Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Iyes Mas


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So now


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Seperti janjinya pada diri sendiri, Kaisar pun mulai menata ulang strateginya, untuk mendapatkan kembali kepercayaan Fania Si Cokocip kesukaannya.


Ia mulai mendekati Fania sebagai lelaki yang menyukai, bukan hanya menjemput atau mengajak Fania makan bersama. Bahkan setiap waktu menambah intensitas kirim pesannya, Ia juga memberikan Bunga saat Fania sedang ada Pemotretan.


Seperti saat ini, Kai sengaja mendatangi lokasi Pemotretan Fania di gedung Agensinya. Fania sedang ada pemotretan untuk cover majalah musim panas, kebetulan Dia menjadi model untuk pakaian santai, rancangan dari Butik milik Elisa Istri Faro sahabatnya Si Songong.


" Mas, Udah lama nunggu ?" seru Fania bertanya, di sampingnya ada cowok kemarin, yang kalau nggak salah bernama pion atau neon entah siapa itu Ia lupa.


" Ni orang nempel mulu sih, sama Si Cokocip" batin Kai kesal.


Sebelum menjawab, Kai mengusap sayang rambut Fania terlebih dahulu, Lalu tersenyum tipis.


" Nggak kok, kamu Sudah selesai kan?" tanya Kai lembut.


" Um" gumam Fania, dengan kepala mengangguk.


" Dion, besok kamu jemput aku kan?"


" Loh mau kemana?" batin Kai memandang Fania bingung.


" Iya dong, aku kan sayang kamu. Pasti aku jemput kok, kamu tenang saja" balas Dion. entah maksudnya apa, tapi kenapa seperti sengaja saat bilang kata Sayang.


" Kok kesel ya?" batin Kai dengan perasaan campur aduk.


" Oke, aku tunggu loh" balas Fania dengan senyum ceria, Ia tidak merasa kalau Kai yang melihatnya sedang terbakar cemburu.


" sialan" batin Kai tidak bisa apa-apa, hanya tangannya saja yang mengepal menahan emosi.


" Oke, aku duluan yah. Sampai besok" seru Dion, tersenyum tampan lalu menepuk kepala Fania pelan. Meninggalkan Fania dan Kaisar, setelah memberikan seringai meremehkan ke arah Kai.


" Bangke"


Kai yang di tatap seperti itu tentu saja meradang, tapi Ia tidak mau membuat kacau usahanya. Di lihat dari kepribadian Fania, Dia bukan tipe cewek demen liat adegan kekerasan. Jadi saat ini yang di lakukannya hanya menghela nafas, menghilangkan rasa emosinya.


" Sabar Kai, sabar" batin Kai.


" Mas , Mas Kai!" seru Fania manggilnya, yang ternyata tanpa di sadari Ia sedang melamun.


" Ah, Sorry Fan" balas Kai canggung


" Kamu kenapa sih Mas, apa lagi ada kerjaan?" tanya Fania khawatir


" Nggak kok, Gue free makanya jemput lu." balas Kai, kepalanya menggeleng di sertai senyum kakunya.


" Kirain sibuk, kalau sibuk yah nggak apa-apa Mas nggak jemput juga" ujar Fania santai. dengan bahu terangkat acuh, membuat hati Kai seperti ada yang salah.


" Kok aneh yah, biasanya juga sumringah di jemput" batin Kai


" Yuk jalan, mau makan dulu nggak?" ujar Kai, malas menjawab perkataan yang hanya akan membuatnya nyeri hati.


" Um, nggak usah Mas, langsung pulang saja"


Kaisar tetap menggandeng Fania, jalan bersisian menuai tatapan Penasaran. Sebab Fania adalah salah satu model yang tidak terlalu suka dengan kontak fisik, apalagi bergandengan tangan. Karena ini adalah pertama kali Kai menjemput di kantor agensinya, maka jangan heran Ia mendapatkan tatapan mata minta di colok.


Kai berjalan cuek, sengaja menunjukan jika cewek dalam genggaman tangannya saat ini adalah ceweknya.


