
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Keesokan hari nya
Hari ini mansion wijaya seperti dulu lagi...
Sepi dan sunyi, sanak saudara serta keluarga dari wicaksono tadi pagi sudah berpamitan kembali ke alamnya masing masing.
Di ruang tamu menyisakan kakek bakrie yang sedang menikmati secangkir teh hangat, di temani papa hendri yang minum teh sambil berbincang.
Ada juga mami putri, kiara dan amira yang sedang mengobrolkan rencana shoping membeli barang barang perlengkapan si bocil boy dirga Junior.
Sedangkan dirga dan raka sedang membicarakan urusan lelaki yang hanya mereka saja yang tahu.
" Sayang... Bagaimana kalau beli perlengkapannya sekarang aja, mumpung amira belum balik ke kota Y?" tanya kiara kepada dirga yang langsung melihat ke arah kiara yang sedang bertanya.
" Eem ..." dirga bergumam sambil melirik ke arah raka yang tiba-tiba gelisah.
" raka kalau nggak cepet gerak si selebor keburu pulang" batin dirga khawatir
" Oke yank terserah kamu .... Lu ikut kan ka?" tanya dirga mengode raka yang langsung mengerti maksudnya.
" Ikut aje gue " balas raka sok cuek sambil melihat ekspresi amira yang ternyata berubah raut wajahnya.
" Kakek sama papa mau ikut ?" tanya kiara semangat, melihat ke arah kakek bakrie dan papa hendri dengan pandangan berbinar binar.
" Sepertinya Kakek nggak bisa yaya sayang, kakek dan papamu masih ada urusan" balas kakek bakrie lembut memandang kiara dengan sorot mata menyesal.
" Uggh ... Oke deh" gumam kiara pelan, sedikit kecewa sih padahal ia kira bisa belanja ramai ramai.
" Ya udah kita siap siap yuk ..." seru kiara semangat dan mencoba memaklumi kesibukan kakek dan papa mertua ya .
Akhirnya mereka yang punya rencana ingin shoping segera meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya masing-masing, meninggalkan kakek bakrie dan papa hendri dengan obrolan seputar perusahaan dan kerjaan lainnya.
Kamar dirga
Kiara mengganti daster santainya dengan baju terusan selutut berwarna soft blue, ia berdiri di depan cermin setinggi tubuhnya sehingga bisa melihat dengan jelas penampilannya saat ini seperti apa.
" Yank.. Bantu aku tarik sleting ke atas" seru kiara meminta tolong kepada dirga yang saat ini sedang berdiri menghadap jendela kamar sambil memakai kaos neck v berwarna biru navy miliknya.
" Eum ... " gumam dirga pelan kemudian berjalan mendekat ke arah kiara yang memunggunginya, sehingga ia hanya bisa melihat raut wajah kiara melalui pantulan dari cermin.
" Yank ..." panggil kiara pelan
" Heum ... " sahut dirga dengan gumaman pelan lalu menyempatkan diri mengecup punggung kiara ringan, sebelum menarik sleting baju ke atas sesuai keinginan kiara.
" Aku tahu ada yang terjadi antara amira, raka dan fania kemarin.
Kamu juga pasti tahu kan?" tanya kiara tiba-tiba, membuat dirga tersenyum kecil karena lagi lagi si bawel kumat keponya.
" Nanti kalau aku bilang nggak tahu kamu nggak percaya" ujar dirga tidak menjawab maupun mengelak dari pertanyaan kiara.
Bisa di bilang dirga tahu semua, tapi ia sengaja membiarkan semua mengalir begitu saja.
" Huft... Aku tahu kamu pasti mikir aku ini lagi kepo kan? Hayoo ngaku ... " ujar kiara memicingkan matanya curiga melalui cermin di mana dirga juga sedang melihat pantulan dirinya.
Dirga meletakkan dagu nya di bahu kiara kemudian mendengus pasrah...
" tau aja si bawel...".
" Terus aku harus apa yank? Aku emang tahu ada apa-apa, tapi nggak mungkin aku ikut campur dong?" tanya dirga gemas, ia menyerah kalau kiara sudah dalam mode gelisah ingin ikut campur.
