Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Debaran Yang Makin Nyata


__ADS_3

Happy reading vrohh...


¶¶¶¶¶¶¶¶


Dirga menikmati cakenya dengan perlahan, ingin mengetahui seberapa enaknya kue favorit dari calon istrinya dan ternyata cukup enak.


Padahal dirinya bukan penggemar makanan manis, tapi rasa cake ini tidak terlalu buruk untuknya.


"Lumayan," batin Dirga menilai.


Dirga tidak seperti Mamanya yang suka makan makanan manis, Ia lebih seperti Papanya menyukai makanan gurih seperti keripik kentang.


Berbicara tentang Sang Mama, ternyata Mama dari Dirga juga selera makanannya sama dengan kiara yaitu sama-sama penggemar Red Velvet Cake, poin plus untuk jadi menantu dan mertua yang kompak.


"Kebetulan yang manis," batin Dirga senang.


Dirga Melihat ke arah wajah Kiara dan memperhatikan sudut bibir Kiara yang ada sedikit krim kue menempel.


Ia mengambil tissu di meja, kemudian mengelap lembut sisi bibir Kiara yang terdapat krim dengan pelan dan lembut.


"Dasar jorok," gumam Dirga pelan.


"Kalau makan jangan acak-acakan Ra ... Tuh krimnya kemana-mana!" Lanjutnya.


Kiara yang di perlakukan demikian


kaget dan reflek memundurkan sedikit wajahnya ke belakang, sambil merasakan debaran di dadanya yang lagi-lagi datang dengan tiba-tiba.


"Lagi-lagi perasaan ini**," batin Kiara tidak mengerti.


"Ah sorry Ra ... Aku cuma mau bersihin wajah kamu," ujar Dirga canggung.


Ia bergerak salah tingkah, saat Kiara menatapnya dengan ekspresi kaget.


"Ah ... Tidak apa-apa Ga, terima kasih!" balas Kiara cepat.


Ia menundukan kepalanya berusaha menutupi wajahnnya, yang ia yakini sekarang berubah warna menjadi merah karena perbuatan Dirga tadi.


"Duh, malu sekali," batin Kiara.

__ADS_1


Suasana pun menjadi sedikit canggung karena kejadian tidak terduga tadi.


Kiara yang masih berdebar, mencoba untuk menenangkan debaran pada jantungnya dengan melanjutkan makannya,


Sedangkan Dirga sendiri mencoba mencairkan Suasana, Ia kemudian berdehem dan bertanya kepada Kiara, tentang rencana selanjutnya setelah mereka selesai makan siang nanti.


"Jadi Ra, sehabis ini Kamu mau kemana?" tanya Dirga penasaran.


"Aku sepertinya balik ke penginapan aja deh, Ga!" jawab Kiara.


"Oh bagiyu ... oke deh, yuk Aku anter pulang!" seru Dirga.


karena Kiara tidak sedang ingin jalan dan juga sedang sibuk dengan kerjaannya akhirnya Dirga mengantar Kiara pulang setelah selesai makan.


Tidak seperti waktu pergi tadi, di perjalanan mereka pulang suasana menjadi sedikit canggung karena kejadian yang sungguh di luar kehendak mereka berdua.


Mereka akhirnya sampai di parkiran kereta kuda penginapan Asri, mereka berdua pun perpisah di depan pintu penginapan.


" Ga ... Sekali lagi terima kasih ya, sudah ajak Aku makan bersama!" seru Kiara ceria. Ia tersenyum setelah mengucapkan rasa terima kasih nya kepada Dirga.


"Sama-sama Ra ... Aku yang harusnya bilang trima kasih, karena kamu mau makna sama Aku dan juga nggak marah atas kebohongan Ku beberapa hari ini," ujar Dirga pelan.


"Ya sudah Aku balik ke kamar dulu ya, Kamu jangan lupa istirahat. Besok kita keliling lagi sampe puas. He-he... Bye Dirga see you Tomorrow!" lanjut Kiara senang.


Kiara melambai tangan dua kali, kemudian berbalik dan berjalan masuk kedalam penginapannya.


"See you, Ra!" gumam Dirga pelan.


Dirga balas membalas ucapan Kiara dan melambai tangan singkat, Ia memperhatikan setiap langkah kaki Kiara.


Setelah melihat punggung yang menjauh dan tidak terlihat lagi, barulah Dirga meninggalkan penginapan menuju tempat tinggal pribadinya, yang ada di belakang penginapan dengan jalan memutar.


Hari mulai sore saat Kiara sampai di kamarnya, Kiara memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, sebelum bercumbu lagi dengan Laptop tersayangnya.


"Sekali-kali coba minum kopi hitan, bosen vanilla latte mulu!" gumam kiara menimbang.


Kemudian Ia memesan minuman melalui telepon dan setelahnya bersiap dengan ritual mandinya.


Kiara melepaskan satu per satu pakaian yang menempel di tubuhnya, kemudian mengantinya dengan kimono handuk.

__ADS_1


Sebelum benar-benar meninggalkan kamr menuju kamar mandi, Kiara menyempatkan diri mengirim pesan singkat kepada Sang Mama.


"Hampir saja lupa sama Mama," batin Kiara dengan tangan menepuk keningnya pelan.


___________________


To: My Lovely Mom


From : Yaya


Maaa ...


Maaf baru kirim pesan Aku sedikit sibuk ,ternyata walaupun Aku jauh dari rumah tugas kantor nggak ngizinin Aku untuk istirahat huft ... Mama jangan lupa istirahat ya, Aku mau mandi dulu.


Love you Mah


___________________


"Oke ... Saatnya mandi, lalu lanjut mengerjakan tugas,huft ..." gumam Kiara pelan kemudian menghela nafas lelah.


Setelah memastikan pesannya terkirim, barulah kemudian Ia melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi dan guyuran air lah yang terdengar memenuhi kamarnya.


Tiga puluh menit kemudian,Kiara keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan segar.


Tangannya memegang handuk kecil, menggosok rambut sambil berjalan menuju lemari pakaian.


Ia mengganti pakaian dengan segera dan bersiap melanjutkan pekerjaannya.


Tok! Tok! Tok!


Suara dari arah pintu membuatnya kaget, Ia pun segera membuka pintu saat Ia melihat pelayan di depan melalui lubang kecil di daun pintu.


Ia mengambil pesanan minumannya, setelah menandatangani Bill yang di sodorkan Si pelayan. Kemudian membawa masuk dan meletakkan cangkir berisi kopi hitam di atas meja.


"Hari ini banyak sekali kejadian mengejutkan, bukan hanya Mama yang telpon Aku tapi juga informasi tentang Dirga yang sangat mencurigakan," gumam Kiara pelan.


"Sebenarnya ada apa ini?" Lanjutnya bingung.


Bersambung

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2