Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
Malam dengan mu


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Kiara menegang, sebelum akhirnya rileks ikut menikmati alur permainan bibir yang Dirga berikan kepadanya.


Tangannya mencengkram pinggang Dirga,


Melampiaskan rasa tegangnya.


" Padahal sering di cium, masih aja begini.


Oh... Jantungku" batin Kiara. Saat merasakan jantungnya yang berdetak karena cumbuan dari Dirga.


" Emhhh ... Nggh" desah Kiara tertahan.


Dirga kaget di tengah-tengah aktivitasnya memcumbu Kiara saat ini.


Namun setelah mengerti, jika Bawel kesayangannya ternyata sudah mulai ikut menikmati permainannya, Ia pun tersenyum di sela-sela cumbuannya.


Apalagi saat Kiara ikut membalas permainan lidahnya.


" God damn.... Kenapa rasanya nggak mau berhenti" batin Dirga frustrasi.


Entah sudah berapa menit mereka saling mencumbu, sepertinya Kiara polos kita sudah terkontaminasi oleh kemesuman Dirga.


Ckckc...


Kiara mulai merasa pasokan udaranya menipis, tidak ingin mati karena ciuman panasnya dengan Dirga, Kiara pun memukul pelan dada Dirga, sebagai tanda menyerah.


Mengerti kode tepukan dari Kiara, Dirga dengan sangat tidak rela pun melepas, tautan bibirnya dari bibir Kiara dengan tidak ikhlas.


"Cih ... Padahal belum puas" batin Dirga edan


" Hosh ... Hoshh ..."


Kiara segera menghirup udara rakus, pada saat Dirga melepasnya.


Dirga terkekeh melihat Kiara, seperti Ikan koi yang ada di darat kehabisan nafas.


" Pfffttt .... Lucu banget, padahal udah sering Gue latih,masih belum terbiasa ya? Sepertinya harus di kasih ekstra pelajaran lagi . Hum.... Mungkin ciuman 3x1 hari bisa bikin Kiara terbiasa.... Ehh" batin Dirga eror dengan pemikiran nista nya.


Bletak


( Lu kira minum obat 3x1, tolong di kondisikan ya itu otak )


Dirga membersihkan sisa jejak slavia di dagu Kiara dengan cara mengecupnya,


Membuat Kiara geli karena kecupan-kecupan kecil Dirga, di sertai dengan jilatan seperti menjilati es krim.


" Hi hi hi.... Geli ih Ga " bahkan Kiara sampai terkikik, kegelian karena ulah Dirga.


" Hummm ... Geli mana sama ini ... Ini ... Ini.."


Balas Dirga, dengan tangan yang mencolek pinggang, bawah ketiak dan bahkan seluruh tubuh Kiara.


Membuat Kiara terus menggeliat, seperti cacing kepanasan akibat klitikan maut dari Dirga.


" Ih ... Geli, geli... Udah ih ... Gaaa ... Stop .. " pekik Kiara, dengan tangan yang mencoba menahan tangan-tangan nakal Dirga.


Dan beberapa menit kemudian, hanya suara pekikan Kiara dan tawa renyah dari Dirgalah yang terdengar setelahnya.


.


.


Sedang kan di tempat lain, Tepat nya di kantor


milik Kaisar.


Kaisar Saat ini sedang melihat laporan dari Ronald, mengenai Data pribadi dari Pria yang akan menjadi Calon Suami chabinya.


" Wijaya ya..... Cukup berat juga" gumam Kaisar pelan, namun cukup terdengar oleh Ronald yang ada di depan nya saat ini .


Sebenarnya Kaisar sudah tahu kemarin malam, pada saat menemui Melisa.


Kaisar hanya tidak menyangka, ternyata Melisa lebih dulu bertemu dengan Kiara.


Ronald sebenarnya sedikit curiga, dengan keberhasilan mereka saat ini. pasalnya sudah berapa kali mereka berusaha membobol data, namun tidak bisa dan kali ini seperti di beri kemudahan.


" Sepertinya ada yang tidak beres" batin Ronald curiga.


Melihat nama belakang, yang tersemat di belakang nama saingan sahabatnya, tentu saja Ronald sedikit khawatir.


