
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Kiara berjalan melewati foto dengan ukuran besar, yang Adalah foto prewedding mereka saat mereka foto prewedding di studio milik David setelah di hutan milik keluarga nya selesai.
Gaun yang di pakai nya adalah gaun yang di siapkan mami nya, gaun yang sama sekali tidak ia ketahui kapan di beli nya.
Kiara tersenyum saat melihat dan melewati nya...
Di sepanjang jalan yang ia lewati semua bertema putih dengan mawar putih dan tulip putih menghiasi kiri kanan nya.
Semakin mendekati tempat akad semakin berdetak kencang jantung kiara.
Suara MC mulai terdengar, dari samar menjadi jelas saat kiara sudah tiba di dekat panggung kecil di mana ada dua kursi yang satu masih kosong dan satu nya lagi sudah ada yang menduduki.
Ia tahu siapa pemilik bahu lebar itu, tentu saja... Bahu lebar dengan punggung tegap lelaki milik nya.
Deg.. Deg... Deg...
Jantung kiara kembali berdetak dengan kuat dan tidak beraturan.
Irama nya sudah di luar kendali nya, bahkan saat ini suara dari bisik bisik di sekitar nya serta suara MC yang memimpin acara tidak bisa ia dengar... Hanya suara detak jantung nya lah satu satu nya yang dapat ia dengar.
Sedangkan Dirga yang mendengar suara bisik bisik tentang kedatangan mempelai perempuan kembali gelisah bahkan keringat dingin hampir menetes dari dahi nya.
Deg... Deg... Deg..
di hadapan nya saat ini ada penghulu yang akan menikahkan nya, lalu di samping penghulu ada papa fandi yang juga ikut tegang meski tidak kentara.
Glek..
Susah payah dirga menelan slavia nya saat mendengar langkah kaki semakin mendekat di belakang nya,
" calm... Calm... Stay calm"
Grek...
Suara kursi yang bergeser membuat kepala dirga menoleh ke arah samping kiri nya, di mana ada seorang wanita ikut menduduki diri di kursi kosong samping nya.
Deg.. Deg..deg..
" ya tuhan.... Ini bener calon istri gue?"
Batin dirga terpesona.
Kiara yang duduk di samping dirga tidak berani untuk menoleh sangking gugup nya.
" ini wangi nya dirga.... Hummm..."
Batin kiara dengan hidung menghirup aroma khas dirga dengan dalam dengan tangan berkeringat yang saling meremas gelisah.
MC tetap berlanjut membacakan rangkaian demi rangkaian acara.
di mulai dari sambutan dua belah pihak keluarga, pembacaan ayat ayat suci lanjut ke acara seperti nasihat tentang apa itu berumah tangga yang sakinah, mawadah dan marohmah yang tentu saja isi nya membuat kiara dan dirga yang mendengar nya tersentuh dan terharu .
lalu tiba juga di acara inti di mana jantung dirga berdetak kencang lagi saat mendengar MC membacakan acara selanjutnya .
Dirga menoleh kan kepala nya sekilas melihat lagi di mana kiara duduk masih dengan kepala menunduk, tapi ia bisa mendengar isakan kecil dari kiara.
seketika dirga mencelos, perasaan gugup nya hilang di gantikan Oleh keyakinan kuat.
Seperti apa Kata papa nya, yang ia butuh kan adalah rileks, tenang dan santai...
" huft.... Hamba mohon ya allah ridhoi hamba untuk menghalal kan wanita yang hamba cintai. Amin"
Penghulu memulai dengan memeriksa lagi dokumen dan memberi wejangan, di lanjut dengan menanyakan mahar yang di berikan.
Dirga menjawab nya dengan tegas dan kemudian memperhatikan lagi penghulu yang mengajak papa mertua nya untuk melihat lagi kesiapan semua.
" baiklah, apa kedua mempelai sudah siap" tanya penghulu kepada kiara dan dirga yang mengangguk dan menjawab dengan tegas.
" bapak fandi silahkan di ikuti apa yang saya katakan" ujar penghulu dan fandi pun menuruti apa yang di katakan penghulu.