Skip


Keesokan harinya


Hari ini adalah acara Fashion Week, sesuai kesepakatan Dion menjemputnya di Apartemen, sehingga kai hanya bisa melihat tanpa bisa melakukan apa-apa. Mungkin juga karena mereka bersama-sama menjadi model, yang akan memakai rancangan dari beberapa desainer terkenal dan berjalan di atas Panggung.


Di hadiri beberapa sponsor dan tamu undangan, Fashion Week ini di lakukan di ruang tertutup dengan beberapa Stasiun televisi meliput.


Kaisar dan Dirga termasuk dalam jajaran Para sponsor, mereka berdua duduk bersisian. Sebenarnya Dirga enggan mengikuti acara seperti ini, tapi karena sahabatnya yaitu Faro menemani Istri sekaligus sahabat Kiara, jadi Ia pun mau tidak mau menghadiri. Kedatangannya mengundang kerlipan lampu Flash kamera, membuatnya tidak nyaman dan akibatnya hawa angker senantiasa ada di sekitarnya.


" Hentikan Ga, ini acara punya Elisa juga. Mau Gue colok itu mata, Pawangnya nggak ada malah tambah angker." tegur Faro, yang merasa merinding saat Sahabatnya menampilkan wajah khas setannya.


" Hn"


" Ck, sejam doang elah Ga" lanjut Faro, Ia tidak ingin acara yang sudah di rancang Istri, serta sahabat sesama desainer Istrinya gagal. karena kehadiran sponsor angker, yang kebetulan paling besar sahamnya untuk mendukung acara ini berlangsung.


" Hn" gumamaan Dirga menjadi obrolan terakhir, karena akhirnya acara pun di mulai.


Di sebelahnya Kai memperhatikan mereka dalam diam, Ia kesini juga karena modelnya adalah Fania. Mungkin kalau bukan Fania, Ia juga malas menghadiri acara seperti ini.


" Lu jadi Kai?" tanya Faro ambigu


" Iya. " balas Kai singkat.


Setelahnya, mereka semua diam dan melihat ke atas panggung saat acara berlangsung.


Satu per satu para model berjalan, memamerkan rancangan para desainer. Berlenggak-lenggok dengan pandangan lurus tanpa ekspresi, seakan tidak ada tamu yang melihat, Lalu berganti menjadi wajah ceria, karena pakaian adalah tema ekspresi wajah.


Suara tepuk riuh terdengar, saat acara berlangsung.


Kaisar memastikan lagi barang yang di bawanya hari ini, Ia meyakinkan dalam hati jika kesempatan ini adalah yang terbaik.


Flasback on


Bar Galaxy

__ADS_1


Hari itu, pada saat Ia menginap di Basecamp Trio Strong. Entah memang nasibnya yang sial atau apa, di waktu Ia bangun ternyata ada Dua orang stres lainnya di kamar yang Ia tiduri.


" Udah bangun Lu?" tanya Faro,tanpa melihatnya karena mata Faro melihat kearah kertas. Kaisar nggak tahu itu kertas apa, mungkin laporan atau apalah terserah.


" Hum" gumam Kai, lalu melirik jam di dinding kamar Raka, jarum jam pendek menunjuk ke angka 7. Artinya Ia tertidur sekitar 3 jam, lumayan untuk mengumpulkan tenaganya.


" Kali ini bikin masalah apa?" tanya Dirga songong, seakan Ia ini mahluk paling suka berbuat onar.


" Cih, bangun tidur di ajakin gelud. Bisa nggak sih sehari aja nggak songong?" tanya Kai sewot dengan decihan kesalnya, bangun tidur bukannya di buatin makan malam, malah di buat emosi.


" Mau-maunya Kiara sama Si Songong satu ini" batin Kai memandang Dirga sengit.


" Nggak bisa, udah dari sananya begini, Nggak suka, minggat aja lu dari sini"


Kan apa Kai bilang, antara nyesel nggak nyesel Ia tidur di Sarang Trio Strong.


Huft ...


Kaisar menghela nafas, menekan emosinya kalau bertemu mantan Rivalnya dulu, yang sekarang balik sinis lagi karena Ia pernah minta hal kurang ajar, kepada Istrinya di hadapannya.


" Minggu depan acara Fashion Week, kalian sponsor acara itu kan?" tanya Faro, menyudahi hawa tak bersahabat dari kedua mantan Rival di hadapannya saat ini.


