Another Person Life

Another Person Life
Tembakan yang Diluncurkan Pada Rea


__ADS_3

Zee terlihat sangat kesal karena melihat tangisan Quirin, ia seolah ingin menghajar arwah itu, tapi ia sadar karena yang akan di lakukan nya hanya akan berakhir sia-sia.


Zee sudah mengetahui alasan Arcy melakukan itu, ia juga sangat kesal setelah mengetahui fakta itu, karena itulah dirinya memilih pergi dari rumah Rosdi.


"Aku melakukan itu karena terpaksa, kau tau sendiri bahwa Quirin tidak memiliki keahlian apapun, dia selalu di tindas dan tidak pernah melawan, karena itulah aku membuatnya tidak membalas dendam mu dan memilih untuk membuat dia tertidur di rumah sakit" ucap Arcy dengan kepala tertunduk.


Quirin yang mendengar penjelasan itu semakin mengeram marah, ia tidak menyangka bahwa orang yang menuntunnya begitu sangat egois.


"Lihat aku!, apa kau bisa membaca pikiranku?" tanya Quirin dengan menatap Arcy dengan tajam.


Arcy menoleh kearah Quirin, ia membelalakkan matanya karena melihat isi pikiran Quirin, disana tertulis bahwa dirinya akan Membunuh Quirin asli yang ada di tubuhnya.


"Ti-tidak, jangan lakukan itu, ku mohon" ucap Arcy mendekati Quirin dengan memohon.


"Haha ... kau tau, saat ini hanya kata-kata itulah yang ada di dalam kepalaku, yaitu membunuh Quirin asli" ucap Quirin dengan tersenyum Smirk.


Rea yang mendengar perkataan itu benar-benar terkejut "Tidak kakak!" teriak Rea dengan melototkan matanya.


Keterkejutan itu tampak di wajah semua orang "Jangan lakukan itu Quirin!" cegah Feryun dengan dahi yang sudah berkeringat dingin.


"Tidak nak, kau tidak boleh melakukan itu!" ucap Amber dengan mata lebar.

__ADS_1


"Benar nak, kau tidak harus membunuhnya bukan?" ucap Jay yang langsung melarang Quirin.


"Kau tidak bisa melakukan itu padanya" ucap Xia yang memberanikan diri.


Quirin yang mendengar larangan itu mulai tidak terkendali, amarahnya bahkan semakin memuncak, ia pun menggeretakkan gigi nya hingga bunyi itu terdengar oleh yang lain.


"Lihat lah, kalian yang awalnya menyayangiku tiba-tiba beralih setelah mengetahui bahwa aku adalah jiwa yang berbeda" ucap Quirin dengan tersenyum smirk.


"Kalian yang tidak tau apa-apa ini sangat mudah melarang ku untuk tidak membunuhnya, tapi apa kalian pernah tau perjalananku hingga sampai ke titik ini?" lanjut Quirin lagi.


"Awal perjalananku keluar dari rumah sakit, aku memiliki hutang pada Zee, lalu aku sudah membunuh beberapa orang, ketika aku sampai di mansion Alister, kedua wanita itu terus mengganggu ku, lalu aku dengan susah payah memecahkan teka teki yang di buat oleh wanita itu dan aku pun sudah membunuh ibu tiri dan adik tiri Quirin dengan tanganku sendiri, bahkan saat aku ingin membunuh Grizo, aku teringat dengan perkataan Quirin untuk tidak membunuh ayahnya. Aku memilih mengalah dan terbang ke Singapura untuk memecahkan teka-teki siapa dalang di balik bertukarnya jiwa kami, dan apa yang kupikirkan selama ini ternyata benar. Aku menahan semua penderitaan ini sendirian, sedangkan anaknya selalu duduk santai dengan hartaku dan sekarang kalian melarang ku untuk membunuhnya?, jika kalian menjadi aku, apa yang akan kalian lakukan?" teriak Quirin dengan amarah yang menggebu-gebu.


Aarrgghhh


Andrea berteriak keras, semua orang yang tadinya diam langsung terkejut mendengar teriakan itu.


Jay yang melihat ibu nya berteriak merasa tidak tega "Nak ... " ucap Jay dengan hati-hati.


"Kenapa?, kau juga ingin menghentikan?" ucap Quirin sambil mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya pada Jay.


Rea terkejut melihat Quirin menodongkan pistolnya tepat di depan Jay "Hei!" teriak Rea dengan marah.

__ADS_1


Dor


"Jangan bergerak, tetap di tempat mu" ucap Zee tanpa menoleh, ia berada di depan Xeno, Kiryu serta Rea dan Zee menambak ke arah bawah tepat didepan kaki Rea.


Xeno bahkan terkejut dengan tindakan Zee "Tuan" ucap Xeno yang ingin menghentikan Zee.


"Jangan ikut campur Xeno, jika sekali lagi kau campuri urusannya maka kau harus menghadapi mereka semua" ucap Zee dengan datar.


Perkataan itu langsung menggerakkan Vano, Gavin, Arnius, Staren serta yang lainnya. Mereka bahkan telah bersiap menodongkan semua pistol mereka kearah Xeno, Kiryu dan Rea.


Zee sudah berkali-kali memberikan toleransi pada Xeno mengenai masalah Quirin, kali ini ia tidak ingin Xeno mencampuri urusan Quirin lagi.


Karena menurut Zee tindakan yang mereka lakukan semuanya salah, jadi yang bisa mengakhirinya hanyalah Quirin sendiri.


"Dan kau, jangan berteriak sesuka hatimu, jika kau pikir aku baik padamu, maka kau harus membuang pikiran itu jauh-jauh, aku tidak pernah perduli dengan keluarga kalian, jika aku mau aku bisa menghancurkan kalian semua di sini. Dan juga jika bukan karena dirinya, aku sudah menembak tepat di kakimu" lanjut Zee dengan memutar lehernya kearah belakang sambil melirik kearah Rea.


Sontak saja Rea terkejut, baru pertama kali ia melihat kemarahan di wajah Zee, biasanya wajah itu hanya menatap dingin, tapi sekarang wajah itu tampak memerah dengan benjolan yang keluar di lehernya.


Zee yang terus mendampingi Quirin sangat mengerti rasa sakitnya, ia bahkan berusaha untuk membuat Quirin bahagia, tapi setelah mendengar fakta itu Zee terus memendam amarahnya dan ia pun melampiaskannya dengan tembakan yang di luncurkan pada Rea.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2