Another Person Life

Another Person Life
Rusaknya Mobil Kesayangan


__ADS_3

Seakan sudah tidak sanggup melihat sang teman terluka sangat parah, dan juga takut jika itu terkena pada dirinya.


"Yang menyuruh kami ada didalam mobil sana" ucapnya sambil menunjuk dengan kedua matanya, karena kedua tangannya sudah tidak berfungsi kembali.


Quirin melihat arah pandang mata itu "Silahkan pergi" ucap Quirin sambil meninggalkan keduanya dan berjalan kearah mobil yang terparkir sedikit jauh dari mobilnya.


Keduanya tidak mau ambil pusing, mereka berusaha berdiri dan pergi dari danau itu.


Quirin berjalan kearah mobil itu, ia melihat kebawah seperti mencari sesuatu, dan Quirin menemukan sebuah balok kayu berada dibawah pohon, ia mengambil itu dan menyeretnya diatas rerumputan, ia berjalan mendekati mobil dengan sorot mata yang tajam


BRAKKKKKK


Bunyi itu adalah bunyi pukulan balok kayu yang mengenai depan mobil.


BRAKKKKKKK


Quirin melayangkan pukulan untuk yang kedua kalinya, hingga didepan mobil itu hancur.


"Keluar" ucap Quirin dengan dingin sambil memukul mobil itu dengan balok kayu untuk yang ketiga kalinya.


Kedua orang yang ada didalam mobil sangat terkejut, mereka menghentikan aktivitas bercumbunya dan melihat ke sumber suara.


Bivia mengalihkan pandangannya kearah luar, disana ia melihat Quirin memegang balok kayu serta dengan tatapan tajam "Bagaimana dia bisa lolos" batin Bivia kesal


Pria tua itu sangat terkejut melihat mobilmya tidak terbentuk lagi karena pukulan Quirin "Mobilku" ucap pria itu panik dan mendorong tubuh Bivia dengan kasar.


Ia membenarkan pakaiannya dan langsung keluar dari mobil ,ia mendekati Quirin lalu berteriak "Kau harus mengganti mobil ku!" teriak pria tua itu dengan marah


Quirin sama sekali tidak takut dengan teriakan pria tua itu "Kau yang telah menyinggungku terlebih dahulu" ucap Quirin sambil melihat kearah pria tua itu dengan sorot mata yang tajam


Pria itu sedikit takut dengan tatapan Quirin, namun ia memberanikan diri untuk melawan Quirin "Aku tidak merasa telah menyinggungmu" ujar pria tua itu


"Jangan menguji kesabaranku pria tua!, kau sudah menyewa kedua orang bodoh itu padaku!, apa itu bisa dikatakan tidak menyinggung?, apa karena otakmu sudah tua sehingga kau tidak bisa mengingatnya?" ucap Quirin dengan menggerakkan tangannya dan menyentuh kepalanya sendiri


Pria tua itu terkejut dan melihat kearah danau, ia mencari-cari kedua orang sewaannya tapi tidak menemukan seorang pun disana.


"Bivia" batin pria tua itu dengan mengepalkan kedua tangannya


"Aku sungguh sangat kesal sekarang, jangan membuatku sampai menghancurkan mobil mahal mu ini" ucap Quirin dengan memutar-mutar balok kayu itu


Pria tua itu sangat sayang pada mobilnya, ia tidak rela melihat mobil yang susah payah ia dapatkan kini hancur begitu saja.

__ADS_1


Wanita yang ada didepannya ini sangat mengerikan, kedua bawahannya lari dan Sekarang mobilnya hancur, ia tidak akan mengambil resiko apapun untuk menyenangkan hati Bivia.


Quirin melihat pria itu itu termenung, jika tidak menghormatinya sebagai orang tua, Quirin akan menumpasnya dari dunia ini.


Quirin merasa tidak pernah menyinggung pria tua ini, jadi ia tidak menumpas semuanya, Quirin sangat yakin dibalik pria tua ini ada seseorang yang telah menyuruhnya.


"Apa aku telah menyinggungmu?" ucap Quirin dengan menggeretakkan giginya dan sudah siap mengangkat tangannya kembali.


Pria tua itu terkejut, "Tidak, tidak, kau tidak menyinggungku, tapi kau telah menyinggung Bivia" ucap pria tua itu berkeringat dingin karena panik ketika melihat Quirin mengangkat satu tangan seperti bersiap-siap memukul mobilnya lagi.


Quirin merasa yakin jika Bivia ada didalam mobil, ia melihat kearah mobil, semua kaca gelap jadi ketika dilihat dari luar maka tidak terlihat apapun.


Berbeda dengan Bivia, ia melihat semuanya dari dalam mobil dan ia sudah tidak mempunyai nyali untuk menunjukkan wajahnya, ia mendengar semua ucapan pria tua itu dan Quirin.


Bivia menundukkan wajahnya agar tidak terlihat oleh Quirin "Sial, pria tua itumembocorkan segalanya" batin Bivia kesal


Quirin melangkah mendekati pintu mobil, ia mengayunkan tangannya untuk memecah kaca mobil.


Arrrggghhhhh


Bivia terkejut saat kaca mobil pecah dan mengenai tubuhnya. Quirin tidak memperdulikan teriakan Bivia.


