Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Rezeki di balik luka


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


" apa apaan ini"


Dirga dan kaisar kompak menoleh ke asal suara yang ternyata berasal dari fandi yang berdiri di samping mobil dan berjalan cepat ke arah mereka berdua .


Fandi kaget sekali sewaktu ia akan memasuki area perkantoran nya menyaksikan ada kerumunan ramai, dan lebih kaget lagi pada saat melihat dirga dan kaisar yang sedang bertengkar.


Dan di sini lah sekarang mereka berada di ruang kantor milik fandi,


Mereka menghadap fandi duduk berdampingan dengan kepala kai yang menunduk sesekali mendesis menahan perih, sedangkan dirga duduk tegap dengan ekspresi datar nya seakan tidak merasa sakit sama sekali, padahal luka di wajah dirga hampir sama dengan kaisar meski tidak separah kai.


" jadi ada yang bisa jelaskan dengan apa yang barusan terjadi?" tanya fandi suara nya berat dan tegas.


Beda sekali jika sedang berhadapan dengan putri cantik nya.


Diam...


Belum ada yang berbicara baik dirga atau pun kaisar sama sama bungkam dengan pertanyaan dari fandi.


" haih.... Dua anak ini... "


" kenapa diam? Kalian ini seperti anak kecil saja.


Atau kalian ini nggak punya mulut ya? Ayo bi...."


Brakk


Sebelumnya


Kiara sedang berjalan menuju ruang penyimpanan untuk mencari file lama,


Ia tidak sengaja mendengar bisik bisik dari karyawan di kantor nya tentang ceo Wicaksono atau bisa juga di sebut papa nya yang membawa dua orang pemuda dengan wajah babak belur ke kantor nya.


" ada apa ini"


Di depan nya kebetulan lewat karyawan perempuan yang tadi bisik bisik,


" hei... " panggil kiara, membuat karyawati itu menoleh dengan kening berkerut bingung


"iya nona ada yang bisa saya bantu?" tanya nya sopan


" ada kejadian apa, kenapa kalian membawa bawa nama ceo wicaksono?" tanya kiara langsung


" ah.. Itu nona, tadi di depan ada yang bertengkar lalu pak ceo membawa nya ke kantor beliau" jelas karyawati itu


" dua orang masih muda muda?" tanya kiara (lagi)


" iya nona, mana yang satu nya sering ngeliat di televisi sama di Internet orang nya ganteng banget padahal wajah nya terluka tapi tetep aja ganteng nya nggak luntur, aduh saya tadi kenapa ya nggak ambil foto nya.


Terus itu yang satu nya juga ganteng pernah liat juga di Internet walau pun masih kalah ganteng tapi lumayan lah, wajah nya lebih parah dari... Loh kok Non... Nona kiara kenapa kabur " cerecosan dari karyawan di belakang nya sama sekali nggak di dengar nya yang ia dengar hanya dua orang pemuda bertengkar dan sedang berada di dalam kantor papa nya.


Kiara kaget saat mendengar cerita dari karyawan tadi,


" astaga jangan jangan"


Jantung kiara berdetak dengan kencang mendengar nya.


Ia tidak mendengar cerita yang lebih mirip dengan curhatan fansgirl dari karyawan yang tadi di panggilnya.


" jangan bilang itu dirga, tapi sama siapa dia bertengkar. Di sana hanya ada aku dan dirga nggak mungkin kan kalau..


Ah... Aku harus cepat ke ruangan papa"


Batin kiara cemas


Kiara berlari tidak perduli dengan tatapan heran yang di layang kan untuk nya,


Tak.. Tak tap.. Tap


Bunyi sepatu pantopel berhak lancip nya beradu dengan lantai mengiringi setiap langkah cepat nya.


Tanpa meminta izin masuk apalagi mengetuk pintu kiara dengan ke tidak perpintuan mendobrak nya dengan kuat


Brakk..


" astogeh" seru fandi kaget.


" ya ampun sayang apa apaan sih kamu, kenapa jadi bar bar gitu?" tanya fandi heran


" kemana putri nya yang lembut "


" maaf pah" jawab kiara singkat


" ada apa ini pah, apa yang terjadi?" tanya kiara tidak sabar


" kamu tanya saja sama mereka berdua" balas papa fandi cuek


" seperti preman saja adu kekuatan gitu, kalau mau berantem ya jangan di depan kantor sana di ring tinju biar ada wasit nya" dumel papa fandi jengkel.


Halaman kantor nya jadi rame bukan karena tamu tapi penonton dadakan adegan 21+.


" dirga bukan orang yang mudah main tangan"


Batin fandi melirik dirga yang sempat sempat nya menatap anak nya dengan tatapan rindu nya


" dasar anak muda"


Kiara menghela nafas lelah mendengar gerutuan dari papa nya kemudian menghadap dua orang pelaku keributan.

__ADS_1


Mata nya menatap dirga dan kaisar bergantian dengan tatapan kecewa


" kalian ini....huuffttt....." seru kiara geram.


