Astogeh ... Hayati hampir aja lepas kendali" Batinnya merutuki sikap nggak tahu malunya.


Kai sendiri tersentak kaget saat Fania melepas pelukan sepihaknya, Ia malu dengan perbuatan kurang ajarnya. Bagaimana bisa Ia memeluk seorang cewek yang bahkan belum jadi miliknya.


" Sial ... Kenapa Gue bisa lepas kendali gini" batin Kai menahan malunya.


Kaisar mengikuti langkah Fania dalam diam, melihat bagaimana Fania ramah kepada semua orang yang menyapanya. Dan itu membuatnya menahan diri agar tidak melakukan perbuatan ceroboh lainnya, Ia bahkan tidak sadar memandang orang yang menyapa Fania dengan tatapan tajamnya.


" Duduk Mas, Aku sebentar lagi selesai. Tinggal sekali pengambilan gambar lagi , terus beres deh. Nggak apa-apakan nunggu sebentar lagi?" tanya Fania tidak enak hati. Ia tersenyum canggung takut cowok di depannya kesal, menilai Ia tidak tahu terima kasih.


" Nope , Gue bisa kok tunggu sebentar lagi mah. Tenang saja santai " balas Kai santai, tersenyum kecil sebagai penenang.


Fanis tersenyum lebar, tahi lalat yang ada di ujung hidungnya bukannya membuat tampilannya minus, malahan menjadi daya tarik lain darinya.


Kaisar menyukai senyum lebar Fania, dan lagi - lagi Jantungnya berdegub lebih kencang.


" Fan siap-siap, take selanjutnya"


Teriakan dari kru membuat Fania tersentak kaget, Ia menjawab dengan teriakan juga lalu menghadap ke arah Kai yang dari tadi melihatnya.


" Aku lanjut kerja dulu Yah Mas, sebentar kok" ujar Fania, lalu meninggalkan kaisar sendiri setelah mendapat anggukan kepala dari Kaisar.


" Semangat" seru Kai tersenyum tipis


" Siap Masku"


Deg ...


" Masku?" batin Kai dengan degupan dan wajah memerah senang.


Senyum cerah terbit di bibir sedikit tebal milik Kaisar, Ia tidak bisa menahannya saat Fania menyebutnya dengan akhiran ku seakan Ia adalah miliknya Fania.


" Gue udah gila" gumam Kai pelan melihat Fania yang sedang berpose, dengan tatapan tergila-gila.


" Apa Gue jatuh cinta sama Dia yah?"


Gumamnya dengan tangan meremas dada di mana letak jantungnya berada yang saat ini sedang berdegub kencang.


Fania


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti kisah selanjutnya...


Sempatkan kirim komentarnya yaaa...


Jangan lupa klik jempol dan vote dukunganya juga


Sampai babai

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2