" Hn"


" Iya"


" Kala ...


Ceklek


" Yoo " pintu terbuka, di susul suara Raka yang memasuki ruang kamarnya, menginterupsi kalimat yang akan di keluarkan oleh Faro.


" Udah di baca laporannya? " tanya Raka. Setelah duduk di samping Dirga, yang sedang Fokus dengan layar Laptopnya, memeriksa laporan perkembangan Bar, mereka melalui Grafik Statistik.


" Hn, udah, lumayan" sahut Dirga singkat padat dan nggak jelas.


Raka berdecak sebal saat mendengar kata lumayan dari Dirga, Ia nggak habis fikir mau keuntungan berapa lagi, agar dapat penilaian memuaskan dari Si Bos besar Wijaya di depannya.


" Bersyukur dikit, dasar Bangke" sewot Raka tidak terima, saat hasil kerjanya di bilang hanya lumayan. Nggak tahu aja susahnya menjalani bisnis, yang saingannya banyak. Raka pun melengoskan kepalanya sebal, saat Dirga hanya menjawabnya dengan mengangkat bahu acuh.


" Eh, Si bang-Kai tuh lagi patah hat aakkhh


Buagh


Omongan Raka terhenti, menjadi pekikan sakit. Pada saat akan mengucapkan kalimat penuh aib dari seorang Kai,dengan tersangka Kai Sang pelempar sebuah majalah tepat ke arah kakinya.


" Diem, kampret " sentak Kai, yang sudah tahu arah pembicaraan Raka yang saat ini malah terkekeh senang.


" Siapa yang patah hati? Si Banga-kai ini? Mampus" sahut Dirga santai ikut menimpali perkataan Raka, sedangkan Faro hanya menggeleng kepala melihat perdebatan di depannya. Padahal Ia ingin menyampaikan sesuatu yang ...


" Benar juga" batin Faro dengan kepala mengangguk


" udah napa sih, demen banget gelud " lerai Faro, membuat Duo mantan rival melengsokan kepala serempak.


" Ni gara-gara Lu, kampret " ujar Faro menatap Raka nggak habis fikir.


" Lah kok Gue? "


" Iya Lu lah, udah nggak usah di bahas lagi " ujar Faro meyela, saat melihat Si kampret akan mengeluarkan bacodannya lagi.


" Haih, serasa mongmong bocah" batin Faro lelah, saat melihat tingkah bapak- bujang di depannya.


" Kita di sini mau bahas bisnis, sekalian deh kita bantu masalah Lu Kai" lanjut Faro setelah ketiganya diam, menuai ekspresi berbeda dari yang mendengar.


" Hah?"


" Ngapain bantu ini orang?" tanya Dirga dengan dagu menunjuk Kai, jangan lupa nada sarkasnya. Dirga masih ogah, kesal saat mengingat tangan Istrinya di pegang-pegang.


" Siapa juga yang mau di bantu lu?" sewot Kai, tidak terima.


" Diem deh pada, bukan bantu juga, cuma kasih jalan aja. Selanjutnya biar Dia sendiri yang jalani" seru Faro lagi-lagi melerai keduanya yang saling adu tatapan kilat listrik.


Akhirnya Dirga yang lebih dulu mengalah, seharusnya Ia tidak terbawa emosi. Sudahlah, hitung-hitung bantu Jones dapet kebahagiaan.


" Apa rencananya?" tanya Dirga mengalah, menuai kernyitan heran Raka, raut wajah kaget Kai dan senyum tipis Faro yang bangga kepadanya.


" Terserah sama orangnya, Gue cuma ngusulin tempatnya. Acara Fashion Week nanti Fania kan salah satu modelnya, nah selanjutnya Lu ngerti kan apa maksud Gue Kai?" ujar Faro menjelaskan tanpa kejelasan, tapi bagi sahabatnya yang mengertinya, mereka hanya mengangguk paham.


" Jadi maksudnya, Gue ngelamar ulang Fania di sana? Di acara yang banyak orangnya? " tanya Kai memastikan,yang di angguki kepala dari Faro membenarkan.


" Kenapa Lu? Takut di tolak? Terus malu di lihat banyak orang?" tanya Dirga dengan seringai menantangnya.


