Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
HONEY MOON ~ ada yang ngambek...


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat (karena author suka yang detail).


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Kiara baru bangun pada saat menjelang sore hari, artinya kiara tertidur selama 3 jam.


" ukh.... Badan aku remuk semua..." gumam kiara pelan, saat merasakan sakit di sekujur tubuh nya.


Bukan hanya miliknya yang sakit, tapi semua tanpa terkecuali


Dan ini karena perbuatan mesum dari suami mesum nya.


Bahkan hari ini ia melewatkan acara jalan jalannya, rencana yang sudah di susun nya juga ikut berantakan.


Ceklek...


Pintu terbuka, di susul dirga yang masuk dengan senyum lebar bahagia nya sedangkan ia sendiri menampilkan senyum masam, dan itu membuat senyum dirga berubah menjadi raut wajah bingung.


" si bawel kenapa nih?" batin dirga bertanya


Dirga melangkahkan kaki nya ke arah ranjang di mana kiara berada, kemudian menduduki dirinya di tepi ranjang dekat dengan kiara yang saat ini sedang menampilkan wajah ngambek nya.


" sudah bangun sayang?" tanya dirga lembut, tangan nya mengelus pipi kiara lembut dan memandang kiara sayang.


" hmm...." gumam kiara


" nah loh... Anak orang kenapa?" batin dirga bingung


" kenapa hummm?" tanya dirga sabar, ia membawa bahu kiara agar menghadap nya.


" jam berapa?" tanya kiara tanpa menjawab pertanyaan dirga.


" jam 5 lewat, ada apa hummm?" balas dan ujar dirga mengulangi pertanyaan nya yang belum di jawab kiara.


" nggak apa-apa... " balas kiara seadanya


" hey.... Lihat aku" ujar dirga, saat wajah kiara melihat ke arah lain enggan melihatnya dan akhirnya kiara pun melihat nya.


" terima kasih ya untuk yang semalam dan yang tadi.


kamu tahu, itu adalah pengalaman pertama aku yang paling berharga dan membahagiakan untuk aku.


Aku bisa merasakan ketulusan dan cinta kamu di saat kamu memanggil nama aku.


Aku cinta dan sayang banget sama kamu, jangan pernah tinggalin aku ya" ujar dirga lembut, memandang kiara dengan pandangan memuja.


membuat hati kiara pun bergetar dan tertohok di saat yang bersamaan, karena tadi ia sempat marah karena perbuatan dirga.


Sudah sepantasnya ia melayani dirga, lagian juga ia yang memulainya lebih dulu.


Buat apa ia marah hanya karena rencana jalan jalan nya berantakan, kalau nanti juga ia bisa mengatur ulang jadwal jalan jalan kembali.


Kiara akhirnya tersenyum dan balas memandang dirga dengan penuh cinta.


" emmm..." gumam kiara di ikuti kepala nya yang menggeleng.


" aku yang berterima kasih, kamu sudah memperlakukan aku dengan begitu lembut.


Aku juga cinta dan sayang banget sama kamu sayang" lanjut kiara di akhiri dengan senyum manis nya.


Grep...


Dirga segera memeluk kiara erat,


" you're mine and only mine.." bisik dirga


" everything in you is mine" lanjut dirga berbisik di telinga kiara dengan nada posesif yang kentara.


Kiara yang mendengar bisikan sarat akan rasa posesif dari dirga tersenyum bahagia, ia membalas pelukan dirga dengan erat kemudian membalas nya dengan kalimat singkat namun mampu membuat dirga bahagia.


" and you too is mine"


Skip


Setelah deklarasi kepemilikan mutlak pasca pernikahan serta pengikatan tubuh, kiara memutuskan untuk mencuci wajah nya sebelum keluar kamar untuk makan sore menjelang malam seperti yang tadi di bilang dirga.


Kiara masih memakai handuk, yang hebat nya tidak melorot sama sekali, dari ia tidur hingga bangun lagi...


Kemudian mulai mencuci wajah nya dengan facial foam yang selalu ia pakai, dengan scrub yang terasa kasar namun mampu menghilangkan kulit mati pada wajah nya.

__ADS_1


Deg...


" apa ini.... Oh tuhan, kenapa banyak seperti ini?" pekik kiara heboh saat ia melihat pantulan dirinya di cermin kamar mandi.


