
Para maid tidak lupa memakai alat pelindung diri, dengan begitu mereka tidak berkontak fisik langsung dengan Darla
Saat para maid mendekati Darla, ia berteriak histeris seperti ketakutan, karena terlalu lama Darla memberontak, para pun maid sudah sangat geram
Mereka menyeret secara paksa lalu memandikan Darla, saat air mengenai luka tusukan itu, Darla berteriak keras hingga membuat keempat maid terkejut
"Membuat kaget saja....Kenapa dia berteriak?" gumam Esme sambil membersihkan tangan kanan Darla
Alica mendapat bagian kaki, saat berpindah kebagian paha ia membulatkan matanya
Arrghhhhhh
"Apa-apaan kau!!" ucap Daisy kesal saat membersihkan bagian punggung Darla
"Ma..maafkan a..aku, i..itu dia memiliki luka terbuka" ucap Alica gugup, ia menunjuk sambil menutup mulutnya karena sedikit ngeri melihat luka itu
Daisy yang saat itu membersihkan punggung mendadak berpindah kesamping melihat luka dipaha Darla
"Ternyata ini yang membuatnya menjerit" ucap Daisy, lalu ia melirik Esme yang membersihkan bagian kanan namun tidak melihat luka itu
Esme melihat lirikan Daisy "Mana aku tau, bagaimana aku bisa melihat jika kondisinya saja penuh dengan darah, lukanya tidak terlihat olehku dan itu juga bukan bagianku" ucap Esme cuek
"Sudah-sudah, lebih baik cepat selesaikan, kasihan dia jika lebih lama menahan sakit" ucap Mily sebagai penengah, ia mendapat bagian tangan kiri
Darah terus mengalir tanpa henti melalui luka tusukan hingga membuat wajah Darla terlihat sangat pucat, ia juga sudah tidak mempunyai tenaga untuk memarahi para maid, jadi ia hanya diam dan mendengarkan tanpa memberikan komentar apapun
__ADS_1
Dengan cepat keempat maid itu membersihkan Darla, hingga dibagian Alica, ia cukup hati-hati mencungkil kotoran yang masuk kedalam luka
"Kerjamu sungguh lambat" kesal Esme yang sedaritadi bagiannya sudah selesai
"Luka ini penuh dengan kotoran, bisa tolong bantu aku?" tanya Alica tanpa menoleh pada Esme
"Tidak, aku sungguh jijik dengan luka seperti itu" ucap Esme membuat ekspresi tidak suka
Mily dan Daisy segera membantu Alica agar mereka bisa cepat keluar dari toilet yang jorok itu, sesudah selesai, mereka juga membalut lukanya, Daisy dengan cepat memakaikan baju yang mereka bawa untuk darla
Orang yang berada diluar hanya diam dan mendengar perdebatan yang ada didalam toilet, setelah para maid keluar diikuti Darla, Zee langsung melirik Vano
Vano sangat mengerti arti lirikan Zee "Ayo!! semua harus ikut aku keluar" perintah Vano pada para maid dan bodyguard, ia segera mendekati Darla dan membawanya keluar dari gudang kumuh itu
Mereka semua keluar dari gudang secara bersamaan, tanpa diikuti oleh Zee dan Quiran
Zee dan Al pergi keruang cctv rumah sakit, cctv itu tidak diketahui para staff dan yang lainnya, yang menjaga dan mengendalikan itu adalah orang dari perusahaan Hollisae group
Orang-orang dari perusahaan itu tersebar ke seluruh penjuru inggris, dimana perusahaan, hotel dan berbagai macam aset yang dimiliki oleh Zee, dengan adanya mereka, semua pergerakan begitu sangat mudah dipantau oleh Zee
Darla sudah maju untuk memasuki ruangan, tetapi ia membatalkannya, Al dengan cepat menelpon bawahannya untuk menyuruh mereka mengatakan bahwa dokter Al dan tuan muda Zee sedang memeriksa laporan sambil ber-akting
Bawahan Al hanya menurut mereka menurut, mereka dengan serius memainkan peran agar bisa meyakinkan Darla
Wajah Zee terlihat sangat muram saat melihat apa yang telah diperbuat Darla pada wajah Quirin melalui monitor, ia menggeretak giginya hingga membuat Al terkejut
__ADS_1
"Tahan, semua ini demi sesuatu yang ingin kita ketahui" ucap Al menenangkan Zee
Zee mulai berdecak kesal, ia sungguh tidak tahan melihat perbuatan Darla, sekarang ini ia sangat ingin mencekik wanita itu
Saat Darla membuka ponselnya, mereka menaikkan volume suara agar bisa mendengar apa yang Darla bicarakan
Sebelum orang suruhan Darla masuk, Zee menyuruh Al untuk mengosongkan koridor rumah sakit, karena Zee ingin melihat otak mereka bisa berfungsi atau tidak
Al segera menelepon para bawahannya, saat mereka masuk koridor begitu sepi tidak ada seorangpun, tetapi itu tidak membuat mereka membatalkan niatnya
Zee mengepalkan tangannya, ia ingin keluar dari ruangan itu, namun tetap ditahan oleh Al "Apa kau tidak bisa sedikit lebih tenang?" ucap Al kesal
Bersambung....
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
__ADS_1
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