
"Sial!, aku benar-benar tidak tau harus memecahkan masalah ini pada siapa, karena aku yakin jika ini bukanlah perbuatan manusia" batin Zee sambil menggeretakkan gigi nya.
Zee sudah berpikir cukup lama, tiba-tiba saja pikirannya tertuju pada kedua orang itu, Zee yakin bahwa kedua orang itu pasti tau segalanya dan hanya itu satu pilihan yang membuat Zee harus menghubungi mereka.
Zee menghela nafas dengan pelan dan mengerutkan alisnya "Benar, cuma itu satu-satunya cara" gumam Zee sambil melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Zee membawa kedua orang itu ke mansion nya, ketika mobil Zee sudah berhenti, tiba-tiba Feryun langsung membuka mata dan keluar dari mobil.
Sedangkan Quirin tetap tidur dengan pulas dan seolah tidak mendengar suara apapun di sekitar nya
Zee mengangkat tubuh Quirin dam melangkahkan kakinya ke dalam "Masuklah" ucap Zee tanpa berhenti.
Feryun masuk ke dalam mansion dan duduk di sofa, sedangkan Zee melangkah naik ke atas dan membuka sebuah kamar, ia pun langsung membaringkan tubuh Quirin di atas tempat tidur itu.
"Huft, sampai saat ini aku bahkan masih belum bisa mengganti pakaianmu" gumam Zee sambil meninggalkan tubuh Quirin yang tertidur pulas.
Seluruh pakaian Quirin sudah terkena noda darah, Zee yang melihat itu merasa sedikit risih, tapi ia pun tidak bisa melakukan apapun, karena di dalam mansion tidak memiliki maid perempuan.
Zee berpikir untuk keluar dari kamar Quirin, ia pun memilih turun ke bawah dan langsung duduk depan Feryun, mereka hanya terhalang oleh sebuah meja yang tidak terlalu besar.
"Sekarang apa yang akan kau lakukan?" tanya Zee penasaran.
"Entahlah, semua ini tampak terlihat tidak nyata, aku bahkan tidak bisa memikirkan hal lain lagi" ucap Feryun sambil memijit pelipisnya terus menerus.
"Sebenarnya aku tidak ingin menanyakan ini, tapi pertanyaan ini cukup penting untuk Xura, jadi, siapa pemimpin keluarga tersembunyi?" tanya Zee dengan serius.
"Nenekku" jawab Feryun secara spontan dan tidak berniat untuk menyembunyikan apapun lagi.
Feryun bahkan percaya bahwa Zee bisa menyembunyikan rahasianya, karena dirinya bisa melihat ketulusan Zee merawat Xura serta tetap melindungi Xura walau memiliki alter ego yang seperti psikopat.
__ADS_1
"Wanita?, kau tidak bercanda?" tanya Zee yang sedikit terkejut mendengar bahwa pemimpin keluarga yang di takuti itu adalah seorang wanita.
"Tidak, hanya dia yang memegang kendali atas keluarga tersembunyi" ucap Feryun sambil menurunkan tangannya lalu menatap lurus ke depan.
"Bagaimana bisa?, seluruh dunia bahkan mengira bahwa yang memegang kendali atas keluarga itu adalah seorang pria, karena dilihat dari kekuatan keluarga itu terlihat sangat menakutkan" ucap Zee sambil memegang satu kepalanya, ia bahkan tidak percaya mendengar kenyataan itu.
"Karena dia juga lah semua ini terjadi dan aku juga terpaksa terpisah dari keluarga ku, kekuatan yang di miliki nenek cukup mengerikan. Aku sendiri tidak tau bagaimana cara untuk mengehentikan nenek" gumam Feryun.
"Sudahlah, cukup sampai di sini hari ini, pergilah beristirahat, kau bisa masuk ke kemar tepat di samping kamar Quirin" ucap Zee yang tidak tega melihat Feryun terlalu banyak pikiran.
"Terimakasih" ucap Feryun sambil beranjak dari tempat duduknya dan langsung meninggalkan Zee.
