
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat
So
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Perusahaan Wijaya
Hendri baru saja selesai mengadakan Meeting di ruang pertemuan perusahaan Wijaya, cabang Kota Y.
Saat ini Ia sedang di perjalanan, kembali ke kota asal-nya tepatnya ke kantor pusat Perusahaan Wijaya.
Setibanya Ia di lobby, Ia melihat ada 2 orang Pria berpakaian seragam polisi. Sedang berbicara dengan reseptionist, yang menampilkan raut wajah syok, membuatnya mengerutkan kening karena penasaran.
" Ada apa ini, bukan kah masalah dengan Jaya Dharma sudah selesai?" batin Hendri salah faham.
Ia pun bergegas mendekati 2 orang petugas tersebut, menyapa dengan ramah dan seketika jantung-nya berdegub kencang setelah mendengar berita yang di sampaikan mereka.
Deg
" Lamborghini dengan plat polisi DW 3 S, mengalami kecelakaan lalu lintas. Mobil dalam keadaan hangus terbakar, saat ini Tim masih melakukan investigasi di lokasi kejadian,"
" Apa?"
Hampir semua karyawan yang mendengar berita ini berbisik, dengan nada kaget dan syok di saat bersamaan.
" Maksudnya mobil terbakar bagaimana, apakah anak saya selamat? Ini tidak mungkin pak, ini pasti salah orang!" seru Hendri panik.
" Menurut plat yang tertera, benar menunjukan bahwa pemilik mobil tersebut adalah Dirga Mahesa Wijaya,"
Jantungnya berdegub kencang, kepalanya pusing mendadak dengan rasa seperti di hantam godam tak kasat mata.
" Dirga," batin Hendri takut.
" Di mana pak? Di mana lokasi-nya pak?" tanya Hendri panik.
" Saat ini masih ada Tim, yang menelusuri TKP, Kami bisa mengantar anda ke lokasi," balas Salah Seorang polisi tersebut.
Hendri mengangguk cepat, dengan badan bergetar mengikuti dan berjalan di belakang 2 polisi tersebut.
Dengan tangan bergetar Ia menelpon Sang Ayah, yaitu Bakrie yang saat ini sedang ada di rumah. Menikmati hari-hari pensiun indahnya, bersama Sang kakek besan Bagus.
Sebelum kecelakaan
Di suatu tempat, bangunan tidak terpakai.
" Bagaimana, apa semua-nya sudah beres?" tanya Seorang pria dengan nada dingin.
" Siap, sesuai kehendak Tuan," balas Orang yang di tanya.
" Bagus, laksanakan segera, dalam waktu dekat mereka harus ada di sini," Ujarnya mutlak. Menuai anggukan kepala patuh, dari Orang yang di perintah.
" Anak buahmu sudah pastikan lagi, jika hari itu Dia akan melewati jalan di kota B?" Lanjutnya bertanya.
" Tentu Tuan, kami menggunakan orang biasa untuk memata-matai target, sehingga kami aman dari pemeriksaan," jawab Si ketua kepada orang yang Dia panggil Tuan.
" Jangan sampai salah hitung, salah sedikit kesempatan Kita akan hilang, apa kamu paham?" Ujarnya tegas.
" Siap Tuan,"
Saat kejadian, awal mula kecelakaan
Sudah sejak awal, mobil yang di Kendarai Dirga di awasi, oleh seorang yang menyamar menjadi apa saja di sepanjang jalan.
Jalanan licin juga menjadi keuntungan bagi mereka saat eksekusi, mereka menunggu hingga tepat waktu. Saat Lamborghini merah dalam perjalanan pulang, saat itu lah mereka bergerak. Sepi-nya jalan yang di lalui, membuat mereka mendapat double keuntungan.
Sehingga apapun yang terjadi nanti, pihak penyidik akan memiliki pemikiran jika ini adalah murni kecelakaan tunggal, dengan alasan licin-nya medan tempuh. Di tambah dengan hujan, serta kabut yang menutupi jarak pandang.
Sebuah mobil Box angkel, telah siap di posisi saat seseorang memberi kode, melalui panggilan telpon.
Jadi saat tiba di tikungan dan waktu tepat sesuai perkiraan, dengan sengaja mobil Box yang terlibat dalam konspirasi mengambil jalur kiri, jalur yang di khusus kan untuk arus balik. Membuat mobil Lamborghini lebih memilih banting stir, namun na'as jalan yang licin membuat ban selip dan menabrak pagar lalu menerobos hingga berguling jatuh ke jurang.
