
Maaf jika Typo mengganggu saat membaca
Happy reading vrohh
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Kiara menenangkan degub jantungnya, sebelum menerima panggilan yang ternyata dari Mamanya.
" Huft ... Tenang Ra" Gumamya seperti bisikan menenangkan diri sendiri.
"Oke ... Rilex ra.. Satu.. Dua.. Huft.. Tiga" Batinnya .
Jujur saja, kejadian tadi adalah yang pertama dan hampir saja membuatnya hilang kendali. Ia bersyukur, ada yang menelponnya di saat yang tepat. Jika saja kejadian tadi tidak di hentikan, entah apa yang akan terjadi dengan Ia dan Dirga nanti.
" Thanks God " Batinnya bersyukur.
Setelah Ia merasa cukup tenang, barulah Ia menekan tombol hijau menerima panggilan.
Tut
" Iya Mah " sapanya kepada Sang Mama di ujung telepon sana.
" Haloo sayang, sedang apa? " tanya mama semangat dan Kiara tersenyum.
" Yaya sedang ingin makan mah" Jawabnya singkat
" Yahhh ... Padahal Mama ingin sekali ngobrol dengan Kamu sayang" ujar Mama Sarah sedih
"Oke deh, Kamu makan dulu nanti Kita sambung lagi, kamu habis ini nggak sibuk kan? " lanjut Mama Sarah kemudian.
Kiara sendiri melirik ke arah Dirga, yang sedang duduk kembali sambil menyalakan Televisi di depannya
" Maaf Mah, Kiara hari ini capek, mau langsung istirahat. Nggak apa-ap kan Mah kalau besok lagi ngobrolnya" maaf Yaya bohong Mah " jelas dan Lanjutnya dalam hati dengan nada menyesal
" Oh ... Gitu, ya sudah sehabis makan Kamu langsung istirahat yah Sayang . Besok Kita lanjut lagi. Okey" balas Mama Sarah memaklumi, yang membuat Kiara semakin merasa bersalah. Dalam hati Kiara berjanji ini adalah terakhir kalinya Ia berbohong
"Maafin Yaya ya Tuhan " Pintanya dalam hati.
__ADS_1
" Okey Mah " jawab Kiara singkat.
" Baiklah ... Nice dream Sayang ,bye"
" Nice dream too Mah , bye..." jawab Kiara kemudian menunggu Mama Sarah memutuskan panggilannya.
Setelah memastikan panggilan sudah terputus, Kiara meletakkan kembali handphonenya ke atas meja riasnya, dan berjalan dengan langkah gugup menuju Sofa yang saat ini di duduki oleh Dirga.
Kiara berdehem
"ehem.."
dan mendudukan lagi dirinya, kali ini tidak di samping Dirga melainkan di hadapan Dirga duduk di lantai.
" Kamu jadi mau makan barengan sama Aku atau mau pesen sendiri?" tanya Kiara kemudian untuk menghilangkan suasana canggung setelah kejadian yang tak terduga tadi
"Duhhh .. Malunya" batin Kiara.
" Nggak apa-apa nih kalau kita makan samaan gini?" tanya Dirga ragu, kiara manyun merasa terhina
" Iya " jawab Dirga cepat, kemudian terkekeh tapi langsung berhenti, saat Ia melihat Kiara sudah siap melempar sendok ke arahnya.
" Stop stop.. Oke fine, Sorry bawel.. Nggak lagi lagi ngejek kamu" ujar dirga takut menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, sehingga membuat Kiara hampir saja tertawa, namun di tahannya. Kemudian kedua tangan Kiara bersedekap dan mengerucutkan bibir lucu tanda ngambek.
" Reseh ih Kamu mah" ujar Kiara
" Iya ... Bawel, Sorry" ujar Dirga menjeda kalimatnya sambil mencubit pipi Kiara gemas
" Yuk ... Makan, nanti keburu dingin" lanjutnya dan mengajak Kiara segera menyantap makanan yang ada d atas meja.
Kiara tersenyum, melupakan sakit di pipinya kemudian mengangguk imut.
" Um .." Jawabnya pelan,
Akhirnya, mereka pun makan dengan makanan yang tadi di pesan oleh Kiara, untung saja Kiara memesan dalam porsi yang lumayan banyak, sehingga cukup untuk mereka berdua.
Di tengah-tengah acara makan mereka, Dirga tidak sengaja melihat ada noda di ujung bibir Kiara. Jika tempo hari Dirga mengelap noda itu dengan Tissu, maka kali ini Dirga menggunakan langsung ibu Jarinya, untuk membersihkan noda tersebut.
__ADS_1
Kemudian menjilatnya seakan noda itu adalah makanan yang paling lezat, dan tentu saja membuat Kiara kaget serta terdiam kaku. Apalagi Kiara mendengar gumaman Dirga, sebelum Dirga kembali memakan makanan di depannya dengan nikmat, seperti tidak terjadi apa-apa maka bertambah meronalah kiara di buat ya.
Kira-kira apa yah gumaman Dirga tadi?? Mari Kita dengar ulang
" Ternyata lebih enak dari pada yang di piring" Nah begitulah gumaman Dirga, yang membuat Kiara makanya tambah merona.
( Hoooo .... Sudah mulai nakal ya Dirga )
Di perlakuan manis seperti itu oleh Dirga, membuat Kiara harus Ekstra tahu diri agar tidak lepas kendali lagi seperti tadi
" Kenapa sih Kamu bikin Baper terus" batin Kiara galau.
Mereka kan belum punya status hubungan, tapi kenapa Dirga selalu memperlakukannya seperti Ia adalah kekasihnya
"Hais .... Apa sih maunya Dirga? masa harus Aku yang negur dulu, emang sih kemaren Dia udah bilang soal perasaannya tapi kan itu satu minggu yang lalu, Aku kan nggak tahu masih berlaku atau nggak" batin Kiara tambah galau.
Dirga melirik Kiara, yang memperhatikannya dalam diam dan itu membuatnya heran.
"Kenapa nih si bawel, jangan-jangan Dia nggak ikhlas makanannya Gue ikut makan" batin Dirga salah paham.
Tidak ingin penasaran Dirga pun mengetuk kening Kiara dengan dua jarinya, sehingga membuat Kiara mengaduh kesakitan
(tuk)
" Ouch ... Dirga sakit" rengek Kiara sambil mengelus keningnya pelan, dan tentu saja Sang pelaku kita, Dirga tidak merasa bersalah malah terkekeh.
" Jangan melamun Dear " jawab Dirga yang membuat Kiara berhenti mengelus keningnya dan terdiam.
"......"
\=\=\=\=\=\=\=\=+
Ikuti terus kisah nya ya
Jangan lupa klik jempol dan komentar nya
😁 Terimakasih
__ADS_1