Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Welcome Home Baby Gav


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Keesokan harinya


Hari ini adalah hari kepulangan Kiara ,Dokter sudah memperbolehkan dan kesehatan Kiara juga sudah pulih. Meskipun masih sedikit merasa tidak nyaman saat bergerak, tapi Ia sudah bisa beraktivitas seperti biasa.


Kiara saat ini sedang mengganti popok Baby Gav, sedangkan Suaminya dan Mami Putri membereskan perlengkapan yang lainnya.


Pulang nanti Mereka akan langsung menempati Rumah baru, sesuai dengan rencana jauh hari sebelum hari lahirnya Baby Gav. Kebetulan Mama dan Mertuanya juga sudah mempekerjakan beberapa asisten rumah tangga, yang nanti akan membantunya merawat Baby Gav, bila mereka sedang tidak bisa membantu.


Kiara sengaja tidak memakai jasa babysitter, karena Ia ingin merawat langsung Babynya. Ia ingin mencurahkan segala kasih sayangnya untuk Baby Gav malaikatnya, sesuai arti nama dari Anaknya yang di ambil Dirga dari bahasa Rusia .


Nama anaknya mengambil nama tengah dari keluarganya, sedangkan belakang nama memakai Mahesa Wijaya. Jika digabung maka nama panjang Anaknya akan sangat panjang sekali.


Gavril Dira Arya Mahesa Wijaya


Kiara terkekeh saat mengingat kedua Kakeknya, yang tersenyum sumringah dengan pembagian nama yang adil. Meskipun Sang Kakek kandung di ledek oleh Kakek Mertuanya, tapi tidak membuat dua Kakek itu bertengkar.


" Kamu udah selesai sayang gantiin popok Babynya?" tanya Dirga, saat melihat Istrinya yang siap mengangkat Baby Gav di gendongannya.


" Sudah sayang, ini Baby Gav juga sudah siap !" balas Kiara semangat, Ia mengecup ringan Gavnya yang berkedip dan Ngulet menyamankan posisi tidurnya di dekapannya.


" Udah siap Ga?" tanya Faro di depan pintu, bersama Raka yang juga sedang mengangkat beberapa bingkisan.


" Yes , yang lain udah semua masuk bagasi belum Bro?" tanya Dirga kepada Raka dan Faro yang menjawabnya denggan acungan jempol tanda sudah.


" Beres semua " balas Faro mewakili Raka.


" Kamu bisa gendong Baby Gavnya sayang?" tanya Mama Sarah, yang mendampingi Kiara di rumah sakit. Sedangkan Mami Putri, menunggu mereka di rumah baru pasangan Wijaya muda.


" Bisa Mah. " balas Kiara dengan senyum kecilnya.


Mami Sarah mengangguk kepala mengerti, lalu melihat sekitar lagi. Meneliti apakah ada barang yang tertinggal atau tidak di ruangan yang akan mereka tinggalkan ini.


" Sepertinya sudah semua, yuk kita turun kebawah. Administrasinya sudah selesai belum Ga?" tanya Mama Sarah kepada Dirga yang saat ini sedang berbicara dengan bawahannya.


" Sudah semua mah, Surat - surat juga sudah Dirga selesaikan sampai tuntas" balas Dirga menjelaskan.


" Oke" ujar Mama Sarah dengan kepala mengangguk puas.


Kiara di bantu Dirga berjalan menuju Lift, sedangkan Sahabatnya serta Mama Mertuanya lebih dulu turun, karena tiba-tiba Kiara izin ke kamar mandi. Area depan Rumah sakit sudah ada beberapa wartawan dan beberapa stasiun televisi, itu sebabnya Dirga memerintahkan anak buahnya untuk berjaga di depan.


" Sepertinya di luar sudah ramai sekali Yank !" seru Kiara, saat Ia dan Suaminya hampir sampai di pintu depan dengan beberapa penjagaan di sekitarnya. Anak buah Dirga dengan sigap, menghadang saat ada beberapa wartawan yang menyodorkan alat perekam ataupun handphone ke arah Bosnya sambil memberikan pertanyaan.


Sesampai mereka di luar, mereka di berondong berbagai pertanyaan yang isinya hampir sama. Dirga menjawabnya dengan singkat dan padat apapun yang di tanyakan kepadanya , karena Ia adalah orang yang selalu menepati janji. Maka dari itu, di kesempatan kali ini Ia benar-benar menjawab pertanyaan Para Wartawan dengan sabar.