Di mulai dari basmala, kemudian istighfar lalu membaca sahadat bergantian antara kiara dan dirga, kemudian inti ijab yang di ucapkan fandi dengan tegas saat ia dan dirga bersalaman
" saudara dirga mahesa wijaya bin hendri mahesa wijaya" ucap fandi tegas
" saya"
" engkau saya nikahkan dengan putri kandung saya, kiara arya wicaksono dengan mas kawin uang tunai Rp. 19.092.020 ( sembilan belas juta sembilan puluh dua ribu dua puluh rupiah) di bayar tunai " lanjut fandi dengan lancar kemudian menyentak tangan dirga kuat
Deg..
" SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWIN NYA KIARA ARYA WICAKSONO BINTI FANDI ARYA WICAKSONO UNTUK SAYA SENDIRI DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT DI BAYAR TUNAI " balas dirga dengan lantang dan satu kali tarikan nafas.
" bagaimana para saksi?" tanya penghulu kepada saksi yang duduk di kanan kiri nya yang di jawab SAH serempak di ikuti tamu yang ikut hadir menyaksikan ijab qabul dari pernikahan keluarga wicaksono dan wijaya.
" SAH..."
" alhamdulillah...."
" alhamdulillah... " batin dirga
" gue nggak percaya akhirnya bisa ngucapin dengan lancar dan sekarang gue udah resmi jadi suami kiara. Terimakasih ya allah" batin dirga bahagia.
Dirga tersenyum lega dan plong merasa sesuatu yang mengganjal di hati nya luruh seketika.
Sedang kan kiara saat mendengar dirga yang lancar dan lantang saat mengucapkan ijab membuat nya bisa menghembuskan nafas lega seketika.
Air mata kiara jatuh meski belum di ikuti isakan, akhir nya tepat hari ini ia sah menjadi istri dari lelaki yang ia cintai.
" silahkan di tanda tangani dokumen nya"
__ADS_1
Dirga dan kiara menandatangani dokumen bergantian di lanjut dengan wali dan saksi.
Kini saat nya dirga untuk memberikan mahar yang di berikan untuk kiara.
Mereka berdua di giring di tengah tempat akad, di mana ada kursi yang saling berhadapan untuk di duduki kedua keluarga dan mempelai.
Di sisi keluarga kiara telah duduk papa, mama, kakek dan tentu kiara yang di apit di tengah tengah.
Sedangkan di sisi dirga juga duduk dengan anggota yang sama seperti kiara.
Dirga berdiri menghadap kiara dengan tangan memegang kotak cincin.
Kemudian di susul kiara yang juga berdiri menghadap dirga, mereka berdua saling terpesona dengan penampilan pasangan nya.
Senyum pun muncul di bibir kedua nya, bahkan rona kemerahan pun muncul di kedua pipi masing-masing saat siulan menggoda memenuhi tempat mereka berdiri saat ini.
" kiara istri ku yang cantik"
Cieeee
Mendengar siulan menggoda di sekitar nya membuat dirga tidak tahan bergerak salah tingkah, lupa dengan kalimat selanjut nya
" iya" balas kiara mengingat kan dirga akan kalimat yang tadi di lupakan, sehingga dirga pun kembali memandang wajah kiara yang cantik seribu kali lipat dengan sorot mata serius dan lembut nya.
" cincin pernikahan ini adalah lambang cinta ku kepadamu, mau kah kamu menerima nya dengan hati yang tulus.
Menjadi tulang rusuk ku dan mendampingi ku hingga maut memisahkan?" ujar dirga lembut dan lancar saat mengucapkan kalimat terusan nya.
" dirga suami tampan ku "
Cieeee...
Lagi lagi siulan maramaikan suasana romantis dari kiara dan dirga.
Sehingga Kiara menunduk malu dengan rona merah jelas di kedua pipi nya namun tidak lama karena suara kekehan dari suami yang sangat di rindukan nya terdengar merdu di telinga nya.
Lalu kiara mengangkat wajah nya kembali melihat dirga dengan tatapan rindu.
" aku terima cincin yang engkau berikan kepadaku sebagai tanda cinta dengan hati tulus.
Dan menjadi tulang rusuk mu serta mendampingi mu hingga maut memisahkan" lanjut kiara dengan lancar dengan senyum merekah nya.
Prok... Prook.. Prokk
Cuit... Cuit..
Happy wik wik
Setelah kiara menyelasikan ucapan nya, tepuk tangan pun bersahutan dengan meriah di iringi siulan menggoda tentang malam pertama.
