Fell In Love With My Arogan Fiance

Fell In Love With My Arogan Fiance
A wish for dirga's bornday


__ADS_3

Maaf bila typo mengganggu saat membaca dan alur cerita lambat


So


Happy reading


¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶¶


Ini hari ke 8 pasca kiara operasi, kiara juga sudah di perbolehkan pulang oleh dokter dan tentu nya kabar ini menjadi kabar gembira.


Sejak kedatangan kiara sebagian pasien, rumah sakit kota S ini ramai di kunjungi oleh wartawan atau papan bunga sebagai ucapan turut berduka cita .


Dirga juga heran kenapa berita cepat sekali menyebar, padahal dirga sudah menempatkan beberapa penjaga namun tetap saja ada gambar yang tersebar di internet maupun televisi.


Untunglah berita negatif sudah papa nya handle, menyisakan berita yang isinya hanya tentang kehamilan kiara yang gugur dengan keterangan palsu untuk meminimalis gosip buruk.


Kiara juga tidak pernah membuka instkilo miliknya dan sekali di buka sewaktu ia dan kiara iseng buka profil ternyata banyak sekali DM atau instastory yang isi nya ucapan semangat.


Saat ini dirga di bantu sang mama dan tentu nya mama mertuanya sedang membereskan barang bawaan milik kiara, yang tidak terlalu banyak karena mama sarah rajin membawanya pulang ke rumah.


Rencananya dirga akan membawa kiara tinggal di mansion wijaya karena ke amanan di sana lebih terjamin, meskipun sempat ada protes dari mama sarah apalagi papa fandi namun melihat lagi ini semua demi kenyamanan dan keamanan kiara, jadi mereka berdua pun merelakan kiara tinggal sementara di mansion wijaya.


Kiara hanya bisa mengangguk saat melihat tatapan dirga yang tidak bisa di bantah , padahal ia ingin tinggal di apartemen mereka saja.


" Mah... Aku pulang ke apartemen aku dulu, nanti aku sama kiara nyusul langsung ke mansion setelah urusan di apartemen selesai" ujar dirga saat semua sudah selesai berkemas dan sedang menunggu sopir keluarga wijaya menjemput mama putri.


" Iya... Tapi jangan terlalu lama, kiara masih harus istirahat" balas mama putri, ia melihat ke arah sarah yang sedang mengikat rambut kiara setelah tadi di sisir rapih.


" Sudah beres, besok mama ke mansion buat nemenin kamu" gumam sarah puas, saat ia selesai mengikat rambut kiara menjadi ekor kuda dan melihat kiara sayang.


" Terima kasih mah... Jangan lupa yaah besok" balas kiara senang, kemudian memeluk sarah dengan sebelah tangan karena lengan satu nya kaku pasca mendapat jahitan luar dalam yang jumlah nya belasan.


Kiara merasa sedih dan khawatir, lengan nya akan menjadi cacat karena ia melihat sendiri bagaimana dalam nya luka yang ia dapat.


Bahkan sampai sekarang ia masih terbayang saat daging dan darah segar keluar dari luka menganga nya.


Puk..


" Kenapa sayang?" ujar dirga khawatir saat melihat kiara yang terdiam dengan ekspresi takutnya.


" apa kiara masih ke inget yah" batin dirga khawatir melihat wajah pucat kiara.


" Nggak apa-apa sayang" balas kiara apa adanya dengan senyum kecil agar dirga tidak khawatir lagi.


Dirga yang peka tentu saja tahu, tapi karena kiara belum mau cerita lebih baik ia simpan dulu rasa curiga nya.


" Nanti juga cerita" batin dirga positif thingking


Tidak lama jemputan mama putri pun datang, lalu pulang lebih dulu setelah ada beberapa pertanyaan dari wartawan yang bertanya ini itu, di ikuti mama sarah yang pulang dengan sopir keluarga wicaksono pun tidak luput dari mata para wartawan.


Sedangkan dirga saat ini di kawal oleh beberapa anak buah nya yang berjaga di belakang dan sisi kanan kiri nya sehingga bisa sedikit menghalau dari serbuan para pencari berita.


Tapi dirga tidak benar-benar mengacuhkan meraka, tepat pada saat dirga akan membuka pintu mobil yang di kendarai pak anto, dirga berhenti dan menghadap meraka lalu dengan serempak para pemburu berita mengambil foto nya serta kiara yang ada di pelukan dengan segera.


