
Mohon Maaf bila typo mengganggu saat membaca
Happy reading gaes
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Kiara menikmati makan malam romantis dengan Dirga dengan perasaan senang membuncah, bahkan bibirnya tidak berhenti untuk tersenyum. Membuat Dirga yang melihatnya pun merasa bangga, karena kejutannya ternyata berhasil membuat Kiara senang.
" Gimana ... Bagus kan tempatnya?" tanya Dirga pada saat selesai dengan makanan.
Saat ini Mereka sedang menikmati Red Wine Pinot Noir, yang adalah Red Wine dengan dengan tekstur light body (terasa ringan di lidah) dan kandungan tannin rendah. memiliki kandungan rasa yang didominasi Cranberry , Cherry dan Rasberry . Sehingga cocok bagi Kiara yang memang menyukai jenis buah Berry . Sebelum menjawab Kiara meletakkan gelas yang tadi di pegangnya, kemudian memandang sekelilingnya
" Bagus banget, Aku suka... Makasih ya Dirga! " jawab Kiara, menatap mata Dirga yang memang sejak tadi sedang menatap ke arahnya, kemudian memberikan senyum yang memperlihatkan lesung pipinya, sehingga tampak sangat manis di mata Dirga saat ini
" Syukurlah kalau kamu suka, jadi nggak sia-sia Aku siapin tempat spesial ini buat Kamu " jelas Dirga, yang membuat mata Kiara berkaca-kaca kemudian menundukkan kepala karena malu sekaligus bahagia atas penjelasan Dirga.
Dirga yang melihat Kiara menundukkan kepala pun memberanikan diri, untuk memegang tangan Kiara lembut. Membuat Kiara meneggakkan kepala, melihat ke arah tangannya yang di pegang Dirga dengan tatapan kaget.
" Ga? " tanya Kiara heran dengan apa yang di lakukan Dirga saat ini.
Dirga menelan slavianya dengan susah, Ia memantapkan diri untuk menyatakan perasaannya ( lagi ) kepada Kiara.
" Ya Lord ... Semoga kali ini gol" batin Dirga h2c ( harap harap cemas)
__ADS_1
Dirga Menatap manik coklat milik Kiara, yang selalu membuatnya merasa berdebar dengan pandangan dalam. Ia membuat ekspresi serius kemudian menjelaskan perasaannya lagi dengan lebih jelas kepada Kiara, berharap Kiara kali ini akan membalas Perasaannya.
" Ra ... Aku boleh bilang sesuatu ke Kamu! " tanya Dirga, yang mendapat anggukan kepala oleh Kiara karena jujur saja, Ia saat ini mencoba menormalkan kembali debaran jantungnya yang kian menggila. Ia khawatir jika Ia membuka suara, maka suara guguplah yang akan terdengar, Dirga berdehem
" ehem...Ra, Aku mau kamu tahu. Kalau aku menyukaimu dari pandangan pertama, pertemuan singkat yang membuat Aku tidak lupa akan Bayanganmu" ujar Dirga menjeda kalimatnya, dan tentu saja Kiara harus tahan diri untuk tidak menyela apa yang akan di katakan oleh Dirga untuknya.
Kiara berusaha untuk tidak mengalihkan pandangannya, ia tetap berusaha melihat balik manik hitam Dirga yang juga menatapnya dengan pandangan serius tidak ada kejahilan di dalamnya
" Tingkah lakumu yang lucu membuatku semakin menyukaimu, Aku sadar Bulshit kalau pandangan pertama bisa bikin jatuh cinta, tapi pertemuan Kita selanjutnya membuatku semakin sadar, dengan perasaan asing yang dulu aku rasakan. Saat pertama bertemu denganmu itu adalah perasaan suka dan cinta ingin memiliki. Sikapku, ulah jahilku, apapun itu hanya Aku tunjukkan untuk Kamu. Aku tahu, kita bahkan baru saling mengenal dan dulu itu salahku, karena tiba-tiba menyatakan Perasaan sehingga membuat mu marah dan kecewa terhadapku"
Dirga mengeratkan gengaman tangannya kepada kiara ingin menyalurkan perasaan nya agar kiara ikut merasakan apa yang di rasakan nya saat ini
" Ra .. Aku bukan orang yang romantis tapi kenapa tidak jika itu Kamu. Maaf jika Aku terlalu berharap bahwa Kamu akan menerima perasaan Aku. Ra... Jujur dari hati ku yang paling dalam, Kalau Aku sayang samu Kamu, Aku cinta sama Kamu "
Dirga menghentikan kalimatnya sejenak, untuk menggenggam satu tangan Kiara yang lain dengan tangannya. Sehingga kini kedua tangan mungil Kiara ada dalam genggaman tangan besarnya.
Kiara pov
Aku mendengar dari awal perkataan Dirga, hingga Ia menyatakan lagi perasaannya, aku mendengarnya dengan hati yang bahagia.
Tapi jujur saja, dalam sudut terkecil hatiku masih ada perasaan takut, teringat tentang masa lalu. Namun, melihat lagi perlakuan Dirga dan segala perhatiannya untukku, membuat Aku luluh dan yakin jika Dirga tidak sama dengan Dia. Kegelisahan dan rasa khawatirku pun sirna, dengan pernyataan Dirga tadi, sampai rasanya jantungku pun ingin melompat sangking bahagianya.
Tentu saja kalian pun sudah tahu apa jawabanku nanti, siapa yang akan menolaknya, kan???.
Tapi Dirga belum mengetahui alasan sebenarnya, kenapa Aku bisa berada di sini. Aku takut Dirga akan meninggalkanku, jika tahu bahwa Aku sudah memiliki Calon Suami. Walaupun Aku tidak setuju, tapi Aku tahu dan mengenal bagaimana watak Kakekku, Dia tidak akan dengan mudah membatalkan niatnya untuk membuat Aku menerima Perjodohan itu.
__ADS_1
" Ya Tuhan ... Apa yang harus Aku lakukan?
Aku mencintainya tapi Aku juga menyayangi Kakekku" batinku berkecambuk
Tapi bolehkah kali ini Aku egois, melawan kehendak Kakekku dan meraih kebahagianku sendiri?? Yang Aku rasa kebahagiaan ku ada pada diri Dirga.
Kiara pov end
" Ra ....".. Panggil Dirga lembut membiarkan lamunan Kiara , membuat Kiara Fokus kembali kepada Dirga yang saat ini melihatnya dengan tatapan menunggu.
" Gimana jawabanmu? " lanjut Dirga bertanya, karena Kiara sama sekali tidak mengeluarkan suaranya, untuk menjawab Pertanyaannya.
Dirga deg deg ser menunggu jawaban dari Kiara kali ini,
"Kenapa lu diem aja sih Ra? Apa gue bakal di tolak lagi." batin Dirga merana, Saat melihat dari gelagat Kiara yang diam, seakan tubuhnya di sini namun tidak dengan Rohnya.
Kiara tersadar dari lamunannya, mendengar suara pertanyaan Dirga, serta gengaman yang semakin erat di tangannya pun kini menampilkan Ekspresi yang membuat hati Dirga mencelos.
" Oh ... Jangan bilang Gue di tolak lagi" batinnya semakin khawatir, saat Kiara mencoba melepas gengaman tangannya
Kemudian
\=\=\=\=\=\=\=\=
Ikuti terus kisah nya dan jangan lupa jempol
__ADS_1
serta komentar nya yaaa
Sampai babai