Di sampingnya ada Kiara, yang sesekali menjawab pertanyaan saat membawa-bawa Namanya. Atau tersenyum saat Suaminya minta dukungan dari pernyataannya. Sesi wawancara akhirnya berakhir karena tangisan Babynya yang merasa terganggu oleh kilatan lampu blitz. Meskipun Kiara menyembunyikan wajah Baby di dekapannya, tetap saja masih merasa terganggu.


Dirga bersyukur, setidaknya Ia tidak perlu menjawab pertanyaan yang tidak ada habisnya. Jujur saja, Ia paling tidak betah di tanya lebih dari kapasitas kesabarannya yang tipis. Kecuali Sang Istri yang kalau bertanya pasti dari A-Z dan harus di jawab dengan jelas, Ia sih pasti akan menebalkan kapasitas kesabarannya.


" Terima kasih Babynya daddy" bisik Dirga saat mereka duduk nyaman di kursi belakang mobil yang menjemput mereka. Ia mengecup pipi gembil Putranya ringan, lalu memerintahkan Pak Anto untuk jalan menuju Rumah baru mereka.


Skip


Mobil yang membawa Dirga menuju rumah baru, akhirnya sampai di halaman luas rumahnya. Dirga lebih dulu turun, lalu memutari mobilnya dan membuka pintu untuk Istrinya. Ia mengambil alih Baby Gav dari tangan Kiara yang sedang bergeser tempat untuk keluar mobil. Dirga menggendong dengan sebelah lengan, sedangkan lengan satunya lagi Ia ulurkan membantu Istrinya keluar dari mobil.


" Terima kasih, daddy ." Seru Kiara ceria, Ia menggendong Baby Gav kembali dengan sigap, saat Dirga bilang ingin membawa laptopnya dan dokumen pentingnya.


Jangan salah sangka dulu yah, bukannya Dirga nggak sayang baby Gav tapi kan kalian tahu sendiri. Dirga paling nggak bisa barang yang berurusan dengan kantor di sentuh orang lain selain Istri dan tangan kanannya Dani. Bahkan Papa dan Kakeknya sekalipun, jika dari awal Ia yang pegang proyek, maka sampai selesai itu jadi tanggung jawabnya.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan ke arah pintu masuk. Disana, sudah menunggu kedua Orang tua serta Kakek dan Sahabatnya. Menyambut mereka bertiga dengan senyum bahagia.


" Welcome Home Baby Gav" bisik Dirga di telinga Kiara. Ia merengkuh bahu milik istrinya dari samping, lalu tersenyum menghadap ke arah keluarganya.


Kiara menoleh, ke arah Dirga yang saat ini sedang tersenyum melihat ke arah depan. melihat senyum mempesona dari Suaminya, membuat Ia terpesona lagi dan lagi. Ia teringat kejadian lalu, Jika Ia dulu tidak kabur dari rumah, apakah perjalanan kisah cinta mereka akan seperti sekarang? Ada cobaan dari mantan, sampai mengalami kejadian ekstrem hingga membuat mereka kehilangan calon malaikat kecilnya.


" Kenapa sayang?" tanya Dirga bingung, karena saat ini, Istrinya melihatnya seperti mahluk Tuhan paling Tampan sejagat alam semesta.


Hoeeek


( najis banget. Berisik thor )


Kiara tersentak kaget, Ia tidak sadar jika sedikit melamun saat melihat pesona Suami Mesumnya. Senyum yang Ia sendiri yakin, mampu membuat perempuan di luar sana rela untuk mengemis cinta Suaminya , sedikit lebay tapi sudah ada contoh perempuan yang nekat membunuhnya Demi mendapatkan Dirga kembali.


" Nggak, nggak ada apa-apa sayang. Kami hanya semakin mencintaimu, iya kan Baby Gav !" seru Kiara menggoda Suaminya, yang saat ini menampilkan raut wajah bahagia.


" Aku lebih mencintai kalian berdua" balas Dirga lembut . Lalu membawa kiara berjalan, ke arah di mana keluarga mereka menunggu.