" ya ampun... Bagaimana cara menutupi nya" lanjut nya, saat melihat di sekujur leher hingga dada nya di penuhi bercak merah ke unguan yang pasti hasil dari perbuatan mesum suami nya.


Kiara lalu terburu memakai kaos polos yang menggantung di kamar mandi, seperti nya milik dirga karena aroma khas yang ia hafal menguar di penciuman nya.


Ia lupa membawa pakaian nya, dan ia ingin segera menemui dirga yang saat ini sedang menonton acara televisi mengenai berita tentang bisnis.


" sayang ...." seru kiara keras, ia keluar dari kamar tidur dan berjalan terburu menghampiri dirga yang melihat ke arah nya dengan pandangan bertanya.


" ada apa sih yank, kok teriak teriak gitu?" tanya dirga Penasaran


" kali ini kenapa lagi dah?" batin dirga bingung.


" lihat ini lihat.... Kenapa sampai seperti ini, kenapa banyak sekali... Kenapa... Bla...bla.." ujar kiara ngeromet panjang sekali dengan jari menunjuk area leher dan tangan menarik kaos milik dirga memperlihatkan apa yang ingin ia tunjukan kepada dirga.


Dirga mendekati kiara dan ikut melihat apa yang sedang di tunjuk tunjuk kiara dengan heboh...


Dan seketika dirga tersenyum bangga, karena hasil karya nya ternyata masih terlihat jelas di sepanjang leher dan dada kiara.


" kenapa? Bukan nya sangat indah?" tanya dirga dengan santai dan watodos nya.


Ia sudah cengar cengir saat melihat nya lagi,


" ck ck.... Pemandangan yang indah" batin dirga sinting


Kiara yang melihat suami nya cengar cengir bahagia seketika meradang.


" dirga mahesa wijaya"


Deg...


" mampos..."


Dirga tiba-tiba merinding saat mendengar kiara menyebut nama nya dengan dalam dan di ikuti hawa membunuh nya.


" i... I.. Iya sayang...." jawab dirga terbata


Keringat dingin mengalir dari dahi nya saat melihat kiara ya menunduk.


menyembunyikan raut wajah nya, saat dirga sendiri sudah bisa merasakan hawa mendung yang berasal dari sekitar kiara.


Deg


" apa...."


" Ma... Mak.. Maksudnya yank, maksudnya gimana yank?" tanya dirga tergagap pura-pura tidak mengerti


" artinya, tuan dirga yang terhormat, hingga waktu yang tidak di tentukan akan berpuasa menyentuh nyonya kiara tanpa terkecuali. Apa sekarang paham hmmm" ujar kiara lambat lambat, menjelaskan dengan sangat jelas lalu di akhiri dengan senyum manis, senyum yang menjanjikan sesuatu yang menurut dirga paling menyiksa.


Deg...


Dirga melotot horor dan shock mendengar pernyataan dari kiara yang sangat kejam menurut nya.


Sedangkan kiara yang melihat suami mesum nya yang bengong dengan mata melotot ke arah nya melenggang pergi menuju meja makan dengan langkah santai dan kemudian mendengus tidak perduli.


Dan kiara pun tersenyum puas, saat mendengar teriakan putus asa dari dirga di susul suara langkah kaki yang menghampirinya dengan langkah terburu.


" sayang kamu bercanda kan? Kamu pasti bohongan kan nyuruh aku puasa lagi? Ayok sayang cepat katakan kalau kamu bercanda" ujar dirga bertanya dengan beruntun dan berdiri di samping nya dengan wajah pucat pasi nya.


Kiara menulikan pendengaran nya, ia menikmati makan malam nya tanpa melirik sedikit pun ke arah dirga yang saat ini bersimpuh di samping nya dengan tangan nemplok di paha nya.


" sayang... Kenapa kamu nggak ngomong"


Tanya dirga gelisah, ia memandang kiara yang acuh dan tetap memakan nya seperti ia tidak ada.


Trak..


Kiara meletakkan sendok dan garpu yang ia pakai di atas piring nya dengan menyilang tanda selesai makan, kemudian berdiri hendak meninggalkan dirga.


Grep...


" sayang kamu belum jawab pertanyaan aku" ujar dirga memegang lengan kiara mencegah kiara agar tidak pergi meninggalkan ruang makan.


" huhf..." kiara menghembuskan nafas nya kemudian berbalik melihat dirga.


