
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Saat ini kiara, mama sarah dan mama putri sedang berada di butik milik sahabat kiara siapa lagi kalau bukan elisa.
Sarah dan putri sedang sibuk melihat contoh gaun yang ada di katalog, sedangkan kiara sedang melakukan pengukuran baju karena jujur saja sampai saat ini mama dan mami nya sedang berdebat tentang baju model bagaimana yang akan di pakai nanti waktu pernikahan anak mereka.
" beb, jadi bagaimana hubungan kamu dengan faro ?" tanya kiara kepo di sela sela kegiatan mengukur nya
" apa nya yang bagaimana?" balik tanya elisa pura-pura tidak tahu
" ih... Jangan pura pura deh" balas kiara sebal
Bibir nya mengerucut imut saat melihat sahabatnya yang pura-pura sibuk dengan meteran baju di tangan nya
" nggak tahu yaya bawel, dia nya nggak pernah hubungin aku lagi tuh" ujar elisa sok cuek
" sial... Ini yah yang nama nya di php-in" batin elisa sebal
" eh.... Masa sih, bukan nya faro udah ngelamar kamu ya?" tanya kiara heran
"aku rasa sih dia cuma main main sa" balas elisa sedih
" nggak mungkin sa, pasti saat ini faro sedang sibuk dengan pekerjaan nya jadi dia nggak bisa hubungi kamu" ujar kiara menyemangati elisa yang saat ini menampilkan raut wajah muram
" ntah ak...."
" nggak jeng, menurut aku yang bagus itu yang ini"
" no no.... Menurut aku yang ini"
Di ujung sana terdengar dua suara perempuan yang sangat di kenal oleh kiara,
" masa( mama sarah) matri ( mama putri) kenapa lagi tuh beb" tanya elisa Penasaran
" huhhhff" kiara menghela nafas lelah saat mendengar perdebatan season 2 antara mama dan mami nya
Tanpa banyak bicara kiara dan elisa langsung berjalan menghampiri tempat di mana para mama duduk.
" kenapa lagi mah" lerai kiara tiba-tiba membuat para mama pun berhenti berdebat dan menoleh ke arah kiara kompak.
Glek
Kiara menelan slavia nya susah payah saat melihat tatapan mata yang berbeda dari dua mama di depan nya
" firasat aku nggak enak nih"
" yaya sayang bagaimana menurut kamu dengan yang ini, bagus kan?" ujar mama sarah menunjukan sebuah foto gaun
" eum..."
" kiara menantu cantik ku, menurut mami yang ini lebih bagus, iya kan?" sela mama putri cepat dan juga menunjukan foto gaun berbeda dengan mama sarah
" anu.... Dua dua nya bagus kok" balas kiara canggung , keringat sebesar biji jagung muncul di pelipis nya.
ia tidak tahan dengan pandangan mata dari mama dan mami nya yang masing-masing mengharapkan ia memilih salah satu di antara mereka.
" bagaimana ini yang satu mama sendiri dan yang satu mami mertua, Hikss...."
Elisa yang melihat sahabat nya dilema pun melihat ke arah foto gaun yang di maksud oleh dua mami di depan nya.
Foto gaun dari mama sarah lebih ke simple dan anggun , gaun model backless dan di bagian punggung yang terbuka, sedangkan bagian bawah seperti duyung dengan buntut panjang.
Sedangkan model gaun dari mama putri lebih ke arah glamour, masih model backless tapi bagian bawah mengembang seperti putri kerajaan Eropa.
" sama sama model backless sih, tapi punya mama putri lebih ribet" batin elisa menilai.
" ehem... Mama, mami sebenarnya elisa sudah membuat desain gaun buat yaya bawel.
Mama sama mami mau liat dulu nggak? Kalau memang nggak suka nanti bisa kasih saran ke elisa" ujar elisa menengahi
" boleh /setuju" balas kedua nya kompak.
Elisa melirik kiara yang juga melirik ke arah,
Melihat senyum Terimakasih dari kiara membuat elisa hanya bisa geleng kepala maklum.
" apa aku juga nanti begini ya"
Batin elisa Penasaran
Elisa kemudian meninggalkan dua mama dan kiara yang juga ikut menunggu desain gaun dari nya di meja tamu.
Elisa membuka laci nya dan menemukan file map berwarna hijau dengan tulisan
" someday", sebenarnya desain baju ini ia buat waktu ia dan kiara masih kuliah.
Ia mengingat lagi kilasan memori nya bersama kiara, sahabat terbaik nya yang selalu ada di saat kapan dan di mana pun.
Desain ini ia buat di depan kiara yang saat itu bercerita tentang ke inginan nya untuk menikah dengan pria yang sangat ia cinta nanti tepatnya sebelum kiara di khianati oleh cinta pertama nya dulu.
" nggak nyangka yah, aku kira kamu bakal sama kaisar. Tau nya dengan cowok lain tapi dengan cinta yang lebih besar"
Di bawah map hijau ada map lainya yang tersimpan dengan nama " only for you" desain ini lah yang akan elisa perlihat kan kepada kedua mama dan kiara saat ini.
