
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Di pagi hari yang cerah, di kediamanan Wijaya Muda.
Tepatnya di kamar utama pemilik rumah, 2 Orang beda umur 1 jenis gender masih tertidur ralat, maksudnya 1 orang dewasa tertidur nyenyak sedangkan yang 1 sedang merangkak , padahal Matahari sudah menyinari dan mengintip dari sela hordeng.
Dirga yang masih ada di alam mimpi, terpaksa harus bangun saat merasakan sesuatu menepuk-nepuk pipinya bar-bar.
Puk Puk
" Ugh ... Siapa yang ganggu Gue lagi tidur tampan nih" batin Dirga, dengan mata masih terpejam.
Puk Puk
Da da bhuuu hi hi ...
Puk Puk
Da da bhuuuuuu
" Hem ... Gue inget, Gue pernah denger suara ini. Hem ya bener juga." Gumamnya masih dalam batin.
Da da bhuuu phaa
" Perih juga lama-lama" Batinnya mulai sadar.
Kedip kedip kedip
Akhirnya Ia bangun, saat merasakan sesuatu membasahi pipinya. Di depannya ada wajah mirip sepertinya, memandangnya dengan tatapan polos serta cengiran yang membuat matanya segar seketika.
Da da Bhuu
" Morning Gav, bangunin Daddy pakai Senjata rahasia lagi." ujar Dirga dengan suara serak khas bangun tidur, saat melihat dagu anaknya yang basah berhiaskan liur.
Dirga bangkit dari tidurnya, menyandar di kepala ranjang. Kemudian membawa Gav, yang cekikikan ke atas perutnya.
" Di mana Mommy? " tanya Dirga, yang tentu saja tidak dapat jawaban dari yang di tanya. Hanya gumaman huruf vokal tidak jelas, yang Ia dapat serta tepukan pada pipinya.
Plak plak
Bhu Bhuu
" Heum?"
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, di susul Kiara keluar dengan tangan sibuk menggosok rambut basahnya. Ia tersenyum saat melihat 2 pangerannya telah bangun, Ia juga sengaja meletakkan Gav di samping Suaminya, karena tadi Anaknya masih tidur.
" Morning pengeranku!" sapa Kiara, sambil melangkah mendekati keduanya.
" Morning Dear, Morning Mommy." sapa Dirga balik. Lalu menghadapkan Anaknya ke arah Kiara yang tersenyum lebar, sehingga Anaknya ikut girang melonjak-lonjakan kaki gempalnya di atas perut tanpa bajunya.
" Uuggh ... Kamu semakin berat sayang, perut Daddy bisa-bisa rata, nggak kotak-kotak lagi." ledek Dirga, menuai kekehan dari Sang Istri.
" Daddynya aja yang jarang olah raga, makanya nggak kotak-kotak lagi," balas Kiara, kemudian mengecup pipi suaminya yang di balas gumaman protes.
" Salah tempat sayang, seharusnya kan disini!" ujar Dirga, menunjuk bibirnya yang mengerucut minta di comot.
" Nanti aja, kamu nggak ngantor? Ini sudah siang loh! " seru Kiara memperingati Suaminya, yang biasanya jam segini sudah tampan dengan Jas Armaninya.
" Nggak ada yang penting, kemarin sudah aku beresin. Hari ini mau main dulu, sama Kiciknya Daddy yang buntal ini, iya kan Baby? " ujar Dirga dengan nada senang, melihat keduanya yang memandangnya balik dengan binar mata bahagia.
" Benarkah? Yey ... Hari ini Jalan-jalan sama Daddy!" pekik Kiara senang, Ia mengecup bibir Suaminya cepat sabagai ungkapan terima kasih.
" Kalau gitu, Gav mandi duyu biar semakin cakep." Seru Kiara membawa Gav kegendongannya, lalu melenggang pergi meninggalkan Dirga yang merasa bersalah.
Senyum sedih Mampir di Bibirnya, melihat bagaimana antusiasnya Sang istri saat di ajak keluar. Ia hanya berharap, sampai waktunya tiba, Kiara akan sabar sehari-hari tanpa dirinya yang menemani.
" Oke, cepat mandi. Jangan sampai mereka menunggu, waktu per detiknya sangat berharga." gumam Dirga, dengan senyum kecilnya.
Skip
Dirga turun menemui kesayanganya, yang saat ini sedang duduk di sofa, dengan Gav yang duduk di Baby Bouncer.
" Mau kemana nih kita yank?" tanya Kiara semangat, memandangnya dengan berbinar.
__ADS_1
" Kamu masih suka kue nggak?" tanya Dirga, yang di jawab anggukan kepala semangat dari Kiara.
" Masih dong, hehe ..." balas Kiara, dengan kekehan senangnya.
" Kalau gitu, kita ke Toko Kue Ruby . Di sana katanya jual kue enak banget, ada Red velvet tapi yang paling terkenal Tiramisu Cake nya." ujar Dirga, Ia berjongkok di depan Gav membuat Bayi Buntal itu tertawa senang dengan tangan terulur minta di gendong.