" Kata siapa? Gue berani tuh" balas Kai nggak mau kalah.


" Sip, intinya kalau di terima syukur, nggak di terima nasib. Gitu kan Ro?" tanya Raka ngelunjak, tapi sialnya malah di angguki oleh yang di tanya.


" Iya, emang maksud Gue gitu!" balas Faro cengengesan.


" Anying, sengaja mau buat Gue malu yah lu pada?" sewot Kai, saat tahu maksud dari usulan Faro. Ia bertambah kesal saat melihat ketiganya Tos tangan kompak lalu terkekeh.


" Emang" koar mereka kompak, kompak banget mengharapkan seorang jomblo malu dua kali lilipat.


" Ck"


Selagi mereka ngekek, Kai memeriksa Handphonenya yang ternyata kosong, nggak ada sama sekali pesan dari Doi.


"Ya Lord, gini amat, sekalinya sadar tapi kena imbasnya" batin Kai nelangsa.


Suara kekehan berhenti, di gantikan deheman dari seorang Faro Sang pencetus ide.

__ADS_1


" Ehem, Sorry sorry, sekarang serius nih" ujar Faro dengan ekspresi seriusnya, di ikuti oleh kedua Sahabat stresnya.


" ..."


" Kita dukung Lu, lu tinggal bilang bagaimana rencana lu Kai, kita pasti bantu. Lagian emangnya lu mengharapkan kegagalan sama rencana lu nanti Kai?" tanya Faro sunggu-sungguh, membuat Kai menggeleng kepala.


" Gue nggak ada rencana buat di tolak, apalagi mempermalukan diri sendiri di depan publik" balas Kai yakin.


" So, Lets do it" sahut Dirga, dengan nada datarnya tapi ada tatapan menyemangati di dalam matanya.


" Yes, you can do it bray" seru Raka, menimpali perkataan Dirga. Meski nada yang di pakai datar, tapi Raka sebagai sahabat tentu saja tahu perangai Dirga.


" Oke"


Flasback off


Maka disini lah Kaisar, di depan Fania yang menutup mulut tidak percaya. Saat Kai mengulurkan sebuket bunga Azalea, di dukung oleh lampu sorot menerangi mereka berdua. Sedangkan di sekitar mereka lampu sengaja di padamkan, jangan tanya ini hasil siapa. Orangnya sedang video call, dengan Sang Istri yang ingin tahu kelanjutan hubungan Fankai ( Fania Kaisar).


Sebelumnya


Setelah peragaan busana selesai, tiba saatnya bagi para desainer naik ke atas panggung, bersama salah satu model sebagai maskot dari brandnya. Kali ini Fania di tunjuk, sebagai perwakilan dari sesama rekan modelnya. Bersama Elisa yang agak kesusahan dengan perut buncitnya, Fania menuntun Elisa dengan pelan dengan tangan saling merangkul. Keduanya mengumbar senyum bahagia, karena berhasil dengan acara yang sudah mereka susun hampir 2 bulan ini.


Saat itu, lampu tiba-tiba padam. Mengundang seruan kaget dari penonton, tapi tidak lama karena setelah itu terdengar suara musik menenangkan dengan dentingan piano lembut. Fania takut karena kejadian ini, di tambah Elisa yang tiba-tiba hilang dari rengkuhannya.


" Ada apa ini" batin Fania takut, lalu menjadi kaget saat melihat lampu sorot menerangi seseorang yang di kenalnya, sedang berjalan ke arahnya,dengan tangan memegang sebuket bunga Azalea.


" Kai"


Tap


Kaisar sampai di depannya, dengan senyum tampan seperti biasa. Memandangnya dengan lembut, serta tangan mengulurkan sebuket bunga Azalea.


Kaisar Berdiri dengan gugup, di sekitarnya ada berbagai macam orang yang menyaksikan.


Gleuk


" Oke, sekarang atau nggak sama sekali" batin Kai, setelah menelan slavianya susah payah.


" Mas Kai?"