Zee langsung mengeluarkan ponselnya, ia terlihat malas untuk menekan nomor yang ada di ponsel nya itu, namun ia harus menghubungi mereka demi Xura.
"Anak tengik, kemana saja kau?, kenapa baru menghubungi mama sekarang?" teriak seseorang di seberang telepon sana yang di ketahui adalah Mama Zee.
"Tidak!, mama ingin bertanya, kenapa kau pergi ke Singapura?, bukankah urusan bisnis di sana sudah selesai?" tanya Leva dengan menurunkan nada bicaranya.
"Ada yang harus aku urus, kemungkinan akan membutuhkan waktu yang lama, sebelum itu, aku ingin bertanya pada mama, apa mama mengenal seorang paranormal yang sangat mama percaya? " balas Zee dengan cepat.
"Tentu, ada 1 orang, tapi untuk apa kau menanyakan mama?" tanya Leva yang sedikit penasaran karena sejak kecil putranya tidak pernah percaya dengan hal-hal yang berbau mistis.
"Bisakah mama memberitahuku dimana tempat tinggalnya?" tanya Zee tanpa menjawab pertanyaan Leva.
"Bisakah kau menjawab pertanyaan mama dulu?" teriak Leva dengan kesal.
Zee memutar bola matanya dengan malas, ia tidak ingin menjawab pertanyaan itu karena mama nya pasti akan bertanya tanpa henti.
"Baiklah, jika mama tidak ingin memberitahuku, aku pergi dulu" ucap Zee sambil menjauhkan ponselnya dan ingin menekan tombol di ponselnya.
__ADS_1
"Berhenti Zee!, dasar anak menyebalkan, selalu saja seperti ini. Kebetulan sekali, sekarang dia sedang berada di Singapura, kau bisa menemui wanita gila itu di rumah nya, mama akan mengirimkan alamatnya padamu" ucap Leva langsung mematikan ponselnya.
Ting.
Sebuah pesan masuk, Zee melihat alamat yang di kirimkan oleh Leva, ia pun segera bergegas mengambil kunci mobil dan langsung memasuki mobilnya.
Zee membawa mobil itu dengan kecepatan tinggi, tidak di sangka, alamat yang di berikan oleh mama nya adalah tempat terpencil untuk tempat tinggal kalangan bawah.
Setelah mendapat kan nomor rumah itu, Zee yang sudah sangat penasaran langsung mengetuk pintu dan masuk kedalam nya.
"Selamat datang, aku sudah menunggu mu Zephyr Faresta Ophelia" ucap paranormal itu.
Zee yang mendengar namanya merasa sangat terkejut, "kau sudah mengetahui tujuanku?" tanya Zee yang mencoba menetralkan rasa keterkejutannya itu, lalu Zee langsung duduk tepat didepan sang paranormal.
"Haha ... aku bahkan tidak menyangka anak seperti mu bahkan ikut andil dalam permainan wanita itu" ucap paranormal itu di sela tawanya.
"Bisakah kau mempertemukan ku dengannya?" ucap Zee dengan mata yang menatap para normal itu dengan percaya diri.
"Kau anak yang sangat pintar, Baiklah, kali ini aku akan membantumu, sekarang coba tutuplah matamu" ucap paranormal itu sambil memegang tangan Zee dan keduanya pun menutup mata mereka.
Zee berada di ruang kosong, sekelilingnya tampak berwarna putih, yang terlihat hanya dirinya dan sang paranormal saja.
"Maafkan aku karena sudah menyeret mu dan Xura masuk kedalam masalah ini" ucap seorang wanita yang muncul tiba-tiba di hadapan Zee.
Zee sungguh sangat terkejut, ia tidak menyangka bisa melihat yang seharusnya manusia seperti dirinya tidak bisa melihat hal-hal itu.
Bersambung ...
Maaf kalau banyak typo bertebaran, harap dimaklumi 🙏 Terimakasih sudah memberikan like dan komentar 🙏
__ADS_1