" aku nggak bercanda, aku serius... Jadi lepasin tangan kamu karena aku mau nonton televisi dan sebaiknya kamu cepat makan agar bisa mengisi tenaga kamu yang terbuang hari ini. Okey..... " ujar kiara menekan kata yang di cetak tebal oleh author, kemudian meninggalkan dirga yang melepaskan tangan nya karena tambah shock dan kiara pun berlalu dari ruang makan ke arah ruang televisi di iringi senyum geli saat melihat raut wajah shock dirga yang terlihat lucu.


" lucu banget sih, dasar...." batin kiara senang.


Dirga yang di tinggal sendirian oleh kiara terduduk lemas di kursi ruang makan villa dengan kepala di meja.

__ADS_1


" tidak mungkin, gue baru sekali main celup celupan sama kiara. No.. No.... Gue harus melakukan sesuatu " batin dirga muram kemudian berfikir agar kiara bisa memaafkannya.


Di ruang televisi


Kiara saat ini sedang menonton televisi, dengan sebuah bantal sofa di pangkuan nya.


Tap...tap...tap..


Kiara mendengar langkah mendekat ke arahnya, di susul aroma yang berasal dari suami nya.


Grep...


" maaf ya...." bisik dirga pelan, dengan lengan melingkar di leher dan bahu kiara dari belakang.


"......".


" aku janji nggak akan begitu lagi" lanjut dirga lirih, ia benar-benar merasa bersalah


Ia akui jika ia keterlaluan saat memberi kiss mark di tubuh kiara kemarin malam, bahkan sampai warna nya ke unguan seperti itu.


" tentu saja, karena kamu kan nggak menyentuh aku lagi kedepannya" balas kiara santai


" yaaaaank....." ujar dirga manja, ia baru kali ini merengek.


Dirga rela merengek, sebab jika sampai kiara ngambek nya berlanjut kesejahteraan adik kecil nya akan terancam.


Masa iya... Baru juga bertamu sekali sudah di larang bertamu lagi.


" hmmmm...."


" maafin aku sayang, jangan kasih aku cobaan dan hukuman dengan sesuatu yang melebihi kapasitas aku.


Tuhan aja tidak akan memberi cobaan yang melebihi kapasitas umat nya, masa kamu tega yank menguji aku seperti ini" ujar dirga merayu kiara yang saat ini sedang menahan senyum geli nya yang sebentar lagi muncul di bibir nya.


" hmmmm....." gumam kiara, hampir saja senyum geli nya muncul


" apa sih, sampai bawa bawa cobaan segala"


Batin kiara geli


" sayang..." seru dirga, ia melompati sofa dan duduk memepet kiara lalu menduselkan wajah nya pada perut kiara yang tertutup bantal sofa.


"......" " pffttt..."


" tayang, atu tan utah minca maap cama tamu, maapin atu tayang. Pwesee...."


( sayang, aku kan sudah minta maaf sama kamu, maafin aku sayang please..)


Ujar dirga dengan aksen seperti anak kecil, merayu kiara yang akhiri nya tertawa juga..


" haha... apasih.... Sok manis banget, dasar... " ujar kiara, merasa geli dengan logat manja yang di keluarkan dirga, apalagi wajah dirga yang di perut nya juga ikut mendusel dengan gerakan random sehingga ia pun tidak tahan mengeluarkan tawa geli nya.


Dirga tersenyum di dalam dekapan perut kiara, lalu mengangkat wajah nya memandang kiara yang saat ini masih tertawa


" jadi, kamu sudah maafin aku kan sayang?" tanya dirga hati hati, menampilkan wajah kiyut menatap mata kiara dengan pandangan berharap.


Melihat dirga yang menampilkan wajah kucing memelas nya membuat hati kiara tersentuh.


" ya ampun... Imut nya" batin kiara gemas


" fine..." balas kiara singkat manuai senyum lebar dari dirga


" tapi dengan satu syarat..." lanjut kiara


" kamu harus. ...."


Deg...


Senyum kiara mengembang saat dirga mengubah wajah dengan senyum lebar nya menjadi wajah horor saat mendengar syarat dari nya


" HAH......."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Apa sih syarat nya?


Ikuti terus kisahnya...


Jangan lupa tinggal kan jejak komentar dan klik jempol nya yaaa... Serta vote dukungannya..


Sampai babai


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2