
Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan
Happy reading
¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶
Bar galaxy kamar dirga
" lusa malem jadi ga?" tanya raka dengan tangan sibuk membuka bungkus snack keripik kentang yang di bawa dirga.
" iya, udah ready semua juga" jawab dirga
" oi.. Beli sendiri punya gue tuh" lanjut nya dengan tangan merebut bungkus snack di tangan raka.
" bangke.. Pelit banget" umpat raka saat snack yang di buka nya sudah berpindah tangan.
Krauck Krauck Krauck
Dirga nggak perduli, udah kaya masih mau nya gratisan aja.
" tumben lu nggak ngapelin kiara ga?" tanya faro, dia lagi rebahan baru pulang dari luar kota.
" di marahin bokap nya kiara ro, kasian banget" jawab raka mengolok dirga menuai kekehan dari faro.
" ck... Sial lu" umpat dirga karena benar apa adanya.
"lagian kenapa sekarang papa jadi sensitif sih kiara gue apelin" batin dirga muram
" bokap nya tahu kali anak nya di sosor mulu. lagian belum juga sah udah maen berduaan terus, dosa lu" ujar raka sok polos
" ngaca dulu... Siapa yang kemarin main kuda kudaan di kamar heh.
Anj***g mata gue ternodai liat aksi maksiat lu" umpat dirga ngomel yang malah di tanggapi kekehan renyah dari si tersangka.
" jadi lu udah yakin dengan keputusan lu ga?" tanya faro ngga ikut nge bully raka dulu, capek perjalanan jauh.
" iya dong, gue udah cinta banget sama dia.
Akh... Sial jadi kangen kan gue" ujar dirga mantap dan mengumpat saat ia mengingat papa mertua nya dengan kejam melarang nya ngajak main kiara malam ini.
" liat aja kalau udah kawin, gue umpetin anak nya nggak bakal gue bolehin keluar"
" najis... Baru juga beberapa menit yang lalu nggak ketemu" dumel raka.
" ngiri lu.... Nih gue kasih snack punya gue" ledek dirga kemudian memberikan bungkusan snack nya yang sudah habis.
" cih.... Kata nya orang kaya sejagat, sama makanan aja pelit" umpat raka kesal
" bod.... Ah.. Kesayangan gue nelpon, pada pergi sana lu pada jangan ganggu gue" usir dirga kejam kepada sahabat nya yang sedang duduk di sofa dan faro yang hampir terlelap
" ck... Habis manis sepah di buang" umpat raka pergi dan turun ke bawah untuk memeriksa kerjaan dari anak buahnya.
Zzzzzzzzz
" ck... Ro. Oi faro pindah oi.... Aish... Kampret malah molor" ujar dirga kesal kalau saja bukan sahabat nya dirga rela sandal rumah nya di pakai buat menendang bokong faro yang kebetulan tidur dengan posisi menyamping.
" aishhh.... Tau ah, angkat dulu" gumam dirga menyerah
Klik
" yank, kok lama banget di angkat nya.
Lagi sama siapa sih?" tanya kiara ngambek.
" maaf yank, tadi ada raka sama faro.
Kamu lagi apa?" tanya dirga ia membuka pintu balkon kamar nya dan menyender pada pagar balkon, lalu melihat ke bawah
" jatuh dari sini langsung mati nggak ya"
" ooww..... Kirain sama siapa.
Aku lagi buka e-mail dari sekolah lama aku, ada undangan reuni lusa malem .
Kamu mau ikut nggak? Soalnya kalau kamu nggak mau aku pergi sama elisa aja " tanya dan jelas kiara seperti biasa tanpa henti.
" lusa ya....
" duh gimana ini kok bisa benturan sama rencana gue sih "
"iya kamu mau nggak?" tanya ulang kiara karena dirga belum menjawab nya
" ah...
" kalau gue nggak ikut bisa bisa si tengik satu itu dekat deket kiara gue" batin dirga posesif
" kenapa sih yank, kamu sibuk ya lusa malam" tanya kiara kecewa
" nggak kok, ya sudah nanti aku jemput kamu ya. Bagaimana hmmm?" tanya dirga lembut
" oke... Hehe" jawab kiara senang di sertai kekehan khas nya.