Oh.. Ayolah.


Siapa yang tidak mengenal keluarga Wijaya.


Memiliki kerjaan perusahaan terbesar di kota S dan Y.


Meski Wiratmadja ada di urutan ke 3 di kota S, tapi tetap saja tidak sebanding dengan Wijaya yang terkenal di kota lainnya.


Belum lagi dengan kecakapan dari Penerusnya.


Bahkan Ia pernah mendengar, jika perusahaan mereka sudah tembus di pasar Asia dan Amerika dan akan melebarkan sayapnya ke Eropa.


" Ini bukan hanya cukup berat, tapi akan sangat berat" batin Ronald miris.


" Tuan ...." tegus Ronald kepada Kaisar, yang sedang fokus dengan Laporan di tangannya


" Hmm " gumam Kaisar, menanggapi panggilan Asistennya.


" Bukankah sedikit mencurigakan, karena tiba-tiba kita bisa mendapatkan Laporan ini? "


Ujar Ronald, mengemukakan pendapatnya.


" Hmmm "

__ADS_1


" Iya juga ya, padahal sudah lama berusaha dan selalu gagal. Tapi kenapa baru sekarang berhasil? " Batinnya berfikir.


Kaisar memikirkan apa yang di katakan Ronald.


" Sampaikan untuk lebih berhati-hati kedepannya, waktu mengikuti Kiara atau Dia "


Perintah Kaisar setelah berfikir.


" Baik Tuan ..." balas Ronald singkat


" Oh ya Ron ..." panggil Kaisar akrab


Membuat Ronald yang di panggil seperti itu pun kaget


" Udah lama banget, Lu nggak manggil nama panggilan Gue Kai " batin Ronald senang.


" Iya tuan? " balas Ronald, berusaha menutupi nada gembiranya.


" Lu boleh manggil Gue Kai , waktu nggak ada orang di sekitar kita" ujar Kaisar tiba-tiba, membuat Ronald tersentak kaget


" Lu kan sahabat Gue , dan saat ini Gue cuma punya Lu di samping Gue! " lanjut Kaisar dengan senyum kecil. Senyum, yang sudah lama Ronald rindukan.


Ronald yang melihatnya balas tersenyum


" Kai " panggil Ronald, dengan nada yang kelihatan sekali sedang bahagia


" Apa? " balas kaisar singkat


" Kaiiiii " panggil (lagi) Ronald kali ini di sertai tatapan mata berkaca-kaca.


Membuat Kaisar yang melihatnya merinding seketika


" Apa? Jijik Gue Ron liatnya, nggak pantes muka sangar kayak gitu, bikin tampang memelas" balas Kaisar kejam.


" Kai ... Coba senyum kecil kayak tadi" pinta Ronald sinting.


Dan akhirnya pena yang tadi berada di tangan kaisar pun seketika melayang, tepat ke kepala Ronald yang sigap menghindar.


sehingga kepalanya pun aman, dari lemparan Kaisar yang selalu tepat sasaran.


Eh ngomong-ngomong, Kaisar ini mantan Kapten basket loh.


" Sorry aja nih ya, yang berhak liat senyum sejuta umat gue itu, cuma Istri masa depan Gue My Chabi " balas Kaisar kejam. di balas gerutuan panjang dari Ronald.


" Bleh ... Dari dulu nggak berubah" ledek Ronald


Ledekan dari Ronald, membuat kaisar yang mendengarnya bernostalgia dalam hati.


" Lu salah Ron , Kaisar yang dulu udah mati. Bahkan Gue nggak yakin, kalau Gue ini masih Kaisar yang Lu kenal atau bukan" batin Kaisar sedih.


" Hemmmmm .... Masih tetap tampan, melebihi Lu yang pasti" ujar Kaisar pede.


Dan Ronald yang mendengar nya pun pasang raut mau muntah.


" Apa ? Ngga terima Lu, fans Gue dulu lebih banyak dari pada Lu" ledek Kaisar.


Perkataan garing dari Ronald, membuat Kaisar yang mendengarnya pun tertawa


" Ha ha ha..."


"Seenggaknya Gue bisa nemenin Lu Kai , Gue harap Lu bisa bahagia, walaupun nanti nggak sama Kiara" batin Ronald tulus.


