Another Person Life

Another Person Life
Tangisan Pilu Bivia


__ADS_3

"Kau menyalahkan ku?" ucap Quirin heran sambil memiringkan kepalanya


"Ya, kau harus mendapatkan balasan yang setimpal dari apa yang telah terjadi padaku" teriak Bivia dengan amarah yang mengebu-ngebu


"Haha... benar-benar wanita yang tidak punya malu, baiklah kita bermain saja" ucap Quirin santai


Bivia terlihat sangat kesal mendengar tawa Quirin, amarahnya sudah tidak bisa dibendung lagi"dia sama sekali tidak takut padaku?" batin Bivia mengeram marah


Quirin hanya menatap meremehkan, sedangkan Bivia sangat kesal melihat wajah itu, ia langsung melayangkan sebuh tampan di pipi Quirin.


Quirin tidak menghindar, ia menerima tamparan itu "Dasar wanita sialan!" teriak Bivia dnegan marah


Bivia sudah sangat tidak sabar ingin membunuh Quirin, ia menodong pisau itu dan ingin menancapkan pisau itu di mata Quirin.


Quirin yang melihat itu langsung menghindar, ia melihat tajamnya pisau mengarah kebawah, ia langsung menyeruduk tangan Bivia menggunakan kepalanya hingga tangan itu terlepas dari pisau yang mencap di pohon.


Ia berdiri tepat membelakangi pisau dan mengarahkan tangan yang terikat itu keujung pisau yang menancap, lalu ia langsung berdiri hingga tali itu terlepas dari kedua tangannya.


Ia memakai insting untuk melakukan aksi itu "Huh, jika sedikit saja meleset maka tangan ku sudah tidak utuh lagi, bagaimana bisa aku mengatakan jika itu pisau mainan" batin Quirin sambil memegang tangannya.


Quirin sedikit ngeri melihat ketajaman pisau itu, tali yang di gunakan untuk mengikat tangannya sedikit tebal, namun pisah bisa membuat tali itu terlepas.


Bivia, dan ketiga orang suruhannya sangat terkejut melihat Quirin sangat berani melakukan aksi yang mengerikan seperti itu.


"Sepertinya dia tidak takut dengan apapun" batin Bivia yang sudah mulai takut


Quirin mulai mengarahkan pandangannya pada Bivia, ia.menlihat kebawah karena Bivia terduduk ditanah saat ingin menancapkan pisau itu kemata Quirin.


"Bukankah sekarang berbanding terbalik?, bahkan ini persis seperti sebelumnya" ucap Quirin sambil tersenyum menyeringai


Bivia melihat senyum Quirin, ia semakin takut jika kejadian sebelumnya akan terjadi lagi "Apa kalian bodoh?, untuk apa hanya berdiri sini, lakukan apa yang ku perintahkan" teriak Bivia dengan melihat kearah ketiga orang suruhannya


Ketiganya maju dengan cepat, Quirin memasukkan kedua tangannya kedalam saku baju, ia sudah bersiap-siap menyiapkan racun yang ada didalam sana.


Sebelum ketiganya maju bersama, Quirin sudah mau maju dan melawan satu dari mereka.


Quirin langsung menendang kaki orang itu hingga berlutut ditanah, tidak lupa ia mematahkan satu lengan orang itu hingga menimbulkan bunyi yang sangat mengerikan


KREKKKKKK


Arghhhhh


Quirin berdiri dibelakang orang yang bersimpuh itu, Lalu saat lawannya menjerit kesakitan Quirin langsung memasukkan serbuk laurel kedalam mulut orang itu dengan cepat lalu memasukkan racun itu kedalam sakunya kembali, ia tidak ingin ketiga orang itu melihat tindakannya karena jika mereka melihatnya maka kedua orang itu dan Bivia akan mundur.


Setelah melihat orang itu menelan racunnya, Quirin melepaskan orang itu begitu saja, hingga orang itu berfikir untuk melarikan diri, saat ingin lari ia malah langsung terjatuh ketanah.


