Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Kejujuran


__ADS_3

Mohon maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Dirga membuka handphone sambil mengeringkan rambut nya yang agak basah,


Hanya untuk membaca laporan kegiatan kiara yang belum sempat ia lihat karena ada di pesawat dan itu membuat nya mendadak emosi.


" fak.... Mau nya apa tu orang, seperti nya perusahaan wiratmadja minta di beli ya" umpat dirga dengan gaya arogan nya.


" bagaimana bisa kiara ketemuan lagi dengan dia, apa maksudnya setelah bertemu dia di kafe terus jemput gue di bandara dan itu alasan nya ganti baju karena ngabisin waktu siang hari sama cowok itu" batin dirga marah.


Dirga membawa handphone nya dan keluar dengan hanya memakai celana training tanpa atasan membuat tubuh bagian atas nya terekspos.


Ceklek.


Dirga keluar dengan wajah datar, jujur saja dirinya saat ini merasa di khianati.


Mendengar suara pintu kamar dirga terbuka membuat kiara menoleh kan kepala menghadap dirga.


" astaga.... Dirga kenapa nggak pake baju?" tanya kiara mata nya ia tutup dengan kedua telapak tangan nya.


" tapi badan nya sexy banget" batin kiara mesum


" hn..." gumam dirga datar.


"eh.." kiara kaget mendengar suara datar dari dirga,


" ada apa dengan dirga, perasaan sebelum mandi tadi nggak ada apa-apa deh" batin kiara bingung.


Dirga menduduki sofa single di samping kiara lalu menatap kiara dengan wajah datar yang belum pernah kiara lihat.


" kamu kenapa ga?" tanya kiara cemas.


Baru ini Melihat perubahan ekspresi menyeram kan dari dirga .


Sedang kan dirga sedang berusaha menekan emosi, ia sengaja tidak menjawab pertanyaan kiara itu lebih baik dari pada yang keluar adalah suara tajam nya yang pasti akan membuat kiara takut.


" ga...." panggil kiara pelan,


Masih belum ada tanggapan


" ya tuhan ada apa ini sebenarnya?"


" ga... Kamu kenapa sih?" tanya kiara (lagi) kiara tidak tahan kalau di cuekin.


" ada yang mau kamu ceritain ke aku?" alih alih menjawab pertanyaan kiara, dirga malah bertanya dengan nada dingin nya bahkan tatapan mata dirga seperti menunjukan amarah yang di tahan.


Dan itu membuat kiara merasa jika saat ini yang bertanya bukan lah dirga kekasih nya.


" aku... " kiara bingung dengan perubahan dirga yang tiba-tiba,


" kamu mau aku cari tahu dengan cara aku sendiri atau kamu yang cerita" ujar dirga sombong


"apa maksudnya ga?" tanya kiara bingung


" siapa" tanya dirga datar


" siapa?" tanya balik kiara dengan ekspresi bingung nya yang lebih kentara


" kamu lupa sayang, saat ini kamu sedang menjalin hubungan dengan siapa?" tanya dirga dingin


" maksud kamu" tanya kiara lagi lagi membuat dirga menahan emosi nya.


" tahan ga... Ini tunangan lu"


" aku wijaya sayang dan pantang bagi wijaya berbagai, jadi ceritakan dengan jelas siapa dan ngapain kamu bertemu dia di kafe berdua" tanya dirga panjang lebar masih dengan nada datar nya.


Jika di perhatikan kalian akan melihat tangan dirga yang mengepal erat di pangkuan nya.


" kamu mata matain aku ga?" tanya kiara emosi


" kamu nggak percaya sama aku?" lanjutnya dengan setitik air mata di sudut mata nya..


" tidak, tapi kamu bisa lihat foto ini " elak dirga,


benar jika ada foto kiara dan kaisar di luar kafe sedang berdua dengan tangan kaisar mengusap kepala kiara.


Dan untung nya anak buah dirga bisa menghapus berita nya dari internet.


itulah yang membuat dirga murka,


Dia wijaya dan wijaya tidak suka apa yang menjadi milik nya di sentuh orang lain.


" apa maksud nya ini kenapa ada foto aku?" tanya kiara penasaran.