"....."
" Kamu tenang aja, raka tahu apa yang harus di lakukan kok " ujar dirga ambigu
" Maksudnya....? " tanya kiara mengernyitkan dahi bingung.
Dirga membalikan tubuh kiara mengahadap ke arahnya, ingin melihat raut wajah bingung kiara yang menggemaskan.
Kening berkerut kerut milik kiara yang bingung itu memang menggemaskan.
( kalau gue g? Najis lu mah thor)
" Raka itu orang nya gercep (gerak cepat) yank, yang akan terjadi pasti terjadi " balas dirga ambigu dan itu membuat kening kiara yang sudah berkerut menjadi semakin berkerut, sehingga dirga pun tidak bisa menahan lagi tangannya yang sudah gatal sedari tadi untuk mencubit pipi kiara dengan gemasnya.
Gyuuuuutttt ...
" Kamu tenang aja sayang, Raka tahu kok dengan apa yang harus di lakukannya " ujar dirga santai, tangannya mencubit pipi kiara gemas segemas-gemasnya, membuat kiara mengerucutkan bibir persis seperti mulut bebek .
" Uuuggghh .... Nggak seruww " Dumel kiara memasang Pose ngambek andalannya.
" Kenapa bibir kamu seperti bebek begitu? Dari pada mengerucut seperti bebek lebih baik mengerucut karena cium bibir aku heumm ... Lebih seru kan?" tanya dirga merayu dengan alis naik turun menggoda.
__ADS_1
" Nyebelin ... Rasakan ini " Seru kiara ceria dengan tangan mencubit dada dan perut berhias abs miliknya barbar
" Auchh ... Enak sayang lagi dong ... Lagi " Seru dirga menggoda kiara yang ujung ujungnya malah terkekeh senang.
Yah ... Dirga sih rela, walaupun tubuhnya penuh biru biru nantinya, asal kiara lupa dengan rasa kepo nya ia rela.
" Bawel ... Untung cinta mati " dengus dirga dalam hati saat melihat kiara yang lupa dan sekarang sedang sibuk terkekeh senang.
Skip
Mall kota S
Saat ini rombongan keluarga cemara wijaya bonus raka sedang berada di toko perlengkapan bayi terkenal di dalam mall kota S.
Para perempuan berkumpul menjadi satu meninggalkan dirga dan raka yang sedang mendiskusikan lagi kematangan dari rencana raka.
" Lu tenang aja ... Soal itu gue yang urus , lu sekarang ajak amira pergi ke situ aja dulu." ujar dirga menyanggupi rencana raka kali ini, ia mendukung penuh keinginan raka untuk memiliki amira segera.
" Oke ... Gue ajak amira sekarang yah, kalau di situ udah selesai gue kabarin lu Ga " balas raka semangat yang di balas anggukan kepala tanda paham dari dirga.
" Sip ... "
" Gue cabut ... " ujar raka kemudian meninggalkan dirga yang juga segera pergi melakukan tugas nya menuju tempat eksekusi.
Tap ...
Raka sampai di belakang amira dan kiara yang sedang sibuk memilih topi lucu untuk bocil boy embrio dirga.
Puk
" Oi selebor ... Ikut gue kuy ke toko sebelah " seru raka mengajak amira pergi setelah menepuk bahu amira pelan.
" Ngapain ?" Tanya amira jutek, ia masih kesal mengingat kejadian kemarin.
" Giliran nggak ada si cokocip baru deket deket gue . Hembb" dengus amira kesal
" Elah si selebor masih ngambek aja" batin raka geli
" Beli kemenyan ... Cerewet, ikut bentaran aja napa " balas raka santuy menarik tangan amira agar mengikutinya setelah izin sama kiara yang hanya bisa melongo
" Kiara cantik selebor nya gue pinjem jadi pembantu dulu yeee ..."
