Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Panggilan sayang


__ADS_3

Happy reading vrohh..


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


"Selamat pagi Den Dirga,Non Kiara ...." sapa Pak Teguh ramah.


"Selamat pagi /Hn!" sapa balik Mereka kompak.


"Pak Teguh Istrinya sudah sehat?" tanya Kiara ramah.


"Sudah Non ... Maka dari itu, Saya bisa menemani Non berwisata lagi!" jelas Pak Teguh tentu saja berbohong.


"Syukurlah kalau begitu ... Oh ya Pak, hari ini Kita mau kemana?" tanya Kiara penasaran.


"Loh .... Apakah Den Dirga belum memberitahukan Non Kiara, kemana Kita hari ini akan berkunjung?" tanya Pak teguh dengan ekspresi heran.


"Dasar anak muda," batin Pak Teguh geli.


"Dirga Pak? Duh jangan harap Dia kasih tahu Kiara dengan mudah Pak, Dirga ini orang nya usil bin jahil Pak .... Pelit begini gimana mau kaih tahu Aku dengan mudah, udah itu sewaktu Dirga yang jadi Pemandu wisata saya, masa saya hammpp .... Hmmmp!"


Rometan Kiara terputus tiba-tiba, karena Dirga yang membekap bibirnya (lagi) dengan santainya.


"Nggak penting Ra ... Udah yuk Pak kita jalan, nggak usah dengerin kata-kata Si bawel ini," sela Dirga cepat.


Dengan tidak keper-KIARA-an, Ia menyeret Kiara untuk memasuki kereta dan setelah duduk dengan aman di kursi penumpang, barulah Dirga melepaskan tangannya dari bibir Kiara.


"Puuahhhh .... Yah Dirga jahat banget sih, suka banget ya sama Bibir Aku, sampe kamu bekep Aku terus?" tanya Kiara polos. Ia tidak sadar dengan kalimat ambigu, yang di ucapkan olehnya.


"Dasar ceroboh, gimana Dia bisa bilang kata-kata itu dengan mudahnya, jelas aja Gue suka sama bibir nya, sayang aja belum jadi punya gue ... Alamat di gampar bapaknya Gue kalau nyosor anaknya sembarang," batin Dirga prihatin.


Ctakkk!!


Terdengar bunyi sesuatu yang di sentil oleh Dirga, yang ternyata adalah bunyi yang berasal dari dahi Kiara.


"Ouchhh ... Sakit Gaaa ..." pekik Kiara sakit.


Tangannya mengusap dahinya sendiri, yang Ia yakini pasti akan berwarna merah.


Melihat dahi Kiara yang sedikit memerah, entah kenapa Ia refleks mengelus lembut dan meniup pelan penuh perasaan.


"Sakit yaa? Sorry yaa .... Aku nggak maksud nyakitin Kamu kok, abis Kamunya bawel banget ... kan Aku gemes jadi pengen menganiyaya Kamu terus," ujar Dirga santai.


Entah itu bujukan atau olokan, Kiara yang mendengarnya jadi tambah pengen nangis.

__ADS_1


"Bukan salah Aku kalau aku bawel, salahin tuh mama yang mengandung" batin Kiara sebal.


____________________


Hattcchiii!!


Nun jauh di sana ternyata Mama Sarah bersin, Ia merasa seperti ada yang sedang membicarakanya.


"Selebriti mah nggak pernah yah, sehari saja hidup tenang," gumam Mama Sarah narsis.


Oke skip


______________


"Ih .... Kamu serius minta maaf nggak sih? " tanya Kiara hampir mewek.


"Iya-iya ... Maafin Aku, sudah yah cup-cup-cup jangan mewek. Pokoknya tempat yang kita datengin nanti bagus deh, Kamu boleh tanya apa aja sepanjang jalan. Tapi jangan tanya kita mau kemana, okey? "tawar Dirga.


Kiara berfikir sejenak lalu akhirnya setuju dengan tawaran yang Dirga ucapkan kali ini.