Kemudian dengan satu kalimat panjang, ia meninggalkan halaman rumah sakit meluncur ke apartemen nya untuk mengambil perlengkapan miliknya terlebih dahulu baru ke mansion wijaya.


" terima kasih atas perhatiannya dan doa yang selalu mengalir untuk kesembuhan istri saya, dari hati yang paling dalam saya minta untuk tidak mengganggu sejenak istri atau keluarga saya. Ada saat nya nanti kabar bahagia yang hadir di tengah tengah kami dan saat itu saya berjanji akan memberitahukan . Selamat siang semua"


Semua pemburu berita terdiam tidak percaya karena ucapan yang jika di ucapkan orang biasa mereka memaklumi , tapi ini seorang dirga mahesa wijaya yang di kenal dengan pribadi arogan dan dingin di hadapan mereka memohon untuk tidak di ganggu sementara bahkan mengucapkan terimakasih dengan tulus.


" sepertinya gunung es benar-benar mencair" ucap mereka dalam hati dan kompak.


Skip


Dirga sampai di apartemen nya satu jam setelan perjalan, sebenarnya jika dirga yang menyetir paling lama 30 menit tapi berhubung pak anto yang sengaja ia pekerjakan untuk kiara yang menyetir, maka mereka jalan dengan kecepatan sedang namun selamat sampai apartemen nya.


Ceklek..


Dirga membuka pintu apartemen nya dengan mendorong kursi roda yang di duduki kiara.


Sebenarnya Kiara tidak ingin memakai kursi roda karena ia masih kuat bila hanya untuk berjalan, tapi dirga memaksa.


Emang sih luka benturan di kaki nya juga ada tapi nggak parah hanya retak itu juga sudah mulai membaik menyisakan lebam seperti darah beku.


Kiara melihat lengan sebelah kiri yang masih di perban, masih ada sedikit rasa trauma tapi di balik itu ada perasaan takut lebih besar, ia takut jika dirga ak.....


" Sayang, kok ngelamun gitu?" tanya dirga saat melihat kiara hanya terdiam dengan wajah menunduk melihat lengan nya yang di perban.


"....."


" Hei... Sayang ada apa?" ujar dirga mengulangi lagi pertanyaan nya, dirga pun menghampiri kiara yang ia duduki di sofa saat baru tiba di apartemen agar bisa duduk dengan nyaman.


" Ada apa heummm...?" lanjut dirga lembut, mengusap sisi wajah kiara yang menunduk sehingga kiara mengangkat wajahnya melihat ke arah dirga yang menatapnya lembut dan sayang.

__ADS_1


Ada cinta juga di dalam tatapan mata dirga yang menatapnya dengan lembut dan seketika lelehan airmata nya mengalir lagi.


Dirga panik saat istrinya kembali menumpahkan lelehan airmata, demi tuhan hati nya kembali sakit, ia kira kiara sudah mulai bisa melupakan trauma nya namun ternyata sampai saat ini kiara menyimpannya sendiri.


Grep...


" Hei... Sayang, kalau kamu nggak bicara bagaimana aku bisa tahu apa yang kamu takutkan, sayang aku mohon jangan buat aku tersiksa lagi.... Aku.. hati aku serasa di cubit, aku mohon sayang" ujar dirga lirih, hati nya yang sakit semakin sakit saat lagi lagi kiara menangis tanpa suara.


".... Pas"


"hah?"


" Lepas"


" sstt... Kenapa lepas?" tanya dirga saat mendengar lebih jelas perkataan kiara


" ak.. Aku bilang lepas" ujar kiara dengan suara sesegukan dan dirga pun menuruti meski hanya melepas pelukan tapi ia tetap memeluk pinggang kiara menyisakan jarak 2 jengkal di antara mereka.


" Kenapa aku harus melepas kamu?" tanya dirga bingung


" Aku... Aku cacat" kiara menundukkan kepala berbisik lirih membuat dirga mengangkat sebelah alis nya tidak mengerti


" apa yang cacat, apa karena kursi roda ini?" batin dirga bertanya


" Apa yang cacat dari kamu sayang?" tanya dirga hati hati, ia mengangkat dagu kiara pelan agar kiara melihat nya namun kiara keras kepala melawan dan tetap menunduk.