Pria tua itu kembali terkejut "Hei, jangan hancurkan mobilku" ucap pria tua itu


Quirin tidak melepaskan orang yang menyinggungnya begitu saja, ia akan membuat hal-hal kecil untuk mengancam mereka tapi hal kecil itu bisa menjadi hal yang sangat besar bagi orang tersebut.


Quirin melihat Bivia meringkuk didalam mobil, ia langsung membuka pintu mobil dan menarik rambut Bivia dengan kasar, ia menyeret Bivia keluar dari mobil hingga lututnya menyentuh tanah.


Kepala Bivia seakan ingin pecah, karena tarikan itu terasa seakan rambut itu lepas dari tempatnya.


Setiap Bivia ingin berdiri, Quirin selalu menekan kepalanya untuk duduk manis diatas tanah itu "Sakit!, Lepaskan!" ucap Bivia sambil meronta-ronta


Quirin tidak menghiraukan jeritan Bivia, ia melihat baju Bivia yang berantakan "Cih, Pasangan ja-lang" ucap Quirin dengan senyum mengejek


Bivia sangat geram mendengar ucapan Quirin "Semua ini karena kau!, jika saja kau tidak datang, maka tuan muda Zee tidak akan belaku seperti itu padaku!, cepat lepaskan!" ucap Bivia tidak melihat kearah Quirin, sambil berusaha melepaskan tangan Quirin dari rambutnya


"Mulutmu ini sama kotornya seperti cara berpakaian mu" ucap Quirin dengan mengeluarkan aura dinginnya dan menatap tajam kearah Bivia


Saat merasakan aura disekitarnya sangat kuat, Bivia mendongakkan kepalanya dan ia sangat terkejut karena aura itu berasal dari Quirin serta tatapan itu bisa membuat Bivia merinding.


"Bukankah kau yang menyinggungku duluan?, apa kau tidak mengingatnya?" ucap Quirin sambil berjongkok di hadapan Bivia, Quirin masih menarik kuat rambut Bivia hingga kepala itu terlihat sangat miring.

__ADS_1


Argghhhhhhhhh


Bivia cukup terkejut ketika rambutnya ditarik lebih kuat oleh Quirin, ia diam tanpa berniat menjawab ucapan Quirin dan juga memejamkan matanya karena sudah tidak berani menatap wanita yang seperti monster itu.


"Jangan main-main dihadapanku, ini sudah kesekian kalinya kau menyinggungku" ucap Quirin dengan geram lalu menarik rambut Bivia lagi dengan sekuat tenaga hingga kepala itu menyentuh tanah.


Bivia masih memejamkan mata merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya, seakan semua akar rambut itu akan terlepas. Ia mulai menitikkan air mata, karena sudah tidak bisa menahan rasa sakit di kepalanya.


"Kau sangat berani menyuruh pemilik mu untuk mencelakai ku, apa kau tau?, kau sekarang ini tidak ada bedanya dengan hewan peliharaan!" ucap Quirin dengan menghempas kepala Bivia dengan kasar


Bivia sudah tidak bisa menahan kepalanya untuk tidak mengenai tanah, namun usahanya sia-sia, kepalanya tetap terbentur dengan tanah karena Quirin menghempas kepalanya seperti mainan yang sudah tidak dipakai lagi.


Quirin melempar balok kayu itu tepat mengenai badan Bivia "Ini peringatan untukmu, jika aku melihat wajahmu lagi, maka saat itu juga nyawamu akan hilang" ucap Quirin menatap kedua ya dengan tajam, dan berlalu pergi meninggalkan keduanya


Bivia sedikit memberanikan diri untuk membuka sedikit matanya, ia melihat Quirin seperti ingin mengayunkan balok kayu itu padanya, Bivia sangat terkejut, ia sangat takut dan menutup matanya kembali, tapi ia hanya merasakan balok kayu itu hanya sekali mengenai tubuhnya.


Bivia tidak merasakan sakit di tubuhnya, ia membuka matanya secara perlahan dan melihat langkah kaki Quirin meninggalkan keduanya, Bivia sangat bersyukur nyawanya masih terselamatkan.


Pria tua itu berdiri seperti patung melihat Quirin menyiksa Bivia begitu keras, ia bahkan merasakan aura yang dikeluarkan oleh Quirin, dan tidak menyangka seorang wanita bisa berbuat bringas seperti itu.


Tapi pria tua itu juga tidak mengetahui kemana perginya kedua bawahannya itu.


Pria tua itu tersadar dan langsung menolong Bivia "Kau telah menyinggung orang yang salah, jika aku tau berakhir seperti ini, maka aku tidak akan pernah membantumu untuk menyingkirkannya" ucap pria tua itu sedikit kesal, karena bagian depan mobilnya sudah tidak terbentuk lagi


Bivia tidak mengucap sepatah kata pun, ia masih terlihat syok akan perlakuan Quirin padanya, aura membunuh serta tatapan tajam itu tidak akan pernah hilang dari ingatan Bivia.


Pria tua itu membantu mengangkat tubuh Bivia untuk masuk kedalam mobilnya dan berlalu meninggalkan danau itu.


Bersambung....


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment

__ADS_1


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2