Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Cinta sejati kiara


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Grep...


" kamu nggak takut ketahuan sama papa lagi ga?" ledek kiara saat merasakan pelukan erat dari belakang nya.


Tanpa menengok pun ia tahu siapa tangan yang sedang memeluk nya, bahkan dari wangi nya pun ia sudah hafal.


" jangan sampai ketahuan dong dear" gumam dirga di samping telinga kiara.


Hening sesaat,


dirga dan kiara sedang menikmati kebersamaan mereka sambil melihat arah kolam yang memantulkan bulan.


" apa kamu bahagia malam ini dear" tanya dirga tiba-tiba membuat kerutan bingung di dahi kiara.


Kiara membalik badan, menghadap ke arah dirga yang protes karena kiara melepas pelukan nya.


" kenapa kamu nanya begitu?" tanya kiara penasaran


" nggak apa-apa, aku cuma mau memastikan jika bukan hanya aku saja yang bahagia malam ini" balas dirga


" kamu nanya begitu, hihi.... Ada ada saja" ujar kiara terkekeh


" malam ini akan menjadi salah satu malam membahagiakan untuk aku ga, dan jawaban untuk pertanyaan kamu tentu saja aku bahagia" lanjut kiara ceria


Dirga tidak membalas lagi pertanyaan kiara tapi membawa langsung kiara ke dalam pelukannya.


Mencari kehangatan dari tubuh wanita yang sangat di cintai nya.


" seperti nya dua bulan kedepan kita akan sibuk dengan persiapan pernikahan kita" ujar kiara di sela sela kegiatan menikmati pelukan dari dirga.


" tentu, bahkan aku baru liat ini mama aku semangat seperti itu" balas dirga


" jadi sayang, apa keinginan kamu kedepan nya?" lanjut dirga bertanya


" keinginan aku ya....


Emmmm... Yang pasti hidup sampai tua sama kamu dan bahagia bersama anak cucu kita nanti hehe... Kejauhan ya?" balas kiara tulus dan terkekeh saat melihat dirga yang menampilkan ekspresi wajah tak percaya nya.


" nggak dong... Justru itu adalah keinginan aku juga " ujar dirga senang.


Dirga mengecup berulang rambut kiara dengan sayang dan mengeratkan pelukan nya.


" tumben nih nggak ada yang ganggu" batin dirga heran karena biasanya jika ia sudah berduaan dengan kiara papa mertua nya pasti akan merecoki kegiatan mereka.


Dirga mengangkat bahu acuh dan mendesah lega, akhirnya sisa malam ini bisa ia habiskan dengan memeluk erat bawel kesayanganya tanpa takut di hadiah pelototan dari papa fandi.


Kini saat nya keluarga wijaya pamit undur diri, dirga yang dari tadi nempel dengan kiara menampilkan wajah tak rela saat papa fandi memisahkan kedua nya.


" nak kiara, jangan lupa besok ya" ujar mama putri saat ia memeluk kiara untuk pamit


" baik tante"


"loh... Kok tante lagi, panggil mami sayang" protes mama putri tidak terima


" ah... Baik mami kiara lupa heheh" kekeh kiara menghilangkan canggung nya.


" gitu dong... Baiklah mami pulang dulu.


Sampai jumpa besok ya sayang"

__ADS_1


Dengan begitu keluarga wijaya pun undur diri dengan mobil mewah nya, menyisakan dirga dan keluarga wicaksono.


" kenapa kamu masih di sini?" tanya fandi heran


" pah... Jangan iseng" ujar kiara memperingati papa nya yang mulai dengan niat jahil nya


" ck... Nggak seru yaya mah" dumel fandi kecewa karena gagal menjahili menantu nya, ia melengos kan kepala nya sebal dan masuk ke dalam rumah di sertai kekehan geli dari sarah.


" pulang nya hati hati ya nak dirga, mama ke dalam dulu" ujar sarah kemudian mengikuti suami nya yang sudah dulu masuk ke dalam setelah mendapat jawaban " iya mah" dari dirga.


Saat ini tinggal kiara dan dirga yang ada di teras depan rumah kiara.


Tenang saja dirga nggak macam macam kok apalagi niat berbuat mesum dengan kiara.


Ia kapok di hadiahi pelototi sama papa fandi, toh lagian ia dan kiara sebentar lagi bisa bermesaraan tanpa gangguan dari papa mertua iseng nya dengan cap halal pula jadi menunggu sebentar lagi tidak masalah dong.


" ya sudah aku juga pulang dulu ya sayang" ujar dirga setelah papa dan mama kiara masuk ke dalam


" iya... Kamu hati hati ya, ingat jangan kebut kebut" wanti kiara mengingatkan


" oke... Bye dear, nice dream" ujar dirga kemudian mengecup kening kiara sayang dan masuk ke dalam mobil dan tancap gas meninggalkan kediamanan wicaksono.


" astaga, papa bikin kaget aja" seru kiara kaget saat kiara berbalik dan menemukan papa nya sedang menyender di daun pintu.


" ada apa pah?" lanjut kiara bertanya pada saat papa nya tidak menyahuti seruan nya.


" nggak apa-apa, kamu langsung istirahat" jawab fandi kemudian meninggalkan kiara yang melihat nya dengan kening berkerut bingung.


" papa kenapa sih" gumam kiara pelan, menggelengkan kepala tidak mengerti kiara pun melanjutkan langkah nya menuju lantai atas di mana kamar nya berada.


Di kamar nya sarah melihat fandi dengan raut wajah heran, ada apa dengan suami nya fikir nya dalam hati.


Tidak biasa nya fandi akan berekspresi muram seperti itu.


Terakhir ia melihat ekspresi fandi yang muram adalah pada saat kiara pergi dari rumah.