" selamat datang Baby Gav"


Saat Dirga dan Kiara sampai di depan mereka, semua kompak mengucapkan selamat kepada Babynya. Tidak sampai membangunkan Gav yang sedang tertidur, seakan Ia tahu jika keluarga besarnya memang sedang berkumpul menyambut kedatangannya, tiba-tiba kelopak matanya terbuka lalu tersenyum memandang Kiara yang juga memandangnya bahagia.


" Baby Gav seneng yah, ada ramai- ramai menyambut Baby ?" bisik Kiara gemas, mencium pipi Babynya sayang.


Mereka semua lalu masuk, berkumpul di ruang tamu dengan Baby Gav sebagai pusatnya yang di tidurkan di Box bayi.


Pesta kecil tertutup, yang di meriahkan oleh keluarga dan para sahabat mereka. Ini lebih baik dibandingkan dengan pesta mewah, suasana kebahagian di rasakan semua yang hadir. Obrolan dan canda tawa memenuhi ruang keluarga rumah baru pasangan Wijaya muda.


Fania yang juga hadir merasakan getaran pada handphone, Ia melihat sekilas siapa yang mengganggu acara keluarganya. Seketika terbit senyum di bibirnya, saat melihat nama Si pengirim pesan. Dengan cepat Ia mengetik untuk membalas pesan tersebut dan balasan datang dengan cepat setalahnya.


Fania cekikikan, hingga membuat Kiara yang duduk di sebelahnya mengernyit dahi heran.


Terakhir Ia melihat sepupunya cekikikan yang umurnya hanya berbeda 1 tahun darinya ini adalah pada saat acara 7 bulannya, itu juga karena Raka yang saat ini ada di hadapan mereka.


Kiara mengalihkan pandangannya ke arah dua kakek, yang dari awal tidak beranjak sedikit pun dari sisi kanan dan kiri Baby Gavnya. Mereka berdua seakan tidak memperbolehkan selain meraka untuk dekat dengan Gavnya, Ia terkekeh saat melihat Suaminya yang ingin menggendong Gav tidak di perbolehkan. Raut jengkel terlihat di wajah Dirga , saat melangkah mendekatinya.


Bruk


" Geser Fan, pindah sana" seru Dirga mengusir Fania yang tidak tahu apa-apa sebagai pelampiasan.


" Dih mas Dirga, apa sih dateng-dateng reseh. Makan Creakker dulu sana" sewot Fania namun Ia tetap beranjak, sambil cekikikan lagi.


" Kakek yang bikin kamu kesal, kenapa Fania yang kena sayang?" tanya Kiara mendengus geli.


" Nggak bisa marah sama Kakek" balas Dirga singkat,


" Dasar, hihi ..."


Kiara terkekeh saat melihat ekspresi ngambek dari Suaminya, selain Kakek dan Mami Putri jarang ada yang bisa membuat Dirga tidak membalas atau marah. Papa hendri tidak termasuk, nyatanya papa dan anak ini malah sering adu kesongongan. Ia hanya berharap anaknya nanti tidak menuruni tabiat durhaka dari Suaminya, Ia mana tega melihat Gavnya songong kepada daddynya.


Seperti pepatah buah jatuh tak jauh dari pohonnya, Kiara takut Gavnya akan lebih songong dari Daddynya.


" Amit - amit cabang bayi jangan sampai" batin Kiara. Dengan kepala menggeleng, membuat Dirga yang melihatnya segera menangkap kepala Istrinya yang hampir saja copot sangking cepatnya menggeleng.


" Kamu kenapa Sayang?" tanya Dirga Penasaran, jangan bilang di dalam rumahnya karena belum di adakan pengajian ada jin atau setannya.


" Nggak apa-apa, sayang kamu mulai sekarang nggak boleh songong sama Papi. Aku nggak mau Gav jadi ikutan songong" balas Kiara nggak nyambung, Dirga aja harus mencerna dulu apa maksud Istrinya bilang seperti itu.


" Maksudnya sayang, bagaimana?" tanya Dirga belum paham.


" Maksud menantu Papa, kamu itu nggak boleh ngelawan sama Papa lagi. Kamu kan biasanya songong, jadi dari sekarang kamu jangan sombong sama orang lain apalagi sama Papa" seru Papi hendri, menjawab pertanyaan Dirga.


" Kapan Aku songong sama Papa?" tanya Dirga nggak terima.


