
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Seminggu kemudian
Di kantor dirga
Dirga berjalan dengan langkah tegas, masih dengan wajah lempeng nya tapi entah mengapa suasana di sekitar dirga ada yang berbeda dari hari kemarin kemarin .
" sejak kapan di kantor ada hujan bunga?"
Ini perkataan setiap karyawan yang melihat dirga, tentu nya hanya di dalam hati mereka masing masing.
mana berani nge julid terang terangan mau di lempar gepokan uang sama dirga hmm?
" selamat pagi tuan dirga" sapa seorang karyawan yang kebetulan berpapasan dengan dirga.
Di dalam hati karyawan itu sebut saja ros sudah merasa ketar ketir dengan mulut komat kamit berharap hari ini akan terhindar siraman qalbu dari bos nya
" hn.. pagi"
" eehhhhh...."
Ros shock dengan wajah melongo.
Itu seriusan bos nya yang dari kemaren menebar hawa mistis? Kenapa sekarang hawa nya berbeda seperti ada taburan bling bling di sekitar nya.
" ya tuhan itu tuan dirga, sapaan saya di bales euy...." gumam ros bingung
Puk
" copot loh eh copot, ah... pak dani.
Kirain siapa hampir aja jantungan" pekik ros latah
" kenapa? Ada yang seru?" tanya dani kepo
" tuan dirga berubah" jawab ros ( julid mode on)
" berubah? Jadi power bank maksudnya?" tanya dani bingung
" sembarangan pak dani ini, nanti saya aduin loh ke tuan dirga" ujar ros kejam
" terus?" tanya dani nggak perduli
" sok atuh nggak takut"
" tuan dirga bales sapaan saya pak, hehe . pasti karena hari ini saya bawa jimat dari ibu saya" ujar ros polos dengan kekehanya.
" wah.... Berarti bulan depan gaji kita naik do..."
" siapa yang naik gaji hmmmmmm"
" mampus / sial"
Ros dan dani yang sedang bergosip merasakan hawa membunuh dari belakang mereka.
Glekk
" pak dani, sebentar ya saya ambil laporan yang bapak minta. Saya permisi dulu.
Ah... Tuan dirga permisi" ujar ros pura pura sibuk dan segera ngacir meninggalkan dani yang terdiam kaku dengan wajah pucat nya.
" sial... Sial.. Sial..."
Dani segera menghadap ke arah dirga kemudian tersenyum kaku.
" selamat pagi pak" sapa dani kaku saat dirga menatap nya dengan tatapan penuh janji
" pagi dani, seperti nya kerjaan kamu cuma sedikit ya, hingga memiliki waktu untuk berleha leha.
Bagaimana kalau kamu pergi ke Afrika Selatan urus proyek baru di sana hmmm" ujar dirga dengan senyum manis nya.
" hiyyyyyy..... Tidak"
" ah.. Ada laporan yang harus saya sampaikan ke bapak, mari kita ke ruangan bapak.
Silahkan pak... Mau minum apa, atau perlu saya panggilkan tukang pijat. Seperti nya bahu bapak sakit" cerocos dani gugup bahkan ia sendiri bingung sedang bicara apa.
" khu hu hu.... Emang enak di kerjain, siapa suruh nge julid gue. Rasakan"
" hn... Minggu depan urus tiket pesawat nya"
Ujar dirga acuh dan berjalan meninggalkan dani yang shock dengan mata melotot lucu
" tidaaaaaaaak......."
Khikhikhi..
( ga... Itu kikikan siapa? Loh jangan tanya gue dong)
Dirga tersenyum tanpa sepengetahuan dani, seru juga ngegodain anak buah sendiri.
"lain kali godain lagi ahhh..."
__ADS_1
Batin dirga usil.
( loh.. Ga, kok nggak jadi sombong dan arogan lagi? Salahin bawel kesayangan gue)
Di kantor kiara
Kiara saat ini lagi berada di ruangan milik papa nya,sedang berdiskusi tentang sesuatu yang hanya mereka saja yang tahu.