__ADS_1
Saat ini
Lokasi kejadian
Mobil yang dulunya memiliki nilai jual tinggi tersebut, kini menjadi bangkai dengan sisa asap di sekitar, bahkan pepohonan pun tidak luput jadi korban Si jago merah.
Ramai-nya kerumunan warga serta wartawan, membuat pemeriksaan tidak berjalan dengan kondusif. Sehingga perlu Tim tambahan untuk menghalau, setiap orang yang mencoba mendekat.
Kasus kecelakaan tunggal, yang memakan korban Seorang pengusaha tersohor, sukses menjadi Head line news.
Berita yang memuat tentang kecelakaan ini menjadi Viral dalam sekejap. Membuat orang yang merasa mengenal pemilik mobil itu, melotot dengan ekspresi syok luar biasa.
Saat bersamaan
Kediamanan Wijaya Muda
Bunyi dering Handphone-nya membuat Kiara tersentak kaget, Ia meletakkan Gav di kursi bayi dan terburu-buru mengambil lagi Handphone miliknya, yang tadi Ia letakkan di meja. Berharap itu adalah Sang suami, namun sayang tidak sesuai harapan.
" Papi?" gumam Kiara bingung.
Tidak biasanya Sang mertua menghubungi-nya, meski sering tapi akhir-akhir ini jarang. Karena tidak ingin penasaran, Ia menekan tombol hijau dan menerima panggilan dari Papi hendri.
" Halo Pih,"
" Kiara sayang, Kamu di mana?"
" Aku di rumah pih, ada apa?"
" Mami dan Mama, sedang di perjalanan ke rumah. Kamu jangan panik yah,"
" Ada apa pah?"
" Kamu yang tabah yah, Dirga ...
Ngiiiing
" Apa?"
Bruggh
" Nyonya!!!"
Hu huweeee hu Ma Ma Da Da
Belum selesai mendengar berita, yang di sampaikan oleh Sang mertua. Seketika Ia merasa lantai yang di pijaknya seakan berguncang, bahkan suara panggil dari Papi Mertua yang panik, serta panggilan khawatir dari pembantu dan tangisan Anaknya adalah hal yang terakhir Ia dengar, sebelum tubuhnya limbung dan kegelapan menyelimutinya.
" Yaya sayang,"
" Gav sayang,"
Teriakan panik Sarah dan Putri yang bersamaan memenuhi ruang tamu , mereka dengan segera menghampiri Kedua orang yang di sayangi, dengan tujuan berbeda.
Sarah segera mengambil alih kepala Anaknya yang ada di pangkuan Bi Ana, sedangkan Putri menggendong Gav yang menangis keras.
Huweeee Da Da Ma Ma
" Ssssst ... Gav sayang ada Eyang, Gav jangan nangis yah. Eyang janji, semuanya akan baik-baik saja," bisik putri lembut. Dengan tangan menepuk punggung Gav, yang semakin keras menangisnya.
" Sarah, bagaimana Kiara?" tanya Putri panik. Cucunya meronta, mengajaknya menghampiri Sang Mommy yang saat ini sedang tak sadarkan diri.
" Nyonya!" seru Bima terkejut. Ia baru saja mendapat kabar, dari anak buahnya jika Sang Tuan mengalami kejadian buruk. Ia merasa gagal menjaga Bos-nya, orang yang sudah mengambilnya dari tempat gelap.
" Bima, Kamu bopong Kiara ke dalam kamar, segera hubungi Tuan hendri. Pantau lagi kondisi di sana!" seru Putri memerintah. Saat ini hanya Ia yang bisa mengontrol emosinya, beda dengan Sarah yang sudah menangis melihat keadaan Sang menantu.
Hati-nya sakit dan nyeri, saat Sang Suami memberi kabar Anak semata wayang mereka mengalami kecelakaan tunggal. Terlebih hingga mengakibatkan mobil terbakar hangus, menyisakan bangkai mobil yang sulit di identifikasi.
" Ya Tuhan, Hamba mohon lindungi anak Hamba," batin Putri dengan hati sesak.
" Baik, Nyonya," balas Bima. Ia mengambil alih tubuh Sang Nyonya, membopongnya ke dalam kamar sesuai perintah Sang Nyonya besar.
Tidak lama 3 mobil milik sahabat Dirga memasuki halaman besar, rumah milik pasangan Wijaya muda. Mereka adalah Faro, Raka, Kaisar serta pasangan masing-masing.