"Thanks Ron. Lu selalu ada buat Gue,


Lu emang sahabat Gue yang terbaik" batin Kaisar


" Udah berapa lama ya, gue nggak ketawa/ gue nggak liat Kaisar ketawa" batin Mereka kompak.


Dan kemudian, Mereka berdua membahas masalah pribadi Kaisar dan perusahaan setelah puas tertawa.


Pada dasarnya manusia itu, di ciptakan hati baik oleh tuhan. Namun, seiring berjalannya waktu dan cobaan yang datang silih berganti.


Apakah selamanya manusia akan tetap berhati baik?


Karena sejujurnya, Manusia yang jahat itu berawal dari Manusia baik yang tersakiti.


.


.


.


Di sebuah Restoran mahal, yang sudah Dirga booking sebelumnya.


Kiara dan Dirga duduk berhadapan, di meja yang letaknya ada di Balkon lantai atas Restoran. Sehingga Kiara, dapat melihat dengan jelas warna-warni bintang buatan manusia, dari tempatnya duduk saat ini.


" Suka nggak dengan tempatnya? " tanya Dirga


" Suka . Hehe" balas Kiara senang dengan kekehannya


Meja Mereka di hias dengan cantik, suasana pun di buat romantis, dengan lampu hias di sekelilingnya, Alunan musik klasik juga terdengar merdu di pendengaran Kiara.


Dirga mengulurkan sebuket Tulip warna merah, ke arah Kiara yang terkejut dengan apa yang di ulurankan Dirga untuknya.


" Buat wanita yang paling Aku cinta" ujar Dirga lembut, membuat Kiara tidak kuasa menahan senyum cantiknya.


" Terima kasih banyak ya Ga, kali ini warna merah? Bukan cinta pandangan pertama lagi dong ?" tanya Kiara meledek Dirga .


Membuat rona kemerahan muncul di pipi Dirga, karena mengetahui jika Kiara tahu maksud bunga pemberiannya.


" Dasar .... Sekarang aku jadi cinta mati tau sama kamu" balas Dirga telak, yang membuat pipi kiara juga di hiasi rona merah bahkan lebih parah dari Dirga.


Deg deg deg


( hayooo jantung siapa itu? )


Keduanya pun terdiam, dengan saling pandang dan tersenyum.


Karena Tidak ingin menjadikan suasana romantis ini jadi canggung, Kiara pun mengalihkan pandangannya ke arah sekitar

__ADS_1


Kemudian bertanya.


" Tapi ... kemana pengunjung yang lainnya Ga? " tanya Kiara heran, bahkan kepalanya bahkan celingak-celinguk melihat sekitarnya.


" Sepi banget" lanjut Kiara, dengan kening yang berkerut lucu.


Dirga terkekeh, melihat raut wajah heran Kiara yang terlihat lucu di matanya.


" Kok ketawa sih ... Orang nanya serius juga" omel Kiara sebal, dengan bibir mengerucut lucu.


" He he .... He .. Ehemmm"


Menghilangkan kekehannya dengan deheman, Dirga kemudian ikut mengedarkan pandangannya seperti Kiara , sebelum membalas pertanyaan Kiaratadi.


" Iya sih sepi .... Mungkin lagi nggak ada yang makan di lantai sini" jawab Dirga asal


Gimana nggak sepi Pengunjung, kalau kenyataan sebenarnya adalah restoran tempat mereka makan saat ini, sudah di Booking khusus oleh Dirga.


Tepat nya lantai mereka saat ini.


Karena di bawah masih di buka untuk umum.


Yuup. ... Dirga yang uangnya tidak muat lagi di simpan di dalam Bank , rela merogoh kocek lebih dalam, hanya karena ingin makan tanpa di ganggu orang lain.


Dia mau menghabiskan waktu dinner Spesialnya, hanya berdua dengan Bawel kesayangan


Catat itu berdua....


Yah meski masih ada pelayan yang lalu lalang, mengantar makan untuk mereka nanti.


Wieeh ..... Sultan mah bebas ya.


Ehemmm..


Kiara manggut-manggut, kemudian tersenyum lebar.