Hachuuuuuu
" kamu kenapa sayang, flu ?" tanya papa fandi cemas
" nggak papa pah, seperti nya ada yang ngomongin kiara. Jadi bagian yang ini begini trus begini lalu begini" jawab kiara curiga kemudian menjelaskan laporan yang telah di kerjakan.
" jadi masalah kamu udah selesai kan sama dirga?" tanya papa fandi kepo setelah mereka selesai membahas sesuatu yang saya sendiri saja tidak tahu.
" udah dong pah, hehe" jawab kiara senang dengan kekehan yang di sukai fandi.
Puk.. Puk..
" jangan buru buru kawin ya sayang" ujar fandi ngawur dengan tangan yang menepuk nepuk kepala kiara seperti menepuk anak kecil.
" nggak boleh, nanti pasti dirga macem macem sama putri kecil ku"
Batin fandi dengan penyakit daughter complex nya.
" eh.. Kok kawin sih, nikah dulu dong baru kawin" balas kiara manyun
" papa ini sama seperti dirga, dirga juga waktu itu ngajak aku kawin dulu bukan nikah, huh... Aneh" lanjut kiara polos nan ambigu membuat fandi yang mendengar nya shock
" apa ngajak kamu kawin, kurang ajar berani nya dia ngajak kamu kawin.
Di mana dia biar papa hajar, berani sekali dia..
Bla.. Bla.. Bla" fandi meromet panjang lebar sedang kan kiara melihat nya tidak mengerti
" loh bukan nya aku juga pasti kawin ya sama dirga, kenapa papa shock gitu?" batin kiara polos
( duh nak kiara yang blaem blaem,kamu tahu nggak sih kawin itu apa? Hadehhh)
" papa kok aneh sih, aku kan tunangan dirga ya pasti aku akan kawin dong sama dirga " ujar kiara bingung
" tidak sayang, pertunangan kamu kan belum resmi. Belum tentu jadi" bantah fandi edan
" dih.. Kok papa doain nya jelek gitu" omel kiara dengan bibir manyun
" jahat banget" lanjut nya
" bukan gitu sayang tapi kamu kan masih belum dewasa, papa nggak mau kamu nanti menyesal. Kamu harus banyak bersenang senang Dengan teman teman kamu" ujar fandi kelihatan sekali bila ia belum terima di tinggal sang anak
Aku juga nggak akan menyesal menikah muda lagian enak tahu pah nikah muda nanti umur aku sama anak aku nggak terlalu jauh kan luc.."
" tidak tidak.... Kamu belum boleh nikah, papa nggak mau kamu cepat menikah.
Dulu papa memang menginginkan kamu cepat menikah dengan dirga tapi papa sekarang berubah fikiran" tolak fandi keras kepala
" papa nggak asyik ih... Sebel ah sama papa" ujar kiara kemudian pergi meninggal kan ruangan fandi dengan menghentak kaki kesal
" kiara kok papa di tinggal" seru fandi yang tentu nya di acuh kan oleh kiara.
Kiara menutup pintu sedikit keras
Brakk
" ya ampun anak itu, aku kan cuma nggak mau kiara polos ku di nodai dirga.
Aku nggak rela kalau kiara nikah sama garong " Gumam fandi mengurut pangkal hidung nya pusing
( om nya nggak tahu aja kiara polos nya memang sudah nggak polos ckckc)
Sedangkan kiara, ia masih saja menampilkan wajah manyun nya.
" apa sih papa ini, masa aku nggak boleh kawin sama pacar sendiri" sepanjang koridor yang kiara lalui, kiara tidak berhenti untuk ngeromet tentang betapa ayah nya yang ini atau yang itu.
Untung saja koridor lantai nya saat ini memang bukan kawasan umum untuk karyawan biasa, sehingga ia bebas ngedumel tanpa takut di nilai mirip seperti istri yang sedang mengamuk karena nggak dapat jatah malam jumat.
( ehemmm.... Nyinggung siapa itu)
Drt.. Drt.. Drt..