" sayang kamu itu pacar aku, dan aku seorang wijaya.


Itu alasan aku mengamankan bandara agar tidak ada berita muncul tentang kamu, tapi kamu malah pergi dengan cowok lain dan untung saja anak buah aku berhasil narik berita kamu dari peredaran" jelas dirga panjang lebar dengan marah.


jika kiara lebih teliti lagi ada kata menunjukan kearoganan nya di kalimat itu.


"ra... Ini tuh orang yang aku ceritain ke kamu waktu itu loh"


"cowok yang aku bilang dingin, sombong, arogan irit ngomong, songong, nggak pernah senyum ... Relasi bisnis sepupu aku yang ngajak aku makan gratis itu"


" dirga mahesa wijaya"


Kiara teringat ucapan sahabat elisa sewaktu ia bercerita tentang dirga.


" apa ini yang di maksud elisa kalau dirga itu seorang wijaya yang arogan dan dingin , kenapa cara dirga bicara berubah hanya karena aku bertemu kaisar, dia hanya teman nggak lebih" batin kiara kaget dan ternyata kiara orang yang teliti.


" dirga mahesa wijaya" kiara menyebut nama dirga dengan nada rendah nya,


membuat dirga yang mendengar nama nya di sebut dengan nada beda dari biasa nya kiara pun tertegun


"gawat, seperti nya gue terlalu ngikutin emosi gue. Gini nih males nya kalau lagi emosi di depan gue ada orang nya langsung . Kan jadi kelepasan"


(pada inget kan dirga ini kalau lagi sama orang dekat nya dan sedang dalam keadaan emosi pasti suka keceplosan)


" aku bahkan baru tahu kalau kamu seorang wijaya, aku nggak pernah melihat belakang nama kamu karena yang aku tahu kamu dirga, cowok yang aku cinta.


Bagaimana bisa kamu marah sama aku karena sebuah foto tanpa bertanya ke benaran nya sama aku?

__ADS_1


bagaimana kamu bisa menatap aku seperti itu?


Bagaimana kamu bisa menggunakan nada kamu yang seperti itu ke aku?


Kamu bilang aku pacar kamu seharusnya kamu lebih percaya sama aku " racau kiara dengan nada bergetar nya bahkan ia menatap dirga dengan pandangan nanar


" Bagaimana bisa dirga berbohong dengan bilang tidak mengirim mata mata untuk ku, berarti apa yang di bilang Ronald benar bila aku di ikuti seseorang".


" kamu bohong, kamu pasti kirim orang untuk memata matai aku" tuduh kiara tepat sasaran.


" kamu jahat ga" lanjut nya kemudian hendak berdiri meninggalkan dirga tapi keburu dirga menangkap tangan nya dan membawa kiara kepelukan erat nya.


Grep.. Brukk


Kiara sekarang ada di dalam pelukan dirga tapi kiara melawan dan meronta mencoba meloloskan diri namun tidak bisa tenaga dirga lebih besar.


"maaf, maafin aku ra, aku terlalu mencintaimu aku nggak mau kehilangan kamu.


Aku jujur iya aku menempatkan orang orang di sekitar kamu.


Aku mau melindungi kamu dari orang yang berniat mengambil kamu dari aku" ujar dirga lirih


" aku mohon maafin aku sayang, aku cemburu kamu pergi dengan cowok lain.


Tapi aku benar jika saat itu anak buah aku nggak mencegah berita nya pasti sudah tersebar dan kamu akan merasa lebih nggak nyaman.


Aku cuma mau kamu aman dan nyaman .


Aku nggak suka kamu jalan sama cowok lain " lanjut dirga masih memeluk kiara yang kini menangis sesegukan.


Hiks.. Hu hu.. Hu hiks..


Mendengar kiara menangis dirga merasa gagal menjadi seorang pria, hati nya ikut sakit.


Kiara nya, kesayangan nya menangis karena keposesifan nya, karena emosi nya yang tidak bisa ia tahan.


"sayang.... Maafin aku" pinta dirga memegang wajah kiara dengan telapak tangan besar nya membawa wajah kiara menghadap ke arahnya kemudian menghapus air mata kiara dengan kedua jempol tangan nya.