" Fania, Sorry atas kesalahan gue waktu itu, tapi sekarang Gue sadar. Dan Lu juga sudah dengar penjelasan Gue kemarin, sekali lagi Gue mau tanya sama Lu, untuk yang terakhir kali dan Gue akan pergi kalau Lu nggak menerimanya"


Fania menatap nanar saat mendengar perkataan Kai seperti itu, membuat Fania hampir saja melepas bulir bening dari matanya. Bukan ini yang Ia mau, Ia mau Kai selalu ada di sampingnya.


" Fania Budiman, Be a Mother to my Future Children Please "


Setelah Kaisar mengungkapkan perasaannya kembali, seruan dengan kalimat "Terima" pun riuh terdengar, membuat Fania memandang sekitar dengan pandangan gugup. Ia tidak menyangka akan di lamar ulang dengan cara ekstrim seperti ini, hatinya terharu dengan badan bergetar gugup.


Sedangkan Kai sendiri, menunggu dengan perasaan gelisah. Bukan hanya masalah akan malu karena di tolak, tapi juga artinya Ia akan kehilangan lagi cinta dalam hidupnya.


" Please, please" batin Kaisar berharap.


Suasana mendadak sunyi, saat semuanya menanti jawaban darinya. Fania melihat lagi, sinar mata yang di pancarkan oleh Kaisar di depannya, tulus dan hanya memantulkan wajahnya di sana, tanpa ada lagi Mba Sepupunya. Hatinya menghangat, senyumnya terlukis setelah meyakininya. Jadi, dengan sebuah anggukan kepala darinya , seruan dari orang yang menyaksikan serta tepuk tangan mengiringi jawaban bergetar darinya.


" Iyes Mas, aku iyes" jawab Fania, dengan kepala mengangguk, lalu tersenyum di sertai lelehan air mata yang akhirnya tumpah juga dan selanjutnya adalah pelukan erat dari Kaisar, menutup acara lamaran kedua kalinya dari Jomblo *Move On.


Prok Prok Prok*


" Cuit, Cuit"


Di belakang layar


Elisa yang bahunya di rangkul erat oleh Faro, tersenyum senang. Saat melihat akhirnya Mantan dari sahabatnya, bisa melupakan dan mendapatkan cinta lainya. Ia sebenarnya sudah menyadari dengan perasaan Fania, saat mereka berkumpul di rumah Kiara, ketika tiba-tiba Fania membahas masalah Kai.


" Semuanya bahagia" bisik Faro, membuat Elisa mengangguk membenarkan.


" Um, semua pasti bahagia" balas Elisa lalu memeluk punggung Faro erat, kembali melihat pemandangan di depannya, dimana ada Kai yang sedang menyematkan cincin di jari manis Fania.


" Yank, coba lihat, Aku mau lihat"


Elisa terkekeh, saat mendengar suara heboh Si bawel kesayangannya Dirga , ingin melihat acara lamaran Kai saat ini.


Sayang sekali Kiara tidak bisa ikut, karena Baby Gav masih terlalu kecil untuk di bawa kemana-mana


" Oke, aku ganti mode kamera" balas Dirga pasrah, lalu mengatur kamera menghadap belakang, dimana Ia melihat Istrinya terpekik senang saat Fania memeluk Kai erat.


" Ya Tuhan, akhirnya semua bahagia. Aku senang banget yank"


" Iya, aku juga senang kalau kamu senang yank" balas Dirga dengan senyum tipisnya, saat rencana yang memakai sedikit tekanan kekuasaan darinya berhasil.


" Yank, pulang yah. Baby nangis nih cariin daddy"


Dirga segera mengangguk, saat mendengar tangisan anaknya di seberang sana. Kemudian undur diri setelah memberi kode pada Faro yang di balas anggukan kepala paham.


" Semoga sehabis ini, tidak ada lagi halangan untuk kebahagian semuanya. Amin"


Dengan harapan dalam doanya, Dirga berjalan menjauhi ruang acara. Meninggalkan gedung dan tancap gas, menuju rumahnya untuk menemui Baby Gav serta Istrinya .


" Padahal baru beberapa jam nggak ketemu, ck ... Udah kangen aja" gumam Dirga, dengan Kaki menekan Pedal Gas.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisahnya...


Jangan lupa kirim komentar serta klik jempolnya...


Minta Vote dukunganya juga yaa


Sampai babai

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2