Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Dirga pulang


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Kiara menunggu dirga di bagian kedatangan dengan sabar.


Risih


Itu yang di rasakan kiara saat ini karena ia merasa seperti pencuri yang di tatap dengan berbagai macam tatapan.


Sebenarnya bukan tatapan jelek kok, tapi lebih ke tatapan memuja dan terpesona.


" kenapa pada liatin aku sih, apa ada sesuatu ya di wajah aku" batin kiara bingung


Tangan nya bergerak untuk meraba wajah nya siapa tahu saja ada upil nyempil di pipi nya.


Merogoh tas nya untuk mengambil cermin kiara mengernyit saat tidak ada apa-apa di wajah nya.


" cantik kok" gumam kiara pelan bin pede nya


Saat ini kiara memakai baju terusan panjang se mata kaki pres body tanpa lengan berwarna merah maroon bahan rajutan, dengan belahan tinggi sepaha nya sehingga memperlihatkan kaki jenjang indah milik kiara.


Lalu kiara memakai sepasang sneaker putih dan jam tangan di tangan kiri nya.


Dan karena hari ini ia ke salon ia pun membuat rambut nya menjadi ikal di bagian bawah nya.


Jadi apa yang salah dengan penampilan kiara saat ini?


Bahkan wajah nya pun tidak ia poles make up berlebih hanya eyeliner dan bibir nya yang biasa ia poles dengan lip balm hari ini ia poles dengan lipstik warna merah maroon senada dengan warna baju nya saat ini.


( nggak ada yaya penampilan kamu nggak salah kok)


" ehhh.. Apa karena lipstik aku warna nya mencolok ya, jadi orang orang nilai aku seperti cewek cabe cabe an?" batin kiara malu.


Saat ini kiara sedang duduk di ruang tunggu kedatangan, Papper bag berisi baju tadi siang yang ia kenakan ia letakan di kursi samping tempat duduk nya.


Kiara menyilangkan kaki kanan nya sehingga belahan nya membuka dan membuat paha nya kian terekpos.


Sambil memainkan handphone nya, kiara kali ini cuek dengan tatapan tatapan yang di layang kan untuk nya.


Di ujung pintu kedatangan sana terlihat dirga dan dani yang berjalan dan sudah melewati bagian luar pintu.


Dani sedang menelpon sopir yang bertugas menjemput mereka di bandara dan


Dirga sendiri sedang celingak celinguk mencari keberadaan gendut bawel nya,


" apa dia lu.... Ahh itu dia"


Dirga mendesah lega saat mata tajam nya melihat kiara yang sedang duduk menunggu nya sambil memainkan handphone dengan bertopang kaki sehingga memperlihatkan..


" what..." dirga hampir saja memekik dengan suara membahana nya, jika ia lupa saat ini sedang di tempat umum dan pantang bagi nya menjerit seperti perempuan.


Dirga kemudian melihat di sekeliling kiara yang sial nya lagi ternyata dominan cowok sedang melihat kiara nya dengan tatapan mupeng


" fak... Minta di colok ya tuh mata" gumam dirga kesal sehingga dani yang di samping nya pun berjenggit kaget.


Dani juga heran melihat kelakuan dirga yang saat ini sudah ngacir berjalan cepat menuju ke arah ruang tunggu.


Dani mengikuti dirga dari belakang dengan kening berkerut bingung sebenarnya apa yang di lihat dirga saat ini sehingga membuat dirga bos nya yang di kenal datar, santai dan acuh ini sampai harus blingsatan seperti melihat..


" ahh... Pantas saja" gumam dani menggeleng kepala pelan setelah tahu alasan bos nya seperti kebakaran kumis di ujung sana.


Kiara sedang sibuk bertukar chat dengan elisa yang kepo sedang apa ia saat ini,


Sehingga ia tidak menyadari seseorang sedang berjalan cepat ke arah nya dengan hawa kulkas dingin nya,


Bruk


kemudian di susul dengan coat panjang yang tiba tiba menutupi bagian paha nya yang terbuka bebas.