" Dirga kamu lihat lengan aku, aku yakin sekali akan menimbulkan bekas luka yang menjijikan, kamu lihat kaki aku ada lebam yang akan sulit memudar, kamu lihat aku sudah keguguran aku takut aku nggak bisa kasih kamu an... "


" Ssssssttt..... Apa yang mau kamu omongin sayang, kenapa kamu melantur?" dirga menyela dengan cepat saat kiara akan membawa bawa keturunan, ia sekarang mengerti kenapa dari waktu mau pulang kiara diam saja.


Jadi ini ketakutan kiara yang tidak ia sadari?


" Dengar... " ujar dirga dengan kedua tangan berada di kedua pipi kiara agar kiara bisa melihat nya yang serius dan tidak ada salah paham


" Bagi aku kamu sempurna..


Luka di lengan ini akan sembuh dan tidak akan meninggalkan bekas, lalu jika pun berbekas aku akan menjadikannya pengingat jika luka ini adalah alasan aku untuk mengikat kamu di sisi aku selamanya .


Kata siapa aku akan jijik melihat nya? Tidak ada bagian tubuh kamu yang membuat aku jijik sayang sekalipun itu luka bernanah.


Dan kata siapa kita akan sulit memiliki anak hem? Kita akan sama sama berusaha, jika bulan depan kita belum punya masih ada bulan yang akan datang, jika tahun ini kita belum punya juga masih ada tahun depan.


Ingat... Ini sayang, jodoh... Maut.. Rezeki itu tuhan yang mengatur begitu pula soal anak.


Jadi sayang... Aku mohon jangan pernah berfikir buruk.


Apa aku segitu nya rendah di mata kamu, mengira jika aku hanya menyukai tubuhmu tanpa tahu rasa sakitmu sendiri hem?


Aku mencintaimu tulus, bila perlu aku akan membuat luka yang sama sehingga kita jadi pasangan cacat bagaimana? Apa kamu setuju? Agar kedepannya agar hanya kamu yang mau sama aku yang juga cacat, dan hanya aku yang mau sama kamu karena kamu cacat "


Dirga menjelaskan dengan hati serasa di remas, perlu usaha kuat agar nada suaranya tidak bergetar saat mengucapkan kata kata yang di keluarkannya.


Kiara menggeleng saat mendengarnya, dan menghamburkan dirinya kepelukan dirga yang menerima nya segera.


Fikiran negatif nya hilang mendengar perkataan dirga yang tulus kepadanya, kenapa ia sampai tidak melihat ketulusan yang jelas jelas memang ada di diri dirga untuknya.


" ya tuhan.. Terima kasih memberikan aku suami sempurna seperti dirga"


Batin kiara terharu


" Maaf... Maafin aku yang punya fikiran bodoh seperti tadi, aku nggak mau kamu malu memilik istri seperti aku" gumam kiara lirih di sela sela isakan nya.


" Malu?" beo dirga bingung dan kiara mengangguk membenarkan


" Malu dari mananya? Bahkan seribu ahh tidak seribu atau jutaan wanita di jejerkan di samping kamu nggak akan ada yang mampu menandingi kecantikan kamu sayang, aku jamin itu.


Karena bagi aku kamu sempurna, jadi please... Jangan minder, Buang jauh jauh fikiran jelek dan negatif dari kepala kamu ini.


Oke sayang.... " lanjut dirga, di tutup dengan mengecup dahi yang sebelumnya tadi ia ketuk saat bilang dari kepala kamu ini.


" Aku mencintaimu dirga " bisik kiara malu


" Apa nggak kedengaran? " ujar dirga usil saat kiara berbisik dengan wajah memerah.


" Aku cinta kamu" ulang kiara sedikit kencang


" Bisik bisik gitu, aku belum ke THT nih ada kotoran di telinga aku jadi aku nggak denger suara kamu " balas dirga masih mengusili kiara, bahkan tangan dirga ikut berpura-pura membersihkan telinga nya yang selalu rajin ia bersihkan.


" Aku mencintaimu dirga mahesa wijaya suamiku yang paling tampan tapi arogan mesum dan nggak tahu malu" seru kiara dalam satu tarikan nafas dengan suara kuat di depan wajah dirga yang malah terkekeh saat kiara yang mengucapkan kata cinta namun mata tertutup malu dan merah pekat di pipinya.


" dih.... Kok gemes banget sih. Mana Belum boleh di ajak main..."


Ini emang fikiran dirga kok, yang otaknya nggak jauh jauh dari hal mesum kalau ada mahluk tuhan bernama kiara yang berkeliaran di samping dirga.