Dirga segera memakaikan cincin kawin di jari manis kiara dengan lembut, begitu pula dengan kiara yang memasang kan cincin kawin di jari manis dirga dengan gugup.
Cup
Dirga mengecup lama dahi kiara dengan lembut.
Lagi lagi tepuk tangan meriah yang di pimpin MC riuh terdengar, entah siapa dirga dan kiara tidak bisa mengenal nya karena terlalu ramai nya suasana saat ini.
Dirga pun menghadap kedua orang tua kiara dan menundukkan tubuh sekilas sebagai tanda hormat nya.
" papa fandi, izinkan aku ikut serta menjaga kiara mulai saat ini dan seterusnya .
Aku berjanji akan mencintai nya dengan segenap jiwa dan raga aku.
Tidak ada wanita lain yang akan hadir dalam kehidupan rumah tangga aku.
Mengasihi dan menyayangi kiara istri ku adalah hal yang pasti
Terima kasih sudah menjaga kiara ku dari lahir hingga saat ini.
Aku tidak akan menyakiti nya walau se ujung kuku.
Serta memberikan kebahagian tanpa air mata setetes pun"
Ujar dirga sungguh sungguh menatap fandi dengan sorot mata tegas nya
" anak ku dirga, kiara ku putri kesayangan ku yang aku rawat dengan segenap jiwa ragaku
Dari ia lahir aku menghujani nya dengan kasih sayang tanpa batas.
Kelak jika kiara ku membuat kesalahan jangan sampai kamu menggunakan tangan sebagai pelepas kemarahan.
Tegur lah ia jika memang melakukan kesalahan.
Bimbing dia menjadi istri yang soleha.
Sayangi dia seperti aku menyayangi nya.
Sebagai papa aku hanya ingin yang terbaik.
Maka ku serah kan anak ku untuk kemudian kamu jaga dengan baik. Terima kasih dirga menantu ku "
Balas fandi dengan suara tertahan nya
Fandi pun berdiri dan melangkah mendekati dirga kemudian memeluk dirga di iringi air mata bahagia nya.
Ia ikhlas melepaskan putri nya untuk dirga yang sudah sah memperistri kiara nya.
" terima kasih pah " balas dirga lirih, memeluk fandi tak kalah erat nya.
Kiara menangis mendengar nya.
Ia tergugu dengan kedua tangan menutupi wajah nya.
Fandi yang mendengar nya pun segera melepas pelukan dari dirga dan segera memeluk putri nya erat.
Menjadi sandaran abadi sebagai tempat kiara menangis dan mengadu.
" papa terima kasih, Hikss...."
__ADS_1
" tidak sayang, ini tugas papa sebagai orang tua . Jangan menangis di hari bahagia mu sayang papa mohon"
Tidak ada yang tahu bagaimana fandi sangat mencintai putri nya, walaupun melarang kiara menangis nyata nya fandi sendiri ikut menangis.
Isakan juga turut memenuhi tempat akad.
Dirga kemudian menghadap mama sarah melanjutkan ucapan terima kasih nya.
" mama sarah, terima kasih sudah menerima dirga sebagai menantu juga sebagai suami dari putri cantik mama.
Terima kasih telah melahirkan nya kedunia.
Terima kasih telah menjaga nya.
Terima kasih telah mengajarkan kebaikan untuk nya.
Terima kasih telah melimpah kan kiara kasih sayang tiada tara.
Selanjut nya izin kan dirga ikut serta menjaga, mengajar kan kebaikan serta melimpahkan kasih sayang yang dirga punya untuk kiara satu satu nya istri dunia akhirat dirga.
Terima kasih mama sarah "
Ujar dirga lembut memandang sarah yang juga memandang nya dengan tatapan berkaca kaca khas seorang ibu.
" tolong jaga kiara untuk mama ya dirga anak ku, kedepan nya apapun tentang kiara adalah tanggung jawab mu.
Jangan pernah buat kiara ku bersedih.
Terima kasih sudah memperistri kiara putri kesayangan ku" balas sarah dengan terbata, air mata nya tumpah setelah ia menyelesaikan kalimat nya
Dirga mendatangi mama sarah kemudian membawa kepelukan hangat nya.
Air mata nya menggenang meski belum tumpah.
Jika kepada ibu mertua nya saja ia berkaca-kaca apalagi dengan mama kandung nya yang sangat ia sayangi.