" Sepertinya ini yang di bilang dirga tadi deh ! " gumam kiara mengerti, kemudian ia terkekeh saat membayangkan kejadian apa yang akan terjadi antara si kampret dan si selebor nanti seperti apa .
" Loh ... Sayang kemana si amira? " tanya mami putri heran saat tidak melihat amira yang seharusnya menemani kiara di rak aksesori bayi .
" Lagi mengejar cinta mih ... Hehe " seru kiara misterius kemudian terkekeh gembira, membuat mami putri bingung akan perkataan menantu kesayanganya yang sedang terkekeh dengan gurihnya.
" Hehe ... Kita lihat aja nanti mih " seru kiara senang tanpa membalas pertanyaan mami putri yang mendengus kesal
" nggak kamu, nggak dirga selalu aja main rahasia rahasiaan " ujar mami putri ngambek sehingga kiara pun terkekeh alih alih minta maaf
" Hehe ... Kan yaya istrinya dirga mah ... " balas kiara seenaknya, sepertinya kiara sudah terkontaminasi sikap seenaknya dari suami mesumnya
" Dasar kamu ini , Mami nyerah deh.. Ini lihat mami nemu ... bla ... bla ... bla "
Kemudian mami putri pun memperlihatkan barang yang di bawanya kepada kiara yang melihatnya berbinar senang, hingga mereka larut dalam perburuan barang barang untuk bocil boy dirga saat lahir nanti.
.
.
Sedangkan raka dan amira saat ini ada di toko sebelah berupa toko yang menjual perhiasan.
Entah apa yang akan di lakukan, tapi yang jelas ini membuat amira semakin kesal saat ia bertanya kepada raka apa alasan dia mengajaknya ke toko perhiasan saat ini.
" berisik selebor ... Udah duduk anteng aja"
Bagaimana amira mau duduk anteng, kalau raka malah memperlihatkannya cincin dalam berbagai bentuk desain yang cantik tanpa ia mengerti apa maksudnya.
" Lihat ini ... Menurut kamu yang mana yang cantik ?" tanya raka lalu tersenyum lembut melihat ke arah amira yang tersipu.
" Duh ... Kalau gini caranya gimana mau move on. Dasar kampret reseh ..." dumel amira dalam hati.
" Oi selebor ... Yang mana nih " seru raka mengagetkan amira yang sedikit melamun untuk mengulangi pertanyaan darinya.
Tak
" Akkh.. Ap ... ap ... apa sih kampret , ngagetin aja, sakit tauk " balas amira gagap mendelik sewot saat raka dengan santainya mengetuk dahinya dengan jari telunjuk panjangnya.
" Di tanya malah bengong ... Jangan salahin gue dong. Lagian lu kenapa sih ? " balas raka santai kemudian terkekeh kecil saat amira mendelik sewot karena ulahnya.
" Apaan sih ... Nanya apa?" tanya amira nggak minat
Raka mendengus melihat amira yang masih judes karena kejadian kemarin...
" hah ... ini kah yang di rasakan si songong dan si gebleg saat menghadapi tingkah cewek" batin raka lelah
Inilah yang jadi alasannya untuk tidak jatuh cinta dan suka dengan perempuan, bukan artinya ia suka cowok.
__ADS_1
Ia hanya tidak ingin repot ngurusin cewek cemburu dan ngambek , soalnya kalau cewek ngambek lama nggak kelar kelar kalau belum di rayu dan belum minta maaf menyesal, tahu sendiri cewek itu mahluk tuhan paling benar.
lampu sen ke kiri beloknya ke arah kanan giliran di tegur marah, maunya menang sendiri .
" ini kayaknya gue kena kurma deh gara gara ngatain dirga b*go"
( kurma? Karma kali bambank... Itu typo thor maksud gue juga karma)
Raka akhirnya tahu ini yang namanya perjuangan cinta, kemudian raka menghela nafas sabar menghadapi tingkah selebor yang sedang ngambek tapi lucu di saat bersamaan.
" Oke sabar ka ... "
" Lihat ini ... Menurut lu cincin yang mana yang cantik ?" tanya raka sabar dengan jari menunjuk satu per satu cincin di hadapannya kepada amira yang malah mengangkat alis bingung , bisa di artikan juga dengan bertanya.