"Un ... Oke, tapi kamu janji ya bakal jawab semua pertanyaan Aku, jangan cuma hn, hm atau hmmmm panjang. Kalau nggak nanti kamu Aku cubit, paham?" ancam Kiara dengan mata yang di buat menakutkan, tapi sayang sekali terlihat menggemaskan di mata Dirga.


"Kucing kecil mau bikin Gue takut, yang ada tambah pengen ngunyel-ngunyel Gue"batin Dirga sembarang.


"Awas ya jangan bohong!" tidak puas dengan jawaban Dirga, kiara mengancam lagi.


"Iyaaaaa bawel ku," balas Dirga kelepasan.


Mendengar kata yang terakhir di ucapkan Dirga, entah mengapa membuat kiara tersentak kaget dengan dada berdebar.


Ia tentu saja kaget saat mendengar Dirga menyebutnya dengan panggilan bawelku. Bukan masalah dengan panggilan bawel, tapi kenapa harus pakai tambahan ku?.


"Aku nggak ngerti," batin Kiara gagal paham.


"Apa sih bawelku, nama Aku kan Kiara , Ki-a-ra bukan bawel," ujar Kiara mencoba untuk tidak berfikir yang berlebihan terhadap Dirga.


"Apa sih, kan emang Kamu Si bawel" balas Dirga cepat.


"Dan bawel kesayanganku," tambah Dirga dalam hati


Kiara manyun saat mendengarnya, pipinya menggembung lucu.


"Dih kok bawel ak ... " jawab kiara

__ADS_1


"Emang kamu bawel," sela Dirga cepat bahkan Kiara pun belum menyelesaikan ucapannya


"Uuhhhh ... Fine Aku bawel, dan kalau Kamu panggil Aku bawel. Aku panggil Kamu Reseh, kan kamu selama ini selalu Reseh sama Aku. bleeee ..." balas Kiara meledek.


Ha-ha-ha


Dirga tertawa renyah yang membuat Kiara diam dan tertegun.


"Tampan," batin Kiara terpesona.


"Ha-ha-ha ... Oke, kalau gitu .... " Dirga menjeda kalimatnya, kemudian meletakan tanganya di kepala Kiara dan mengelusnya lembut.


"Mulai sekarang panggilan sayang Aku ke Kamu bawel dan Kamu reseh yah ke Aku? " Lanjutnya dengan nada lembut.


Mendengar nada lembut tidak ada unsur kejahilan dari Dirga, tentu saja membuat pipi Kiara merona.


Deg! deg! deg!


"Oh tidak, jantung Ku kumat lagi," batin Kiara belum juga peka.


"Apa sih, jangan pegang-pegang kepala aku"


Sewot Kiara gugup. Ia menyingkirkan tangan Dirga dari kepalanya, lalu melengoskan kepalanya ke arah lain.


" Lagian apaan tuh, panggilan kok nggak ada manis-manisnya,huh!" dumel Kiara. Dengan bersedekap dada dan bibir mengerucut lucu, Ia mencoba untuk tidak gugup dengan berpura-pura ngambek.


"ha-ha-ha-ha!!"


Lagi-lagi Dirga tertawa renyah saat melihat perilaku Kiara, tidak ingin ke siangan sampai di tempat tujuan, akhirnya Dirga pun memerintahkan Pak Teguh untuk segera berangkat.


"Pak Teguh ... Jalan sekarang Pak!" perintahnya kepada Pak Teguh


"Siap Den!" jawab Pak Teguh singkat,


Sedangkan Pak Teguh dari tadi hanya bisa diam, menyaksikan interaksi antara Tuan mudanya dan Calon Nona mudanya.


"Ada-ada saja Den Dirga, menunjukan rasa suka dengan cara jahil seperti itu, tapi entah kenapa terlihat lebih romantis ... Ahhh jadi inget Zaman Saya muda dulu, he-he, " ucap Pak Teguh dalam hati.


Bersambung


\=\=\=\=\=


Ariga thanks

__ADS_1


__ADS_2