Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Ada yang kangen


__ADS_3

Happy reading vrohh


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Sudah dua hari Kiara mengunjungi tempat Wisata di Desa Nuan hanya berdua dengan Pak Teguh.


Dirga masih belum kembali dari Kota dan Kiara akui, Ia sedikit rindu dengan keusilan Dirga. Walau pertemuan terakhir mereka berdua dalam keadaan canggung, tapi Kiara sendiri merasa jika hatinya pun setuju, bahwa Ia merindukan sosok Dirga yang selalu membuatnya tersenyum bahagia.


Pak Teguh yang di sampingnya pun sampai heran, karena melihat Nonanya seperti melamun, Orangnya di sini namun Raganya di tempat lain.


Suasana menjadi sunyi, karena Pak Teguh Sudah biasa dengan celotehan Kiara di sepanjang jalan, namun kali ini Nonanya diam. Bahkan, Kamera yang biasanya di pakai untuk memotret pemandangan sekitar pun di abaikan.


Puk...


Pak Teguh menepuk bahu Kiara pelan, namun mampu membuat Kiara berjenggit kaget


" Ah .. Ada apa Pak ? Apa kita sudah sampai?" tanya Kiara sambil celingukan melihat sekeliling,


Pak Teguh tertawa kecil sebelum membalas


" Non ... Kita kan udah sampai dari tadi, Nonanya saja yang nggak turun turun dari Kereta. " ujar Pak Teguh


Pernyataan dari Pak Teguh membuat Kiara tersenyum malu, tercyduk melamun


" He he..."

__ADS_1


Kiara terkekeh kaku kemudian cengengesan salah tingkah sebelum turun dari kereta.


" Pak ... Nanti bisa ikutan peras susu Sapi? " tanya Kiara ke Pak Teguh .


Pak teguh menggangguk dan menjawab pertanyaan kiara


" Iya Non tentu saja boleh" kata Pak Teguh


" Baru kali ini ada wisatawan perempuan muda, yang mau ikut ikutan peras susu langsung dari sapinya. Biasanya mereka lebih memilih wisata idi tempat yang bersih ke timbang tempat seperti kandang sapi, memang yah Non Kiara ini beda sama yang lain pantas saja tuan Dirga menyukainya" lanjut Pak Teguh dalam hati.


Kiara mulai kembali seperti Kiara sebelumnya, yang aktif berceloteh menanyakan ini itu kepada Pak Teguh hingga sampai di tempat pemerasan susu sapi.


Di sana Kiara dan Pak Teguh di sambut dengan ramah.


Kiara sendiri memilih untuk memotret apapun kegiatan yang ada di situ, setelah puas bertanya ini itu dengan penduduk tentang kegiatan apa yang biasa mereka lakukan, akhirnya tiba juga saatnya Ia mencoba bagaimana cara memeras Susu sapi yang benar.


Petugasnya yang ramah dan penjelasan yang sangat jelas dan detail membuat Kiara cepat belajar, sehingga Kiara tidak terlalu kesulitan pada saat memulai memeras susu sapi tersebut.


Kali ini paka Teguh kebagian tugas menjadi Juru kamera, biasanya ada Dirga yang akan menggantikannya mengambil gambar di saat Ia sedang tidak bisa memegang Kamera.


Lagi-lagi Ia teringat akan ketiadaan Dirga di sampingnya


"Ngeselin banget sih, padahal baru dua hari tapi kenapa udah ka..."


Wajah kiara memerah dengan fikiran sembarangannya

__ADS_1


" Apa sih siapa yang kangen..." kiara menggelng dan menepuk pipinya tiba-tiba, membuat Pak Teguh yang melihatnya pun heran sendiri.


" Non .. Kenapa? " tanya Pak Teguh yang membuat Kiara melongo tidak mengerti


" Kenapa apa nya Pak ?" tanya Kiara gak mengerti


" Non pukul pipi sendiri, apa ada Nyamuk yah di sini? " tanya Pak Teguh polos, mendengar perkataan dari Pak Teguh, Kiara pun tersenyum canggung


" Lagi-lagi melakukan hal bodoh" Batinnya


" Iya Pak ada Nyamuk, Nyamuk Jantan bikin kepikiran hehe" ujar Kiara asal yang membuat Pak Teguh mengerutkan Kening heran


" Non Kiara hebat, bisa tahu mana Nyamuk Jantan dan Betina" batin Pak Teguh sambil manggut manggut polos.


Sedangkan Kiara sendiri harus menahan tawanya, geli dengan reaksi Pak Teguh yang di luar ekspektasinya


" Ada yah bapak-bapak polos kayak gini, mau aja di boongin, maafin Kiara ya Tuhan udah bohong sama Orang yang lebih tua" batin Kiara menghela nafas kemudian tersenyum ke arah Pak Teguh, yang kebetulan juga Pak Teguh sedang melihatnya masih dengan senyum polosnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisah nya jangan lupa klik tombol jempol nya serta komentar nya


Jangan lupa lohhh


Gomawo

__ADS_1


__ADS_2