Dirga tersenyum
" acara nya bisa di tunda kok"
" kamu nelpon aku cuma mau ngajak aku ke pesta atau karena lainya? Misalnya kangen gitu sama aku" goda dirga.
" dih... Siapa yang kangen? Ge'er deh..." elak kiara tapi pipi nya bersemu merah.
" ck... Padahal aku kangen, tapi kamu nya nggak. Hembbb..." ujar dirga nada suara nya di buat seperti sedang ngambek
" hehhe.... Becanda... Aku Kangen dong sama kamu " ujar kiara senang.
Mereka larut dalam obrolan nya, entah berapa lama membahas dari satu topik ke topik lainya.
Faro yang sudah hampir masuk ke alam mimpi saja sampai terbangun sangking seru nya kekehan kadang tawa dirga yang jarang terlihat.
" ck... Kapan gue ketemu cewek yang bikin gue deg degan " dumel faro kemudian bangun dari ranjang milik dirga dan keluar kamar menuju bar.
" ya sudah kamu istirahat gih, besok aku jemput ya" ujar dirga
" okidoki.... Nite sweat heart"
" Nite too dear..."
__ADS_1
Klik
Dirga kembali masuk dan menekan tombol panggil ke nomor dani untuk mencancel acara untuk lusa nanti.
" padahal tinggal nunggu besok, gue bisa ngejalanin rencana gue" gumam dirga kecewa.
Dirga mengingat lagi acara reuni yang di bilang kiara tadi, kenapa pas banget sama acara reuni sekolah nya juga.
" kiara sekolah di mana sih" gumam nya bingung
Dirga mengecek laporan informasi tentang kiara di laptop nya dan menemukan nama sekolah yang sama dengan nya.
" pantesan....
Ya mau nggak mau ikut hadir di acara itu juga" gumam dirga.
" oh gue rasa sih nggak perlu cancel, tinggal pindah tempatnya aja" lanjut dirga menampilkan senyum kecilnya saat menemukan rencana yang lebih brilian.
Dirga segera menyusun ulang rencana nya bersama sahabat dan asisten nya dani.
Dua hari kemudian
Kediaman wijaya
Saat ini hari libur dirga, lumayan untuk santai sejenak.
Dirga sedang berenang di temani mama putri yang asyik membaca majalah fashion.
Dirga sudah lama tidak berenang, karena kesibukan nya di kantor.
Merasa sudah puas dan lelah berenang dirga naik ke atas, berjalan menuju kursi kosong di samping mama nya yang menyerahkan handuk untuk nya.
" terima kasih mama cantik ku" ujar dirga merayu
" cantik kan mana mama sama kiara hmm?" tanya mama putri balik menggoda.
Ia terkekeh saat melihat rona merah tipis di pipi putih anak nya
"aih... Gemes nya"
" mama ku paling cantik, kiara ku paling menawan" balas dirga kemudian meminum minuman di meja dekat kursi nya.
" mama seneng deh, akhirnya kamu bisa bareng kiara" ujar mama putri ceria ia meletakkan majalah nya di meja dan melihat putra dingin nya dengan tatapan sayang.
" dan mengubah kamu jadi lebih hangat sayang"
" berkat doa mama" balas dirga tulus kemudian mengecup pipi mama nya sayang.
" jadi kapan kamu mau ngelamar kiara resmi ga? Kamu nggak mau apa buru buru kasih mama cucu" tanya mama putri ngaco
Bruuusshhh
" uhuuk.. Uhuukk... Uhggg"
Puk Puk Puk...
" hati hati ga, kok sampai tersedak gitu" tanya mama putri polos
" ugh.... Mama sih ngaco aja, belum juga di terima lamaran nya udah nyuruh cepat kasih cucu aja" balas dirga sewot.
" mama gue tah ini"
" loh... Kok ngaco ga emang kamu nggak mau punya anak sama kiara?" tanya mama sarah menggoda dirga yang salah tingkah
" aih... Dia malu"
Jangan kira ia tidak tahu kelakuan anak nya di luar sana, terkenal dengan sebutan dingin dan arogan serta anti wanita tapi luluh juga sama calon tunangan nya.