"Aku tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja Bivia, karena aku udah janji pada diriku, jika kita berjumpa maka aku akan merebut nyawamu, lagipula Quiran hanya memberiku satu kesempatan dan aku harus membuktikan padanya kalau aku mampu melindungi diriku tanpa mendapat bantuan darinya" batin Quirin sambil menatap tajam bivia


"Satu sudah selesai, sekarang tinggal sisanya" ucap Quirin santai sambil melihat kearah Bivia dan yang lainnya


Mereka melihat sang teman seperti cacing kepanasan yang meringkuk tidak karuan sambil memegang lehernya, mereka melihat sang teman seperti ingin berbicara tapi tidak bisa, hingga membuat nyawanya melayang dengan mata terbuka sempurna.


Bivia dan kedua orang itu sangat terkejut melihat bagaimana sang teman langsung mati "Apa yang telah kau lakukan padanya?" teriak Bivia, sekarang ia benar-benar ketakutan


"Tidak ada, hanya melawannya saja, apa kau tidak melihatnya?" tanya Quirin santai sambil menaikkan kedua pundaknya


Bivia tidak ingin nyawanya sia-sia, ia mempunyai ide untuk memprovokasi kedua orang Yanga da di sampingnya "Kalian majulah, balaskan dendam teman kalian" ucap Bivia dengan mendesak mereka

__ADS_1


Keduanya mengangguk dan membenarkan perkataan Bivia, keduanya maju untuk meringkus Quirin.


Quirin seakan senang karena mendapat lawan yang lumayan kuat dari pada orang suruhan Bivia yang sebelumnya.


Saat keduanya sudah jatuh ketanah, Quirin melakukan hal yang sama pada keduanya, ia memasukkan racun Laurel kedalam mulut keduanya.


Keduanya mati dengan cara yang smaa seperti teman mereka yang melawan Quirin pertama kali.


"Mati karena keracunan hingga menyebabkan gangguan pernafasan, alasan yang sangat cocok dalam dunia kedokteran" gumam Quirin tersenyum puas


Quirin mengindahkan pandangannya, ia tidak melihat Bivia lagi, hingga pandangan Quirin tertuju kearah sebuah pohon besar yang sangat rindang.


Pohon itu sedikit jauh dari Quirin, Bivia melihat Quirin bertarung dengan sangat fokus, ia seperti mendapat peluang untuk kabur dan bersembunyi.


"Ingin bersembunyi?, kau terlalu percaya diri" batin Quirin


"Keluarlah, sebelum aku menyeret mu keluar" teriak Quirin tersenyum smirk


Bivia hanya diam sambil menutup, ia ingin berlari tapi ia juga takut karena disekitarnya tidak ada pepohonan yang rindang, itu bisa mengekspos dirinya.


"Bukankah aku sudah memperingatkan mu?" teriak Quirin yang masih dengan senyum khasnya


Mendengar teriakan itu membuat Bivia semakin takut, jika dia tidak keluar maka Quirin akan benar-benar menyeretnya, tapi Bivia masih tidak mempercayai jika Quirin bisa menemukannya.


Quirin berjalan mengendap-endap menuju pohon besar, ia mengintip Bivia sedang berjongkok dengan menutup mulutnya.


Quirin yang melihat itu tersenyum senang, ia langsung menarik rambut Bivia dan menyeretnya menjauh dari pohon itu.


Argghhhhh


Quirin mendengar teriakan Bivia lalu berhenti sejenak "Kau baru memohon sekarang?" ucap Quirin dingin


"Permohonan mu ku tolak!" lanjut Quirin dengan tatapan datar menatap lurus kedepan


"Maafkan aku, tolong lepaskan, ini sangat menyakitkan" ucap Bivia dengan terisak sambil meronta-ronta


"Salahkan kepalamu yang keras itu" ucap Quirin dingin sambil melanjutkan menarik rambut Bivia dan menyeretnya seperti sampah yang tidak diperlukan lagi.


Quirin mengumpulkan Bivia dengan ketiga orang itu, ia menghempasnya di tumpukan mayat ketiga orang itu.


Bivia melihat ketiga tumpukan mayat itu membuatnya merinding ia menangis sambil gemetar ketakutan.


Quirin mengambil pisau yang menancap dipohon, ia memegang pisau itu dan memutar-mutar pisau itu seperti mainan.