Sarah mendekati fandi yang duduk membelakangi nya di pinggir ranjang tempat tidur mereka


Puk


" ada apa hubby?" tanya sarah pelan, tangan nya ia gunakan untuk memijat bahu fandi lembut.


Fandi diam, belum menanggapi pertanyaan dari istri nya, kemudian mendesah lirih merasakan pijatan dari istri tercinta nya.


" papa cuma merasa sedih" ujar fandi tiba-tiba dengan suara pelan nya, jika saja sarah tidak menyimak nya mungkin sarah kira fandi hanya bergumam tanpa makna.


" sedih kenapa hmmm?" tanya sarah hati hati


Lagi lagi fandi terdiam karena bingung menyampaikan perasaan nya.


Sebagai seorang papa yang memiliki putri satu satu nya tentu saja fandi merasa sedih, ia sudah menjadi papa bagi kiara selama 25 tahun.


Perasaan baru kemarin ia mengganti popok dan memandikan kiara nya, tapi lihat lah kiara kecil nya akan di ambil orang dan hidup bersama orang lain.


Bukan... fandi bukan nya tidak setuju dengan pernikahan dirga dan anaknya nanti, justru ia bahagia jika kiara bisa menikah dengan pria seperti dirga.


Tapi dalam sudut hati nya, fandi masih belum bisa merelakan meski kiara sudah besar tapi bagi fandi kiara tetap lah kiara kecil nya.


" kamu khawatir jika nanti kiara akan melupakan mu hubby?" tanya sarah tepat sasaran


Fandi tersentak kaget atas perkataan istri nya


" takut di lupakan"


Sebenarnya itu juga termasuk sih, dan juga

__ADS_1


" kamu takut kiara lebih memilih dirga untuk bersandar di banding kamu nanti kan hubby?" tanya sarah (lagi) saat fandi belum juga membalas pertanyaan nya.


" aku mengerti karena aku pun merasa seperti itu,


Meski dulu aku bukan mama yang memperhatikan kiara tapi kiara adalah anak ku dan Separuh nafas aku adalah kalian berdua.


Ada kala nya seorang anak akan menggengam tangan kedua orang tua erat namun juga suatu saat akan ada tangan lain yang akan menggantikan genggaman tangan kita.


Tugas orang tua bukan berarti selesai pada saat anak nya sudah menikah, justru saat itu lah kita paling di butuh kan.


Mendorong nya menjadi istri yang baik adalah tugas kita juga .


Ingat ini hubby orang bilang ibu adalah panutan untuk anak nya dan ayah adalah cinta sejati putri nya.


Aku yakin, kiara akan sedih jika melihat mu seperti ini"


Sarah mengakhiri kata kata nya dengan lelehan air mata di kedua pipi nya , di luar ia terlihat bahagia dengan senyuman di bibir nya, namun di dalam hati sarah merasa sedih karena sekarang tiba juga saat nya ia melepas putri kecil nya untuk hidup bahagia sesuai harapan nya dengan lelaki pilihan keluarga nya.


Fandi sendiri ikut menangis tanpa suara mendengar kata kata dari istri nya yang telah menemani nya lebih dari 30 tahun.


Istri nya yang paling mengerti nya tanpa banyak tanya, istrinya yang selalu mendukung nya di saat masa terpuruk nya dan istri nya yang akan selalu di cinta nya.


Bagaimana bisa ia merasa jika di sini hanya ia yang merasa sedih atas pernikahan kiara nanti, sedangkan istri nya ibu dari kiara lebih memilih memendam sedih nya dalam hati.


Fandi segera memeluk erat tubuh sarah yang berguncang karena isak tangis sedih nya dan ikut menangis dalam diam.


Di luar pintu yang tidak tertutup sempurna kiara mendengar dan melihat nya sendiri dari awal hingga akhir saat papa dan mama nya menitikan air mata sedih.


Ia tidak menyangka jika kedua orang tua nya sangat memikirkan tentang nya.


Papa nya yang jahil namun juga yang paling menyayangi nya,


Mama nya yang selalu mengerti nya,


Juga kakek yang selalu ada untuk nya.


Kiara berbalik ke arah kamar nya lagi tidak jadi menanyakan soal pekerjaan di saat papa dan mama nya sedang dalam keadaan bersedih.


Bahkan jika ia memaksa masuk, kiara tidak jamin jika ia bisa menahan air mata nya yang diam diam menggenang di sudut mata nya.


Cukup lama fandi dan sarah saling berpelukan mencari kekuatan satu sama lain.


Setelah sarah merasa lebih baik, sarah pun melonggarkan pelukan nya dan melihat ke arah wajah fandi yang sedih.


" jangan sampai kiara tahu ya hubby" ujar sarah yang di angguki kepala mengerti dari fandi


" terima kasih sarah kamu sudah menemani aku di saat sedih dan senang ku. Aku mencintaimu selama nya" ujar fandi lembut yang tentu saja membuat sarah yang sudah lama tidak mendengar suara lembut fandi pun merona.


" kenapa seperti anak muda lagi sih"


" sudah... Sebaiknya cepat istirahat" balas sarah salah tingkah dengan melengoskan wajah nya tidak berani melihat wajah fandi kemudian buru buru masuk kedalam selimut.


Fandi mengeryitkan kening bingung dengan tingkah sarah yang tiba-tiba berubah


"ada apa dengan istrinya, kenapa seperti orang malu gitu?"


Batin fandi tidak peka.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Padahal masih lama loh om tante kok sedih nya sekarang...


Tetap ikuti kisah nya ya


Jangan lupa jejak komentar dan klik jempol nya

__ADS_1


Sampai babai


Terimakasih


__ADS_2