" hei... Apa apa... An.." kiara sudah bersiap dengan rentetan kalimat protes nya namun tertelan lagi saat melihat sepasang mata melihat nya dan wajah yang dekat dengan wajah nya.


Deg..


Jantung kiara berdetak karena bisa melihat lagi wajah orang yang ia rindukan selama 2 minggu ini.


Wajah dirga terlalu dekat dengan wajah nya karena posisi dirga saat ini adalah jongkok dengan satu kaki menekuk sehingga bisa sejajar dengan kiara yang sedang duduk dan itu tentu saja membuat Pipi kiara merona.


" dirga...." bisik kiara lirih,


" aku pulang sayang" balas dirga dengan senyum sejuta umat nya, yang di balas dengan terjangan maut dari kiara membuat tubuh dirga terdorong ke belakang tapi tidak sampai membuat mereka jatuh.


Dirga menahan terjangan maut kiara dengan kaki nya yang menekuk.


" miss me hemmmmm?" goda dirga berbisik di telinga kiara di jawab anggukan cepat dari kiara.


Dirga terkekeh


" miss you too dear...so bad" balas dirga lirih.


Dani menepuk kening nya malu dengan kelakuan bos nya yang nggak tahu tempat,


Lihat saja tangan bos nya yang nggak bisa diam di tempat.


Bahkan orang orang di sekitarnya pun sampai harus mengalihkan wajah mereka yang merona karena adegan live yang mereka saksikan saat ini.


" kemana bos nya yang anti wanita? padahal dari dulu menghindari gosip, semoga nggak ada paparazi nyasar di bandara saat ini" batin dani heran.


Untung saja dirga memakai jet pribadinya sehingga informasi kedatangan nya tidak pernah terlacak melalui jadwal penerbangan umum.


" yak... Dirga kemana tangan kamu" pekik kiara berbisik pada saat merasa tangan dirga yang mulai kurang ajar.


" nggak kemana mana kok yank, masih di sini" balas dirga cuek tetap menikmati kegiatan nya saat ini.


Kiara melepas pelukan nya kemudian melihat sekitar yang melihat ke arah mereka berdua dengan muka merona.

__ADS_1


" ughh.... Malu nya" batin kiara meratapi nasibnya karena memiliki kekasih mesum seperti dirga.


" di liatin orang orang tau ga" bisik dirga kemudian kembali melesakan wajah nya malu ke dalam dada dirga lagi.


Dirga yang mendengar bisikan malu kiara pun melihat sekitarnya di mana benar orang orang yang sedang melihat adegan romantis mereka dengan muka merona.


meskipun ada yang biasa saja dan pura pura mengalihkan pandangan ke arah lain tapi dirga hanya cuek dan balas menatap mereka tajam, membuat mereka pun takut.


" biarin pada tahu, gendut yang lagi gue peluk itu milik gue seorang" batin dirga senang.


" oke... Kita mau kemana abis ini?" tanya dirga mengalihkan kiara dari rasa malu nya.


Kiara mengangkat wajah nya untuk melihat wajah dirga yang sedang menunduk melihat nya.


Kiara Memasang tampang berfikir yang terlihat menggemaskan di mata dirga, membuat dirga harus menahan tangan nya agar tidak berpindah dari pinggang ke pipi kiara yang berisi untuk di cubit nya.


" kamu nggak lelah, perjalanan kamu lama loh... Apalagi dengan pesawat nggak bisa istirahat tenang" tanya kiara khawatir


" pesawat cuma ada gue, dani sama crew gimana bisa gue nggak istirahat? Apalagi di sediaan tempat untuk tidur di dalamnya" batin dirga lucu


" kalau gitu ke apartement aku aja mau nggak?" ajak dirga modus.


"khu khu khu... Sekalian"


" eummm... Oke deh, karena kamu pasti lelah jadi kamu biar langsung bisa istirahat" jawab kiara tanpa pikir panjang.


( kiara hati hati nak...apa sih thor kayak mau gue anu aja)


" good" ujar dirga biasa aja menutupi tujuan nya.


" dan..." panggil dirga sedikit keras


" iya pak..." sahut dani kemudian menghampiri dirga yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.