Dan lagi ia tahu sudah seberapa jauh anak nya melangkah dalam hubungan percintaan nya.
" khu khu khu... Emang mama nggak tahu sayang kalau kamu suka nya main sosor, pantas saja om fandi ngelarang kamu bawa anak nya main lagi" batin mama putri nista
" udah lah mah, dirga balik ke kamar aja.
Sore nanti mau jemput kiara" ujar dirga sebelum meninggalkan mama nya yang terkikik pelan melihat tingkah malu malu anak nya.
" lagian kata siapa gue nggak mau punya anak sama kiara, liat aja nanti gue cetak 11 jangan kaget ya"
Dirga berjalan masuk ke kamar nya yang ada di lantai dua melalui tangga depan yang ada di balkon sehingga ia tidak perlu khawatir membuat lantai rumah nya basah.
Acara nya pukul tujuh hingga sepuluh malam, di adakan di halaman milik sekolah yang sudah di dekor rapih dan cantik.
Dirga mendapat pesan jika kiara menunggu nya di salon beauty, ia pun segera memacu mobil nya dengan kecepatan sedang menuju salon tempat kiara berada.
Sesampai nya di depan salon dirga melangkah masuk menuju ruang tunggu salon.
Sambil memainkan handphone nya dirga juga mengirim pesan menanyakan persiapan yang di atur sehabat dan dani asisten yang juga dulu sekolah di tempat sama dengan nya.
" good.... You're mine dear"
" sayang sudah nunggu lama" panggil seseorang yang suara nya sangat ia hafal
Dirga yang tadi menunduk melihat ke layar handphone nya mendongak untuk melihat kiara nya dan seketika terkesima.
Deg.. Deg... Deg...
" jantung gue cuy"
Di depan nya kiara sedang tersenyum cantik dengan tampilan memukau nya.
Gaun biru langit menjuntai hingga mata kaki kiara dengan tali yang menggantung di leher nya.
Gaun tanpa lengan ini memperlihatkan punggung mulus kiara hingga mencapai pinggul nya.
Rambut nya pun di kelabang cantik dengan hiasan mutiara.
Meski tidak memakai make up full kiara sukses membuat dirga yang sedang duduk sambil memainkan handphone nya melongo dengan tidak elit nya.
(ne ne... Author boleh nggak langsung ke acara kawin nya aja? Hoho... Tidak bisa ferguso)
Kiara merona saat melihat dirga yang menatap nya tanpa berkedip.
Kemudian ia berjalan pelan menuju tempat duduk dirga, meski memakai sepatu high heel setinggi 10cm kiara tetap bisa berjalan tanpa hambatan.
" ga... Yuk berangkat" ajak kiara setelah berada di hadapan dirga yang sedang duduk mendongak menatap nya.
__ADS_1
" kemana?" tanya dirga nggak sadar
" eh... Ke acara reuni lah sayang, kemana lagi?" tanya kiara bingung kepala nya miring ke kanan dengan ekspresi bingung nya yang terlihat imut di mata dirga
" akh... Imut nya"
" oke yuk"
Dirga dan kiara keluar dengan jalan beriringan dan segera merangkul pinggang kiara posesif,
saat mata nya tidak sengaja melihat pejalan kaki yang melihat bawel kesayangan nya dengan tatapan hanya laki-laki yang tahu.
Segera ia buka pintu mobil nya dan mempersilahkan kiara masuk,
" sangkyu sayang" ucap kiara malu
Dirga tersenyum kemudian memutari mobil dan membuka pintu mobil
Blam
Skip
Dirga sampai di sekolah lama nya yang ternyata sekolah kiara juga pukul 7 malam.
Segera ia parkiran mobil nya di tempat yang masih kosong, mematikan mesin mobil.
Dirga menghadap kiara dan membantu melepaskan seat belt milik kiara,
Meski sudah sering menerima perlakuan manis dari dirga kiara tidak bisa jika tidak merona.