" Mungkin juga! " balas Kiara polos.


Dirga ikut tersenyum, lebih tepatnya tersenyum karena kepolosan dari bawel di depannya, yang saat ini sedang memasang tampang polos imutnya.


" Tapi Restoran ini kan, Restoran paling terkenal yang ada di Kota ini Ga , nggak mungkin loh sepi? " ujar Kiara plin-plan


" Aku juga pernah, makan bareng Papa , Mama dan Kakek di sini, makanannya juga enak" tambah Kiara, membuat dirga menghela napas .


"Sepertinya ini, yang di maksud Polos tapi nggak bodoh" batin Dirga bangga.


" Fine ... Nggak usah di perdebatkan, lebih baik kita mulai acara makannya" lerai Dirga.


" Um ... Oke" jawab Kiara


Kemudian, Mereka menikmati hidangan demi hidangan yang di sajikan.


Di tengah-tengah acara makan kiara seperti biasa bercerita ini itu, yang di tanggapi dengan gumaman atau senyuman dari dirga. Untuk membalas, setiap perkataan dari Kiara dan terkadang juga ikut menimpali, jika ada pertanyaan yang menurutnya perlu di jawab dengan kalimatnya.


" Tapi aku bakal ngomel deh Ga, kalau ternyata ini Restoran sepi karena di Booking cuma-cuma sama kamu, kan sayang banget uangnya. Kamu tahu kan, di luar sana banyak orang yang butuh uluran tangan kita! " ujar Kiara, tanpa maksud menyindir namun berefek untuk Dirga.


Dirga yang mendengar perkataan kiara, yang menohok hatinya langsung tersedak makanan, yang akan di telannya.


" Uhu ... kk ... uhukk ... ughh."


" Eh ... Kenapa sayang? makannya pelan-pelan dong Ga "


Kiara buru-buru bangkit dan menepuk-nepuk pelan punggung Dirga, serta memberikan Segelas air putih untuk Dirga.


Glek Glek Glek..


Air minum itu tandas seketika, menghasilkan desahan Lega dari Dirga .


" Hati-hati dong sayang ... Kenapa sih bisa tersedak gitu" tanya Kiara, masih dengan mengusap punggung Dirga lembut.


" Gawat kalau ketahuan, bakal ngomel nih si Bawel " batin Dirga horor.


" Sorry Dear " balas Dirga singkat, kemudian mengambil alih tangan Kiara yang tadi menepuk punggungnya, untuk di bawa ke genggamannya.


" Aku udah nggak apa-apa, kamu duduk lagi yah. Lanjutin makannya" lanjut Dirga di ikuti senyumnya seakan bilang


" Aku tidak apa-apa bebeb. Serius sumpeh deh"


Yang langsung di pahami Kiara.


Mereka melanjutkan makan malam dengan Khidmat, menikmati dan menghabiskan malam dengan orang terkasih.


Di ujung sana, Seseorang dengan memakai pakaian pelayan mengamati dalam diam.


Tanpa tahu, jika saat ini Dia sendiri pun sedang di awasi oleh Orang, yang ternyata sudah di perintahkan Dirga, untuk mengawasi mereka berdua, selama makan bersama tanpa di curigai dengan diam-diam.


Mengambil pelajaran dari kejadian kemarin, Dirga curiga, akan ada orang yang mengikutinya lagi.


Dan terbukti dengan kejadian malam ini.


Sebenarnya, Dirga juga yang mempermudah Kaisar untuk mengetahui siapa dirinya.


Karena lebih cepat Kaisar mengetahui siapa Dia , lebih cepat juga Dirga untuk menghancurkan, orang yang berniat buruk dengannya.


" Kira-kira hadiah apa ya? yang bakal Gue kasih ke orang **** itu, Hemmmm.... Mungkin ciuman panas sebagai penutup nggak masalah." batin Dirga sadis, dengan senyum setan, serta segala kemodusannya.


( Mesum mah tetap aja mesum )


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Nanti kan kelanjutan nya yaa


Jangan lupa vote dukungan nya yaa


Tinggalkan jejak komentar serta klik jempol nya


Terimakasih banyak teman teman


Sampai babai

__ADS_1


__ADS_2