
"Benar-benar menyebalkan, hanya mencium aroma parfumnya saja sudah membuatku ingin muntah" ucap Max sambil terbayang aroma parfum Lura yang sangat menyengat
"Jika saja aku tidak menahan diri, jelas saja aku sudah mencincang dagingmu saat itu juga, kekayaannya tidak sebanding denganku, tetapi dirinya memiliki kesombongan yang sangat tinggi, karena kau sudah berani merendahkanku maka aku akan membuatmu hancur berkeping-keping" ucap Max dengan geram
Ia mengingat kejadian saat Lura mengatai dirinya miskin, bahkan mengatakan itu didepan banyaknya orang, setelah mendapat hinaan, Max berusaha tetap tersenyum, namun sangat berbeda dengan hatinya yang sudah sangat kesal setelah mendengar ucapan itu.
"Aku tidak akan memaafkanmu!, orang yang berani menghinaku maka tidak akan memiliki akhir yang baik!" ucap Max dengan kesal
#Flashback On
Max sedang bersantai di rumahnya, tiba-tiba ponselnya berdering, max mengambil ponsel dan mengangkatnya
"Tumben sekali kau menghubungiku, apa ada urusan penting?" tanya Max pada seseorang diujung sana
"Aku memberimu tugas untuk menghancurkan seorang wanita" ucap pria diujung sana
"Apa?, tidak!, aku menolak!" ucap max menolak dengan tegas
__ADS_1
"Aku tidak berbicara dua kali" ucap pria itu dingin sambil mematikan ponselnya
"Sial!, sial!, aku sangat ketakutan jika dia sudah menghubungiku, sudahlah anggap saja ini ujian untukku" gumam Max dengan kesal
Tiba-tiba sebuah pesan singkat masuk kedalam ponsel Max, disana tertera tentang identitas seorang wanita "bocah ingusan, baiklah, ayo bekerja Max" ucap Max menyemangati dirinya sendiri
Max mencari keberadaan wanita itu sendiri, setelah mendapatkannya Max bergegas pergi ke mall tempat wanita itu berada
Setelah melihat wajah wanita itu, Max langsung menghampirinya, Max berusaha tetap tersenyum setelah mendapat penghinaan dari Lura, ia berbalik dan pergi "Sial kau bocah ingusan, lihat saja, aku akan membuatmu hidup bagai di neraka" batin Max
Wajah Max sudah tidak sedap di pandang tapi saat lura kembali memanggilnya, Max langsung merubah ekspresinya menjadi lembut
Saat pelayan ingin menyebutnya tuan muda, max langsung menatap pelayan itu dengan tajam dan memotong ucapan sang pelayan agar identitasnya sebagai pemilik restoran tidak diketahui oleh Lura
Mereka makan dengan sangat senang dan lura juga sangat ingin melegakan tenggorokannya, Max memberikannya anggur beralkohol tinggi, hingga membuat semuanya mabuk.
Tidak perlu waktu lama, kepala ketiganya secara bersamaan mulai terjatuh diatas meja makan,
__ADS_1
"jika bukan permintaan dari Zee, aku sangat malas berurusan dengan makhluk seperti mereka ini, benar-benar merepotkan" ucap Max dengan wajah menatap jijik
Max memanggil para pelayannya "angkat dia keatas, berikan kamar dengan fasilitas terbaik, lalu panggil para pria hidung belang itu untuk memuaskannya, dan untuk mereka berdua cukup kalian antar sampai kerumah masing-masing" ucap Max kepada pelayannya
"Aku tidak mau ada kesalahan, jika ditengah permainan dia sadar maka suntikkan obat-obat ini kedalam tubuhnya, aku mengandalkan kalian, jika aku mendengar ada kegagalan, maka jangan harap lagi bisa melihat matahari bersinar" ucap Max dengan wajah datar sambil meninggalkan ruangan itu
#Flashback Off
"Aku masih tidak mengerti, bagaimana bisa Zee berurusan dengan wanita menjijikkan seperti dia?, aku baru saja kembali kesini tapi sudah mendapatkan tugas yang sangat mengerikan darinya" ucap Max kesal
Ia mulai bersantai di dalam rumahnya sambil melihat rincian permainan Lura dengan para pria hidung belang itu.
"Ini belum berakhir!, aku masih memiliki rencana lainnya khusus untukmu" ucap Max tersenyum smirk
Max tidak lupa menanamkan beberapa cctv tersembunyi untuk berjaga-jaga.
"Aku harus bertemu dengan Zee dan menanyakan siapa wanita ini dan untuk apa dia repot-repot mengurusi wanita menjijikkan ini" ucap max sambil mematikan laptopnya dan langsung beranjak
__ADS_1
Max bersiap-siap untuk mengunjungi Zee dan melihat melalui GPS yang mereka punya "dimansion?, baiklah, aku harus menemuinya" gumam Max sambil keluar dari apartemen
Bersambung ...