Nyut..


Air mata kiara membasahi seluruh permukaan wajah kiara,bahkan ingus nya ikut meler,


wajah kiara yang menangis bukan nya jelek malah terlihat imut di matanya.


" duh...kok malah nambah gemes ya" batin dirga yang masih sempet sempet nya eror


" kamu jahat, kamu nggak percaya sama aku" ujar kiara dengan suara serak nya.


" iya aku jahat, aku salah aku minta maaf" balas dirga menyesal


( ga... Perasaan yang pertama tadi marah kamu deh kok jadi kamu yang minta maaf? Kok aneh? Thor kayak nggak tahu cewek ngambek aja.


salah aja mau nya bener apa lagi bener lebih salah pasti yang jadi cowok


, cowok mah selalu salah thor di mata cewek.


Jangan curhat ga, berisik akh.)


"hiks... Hikss..." isakan kiara masih terdengar dan dirga tambah merasa bersalah.


Dada mereka menempel sempurna karena kiara memeluk leher dirga dan kiara masih belum sadar dengan posisi nya saat ini.


Dirga dengan lembut mengusap kepala dan punggung kiara sayang.


Sedangkan kiara masih mencoba menghentikan isakan nya.


Sekitar sepuluh menit isakan kiara berhenti.


" udahan ya yank nangis nya, maafin aku" pinta dirga lembut.


Kiara meggeleng kemudian tambah melesakan wajah nya di perpotongan leher dirga.


Dirga Merasakan hembusan nafas dan basah dari air mata kiara di leher nya


" geli geli enak sih" batin dirga senang


" aku cinta banget sama kamu,aku nggak mau kehilangan kamu, kamu cewek satu satu nya yang bisa bikin aku keluar dari karakter aku sehari hari" ujar dirga


Kali ini kiara sudah tidak terisak lagi, ia mendengar setiap perkataan dirga dan tentu nya ia merasa terharu, jantung nya berdetak kencang lagi dan wajah nya merona.


" segitu cinta nya kah dirga sama aku" batin kiara senang.


" udahan kan nangis nya" tanya dirga


" belum" jawab kiara serak tapi ia tidak bisa menghentikan senyum nya.


" hei... Lihat aku sayang" pinta dirga lembut


" nggak mau" bisik kiara dengan kepala menggeleng.


" kenapa? Aku kan udah minta maaf, kamu nggak maafin aku sayang?" tanya dirga cemas


" bukan" jawab kiara cepat


" terus kenapa?" tanya dirga penasaran


" aku..."


" aku" beo dirga


" aku malu" cicit kiara kecil


" loh malu kenapa?" tanya dirga heran.


" malu lah, wajah aku berantakan pasti jelek." ujar kiara pelan


Dirga terkekeh dengan tingkah bawel yang ada di pelukan nya


" khe he..."


" ih kok ketawa" dumel kiara tangan nya menjambaki belakang rambut dirga.


Kebetulan emang dari tadi tangan kiara nemplok di belakang leher dirga


" akh... Sakit sayang, jangan di jambak nanti botak" pekik dirga kesakitan

__ADS_1


" rasain, suruh siapa ketawa" ujar kiara cuek


" oke...aku nggak ketawa lagi, jangan jambak lagi ya" rayu dirga lembut.


" um.." gumam kiara melepas jambakan nya.


" mana wajah kamu, aku mau liat" pinta dirga


" nggak mau" tolak kiara keras kepala


" sayang, angkat wajah kamu atau kamu aku bawa ke kamar sekarang juga " ancam dirga seram


" yakk... Baru minta maaf udah mesum lagi" seru kiara mengangkat wajah nya menghadap dirga dengan mata melotot lucu.


" nah... Gitu kan enak, aku jadi bisa lihat wajah menggemaskan kamu" goda dirga tangan nya


Mencapit hidung mancung kiara.


" uh... Ndak bisha naphas" ujar kiara sudah payah.


" hehe.... Maafin aku ya" ujar dirga dengan kekehan nya kemudian membawa kiara ke pelukan nya lagi.