" Sudah wangi Gavnya Daddy? Tium duyu muah muah "
Ahi hi da da ngih
" Oke, fine kita berangkat. Tapi sebelumnya Gav lap dulu ilernya, nanti Tante-tante cantik nggak mau sam Gav lo ... Aaa ... Aghh
Gyutt
" Daddy atau Gav yang nggak di lirik sama tante cantik. Heum?" bisik Kiara, dengan desisan macam medusa. Menyela perkataan nista dari Suaminya dengan cubitan legendarisnya, sehingga membuat Dirga terkekeh saat mengetahui jika Bawelnya cemburu.
" Mommy cemburu Gav, lucu yah?" tanya Dirga, yang di jawab tepukan tangan semangat dari Gav, saat melihat Daddy Toyyibnya di siksa Sang Mommy.
Ahi hi da da Bhuu tu tu
" Yah, Lagi-lagi Daddy nggak di bela." Seru Dirga, saat anaknya nyengir sewaktu ia masih di cubit Sang Mommy.
" Gav sayang, kalau Daddy lirik kanan-kiri kita pulang sendiri aja. Kita pulang ke tempat Oma, biar Daddy bobok sendiri." ujar Kiara, membawa Gav ke gendongannya.
Bhu tu tu ngih
" Iya, kita pergi ke tempat Oma. Kamu setuju kan sayang?" tanya Kiara, menatap anaknya yang hanya menatapnya polos dan terkekeh gagal paham.
Bhu
" Hem, anak Mommy pintar. " Sahut Kiara kemudian meninggal Dirga yang syok, berdiam diri berjongkok di depan Baby bouncer.
" Yah sayang, kan Aku cuma bercanda."
Kiara tertawa, berjalan ke arah dapur untuk mengecek kerjaan asisten rumah tangganya. Meninggalkan Dirga yang memanggil namanya merayu.
" Sayang, Aku beliin Red Velvet deh"
" Dasar, emangnya kamu bisa lirik ke arah lain?" batin Kiara pede, padahal jika mau Suaminya bisa saja dapat gandengan dengan sekali lirik.
.
.
Tidak lama mereka sampai, di tempat parkiran Toko kue Ruby. Di lihat dari luar sepertinya pengunjung ramai, Ia juga tahu ini dari rekan Bisnisnya, Baruna yang kemarin mengadakan pertunangan dengan kekasihnya yang bernama sheryl, kalau ia tidak salah lihat undangan.
Dirga turun terlebih dahulu, lalu membantu Sang Istri membukakan pintu.
" Sini Gavnya, biar aku gendong." ujar Dirga, dengan tangan terulur menerima Gav yang langsung nemplok di dadanya.
" Terima kasih sayang" gumam Kiara, tersenyum lebar saat Dirga menutup pintu kembali.
" Nope Dear"
Mereka masuk ke dalam Toko kue, hal yang pertama tercium adalah aroma Coffee latte di susul dengan aroma manis dari kue, yang berjejer di Etalase.
" Selamat datang di Toko Kue Ruby, ada yang bisa di bantu." sapa pelayan, masih muda sepertinya masih sekolah menengah.
" Halo, terima kasih. Masih ada meja untuk 2 orang plus kursi Bayinya?" tanya Kiara, mewakili suaminya yang hanya diam dengan Gav yang melonjak ingin segera berkeliling.
" Ada, mari ikuti saya Nona." balasnya ramah.
Kiara dan Dirga mengikuti langkah Si pelayan, dengan sesekali Gav yang celingak-celinguk Penasaran.
" Gav belum bisa makan Kue, lain kali kesini lagi yah!" bisik Dirga, saat anaknya melihat ke arahnya dengan raut wajah Penasaran. Melihat tempat asing, apalagi interior klasik dari Toko ini.
" Silahkan Nona, duduk di sini. Ini buku Menunya, tapi yang paling di minati adalah Tiramisu cake dan Caffe Lattenya." ujar Si pelayan menawarkan dagangannya.
" Oke deh, Aku pesan itu."
" Kamu Latte juga yank? Kuenya apa?" tanya Kiara kepada Suaminya, setelah Ia mengiyakan pesanannya sendiri.
" Yang Biasa aja yank" balas Dirga kalem, lebih fokus ke arah anaknya yang duduk di kursi bayi, melihat ke arah vas bunga dengan pandangan ingin tahu.
" Dedeknya lucu banget, namanya siapa Nona, kalau boleh tahu?" seru Pelayan tersebut, gemas saat melihat binar mata Gavnya.
" Hihi ... Gavril tante, tapi di panggil Gav kicik. Tante siapa? Masih muda dan cantik sudah bekerja?" balas Kiara, bertanya dengan kekehannya.