Quirin kembali mendekati Bivia dan berjongkok di hadapannya, Bivia yang masih melihat mayat itu kini mengalihkan wajahnya kedepan dan ia terkejut melihat wajah Quirin berada dihadapannya serta terlihat sangat menyeramkan.


Bivia memundurkan tubuhnya kebelakang "Menjauhkan dariku" teriak Bivia dengan berderai air mata


Quirin yang tidak senang karena diteriaki di hadapan wajahnya, ia menatap datar Bivia dan langsung menancapkan pisau itu ke paha kanan Bivia.


Aaarrgggghhhhhhh


Bivia langsung memegangi pahanya yang sudah mengeluarkan banyak darah "Kenapa kau melakukan ini padaku?" tanya Bivia disela tangis dan ke sakitannya


"Huh, kau yang memulai semua ini, sekarang kau juga yang bertanya padaku" ucap Quirin datar sambil menarik pisau itu dari paha Bivia


Aaarrgggghhhhh

__ADS_1


Bivia kembali menjerit kesakitan, darah bercucuran dnegan sangat deras, Bivia hanya bisa menangis dan menangis.


"Jangan menunjukkan wajahmu lagi dihadapan ku!, kau ingat perkataan itu?" tanya Quirin dengan santai


Bivia menangis dan menangis, kepalanya sudah tidak bisa berfikir kembali, yang ia rasakan dan pikirkan sekarang hanya rasa sakit yang luar biasa.


"Inilah maksud dari perkataanku!, karena jika kau bertemu denganku lagi, maka nyawamu benar-benar tidak bisa tertolong!" ucap Quirin sambil menancapkan pisau itu di paha kiri Bivia


Aaarrrgghhhh


Bivia teriak dengan sekuat-kuatnya, ia memohon ampun juga percuma, karena orang yang ada dihadapannya ini selalu melakukan apa yang dia katakan.


"Maaf, maafkan aku, maaf" ucap Bivia sambil menangis terisak, ia masih mencoba memohon maaf pada Quirin


"Sudah aku katakan, maaf mu tidak aku terima" ucap Quirin sambil menarik pisau itu kembali dari paha Bivia


Aaarrrgghhhhhh


Bivia kembali teriak kesakitan, kali ini tangisnya pecah "Kau bunuh saja aku, aku sungguh tidak sanggup menahan sakit ini" teriak Bivia dengan berderai air mata


Quirin tidak menghiraukan ucapan Bivia, ia mengeluarkan kembali racun hogweed dan meneteskan pada kedua luka tusukan itu.


Arrrggghhhh,


"Panas!, panas!, tolong!" teriak Bivia dengan kuat, ia menjerit sejadi-jadinya, karena getah itu membakar daging-daging paha Bivia


Rasa panas itu seakan menjalar ke seluruh tubuh Bivia, rasa sakit itu begitu menyakitkan tubuhnya, ia menangis pilu sambil melihat Quirin, tapi orang yang dilihatnya hanya menatapnya dengan datar tanpa membuat ekspresi apapun.


Siapapun yang mendengar teriakan Bivia pasti akan menolongnya, karena teriakan itu begitu menyayat hati, tapi berbeda dengan Quirin, ia bahkan tidak memperdulikan semua perkataan Bivia bahkan tangisan pilu Bivia.


"Aku akan mengabulkan permintaanmu, tapi dengan cara menyakitkan" ucap Quirin dingin sambil berdiri dan membalikkan badan dan melangkah untuk meninggalkan tempat itu.


"QUIRAN" teriak seseorang


Quirin terkejut dan membulatkan matanya dengan sempurna, kini langkahnya langsung terhenti karena mendengar suara teriakan seseorang yang memanggil nama Quiran.


"Kenapa kau membunuhnya Quir...?" tanya seseorang itu dengan datar


Belum selesai orang itu berbicara, Quirin langsung memotong ucapan orang yang ada dibelakangnya itu "Tutup mulutmu itu!" teriak Quirin dengan amarah yang mengebu-ngebu serta kedua tangan yang sudah terkepal dengan kuat.


Bersambung....


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2