" itu paper bag kamu yank" tanya dirga dengan dagu menunjuk paper bag yang berada di kursi tempat tadi kiara duduk.


"umm.. Punya aku" jawab kiara singkat


Dirga mengode dani untuk membawa tas belanja kiara yang segera di laksanakan oleh dani.


" eh... Biar aku aja yang bawa ga" tolak kiara cepat


" nggak apa-apa, yuk" balas dirga kemudian menggenggam tangan kiara.


Dirga memakaikan coat panjang nya di tubuh kiara kemudian mengajaknya pergi menuju pintu keluar ke arah mobil milik nya terparkir.


Di ikuti dani yang setia mengekori dirga di belakang


" di liat langsung emang lebih cantik ya, kapan ya gue dapet satu yang model gitu" batin dani meratapi nasib nya yang jomblo.


" dan.. Depan aman kan?" tanya dirga tiba-tiba mengagetkan lamunan dani yang ada di belakangnya.


" aman pak" jawab dani tegas


" eh aman gimana maksudnya ga?" tanya kiara heran pada saat mendengar suara berbeda dari dirga


" nggak ada apa-apa sayang" balas dirga singkat membuat kiara menjadi semakin penasaran.


Di depan pintu keluar telah menunggu sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam mengkilap.


Dirga membuka kan pintu penumpang untuk kiara dan menutupi kepala kiara saat kiara hendak memasuki mobil.


" hati hati" ujar dirga lembut


" makasih ga" balas kiara malu karena di perlakukan manis oleh dirga.


Dirga tersenyum kemudian ikut masuk kedalam mobil, sedang kan dani duduk di depan samping sopir.


" apartemen bos, ya pak Man" ujar dani ke sopir bernama pak Man.


" siap pak" jawab nya singkat.


Skip


Dirga dan kiara sampai di apartemen mewah milik dirga.


Gedung apartemen tingkat 30 ini memiliki fasilitas lengkap dengan keamanan tingkat tinggi.


Rata rata penghuni apartemen ini pebisnis sukses, pejabat, artis terkenal dan juga simpanan dari para konglomerat.


Harga per unit nya bisa saja membeli rumah mewah, tapi karena pelayanan dan keamanan yang terjamin bahkan wartawan dan paparazi nekat pun tidak akan bisa masuk, sehingga banyak yang membeli maupun menyewa di sini.


Dirga dan kiara sekarang ada di depan pintu apartemen milik dirga di lantai 30.


" kenapa lantai 30 ga, apa nggak ketinggian?" tanya kiara penasaran.


" hmmm... Suka aja... Jadi nggak terlalu berisik, aku nggak suka suasana berisik" balas dirga dengan tangan menekan tombol pasword di samping pintu.


"tapi aku kan berisik ga?" tanya kiara heran


"berisik kamu beda sayang" balas nya singkat


Klik.


Ceklek...


Pintu pun terbuka


" yuk masuk..." ajak dirga, membuka pintu lebar dan membiarkan kiara masuk terlebih dahulu.


" um.. Permisi " ujar kiara pelan.


Blam..


Pintu pun tertutup setelah mereka masuk


Ctik..

__ADS_1


Dirga menekan tombol saklar dan membuat ruangan yang tadi nya gelap menjadi terang benderang.


Kesan yang di lihat kiara pertama adalah mewah dan rapih.


Kiara melangkah lebih masuk dan melihat sekitarnya.


Saat ini ia ada di ruang tamu lebar yang merangkap sebagai ruang televisi.


Dan di sudut sana terdapat bar kecil lengkap dengan koleksi minuman nya.


Menoleh ke arah kiri nya ada dapur dan ada meja tinggi dan kursi seperti di bar sebagai sekat nya.


Lalu pintu tertutup yang ia yakini adalah sebuah kamar tidur milik dirga.


" kamu nggak tinggal sama papa mama ga?" tanya kiara menghadap dirga yang saat ini sedang duduk santai di sofa nya.


" nggak, enak sendiri" jawab dirga, tangan nya menepuk nepuk sofa di sebelah nya kode agar kiara duduk mengikuti nya.


