Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Sweat Revange


__ADS_3

Happy reading vrohh...


¶¶¶¶¶¶¶¶


Suasana hening saat Dirga menanti jawaban dari pertanyaan, Ia takut jika Kiara akan marah dengannya.


"Tahu gini, jangan jujur deh," batin Dirga serba salah.


"Dirga ... Aku..."


Dirga menunggu kelanjutan kalimat yang akan di ucapakan Kiara dengan perasaan gelisah, Ia berharap bahwa Kiara tidak akan marah akan(setengah) kejujuran darinya.


"Masa baru mau berjuang udah gugur duluan," batin Dirga nelangsa.


Tapi Ia sadar jika suatu hari nanti kebohongannya terbongkar dan Kiara tahu dari mulut orang lain, itu akan menimbulkan masalah yang lebih rumit. Jadi biarlah Ia menanggung lebih awal, jika di akhir akan ada kebahagian untuknya.


Setidaknya dari mana Ia berasal Kiara sudah tahu dan itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.


Melihat Dirga yang cemas menunggu jawaban darinya, Kiara senang dan puas tapi tidak lama akhirnya Ia mengalah juga.


"Kasian anak orang," batin Kiara senang.


"Hi-hi-hi!" kikik Kiara geli.


Dirga yang tadinya memasang raut wajah khawatir seketika sadar, bahwa saat ini ia sedang di kerjaain oleh Kiara, apalagi saat mendengar kikikan pelan dari Kiara yang terdengar senang.


"Pftttt ... Ga kamu lucu banget deh ..." ujar Kiara geli. Ia masih terkekeh baru kemudian melanjutkan Kalimatnya.


"Aku nggak marah kok Ga,dengan kamu jujur begini saja Aku sudah merasa di hargai sama Kamu, sekali lagi terima kasih ya Ga!" Lanjutnya. Lalu mengulas senyum cerah yang di balas dengan senyum juga oleh Dirga,


"Kamu beneran nggak marah sama aku, Ra?" tanya Dirga kurang yakin.


"Iya,Dirga!" balas Kiara.


"Serius?"


"Iya ..."

__ADS_1


"Gendut baik sekali!" ledek Dirga kurang ajar.


"Yah ... Dasar kurang ajar, sudah di maafin malah ngeledek Aku!" seru Kiara pura-pura kesal.


"Fakta!"


"Ya ampun, ngeselin banget sih!!"


"Aha-ha-ha!!!"


Berawal dari candaan, lalu kemudian yang terdengar setelahnya adalah tawa mereka berdua.


Tidak lama kemudian makanan pesanan mereka berdua pun datang, mereka makan di selingi sedikit obrolan ringan seputar pribadi masing-masing, mulai dari sekolah di mana dan hal hal gak penting lainya, Dirga ingin membuat Kiara nyaman dulu terhadapnya.


"Sedikit demi sedikit, Lu akan nerima Gue, Ra!" batin Dirga yakin.


" Bagaimana ... Enak nggak Ga, di kerjain sama temen sendiri?" tanya kiara di sela kegiatan makan mereka.


Dirga mendengus kemudian menjawab dengan candaan lalu saling ejek lagi.


Kiara hanya memeletkan lidah dengan gaya lucu, nggak peduli dengan ejekan yang di lontarkan Dirga untuknya.


"Emang Aku tukang makan," batin Kiara tahu diri.


"Biarin saja .... Gendut itu sehat tahu!"balas Kiara cuek.


Di saat cewek lain akan marah di ejek gendut tapi tidak untuk Kiara, baginya gemuk itu anugerah bukan bencana.


Lagian sebenarnya Kiara tidak sungguh-sungguh memiliki badan besar alias gendut seperti ucapan Dirga, Melainkan tubuh ideal dengan tinggi badan 168cm dan berat badan 51 kg. Di tambah kulit putih bersih, wajahnya yang berbentuk oval dengan bibir tipis di atas dan tebal di bawah berwarna merah alami, serta di percantik dengan sepasang mata hitam pekat dan bulu mata lentik. Membuatnya menjadi perempuan tercantik pada saat Ia sekolah dan kuliah dulu, bahkan sebagian Karyawan dan Klien sekali pun tidak ada yang mampu menolak pesona dari Kiara.


Dirga menghela nafas lega karena Kiara tidak marah kepadanya, akhirnya tinggal menunggu sebentar lagi, Ia akan lebih dekat kemudian membuat kiara jatuh kepelukanya.


"Gue pastiin kedepannya nggak ada serangga yang ganggu kita berdua, Ra," batin Dirga percaya diri.


"Dari pada kamu udah jahil, nggak ada ganteng-gantengnya, terus itu usil lagi!" balas Kiara mengejek.


"Yakin Aku nggak ganteng?coba kami perhatiin lagi wajah Aku, Ra!" seru Dirga.

__ADS_1


Mendengar jawaban Dirga yang mengandung unsur narsis, membuat Kiara semakin ingin menggodanya


"Udah puas kok liatin kamu dan sama sekali nggak ganteng alias jelek, Bleeehh ... " ledek Kiara lalu menarik kantung matanya kebawah mengejek Dirga.


Sebenarnya Dirga sendiri memiliki fisik yang pasti bikin kaum hawa menjerit kegirangan, fisiknya yang sempurna tidak di ragukan lagi.


"Ohh .... Jadi terharu, ternyata selama ini kamu selalu memperhatikan wajah Aku ya?" balas Dirga dengan pedenya.


"Dih narsis ... " seru Kiara dengan tawa kecil.


"Bukan narsis, tapi fakta!" seru Dirga membalas.


"Narsis!"


"Gendut!"


"Tuh kan, lagi-lagi Ngejek Aku gendut," ujar Kiara ngambek.


"Emang," balas Dirga cepat.


"Uuh ..."


"Kalah deh, ha-ha-ha!!!"


Keduanya tertawa bersama atas kelakuan absurd mereka, rasa nyaman yang Kiara rasakan terhadap Dirga menciptakan perasaan asing bagi kiara, perasaan Yang membuatnya ingin selalu ada di dekat Dirga.


"Oh Tuhan ... Perasaan apa ini**?" batin Kiara bertanya.


Ia merasa cemas dengan apa yang saat ini Ia rasakan,perasaab aneh tapi membuatnya bahagia.


Bersambung


\=\=\=\=\=


Ikuti terus kelanjutanya ya ...


Arigatou gozaimasu

__ADS_1


__ADS_2