__ADS_1


" khekhe khe.... Doohhh ucul nya, istri siapa sih ini, boleh di makan nggak yah? " goda dirga di sela sela kekehan dan kiara pun segera melesakkan wajah nya di dada dirga lagi setelah mencubit dada dirga kuat sehingga teriakan sakit terdengar menggantikan kekehan geli nya.


" Rasakan... " gumam kiara senang, di sertai senyum yang di sembunyikan dari dirga.


" haha.. Haha... Oke oke.... Kita harus segera berangkat ke mansion, kalau nggak mama ngamuk di kira menantu nya aku apa apain di apartemen" ujar dirga mengakhiri obrolan yang menurut dirga nggak masuk akal, kecuali yang bagian kiara bilang mencintai nya


" tapi nggak usah pake mesum juga kali.... Emang nya kalau nggak mesum ada dedek malaikat yang nongol" batin dirga pasrah, dirga ora opo opo di cap suami mesum, yang penting mesum nya cuma sama kiara seorang.


" Um... Oke, oh iya sayang ada yang mau aku ucapin " balas kiara, ia menjeda kalimat nya saat dirga bilang " apa" setelah dirga mengecup dahinya singkat.


" Happy bornday.... Maafin aku nggak bisa kasih kamu hadiah" ujar kiara sedih ia menatap dirga dengan sorot mata menyesal.


Padahal sewaktu ia pergi ke mall kemarin ia ingin membelikn kado untuk dirga, dan seharusnya berita kehamilannya juga akan membuat ulang tahun dirga tahun ini semakin sempurna.


Deg..


" ini hari brojol gue? Gue aja lupa" batin dirga tertegun


" sayang... Kamu kok diem aja?" tanya kiara khawatir,


" apa dirga marah" batin kiara gelisah


" Eeh... Hehe maaf sayang aku nggak diem kok tapi tadi itu aku terharu, aku kira kamu lupa sama hari kelahiran aku" balas dirga terkekeh canggung tercyduk melamun


" Dan kata siapa kamu nggak kasih aku kado hemm? Dengan kamu keluar dari rumah sakit dan juga senyuman kamu saat ini itu adalah kado terindah yang pernah aku dapatkan, terimakasih ya sayang" lanjut dirga mengulas senyum tampan untuk wanita nya yang saat ini sedang tersenyum lebar untuknya.


" Eem... Sini wajah kamu lebih dekat sama aku" pinta kiara yang di segerakan oleh dirga dengan memajukan wajah nya sesuai permintaan kiara


Emmmuachh...


" Happy bornday honey , wish you all the Best and happy ever, I love you Until die"


Ucap kiara lebih tulus setelah mengecup dahi dirga lama, di akhiri dengan senyum lesung pipi dengan gigi kelinci mengintip di sela sela bibir tersenyum kiara.


Cantik.... Dan sempurna...


Deg.. Deg... Deg..


Lagi lagi dirga jatuh cinta


" Kenapa sih lu bikin gue jatuh dan jatuh lebih dalam, gue bakal gila kalau gue sampe kehilangan lu bawel gendut "


" Terima kasih banyak kesayanganya aku yang *bawel banget tukang makan gendut*,


Ini hari ulang tahun yang nggak akan pernah aku lupain" balas dirga bahagia


" semoga kedepannya kami akan di berikan kebahagiaan tanpa di iringi kesedihan dan juga semoga kami cepat di beri keturunan lagi" doa dirga dalam hati.


" yuk berangkat..." ajak dirga setelah mengecup singkat pipi dengan lesung dalam milik kiara.


" Aye Aye kapten..." seru kiara ceria


Akhirnya mereka pun berangkat ke mansion wijaya dan sampai di mansion tapi dengan tambahan ceramah dari ratu di mansion, dengan alasan dirga kelamaan membiarkan kiara di luar padahal kiara masih harus banyak istirahat .


" maaaaahhhh.... aku kan kangen sama kiara masa aku tidurnya pisah sama kiara, kiara itu istri aku loooooh" dirga


" khikhikhi..." mama putri


" Ya ampun...." papa hendri


" Mah.. Kasihan dirga" kiara


Dan hari ini di akhiri oleh suara kesal dirga karena sang mama ratu tega, melarangnya untuk sekamar dengan istri tercinta


Kikikan senang mama putri


Desahan pasrah hendri karena kelakuan sang istri


Dan suara iba dari kiara.


Sekian


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ikuti terus kisah nya...


Jangan lupa loh tinggalkan jejak komentar dan klik jempol nya


Serta vote dukunganya yaaa..


Sampai babai


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2