Merasakan getaran dari handphone nya, kiara pun Merogoh saku blazer nya kemudian melihat pesan talktalk dari kaisar yang mengajak nya menghadiri acara reuni sekolah bareng lusa malam.
" reuni ya.... Apa dirga mau ikut ya" gumam kiara pelan.
Di kantor kaisar
Kaisar mengirim pesan untuk kiara, mengajak nya untuk menghadiri reuni sekolah bersama.
" kira kira nanti pakai baju apa ya?" gumam kaisar senang,
Ia tidak sabar menanti kan nya.
Apalagi kiara dan wijaya sedang bertengkar, sudah pasti kiara akan menerima nya kan.
Drt.. Drt.. Drt..
Sebuah pesan masuk dan pengirim nya ternyata kiara
__ADS_1
_________________
To : me
From : chubi
Sorry kai,
Aku bareng elisa
Kita bertemu di Sana aja ya.
__________________
" apa... Lu lebih milih dengan elisa dari pada gue, sial..."
Kaisar kaget ternyata ajakan nya di tolak, tapi nggak apa-apa fikirnya ia akan bertemu lagi dengan kiara di sana.
Entah kenapa semenjak insiden perkelahian nya dengan dirga, kaisar jadi susah menemui kiara bahkan proyek kerja sama mereka juga sudah di alihkan dengan manajer lainya.
Kiara pun berubah, memang masih menerima pesan nya tapi kenapa agak berbeda.
Ajakan nya makan bersama juga selalu di tolak.
Kaisar juga tidak bisa mengirim orang nya, seperti ada saja yang menghilangkan orang nya saat sedang mengintai.
" sial... Ada apa ini sebenarnya" amuk kaisar murka.
Di kantor dirga
" gimana dengan orang yang kemarin di tangkap, apa sudah mengaku?" tanya dirga datar menatap nyalang laporan yang sedang di pegang nya.
" mau lu kirim banyak orang juga gue pastiin nggak akan berhasil"
" seperti yang bos duga, wiratmadja masih sering mengikuti nona kiara diam diam.
Hanya mengikuti tanpa melakukan kegiatan mencurigakan " jawab dani tenang.
" begitu... Kalau gitu lepaskan mereka .
Tapi beri peringatan untuk tidak melaporkan apapun itu yang sudah di lihat mereka.
Jika mereka melanggar, lu tahu kan apa yang harus lu lakukan " ujar dirga datar
" baik bos " balas dani cepat
" lalu tempat yang gue reservasi apa sudah siap? "tanya dirga
" siap kapan pun bos " jawab dani semangat
Kok semangat???
Tentu saja bos setan nya sebentar lagi punya pawang, jadi bisa mengendalikan hawa mistis
Dirga yang selalu menyertai di setiap langkah bos nya.
" kok lu yang semangat? " tanya dirga curiga, menatap dani dengan sorot mata tajam nya.
Glek
" tuh kan, salah lagi"
" itu.. Maksud saya. Siap bos.
Kapan pun bos ke sana sudah ready selalu" ujar dani salah tingkah kemudian tersenyum kaku.
" memang harus siap salalu, apalagi itu kan tempat milik gue " balas dirga sombong nya kumat
" iya bos"
" ya sudah lu boleh pergi" usir dirga kejam, tapi bagi dani itu adalah hal yang paling indah.
seenggak nya dia nggak perlu melihat wajah datar bos nya lagi.
" lebih baik melihat waifu sexy ku emilia sayangku.... Gue datang" Batin dani eror
Dani ngacir secepat kilat ke ruangan nya yang ada di sebelah dirga.
Meninggalkan dirga yang sedang berfikir keras bagaimana ia menjalani rencana yang sudah di susun nya.
" ck.... Kok makin di fikirin makin bikin gue deg deg ser sih.
" gumam dirga cemas.
(Dirga mau ngapain sih? Mau tau aja ih)
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Apa sih hal yang bisa bikin dirga deg deg ser????
Nanti kan kelanjutan nya yaaa
Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya
Sampai babai
Terimakasih
__ADS_1