Berita di televisi membuat mereka panik luar biasa, dengan penampilan apa adanya masing-masing dari mereka, langsung pergi menuju rumah Dirga, ingin mencari kebenaran.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum," seru mereka bersamaan.
Ruang tamu sunyi menyambut mereka, bahkan Para pembantu tidak ada satu pun yang menyahut. Sehingga mereka bergegas ke atas, ke arah Kamar tidur sahabat mereka berada.
Dengan langkah terburu, mereka menaiki tangga menimbulkan bunyi suara gaduh.
" Kiara,"
Seru mereka bersamaan lagi, di dalam Kamar tidur mewah yang pintu-nya tidak tertutup. Ada seorang wanita yang mereka kenal sebagai Kiara, istri serta sahabat mereka. Berbaring dengan Mama Sarah yang menangis, serta Gav yang menangis keras meronta di dalam gendongan Mami Putri.
" Mama!!!" seru Elisa panik. Ia dengan tergopoh berjalan menuju Kiara, yang pingsan dengan wajah berhiaskan air mata.
Grep
" Elisa, hu hu hu, Elisa tolong Kiara," ujar Sarah dengan tangisannya. Ia segera memeluk sahabat dari Anaknya, yang saat ini ikut menangis.
Hiks hiks
" Mama yang sabar, Kita serahkan semua kepada-Nya. Elisa yakin, masalah ini akan cepat di lalui, Mama percaya kan?" balas Elisa. Tangisannya bersahutan dengan Sarah, yang sudah dari awal sesegukan dipeluknya.
" Tante, bagaimana kabar kelanjutannya?" tanya Amira panik. Namun, Putri yang di panggil tante oleh Amira hanya menggeleng, dengan mata berkaca-kaca.
" Om belum mengabari lagi, Tante khawatir sekali," balas Putri menahan isakannya.
Raka dan Faro, serta Kaisar mengangguk kompak. Memutuskan untuk ke lokasi, mencari kebenaran sendiri.
" Kalian tunggu di sini, Kami akan pergi ke TKP. Kalau ada berita lanjutan, Kami akan segera beri tahu," ujar Faro mewakili.
Para wanita yang mendengar ucapan Faro, mengangguk serempak, menyetujui usulan Faro.
" Pergilah Nak Faro, Bima akan menjaga kami di sini. Tolong segera hubungi Kami yah, Mami mohon sekecil apapun beritanya, beri tahu Kami. Meskipun menyedihkan, itu lebih baik," ujar Putri memohon. Ia memandang Faro, sahabat Anaknya yang juga akrab dengannya, dengan pandangan sayu.
Faro melangkah, mendekati Mama dari sahabatnya dan memeluknya singkat, Yang di balas dengan erat oleh Putri.
Grep
" Mama sabar yah, Faro yakin semua akan baik-baik saja," bisik Faro lembut. Membuat Putri terisak, menganggukan kepala dan meng-amini Doa Faro dalam hati.
" Terima kasih, Faro," balas Putri berbisik.
Akhirnya berangkat lah ketiga-nya, menuju lokasi dengan memakai mobil Raka. Dia mengendarai mobil-nya dengan kecepatan di atas rata-rata, berharap cepat sampai di lokasi.
" Dirga, tunggu kami," batin ketiganya kompak.
Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Si jago merah adalah api.
Head line news adalah berita utama paling penting.
Kondusif adalah keadaan mendukung dan tenang.
Investigasi adalah upaya penelitian, penyelidikan, pengusutan, pencarian, pemeriksaan dan pengumpulan data, informasi, dan temuan lainnya untuk mengetahui/membuktikan kebenaran atau bahkan kesalahan sebuah fakta yang kemudian menyajikan kesimpulan atas rangkaian temuan dan susunan kejadian.
Godam adalah sejenis palu besar.
TKP adalah tempat kejadian perkara.
Identifikasi adalah kegiatan yang mencari, menemukan, mengumpulkan, meneliti, mendaftarkan, mencatat data dan informasi dari “kebutuhan” lapangan.
Konspirasi adalah suatu tindakan atau perencanaan yang dilakukan oleh kelompok rahasia, yang bersekongkol untuk berbuat melanggar hukum atau beritikad buruk. (Yenni Salim: 2002).
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisahnya ...
Jangan lupa komentar dan klik jempolnya ...
Serta vote dukunganya ...
Sampai babai
__ADS_1
Terima kasih