" Dari dulu" balas Hendri santai

__ADS_1


" Cih ... Pak tua kal


Gyuutt


" Akh ... Sakit sayang "


Baru saja di bilang jangan songong sama orang tua, Suaminya sudah kurang ajar. Jadi jangan salahin Ia mencubit mesra pinggang Suaminya.


" Ini yang aku bilang sayang, kamu mau di panggil anak sendiri dengan sebutan Pak tua heumm? Bukan daddy, iya heum?" bisik Kiara mendesis seperti medusa, tersenyum manis kearah Suaminya yang meringis kesakitan


" Ampun sayang, nggak lagi-lagi." balas Dirga sambil menahan nyeri di pinggangnya.


" Minta maaf sama Papi " seru Kiara, yang segera di lakukan oleh Dirga.


" Maaf Pah"


" Yang bener sayang" ujar Kiara, mencubit semakin keras


" Akkh ... Iya iya


" Papa maafin Dirga, banyak salah sama Papa. Nggak nyebut Papa Pak tua lagi. Janji " seru Dirga dalam satu tarikan nafas, membuat mereka yang melihatnya tentu saja cekikikan. Apalagi Sahabat Strongnya yang pasti akan membullinya sampai 7 hari 7 malam.


" Ah ... Tau gitu nggak pindah tempat duduk" batin Dirga menyesal, tangannya mengusap berulang bekas cubitan Istrinya yang suka sekali mencubitnya.


" Mampus, makanya jadi anak jangan durhaka. Mau Lu Baby Gav ngikutin lu jadi orang songong?"


Itu pertanyaan dari Raka, Ia males berdebat karena nanti ujung-ujungnya Ia lagi yang kena. Jadi Ia hanya mendengus kesal apalagi saat dua Kakek nyetriknya membisikan kalimat luknut di dekat putranya, bertambah kesal saja Ia.


" Cucuku yang tampan, kalau sudah besar jangan ngikutin daddymu yang songongnya kebablasan yah. Ikutin kakek aja yang nyetrik ini, oke cucuku?"


" Betul itu, Kakek ini lebih keren dari daddymu loh, heheh ..."


Itu bukan bisik-bisik, lebih tepatnya seruan keras lihat saja kedua mata kakeknya bahkan terang-terangan melihat ke arahnya . Meledek ke arahnya dengan objek pengalih berupa Gav putranya yang malah cengengesan dalam tidurnya.


Kampret


" Gue di nisatain di depan anak Gue sendiri."


Batin Dirga menahan kesal.


Tawa meledek yang target bullynya Ia sendiri menggema hingga sudut ruang tamu rumahnya, Dirga hanya memandang tanpa ekspresi. Biarlah Ia mengalah, kalau bisa melihat keluarganya senang, iya senang di atas penderitaannya.


Double Kampret


Skip


Karena hari sudah mulai sore, satu per satu keluarganya yang datang kerumahnya pamit undur diri, bahkan sahabatnya juga pulang dengan alasan agar Kiara bisa istirahat lebih awal . Dirga membenarkannya, mereka masih punya waktu untuk kumpul bersama lagi.


Dirga membalikkan tubuhnya, saat Ia sudah tidak melihat lagi mobil yang di kendarai keluarganya. Di depan sana ada 2 orang satpam yang Ia pekerjakan untuk menjaga rumahnya, sedangkan bawahan lainnya berjaga dari kejauhan. Sedangkan asisten rumah tangga, karena Mama yang langsung memilih jadi Ia percaya saja.


Dirga masuk ke dalam rumah, di ruang keluarga Ia melihat 2 orang asisten rumah tangga paruh baya dan seorang lagi masih seumuran Istrinya. Sedang membereskan sisa kekacauan yang tercipta akibat kerusuhan keluarganya, Mamanya bilang yang muda ini nantinya akan membantu Istrinya mengasuh Gavnya.


Dirga melewati begitu saja ruang keluarga tanpa melirik lagi kegiatan beres-beres mereka, tanpa tahu jika dirinya sedang di perhatikan oleh Asisten rumah tangga yang muda dengan pipi merona malu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti kisah selanjutnya...


Sempatkan kirim komentarnya yaa dan jangan lupa klik jempolnya..


Serta vote dukunganya


Sampai babai


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2