" Ah ... Hallo Gav tampan, kenalin Namaku kakak Ruby. Kakak masih sekolah, tapi lagi bantu Mama di sini. Salam kenal Gav! " seru pelayan yang bernama Ruby tersebut.
" Loh, yang punya Toko ini toh. Wah ... Di layanin langsung, beruntungnya." ujar Kiara senang.
__ADS_1
" Hehe ... Punya Mama kok Tante , kalau gitu pesanannya sama atau beda? " tanya Ruby mengakhiri ramah tamah.
" Hehe ... Yang tadi jadi kakak, lalu tambahannya 1 cangkir Kopi hitam tanpa gula, tapi minta creamernya yah kakak." ujar Kiara, mengulangi pesanannya.
" Baik ... di tunggu, Kakak permisi dulu ya Gav tampan, ambil pesanan dulu." ujar Ruby, kemudian meninggalkan meja milik Kiara dan Dirga.
" Ken, Kamu ke sini lagi? "
" Yah, kakak Ruby sudah punya pacar. " Seru Kiara, membuat Dirga terkekeh.
" Emang kenapa? " tanya Dirga di sela kekehannya.
" Ya nggak apa-apa, Gav lihat mereka sambil ketawa. Sepertinya mereka pacaran yah yank, iya nggak sih? " tanya Kiara kepo.
Gyutt
" Bawel, kita juga dulu pacaran. Sayang aja ketemunya bukan dari zaman sekolah, kalau dari dulu aku ketemu kamu, Aku juga nggak akan lama-lama biarin Kamu jadi milik orang lain." ujar Dirga, dengan tangan mencubit pipi Istrinya gemas.
" Hehe ... Love You My arogan Husband " balas Kiara, di sela kekehan senangnya.
" Love You more, Dear " balas Dirga menepuk kepala Istrinya sayang.
.
Skip
Selesai menghabiskan Kue yang ternyata enak sekali , mereka melanjutkan acara quality timenya. Mengunjungi kebun binatang, melihat teman dari Author ...
( Wah ngajak gelud, bercandaan thor )
Berfoto dengan macam-macan binatang, Gav seharian bermain dengan Dirga yang menggendongnya di depan. Menceritakan apapun yang di lihat mereka, melakukan tugasnya sebagai seorang Daddy yang baru kali ini bisa Ia laksanakan.
" Lihat itu sayang, yang itu Temannya Mommy. Tahu nggak kenapa?" tanya Dirga kepada Gav, dengan tangan menunjuk salah satu binatang.
Di sampingnya Kiara tentu saja protes, dengan seruan kesal yang membuat Dirga Lagi-lagi terkekeh.
" Yah, emangnya aku burung Beo. Aku cantik masa di samain dengan beo? Nggak sekalian di samain dengan yang lainnya?" sewot Kiara saat melihat apa yang di tunjuk Suaminya.
" Ahaha ... Tuh, Daddy bilang juga apa!" kekeh Dirga semakin menggoda Istrinya imutnya.
" Heumb"
" Mommy mirip Beo, kalau sudah ngomong nggak bisa berhenti." Lanjutnya terkekeh dengan Gav yang setuju dengan seruan khasnya.
Bhu tu tu Ahihi hi
" Ahaha ... Kabur Gav, nanti Beonya terbang, matuk kita berdua." Seru Dirga membawa Gav yang terkekeh, menjauhi Kiara yang auto mengejar mereka.
" Mommy bawel tangkap kami, bleeehhh" seru Dirga semakin mengoda
" Yah, awas yah kalau kalian tertangkap." Seru Kiara, ikut berjalan cepat. Menghiraukan pengunjung lain yang melihat ke arah mereka, dengan raut wajah Penasaran.
Puas berfoto, bercanda serta berkeliling kebun binatang. Gav Tepar kehabisan tenaga, seharian tertawa. Bahkan Kiara pun langsung mendesah lelah , ketika duduk nyaman di dalam mobilnya.
Hari sudah sore, jadi Dirga juga memutuskan untuk pulang. Mungkin kapan-kapan Ia bisa menghabiskan waktu bersama lagi, baginya kehilangan sedikit pundi uang tidak masalah, jika itu bisa membuatnya melihat tawa bahagia dari keduanya.
" Lain kali kita jalan-jalan lagi yah, Aku janji." gumam Dirga pelan, mengusap rambut Istrinya sayang dan mengecup kepala Gav yang ada di pangkuan Kiara.
" Em ... Tentu, kami tunggu yah Daddy!" balas Kiara, mendekat ke arah Suaminya.
Cup
" Terima kasih, sayang." bisik Kiara, setelah mengecup pipinya sayang, kemudian tersenyum manis.
Cup
" anything for you two Dear" balas Dirga, ganti mengecup pipi dan kening Kiara lembut.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Spesial untuk si cantik Ruby dan si Sheryl neng geulis
Ikuti kisah selanjutnya...
Jangan lupa komentar dan klik jempolnya ya guys...
Serta vote dukunganya...
Sampai babai
Terimakasih
__ADS_1