Kiara berjalan ke arah lemari di mana kotak p3k tersimpan kemudian meletakan nya di depan dirga dan kaisar dengan kasar sehingga menimbulkan kan bunyi


Brak.


Yang terdengar mengerikan di telinga ke tiga pria di ruangan tersebut.


" wah... Sarah versi fandi perempuan"


Batin papa fandi berdecak kagum saat melihat ekspresi kiara yang sebelas dua belas dengan istrinya jika sedang marah.


" kalian yang berantem kalian juga yang tanggung jawab, obati sendiri luka kalian" perintah kiara kejam


" nah.. Ini baru putri kecil ku"


Kiara kemudian mengurut kening pusing sebelum berkacak pinggang menatap kedua nya galak karena tidak menyentuh kotak p3k tersebut.


" kenapa nggak bergerak, kalian mau wajah tampan kalian penyok?" sentak kiara kejam


" atau kalian nggak bisa mengobati diri sendiri hem... Kalau gitu jangan berantem" lanjut kiara masih dengan galak nya.


" ya ampun bawel gue.... Sexy banget kalau lagi marah" batin dirga terpesona.


Karena bagi nya cewek galak di depan nya ini lebih cocok mengeluarkan ekspresi galak nya di tempat lain contoh nya di kam.. (bletak.. Heh.. Lu tu lagi di marahin malah mikir nya kemana mana, apa sih thor bicik)


" chabi gue yang dulu lemah lembut ke mana?" batin kaisar kaget.


Kaisar melirik dirga yang di samping nya, sedang memandang kiara dengan mata memuja


" pasti ini orang yang merubah chabi imut gue"


" kenapa malah pada bengong" bentak kiara membuat kedua pria yang sedang melamun melihat ke arah nya tersentak kaget.


" sudah sayang, kamu tenang dulu.


Sini duduk di samping papa" bujuk fandi lembut.


Kasian juga anak orang di marahin sama putri cantik nya, walaupun fandi sebodo amat tapi lama-lama nggak tega juga.


Dia juga kan laki laki, sesama kaum jantan harus punya solidaritas.


" tapi kemana kiara nya yang lembut"


Fandi melirik ke arah dirga yang juga melihat nya.


( om kenapa setuju dengan fikiran kaisar?)


Dirga yang tidak sengaja melirik ke arah fandi merasa tidak enak perasaan


" papa mertua gue kenapa lagi nih"


Capek juga lari dari ujung sampai ke ruangan papa nya.


Mereka ber empat diam,


Tidak ada yang mau angkat bicara lagi.


Tapi kaisar bergerak mengambil tissue untuk mengelap wajah nya yang ternyata berkeringat karena di tatap tajam oleh fandi tanpa sepengetahuan kiara.


" masih belum ada yang mau jelasin kejadian tadi? Apa alasan kalian berdua sampai adu jotos gitu?" tanya fandi mewakili kiara di samping nya.


" dirga kenapa kamu gini sih, dirga yang aku kenal nggak begini" batin kiara sedih menatap dirga yang juga menatap nya rindu.


Kaisar melihat nya, bagaimana kiara menatap dirga dengan pandangan sedih dan sayang.


Kaisar tahu bagaimana kiara, bagi yang belum mengenal kiara pasti berfikir jika kiara sedang tidak memikirkan apa apa karena wajah nya saat ini tampak tenang.


Tangan kaisar mengepal, seharusnya nggak gini.


" seharusnya kiara benci dirga, kenapa kiara masih melihat dirga bukan gue"


Batin kaisar marah.


" tidak ada yang harus di jelaskan, ini hanya cara lelaki saling menyapa dan mempertahankan milik nya"


Deg


Hampir saja kiara merona mendengar nya bila ia tidak ingat sedang marahan sama dirga saat ini.


" dan kamu wiratmadja " tanya fandi melirik kai yang langsung melihat ke arah nya.


" tidak ada" jawab kai singkat


" baiklah terserah kalian, tapi saya tidak mau denger ada keributan di area kekuasaan saya lagi" ujar fandi tegas di sambutan anggukan dari kedua nya.


" bagaimana dengan kamu sayang?" tanya fandi melirik kiara yang hanya diam tidak bersuara


" padahal tadi galak banget"


" em... Tidak ada pah" balas kiara singkat


" kalian dengar sendiri, karena sudah tidak ada yang perlu di bicarakan.


Kalian boleh pergi ke tempat masing masing" ujar fandi mengusir tanpa basa basi.


Kaisar lebih dulu pamit undur diri dengan kiara yang mengantar nya hingga pintu keluar gedung kantor nya.


Sebelum pergi kaisar melayangkan senyum kemenangan saat kiara ikut mengantarnya sampai lantai bawah, dan tentu saja membuat dirga yang melihat nya menatap kai penuh dendam


Kini tinggal fandi dan dirga yang tersisa,

__ADS_1


" jadi, ada apa sebenarnya?" tanya fandi lagi(masih penasaran)


" saya marah, kaisar mengirim foto nya dengan kiara yang sedang makan berdua.