Kiara bahagia sekali tahu satu fakta jika hanya kepada nya dirga akan menjadi hangat dan perhatian.
" sangkyu sayang" gumam nya kemudian mengecup pipi dirga singkat.
Cup
Dirga tersenyum
" kok cuma di pipi? Yang ini nggak?" tanya dirga dengan jari menunjuk bibir nya menggoda kiara.
" no.... Nanti make up aku acak acakan" tolak kiara melengoskan kepala nya menutupi rona merah di pipi nya
" lagian kalau cium bibir pasti lama " batin kiara dengan jantung berdetak kencang.
Dirga terkekeh sebelum mengecup bahu terbuka kiara dengan sensual, membuat kiara berjenggit kaget dan menoleh cepat ke arah dirga yang hanya tersenyum tanpa dosa
" kenapa?" tanya dirga polos
" kok kenapa? Dasar mesum" omel kiara
" hehe.... Salah siapa pakai baju gini, nih pake jas aku" ujar dirga posesif menyerah kan jas yang di pakai nya untuk kiara.
" aku nggak suka punya aku di lihat orang" bisik dirga posesif di telinga kiara.
" yuk..." lanjut dirga
Dirga segera keluar dan memutari mobil nya membukakan pintu untuk kiara,
Tangan nya ia ulurkan dan di sambut erat oleh kiara.
Mereka berdua berjalan menuju halaman sekolah dan di sambut oleh panitia yang memakai dres dan jas rapih di pintu masuk tempat acara.
Tidak banyak yang berubah dari sekolah mereka, membuat mereka berasa nostalgia.
Kiara menggelengkan kepala nya saat ada bayang bayang masa lalu hinggap di kepala nya, membuat dirga yang berada di samping nya mengangkat alis sebelah heran
" ada apa sayang?" tanya dirga khawatir
" nggak apa-apa yank" balas kiara kemudian tersenyum.
Memasuki halaman, mereka berdua seketika menjadi pusat perhatian dengan segala bisik bisik dan beragam tatapan.
Kiara malu tentu saja ia sampai mencengkram lengan dirga kuat menyalurkan gugup nya sedangkan dirga hanya menampil kan raut wajah datar andalan nya dan menepuk punggung tangan kiara menenangkan.
" ada aku sayang" bisik dirga lirih dan di jawab anggukan pelan dari kiara.
Meski yang melihat mereka adalah teman lama yang tidak bertemu tetap saja kiara malu dan gugup.
Di meja tengah tempat strategis melihat panggung jadi tempat kiara dan dirga duduk, entah kenapa hanya meja yang di tempati nya yang berbeda dari lainya.
Kiara melihat sekitar dengan bingung, padahal meja mereka tempat strategis tapi kenapa tidak ada yang menempati seakan akan memang di siapkan untuk mereka.
" duduk dulu sayang" ajak dirga tangan nya menarik kursi dan membawa kiara agar segera duduk, kiara menurut meski di hati masih penasaran.
" aneh banget"
" kenapa?" tanya dirga
" um... Nggak ada apa-apa" balas kiara kemudian tersenyum.
Sedangkan kaisar yang baru saja tiba buru buru memasuki tempat acara saat melihat mobil yang sangat di kenal nya terparkir di tempat parkir sekolah.
" nggak mungkin wijaya itu kemari dengan kiara kan"
Berjalan dengan langkah tergesa kaisar terdiam mematung saat netra nya melihat sendiri kiara yang tertawa dan tersenyum dengan orang yang jelas jelas sudah berbohong dengan nya(kiara) .
" apa apaan ini" gumam nya lirih.
Hati nya sakit kenapa dirga bisa dengan mudah di maaf kan serta bisa kembali sedangkan ia tidak bisa.
" seharusnya kiara kecewa dan balik ke gue kan?" batin kaisar bertanya.
" kiaraaaaaaa"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Siapa yang manggil kiara ya
Jangan kemana-mana, terus ikuti kisah nya
Serta jejak komentar dan klik jempol nya
Sampai babai
Terimakasih
__ADS_1