" iya... Tapi kamu jangan gitu lagi ya, aku nggak suka di awasi" pinta kiara tegas.


" nggak janji sayang, aku nggak mau terjadi sesuatu yang buruk sama kamu" tolak dirga tidak kalah tegas nya.


" tapi aku nggak suka di ikuti" bantah kiara nggak mau kalah.


" fine... Dengan catatan apapun, kemana pun dan di manapun kamu berada kamu kasih tahu aku. Nggak pake nolak" ujar dirga posesif dan tak terbantahkan pada saat kiara hendak menyela.


Kiara cemberut


"aku kan bukan anak kecil lagi" batin kiara kesal.


" ugh.. Oke" jawab kiara nggak ikhlas


" good girl" seru dirga puas tangan nya mengusap rambut kiara sayang.


" jadi bisa kamu kasih tahu aku dia sapa?" lanjut dirga bertanya.


" nggak usah pura-pura nggak tahu " jawab kiara ngambek


" aku cuma jaga kepunyaan aku,


Jadi dia siapa" balas dirga cuek.


" tapi kamu jangan salah paham ya" pinta kiara


" oke..."


" cowok itu namanya kaisar wiratmadja, kakak kelas aku sekaligus mantan aku" ujar kiara hati hati, ia lalu melihat ekspresi dirga yang mengeras.


" tapi aku ketemu dia cuma mau bilang untuk melupakan aku dan aku juga bilang aku sudah punya pacar. Dan aku minta dia nggak ganggu aku lagi " tambah kiara cepat sebelum dirga ngamuk lagi


" kamu percaya kan, serius aku ketemu sama dia hanya untuk minta dia lupain aku dan sekalian aku minta maaf sama dia. Jadi aku sekarang benar benar merasa lega karena akhirnya aku bisa melepas masa lalu buruk aku" lanjut nya, berharap dirga tidak salah paham lagi kepada nya.


Dirga sebenarnya nggak kaget mendengar penjelasan kiara, tapi entah mengapa pada saat mendengar sendiri semua nya dari mulut kiara, emosi nya tetap aja nggak bisa di kontrol.


" sial...."


" jangan marah yah" bujuk kiara dengan suara manja nya.


Jari nya menyentuh dada telanjang dirga dan menggambar bentuk abstrak kasat mata.


Dirga meremang merasakan sentuhan tangan kiara di kulit nya, dan itu sensasi asing yang baru pertama kali ia rasakan


" njiiiiiiirrrrrr..... Baru sentuhan segini aja udah bikin gue nggak kuat"


Dirga menahan geraman nya dengan deheman serak nya.


"oke... Tapi Ada syaratnya" ujar dirga licik


" apa" tanya kiara cepat


"kamu paling tahu sayang apa yang aku mau" jawab dirga dengan suara sensual nya,


Dan Mata nya menatap kiara yang ada di pangkuan nya lapar


" mampos.... Habislah riwayat ku"


Kiara baru sadar posisi enak nya saat ini.


Bagaimana ia bisa tidak menyadari jika saat ini ia sedang ada di pangkuan dirga dengan kedua kaki terbuka lebar menghadap bagian depan tubuh dirga.


Kiara melihat jari tangan nya yang nakal menelusuri kulit lembut dirga


" ehhh. Itu tangan ngapain ada di situ"


Kiara buru buru menarik tangan nya tapi sayang kalah cepat dengan dirga yang lebih menangkap nya dan membawa nya kedalaman genggaman tangan besar dan hangat dirga.


" kenapa?" tanya dirga suara nya mulai serak, artinya ia sedang benar benar menahan hasrat nya.


"lepasin aku dulu ga, aku mau duduk sendiri" ujar kiara,kiara mencoba mengangkat tubuh nya dan meronta


" stop ra, jangan gerak gerak lagi. Enh..." ujar dirga rendah di akhiri desahan lirih nya


" sial kelepasan"


" eh..." kiara diam kaku setelah mendengar desahan lirih dari dirga


" ya ampun....."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Udahan dulu


Tunggu kisah selanjutnya


Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya ya


Terus dukungan Vote nya ya


Sampai babai


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2