Dirga cemburu lalu yah seperti yang papa lihat.


Kai meminta dirga untuk melepas kiara". Jelas dirga datar menahan emosi nya saat mengingat perkataan nggak bermutu dari kaisar


" begitu..." balas fandi dengan mengangguk kepala berulang mengerti.


" tapi kamu tetap salah, kiara tidak suka kekerasan. Ini bukan seperti kamu saja" lanjut fandi heran.


" dirga tahu dirga salah pah, tapi entah kenapa kalau sudah menyangkut tentang kiara dirga nggak bisa berfikir jernih" curhat dirga


Fandi tidak bisa komentar jika sudah menyangkut hati, sebab ia juga sama jika menyangkut sarah waktu dulu jaman masih muda.


( jangan balik curhat om)


" huftt.... Sebaiknya kamu tunggu di ruangan kiara, dan ajak dia berbicara lagi.


Tapi ingat jangan di paksa" wanti fandi dengan tegas.


" baik pah... Ouchh " seruan semangat dirga berubah menjadi pekikan sakit saat ia ingin tersenyum lebar


" baru kerasa kan? Sok jagoan sih " ledek fandi membuat dirga terkekeh kecil


" ini mah nggak ada apa-apa nya pah,


Ya sudah dirga ke ruangan kiara dulu pa.


Terimakasih " ujar dirga sopan sebelum pergi menuju ruangan kiara yang ada di ujung koridor.


Di lantai bawah


" hati hati di jalan kai, jangan lupa di obatin" ujar kiara


" iya, makasih ya ra sudah mengantar aku sampai ke bawah" balas kaisar dengan senyum kecil nya walaupun masih terasa sakit nya


" nggak masalah, maafin dirga ya kalau buat salah" ujar kiara dengan nada menyesal nya


" kenapa jadi belain si wijaya itu sih, sial"


" nggak apa-apa kok ra, ya sudah aku pamit" balas kaisar tersenyum palsu kemudian memasuki mobil nya dan melaju meninggalkan kiara yang menghela nafas lelah.


" ada ada saja" gumam kiara menggeleng kepala heran


Ceklek


Kiara membuka pintu ruangan nya dan tidak kaget saat melihat dirga yang duduk di sofa dengan kotak p3k di pangkuan nya.


Dirga memandang kiara dengan tatapan mata kucing nya yang minta di pungut , dengan tangan yang menjulurkan kotak p3k ke arah nya seakan akan bilang seperti ini


" kiara cantik aa dirga tolong dong di rawat dengan kasih sayang mu"


Tidak tega dengan tingkah imut dari lelaki di depan nya, kiara pun pasrah mendekati dirga setelah mengambil kotak di tangan dirga dan duduk di samping dirga yang sudah pasang tampang penuh sujud syukur nya


" ingetin gue buat nyumbangin sebulan gaji dani ke panti asuhan" batin dirga eror


( dani yang sedang mengcopy file di mesin fotokopi seketika merinding di sekujur tubuh nya)


" kamu kenapa sih, harus ya pake kekerasan gitu?" tanya kiara di sela sela kegiatan membersihkan luka dirga menggunakan antiseptik sebelum mengoleskan betadine.


" aku jelasin juga tetap aku yang salah" balas dirga dengan suara seperti anak kecil yang takut jika mengadu malah akan di pukul


Kiara menekan luka di sudut bibir dirga kuat menuai pekikan dari yang punya pipi


" ouchh.... Pelan pelan sayang" rintih dirga manjah


( ehem.... Ada yang lupa lagi marahan nih)


" maka nya jangan sok jagoan, sakit kan? Rasain" balas kiara kejam


" dan jangan panggil aku sayang, inget itu" lanjut kiara galak tapi kok pipi dan jantung nya berbeda reaksi ya


(elu sih thor di ingetin)


" oke... Aku nggak panggil sayang, aku panggil bawel aja yah" goda dirga membuat kiara lagi lagi menekan luka yang sekarang ada di bawah mata dirga dengan sadis.


" akh.... Sakit maaf maaf" pekik dirga kali ini seperti nya benar benar sakit dan membuat kiara pun tidak tega dan ganti meniup niup pelan pipi dirga sambil bergumam "maaf" berkali kali.


" hehehe"


Dirga menahan senyuman nya sambil memperhatikan wajah kiara yang panik karena pekikan sakit nya.


" lu masih sayang kan sama gue"


Grep....


Lalu..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung


Ikuti terus kisah nya ya


Jangan lupa jejak komentar dan jempol nya


Oh iya terkadang saya senyum senyum sendri membaca komentar dari semua nya, dan itu membuat saya senang dan semangat


So.. Jangan lupa komentar nya yaaa


Sampai babai

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2