Setelah menemukan apa yang ia cari elisa kembali menemui dua mama dan kiara yang saat ini sedang mengobrol seru seakan perdebatan tadi hanya hayalan semata.
__ADS_1
" maaf ya nunggu lama" ujar elisa saat sudah ada di hadapan mereka bertiga.
" nggak kok beb" balas kiara tersenyum ceria seperti biasa sedangkan masa dan matri kompak bilang "nggak apa-apa" kemudian terkikik bersama.
" jadi mana gambar desain gaun nya el sayang" tanya sarah nggak sabaran
" ini mah..." balas elisa sambil menyerahkan sebuah map yang di terima dengan antusias dari sarah dan putri.
" ini.... Ini indah sekali " gumam sarah pelan mengagumi desain yang ia buat untuk Kiara pakai nanti.
" iya.. ini sangat cocok untuk kiara" gumam putri menyetujui gumaman sarah.
Baik sarah maupun putri sama-sama takjub melihat nya.
Gaun model sabrina dengan brokat transparan di bagian dada dan lengan ini terlihat cantik, dengan pita di bagian pinggang nya apalagi bagian bawah rok yang mengembang namun tidak seperti gaun kerajaan membuat tampilan nya lebih glamour namun elegan di saat yang bersamaan.
" bagaimana mah?" tanya elisa Penasaran
" setuju/boleh juga" balas sarah dan putri berbarengan.
" syukurlah"
Kiara dan elisa menghela nafas lega setidaknya mereka tidak berdebat lagi tentang gaun.
" apa kamu juga buat desain jas untuk dirga elisa sayang?" tanya putri masih memandang desain gaun tadi dengan mata berbinar takjub
" kalau mau buat di sini juga sih sekarang bisa aku buatin sketsa nya, tapi apa dirga mau pakai rancangan aku?" tanya elisa ragu
Ya jelas aja elisa ragu, meski baru bertemu 2 kali tapi elisa selalu melihat nya di televisi jika pakaian yang selalu di pakai dirga adalah baju dengan brand terkenal.
" dirga pasti setuju dong sa"
Bukan putri yang membalas melainkan kiara ya juga terpesona dengan sketsa desain yang di perlihatkan elisa, ia ikut menyempil di tengah mama dan mami nya.
" tolong buatin yang sempurna untuk dirga ku yang sempurna ya beb" lanjut nya melihat elisa dengan pandangan puppy eyes nya.
Elisa terharu, ternyata sahabat nya juga menyukai desain nya.
" um... Tentu saja" balas elisa dengan senyum mengembang.
Grep...
Kiara memeluk elisa dengan erat
" you are my Best sister ever"
Bisik kiara lembut di telinga elisa
Elisa balas memeluk kiara setelah tadi tersentak kaget
Hampir saja butiran air mata nya lolos
" semoga tidak ada yang kejadian buruk sampai hari pernikahan kalian"
Batin elisa tulus
Masalah gaun sudah teratasi,
Akhirnya mereka berempat sarah, putri, kiara dan elisa yang di seret paksa oleh dua mami sekarang sedang menuju restoran untuk makan siang bersama.
Sesampai nya mereka di restoran eropa langganan mami putri, mama putri langsung mengajak mereka untuk menuju ruang vip yang selalu di pesan nya jika berkumpul dengan teman sosialita nya.
Ruangan vip yang hanya berisi mereka berempat , di temani alunan lagu klasik yang membuat suasana semakin nyaman.
( persis seperti dirga jika makan di luar harus di ruang vip tanpa penggangu)
Sedang asyik berbincang dengan para mama dan elisa, tiba-tiba handphone milik kiara berdering.
" dirga ya sayang?" tanya mami tepat sasaran
Kiara hanya menampilkan cengiran tanda iya kepada mami nya, menuai dengusan dari semua nya.
" baru juga sejam yang lalu nelpon sekarang udah nelpon lagi, dasar posesif" dengus elisa sebal sedangkan sarah dan putri hanya terkikik mendengar nada menyindir dari elisa.
Mami putri sih nggak heran, memang begitu sih sifat wijaya.
Mereka tidak tahu saja jika dulu pun ia seperti itu, yah benar sekali ... Hendri, dirga serta wijaya yang lain nya adalah pria dengan rasa posesif paling tinggi dan juga wijaya itu paling tidak suka wanita milik nya jauh dari pandangan mereka.
" benar-benar anak ku hihi"
Batin putri terkikik geli
" aku angkat sebentar ya mam, mih, beb" ujar kiara sambil memperlihatkan layar handphone di tangan nya.
" nggak usah sini biar mami yang angkat" ujar putri iseng
" ehhh..."
Mendengar seruan kaget dari kiara, mami putri hanya tersenyum jahil dan mengulurkan telapak tangan nya ke arah kiara kode untuk menuruti keinginannya.
Tanpa banyak bicara kiara memberikan handphone nya kepada mami putri yang di sambut semangat oleh putri.