" Pilihin dulu nanti gue kasih tahu untuk apa " lanjut raka lembut mencoba sabar
Hoekkk.... Raka lembut bikin gue ngidam
Mendengar suara lembut raka akhirnya amira pun luluh, ia melihat ke arah cincin yang berjejer di hadapannya saat ini dengan pandangan menilai.
" Hemm ... " amira bergumam dengan tangan di dagu Pose menilai.
Di antara semua cincin ada yang membuat amira tertarik, cincin dengan bertahtakan berlian berwarna savier ini menurut amira paling menawan.
Amira pun mengambil dan menunjukannya kehadapan raka yang juga tersenyum setuju.
" Gimana?" tanya amira singkat
" Cantik ... Ini pasti cocok banget buat cewek yang nanti gue lamar " balas raka senang memandang cincin tersebut dengan binar mata bahagia.
Deg
" Apa?" batin amira syok
Jantung amira serasa di remas saat mendengar perkataan raka yang dengan santainya, memberitahunya jika cincin pilihannya akan di berikan kepada cewek yang akan di lamarnya.
" Maksud lu ...?" tanya amira dengan suara tercekat
" Iya ... Rencana nya gue mau ngelamar cewek yang gue suka pake cincin ini.
Thanks ya selebor " balas raka pura pura tidak melihat ekspresi syok yang saat ini diperlihatkan oleh amira untuknya.
" Mba yang ini saya ambil yah ... Ini..."
Amira memandang raka dengan nanar, telinganya seakan tuli mendadak karena kalimat menyakitkan dari raka lah yang masih terngiang di telinga nya saat ini.
" Thanks ya selebor " ujar raka tersenyum kecil dengan tangan menepuk kepala amira sehingga amira tersentak kaget melihat ke arah raka namun tidak fokus.
" Kuy ... Kita istirahat, kebetulan dirga udah booking tempat " lanjut raka mengandeng tangan amira lembut, meninggalkan toko perhiasan yang menjadi tempat patah hati bagi amira.
Skip
Restoran
Dirga sudah menyelesaikan tugasnya dengan sempurna, baginya kalau hanya menyewa dan menyiapkan tempat tidak masalah.
Saat ini meraka sudah berkumpul di meja makan bundar berisi mami putri, kiara, dirga, amira dan raka yang duduk melingkar.
Restoran bergaya klasik dengan pertunjukan live musik sebagai hiburannya.
Di saat mereka asyik menyantap makanan, raka tiba-tiba izin kebelakang di susul dirga yang juga beralasan ingin ke toilet.
" Kompak banget mereka " seru mami putri tanpa curiga, tapi tidak untuk kiara karena ia bisa melihat gelagat aneh yang di rencanakan suami dan raka tadi.
" Namanya lelaki mih... " sahut kiara seadanya, ia tidak fokus dengan obrolan yang di buka mami nya ataupun amira yang sedang menampilkan wajah di Tekuk seperti marah dan tidak semangat.
" Apa raka tadi buat amira marah ya?" batin kiara penasaran
Tes ... Tes ...
Terdengar suara seorang cowok yang akhir akhir ini mengisi hari hari amira.
Terdengar merdu di telinga sehingga membuat pengunjung lainnya terpekik terpesona karena penampilan serta suara yang dikeluarkan seseorang di atas panggung sana.
Amira tersenyum melihat nya, meski tadi ia marah tapi ia tahu ia tidak boleh egois apalagi mereka saling menyukai.
Tapi saat seorang cowok di depan sana menyebut nama nya dan mengucapkan satu kalimat sederhana namun dengan arti yang dalam untuknya, membuat ia pun tidak sanggup untuk tidak mengeluarkan air mata nya terharu bahagia.
" amira ... Mau nggak lu jadi partner hidup gue? "
" apa "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti kisah selanjutnya....
Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya Yahhh...
Serta vote dukunganya...
__ADS_1
Sampai babai
Terimakasih