" kakek...
Terima kasih sudah memilih dirga untuk menjadi suami kiara cucu kakek.
Kedepannya dirga berjanji memenuhi semua ke inginan kiara tanpa terkecuali.
Kakek, dirga mohon percaya lah dengan dirga dan ikut mendukung dirga" ujar dirga menghadap ke arah kakek bagus setelah sarah melepas pelukan nya dan ikut memeluk kiara bersama suami nya di sana.
" tentu, jangan sampai membuat kakek kecewa" balas kakek bagus singkat namun dengan wibawa tegas nya.
Ia memeluk dirga erat
" jaga kiara ku" bisik kakek bagus tidak jelas karena ternyata kakek bagus pun sudah menangis dengan tersedu.
Di tengah tengah sana kiara yang di apit mama fandi dan mama sarah menunggu nya dengan linangan air mata, membuat dirga pun harus ekstra menahan laju air mata nya yang sudah tidak sabar untuk keluar.
Dirga melangkah kan laki nya pelan menuju kiara dan mengulurkan tangan kanan nya yang di terima kiara segera.
kemudian membawa kiara kehadapan orang tua serta kakek nya yang duduk menunggu dengan isakan tertahan dari mama nya.
" mah, pah kakek ini kiara istri ku.... dia lah satu satu nya wanita yang akan menjadi pendamping ku" ujar dirga membawa kiara maju sedang kan ia sendiri melangkah mundur membiarkan kiara menyelesaikan kalimat yang akan di ucapkan nya.
" papa hendri, mama putri kakek bakrie.
Saya kiara arya wicaksono istri dari dirga anak mama dan papa.
Izinkan yaya untuk ikut bergabung dalam keluarga besar wijaya.
Sayangi yaya sebagai mana papa mama menyayangi suami yaya.
Dan tegur yaya di kala yaya melakukan ke khilafan.
Untuk papa, terima kasih telah mendidik dirga sehingga menjadi laki-laki tegas dan dewasa.
Untuk mama, terima kasih telah melahirkan laki-laki sempurna seperti dirga.
Dan untuk kakek, terima kasih karena telah memilik yaya yang tidak sempurna ini untuk cucu kakek yang sempurna " ujar kiara dengan lancar meski sedikit terbata dan tidak jelas karena isakan nya tapi semua yang mendengar nya ikut terbawa suasana terbukti dengan sunyi nya keadaan sekitar sehingga saat ini hanya ada isakan dan gumaman lirih dari saksi.
Mama putri yang pertama berdiri untuk membawa kiara dalam pelukan hangat nya lalu ikut menangis bahagia.
" selamat datang yaya sayang, mama sekarang adalah mama mu juga.
jangan pernah sungkan jika ada hal yang mengganggu" bisik putri lirih saat memeluk kiara erat.
Kiara menangis lagi, tidak perduli dengan make up nya yang saat ini pasti tidak karuan.
Lalu di susul hendri dan kakek bakrie yang memeluk kiara dengan senyum dan tangis bahagia.
Mama putri menghampiri dirga yang menjulang tinggi dengan wajah menunduk,ia tahu pasti anak es tampan nya sedang menahan air mata.
Ia tidak menyangka akan tiba saatnya melihat anak tangguh nya menangis juga untuk seorang wanita yang saat ini menjadi istri nya
Tap...
Dirga tahu siapa yang ada di depan nya, maka tanpa banyak bicara dirga pun segera menghambur memeluk erat mama putri yang benar saja sudah berlinang air mata tanpa bisa di tahan.
" maafin dirga mah jika selama ini selalu menyakiti mama, terima kasih sudah melahirkan dirga dan menjaga dirga" bisik dirga yang di balas usapan lembut dari putri di punggung tegap nya.
Suasana haru mengisi acara sakral milik dirga dan kiara.
mulai dari keluarga, tamu undangan dan para sahabat serta pers yang sengaja di undang oleh keluarga besar untuk turut menyaksikan suasana bahagia saat ini.
Dan lagi lagi tepuk tangan memeriahkan akhir dari suasana haru, saat kedua pangantin baru kita kembali menghadap satu sama lain dengan dahi saling menempel mesra...
Di ikuti senyum bahagia sebagai penutup dari acara akad nikah pada hari ini.
Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisah nya ya..
Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya
Sampai babai
__ADS_1
Terimakasih