Kiara berjalan menuju dirga dan ikut menduduki sofa namun agak jauh dari dirga, membuat dirga mengernyitkan kening kesal.


" kok duduk nya nggak di samping aku sih" dumel dirga, kemudian mencoba menarik pinggang kiara agar mendekat ke arah nya.


" nggak mau.... Sofa nya masih luas ga" balas


Kiara menghindar dari tarikan tangan dirga.


" mau duduk di samping aku atau di pangkuan aku hmmmm?" tanya dirga dengan suara seram nya.


" ih... Iya iya aku geser nih." dengus kiara menyerah.


" nahh.. Gitu dong, nggak tahu apa kalau aku udah kangen banget pengen peluk kamu"ujar dirga puas.


" kan tadi udah peluk" tanya kiara heran


" apa... Itu mah baru DP nya masih kurang tahu" balas dirga


" ih... Dasar mesum" omel kiara dengan wajah merah nya.


" he he he...." kekeh dirga kemudian memeluk dan mengecup kening kiara singkat.


" aku mandi dulu ya, gerah nih" ujar dirga setelah melepas pelukan nya.


" um... Oke" jawab kiara singkat


Dirga berjalan dan masuk ke dalam kamar nya,


" ra mau ikut aku mandi nggak " tanya dirga di ujung pintu dengan bagian kepala saja yang terlihat.


tidak lupa alis nya naik turun menggoda, membuat sebuah bantal sofa melayang menabrak pintu di susul pekikan membaha dari kiara


"dirga mesum" membuat dirga yang di dalam kamar pun terkekeh lucu.


" he he hehe... Padahal (nggak) bercanda reaksi nya lucu juga" gumam dirga sedeng


Bar galaxy


Kaisar di temani Ronald di samping nya sedang menenggak minuman keras entah yang kesekian botol.


Kaisar hanya minum dan terus minum tanpa bicara, bahkan ekspresi nya pun tidak bisa di baca.


Namun Ronald tahu seperti nya ada yang tidak beres dengan kai saat ini.


" apa ini ada hubungannya sama pertemuan dia sama kiara ya" batin Ronald penasaran.


" kiara.... Hmmm" gumam kai tidak sadar bahkan kepala nya terkulai di atas meja.


" akhirnya tepar juga,Seperti nya kai sudah batas" gumam Ronald


" kai... Pulang yuk" ajak Ronald tangan nya mencoba memegang bahu kai tapi kai menolak dan menampik kasar tangan Ronald.


" akh.... Apa sih... Kasih gue minum lagi" racau kai


" minum minum... Kata gue kasih gue minum lagi, budeg lu ya" ujar kai emosi bahkan ia memukul meja bar membuat pelanggan sekitar melihat mereka penasaran.


" tuan.. Seperti nya anda sudah mabuk" tegur seorang bartender sopan


" berisik lu, gue bayar disini, nggak usah ikut campur. Mau mampus lu hah. Gue juga bisa beli ini bar sekalian elu nya" amuk kai dengan emosi


" ada apa ini" tanya seorang laki laki muda kepada karyawan.


"maaf bos, seperti nya tamu kita ini sudah terlalu mabuk. Sehingga sedikit ada kekacauan" jelas bartender itu.


Pria itu mengangguk paham, kemudian berjalan ke belakang kaisar dan memukul tengkuk kai kuat.


Buagh....


Dan kai pun pingsan seketika.


" bawa temen lu pergi, gue nggak mau bar gue kacau" perintah pria itu yang ternyata adalah raka dengan tegas.


" oke... Thank, Sorry udah bikin kacau" balas Ronald.


" nope, ini tugas gue dan sorry juga gue udah sembarangan pukul kawan lu" ujar raka datar


" hn.." gumam Ronald kemudian membawa kai yang pingsan ke mobil nya.


" kai... Ck.. Kenapa lebih parah" gumam Ronald kesal.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kasian sekali kaisar, kiara nya buat kaisar aja yah nggak apa-apa kan??


Tunggu kelanjutan nya


Jangan lupa komentar dan klik jempol nya..


Sampai babai

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2