Khu Khu khu
Klik
" lama banget dear di angkat nya, kamu lagi apa sih?" tanya dirga tidak sabaran di ujung telepon sana
__ADS_1
Mami putri terkikik dalam hati mendengar nada merajuk yang di keluarkan anak es nya
"ah... Bisa merajuk juga ternyata"
" sayang.... Kenapa nggak di jawab, kamu masih di butik nya elisa kan?" tanya dirga (lagi) saat mami putri yang di sangka dirga itu adalah kiara tidak menjawab pertanyaan dari nya.
"ehem...."
" ada apa anak ku?" tanya mama putri dengan nada main main nya
" mama.... Kok bisa mama yang terima telepon aku " tanya dirga kaget
" tentu saja bisa" balas mama putri cuek
" maaf ya anak ku sayang, saat ini kami sedang makan dan tidak boleh di ganggu.
Sebaiknya kamu kembali bekerja atau mama akan benar-benar setuju dengan usulan fandi kemarin malam" lanjut putri dengan nada sok tegas nya padahal dalam hati sudah terkikik geli bahkan sudut bibir nya sudah bergetar menahan tawa nya yang hampir meledak saat membayangkan ekspresi anak nya di ruangan kantor nya saat ini
Kantor dirga
Deg..
Wajah dirga memerah malu saat mendengar suara mama kemudian menjadi shock saat mendengar ancaman dari mama nya.
" apa.... Nggak bisa gitu dong mah" ujar dirga
" masa mama tega sama anak mama yang tampan ini, jangan gitu ya mah" lanjut nya merayu mama putri dengan suara yang ia buat sesedih mungkin
" kalau gitu jangan ganggu kami seharian ini, jika tidak...."
" oke... Siap mama ku sayang , aku matikan sekarang dan aku lanjutkan pekerjaan aku.
Bye i love you mah"
Tut
Dirga membalas dengan cepat menyela perkataan mama nya dan memutuskan sambungan telepon sepihak dengan buru buru
" sial... Kenapa mama juga ikutan jahil sih" umpat dirga sebal
" ck.... Terus ngapain gue bengong gini"
Gumam dirga kesal
Dirga yang lagi dalam mode mager pura-pura tidak melihat tumpukan dokumen yang sebenarnya sudah melambai minta di jamah
Mood nya down Karena tadi ia sangat ingin mendengar suara bawel nya ehhh... Yang terdengar malah suara mama nya
" nggak ada kerjaan lagi" gumam dirga pelan
" ke bar aja lah" lanjut nya tanpa beban
Kemudian meninggalkan ruangan nya tanpa melirik dokumen yang sudah sedari tadi melambai lambai minta di belai
( oi ga.... Itu dokumen gimana?, bodo siapa suruh mama gue di buat ikut ikutan jahil ke gue)
Restoran
Mama putri tertawa puas setelah membuat anak es nya patuh dan takut dengan ancaman nya dan tentu saja menuai tatapan Penasaran dari ketiga orang yang saat ini melihat nya.
" haha... Ha... Maaf maaf... Mami lagi bahagia banget saat ini" ujar mama putri setelah berhenti tertawa
" ada apa sih mih?" tanya kiara kepo, ia tidak bisa mendengar percakapan antara mami dan dirga karena pada saat menerima telepon putri menjauh dari meja tempat mereka makan.
" nggak apa-apa sayang, yang jelas seharian ini kamu bebas panggilan dari dirga.
Itu artinya untuk sisa waktu kita hari ini dirga nggak akan ganggu kamu lagi pas waktu kita shoping nanti " balas mama putri semangat
" kok bisa mih? Setahu aku dirga nggak mungkin membiarkan kiara luput dari pengawasan nya walau sedetik" tanya elisa Penasaran
Demi apa dirga yang posesif nya kebangetan itu loh yang lagi di omongin nggak mungkin banget kan?
Sarah yang juga tahu sifat posesif dirga menggangguk setuju akan pertanyaan dari elisa yang memang benar ada nya.
sedangkan kiara hanya bisa tersenyum canggung dengan kelakuan mami nya yang ternyata sebelas dua belas dengan papa nya sendiri saat menjahili dirga nya.
" ya ampun punya papa jahil ternyata dapet mertua jahil juga"
Batin kiara facepalm
Kiara menepuk dahi nya kaku saat mendengar penjelasan mami mertua nya saat tadi mengancam dirga dengan kejam nya
" hah.... Yang sabar ya dirga ku sayang"
Akhirnya sesuai dengan yang di ucapkan mami putri, maka seharian ini kiara benar-benar terbebas dari telpon dirga yang biasa nya ia terima di setia jam nya.
Mereka berempat pun menghabis kan sisa waktu hari ini dengan shoping dan melakukan kegiatan wanita lainya tanpa gangguan dari dirga maupun lainya.
meski sesekali mama dan mami akan berdebat tentang sesuatu atau kompak jika menemukan sesuatu yang cocok menurut selera mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisah nya
Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya ya
Sampai babai
Terimakasih
__ADS_1