
Zee yang mendengarkan semua percakapan Quirin dan Xia tersenyum tipis
"Ternyata dia gadis yang pintar, tidak seperti apa yang tertulis di berkas itu" ucap Zee yang melepas earpods yang masih berada di telinganya
Sebenarnya, mansion yang sangat luas itu di lengkapi dengan CCTV tersembunyi, bahkan para maid tidak mengetahuinya
"Bagaimana dia bisa berubah dalam satu bulan ini, dan ekspresinya selalu berubah-ubah, seperti memiliki..., tapi bagaimana mungkin" gumam Zee sambil berfikir, ia mengambil segelas air yang berada di atas meja kerjanya lalu meneguknya
Tadinya, Zee berniat ingin pergi ke kantor, tetapi ia mengurungkan niatnya untuk pergi, mengingat bahwa saat itu Quirin masih membutuhkannya
Zee kembali ke ruang kerjanya yang memang terletak tidak jauh dan bertepatan dari kamar Quirin
Zee yang mulai merasa gerah karena memakai jasnya, langsung membuka jas tersebut, lalu menggantungnya di kursi kebesarannya
"Bagaimana aku harus memulai?, terlalu banyak teka-teki yang harus aku pecahkan" ucap Zee lalu berkutat dengan laptopnya
Maid itu kembali kedapur, ia berinisiatif membuatkan kopi untuk Zee, ketika selesai membuat kopi, ia pun pergi keruangan Zee dengan tersenyum
Maid itu langsung masuk kedalam ruangan Zee tanpa mengetuk terlebih dahulu, saat melihat Zee yang berkutat dengan laptopnya, ia terpana dengan ketampanan Zee
Dengan memakai kemeja putih yang bagian ujung tangannya sedikit dilipat ke atas lengan dan dasi yang terlihat longgar, membuatnya terlihat menawan
"Tuan muda, saya membawakan kopi untuk tuan" ucap maid dengan tersenyum menggoda, ia melangkah dengan percaya diri hingga sampai di depan meja Zee, lalu menaruh kopi itu di atas meja kerja Zee
"Apa kau sudah ku beri izin untuk masuk?" tanya Zee dingin tanpa menoleh
Maid yang merasakan aura dingin itu sedikit gemetar ketakutan, karena ia hanya berinisiatif sesaat tanpa mengetahui konsekuensinya
"Ti...ttiiiidak tuan muda" jawab maid itu gugup, dengan berdiri di depan meja kerja Zee cukup lama seperti patung
Zee mengangkat kepalanya dan menatap tajam maid yang berada di depannya, dengan tatapan itu membuat maid yang melihatnya sangat terkejut
"Sa... saya akan pergi tuan muda" tanpa menunggu lama maid yang sudah membalikkan tubuhnya untuk berjalan keluar, tiba-tiba mendengar sebuah suara yang dingin nan menusuk yang membuatnya memberhentikan langkah kakinya
__ADS_1
"Bawa kembali kopi itu" ucap Zee dingin
Maid itu pun melangkah lesu dan mengambil kopi yang baru saja ia buat, lalu pergi dengan cepat dari ruangan Zee dengan rasa takut
Setelah keluar dari ruangan Zee, maid itu masih tetap berdiri di depan pintu ruangan, menetralkan keterkejutannya dan rasa takutnya, lalu ia berangan-angan mengenai suatu hal yang mustahil untuk di jangkau
"Tuan muda... dia sangat menakutkan, tapi kenapa dia selalu terlihat tampan dengan ekspresi apapun?" gumamnya sambil membayangkan Zee yang bersamanya
Zee yang sudah jengah dengan sifat maid itu, ingin sekali menghukumnya, tetapi ia harus menahan amarahnya, ia ingin melihat bagaimana pembalasan yang akan dilakukan oleh Quirin
"Aku serahkan lalat itu padamu" batin Zee yang tersenyum tipis, ketika mengingat wajah Quirin yang kesal
Xia yang telah selesai mengantar makanan Quirin langsung beranjak keluar dari kamar, ia melihat ke kanan dan kiri, namun tanpa sengaja ia melihat seorang maid keluar dari ruangan Zee dengan raut wajah yang berbunga-bunga
"Ahaaa... aku punya ide" batin Xia sambil terkekeh sendiri
Xia secepat mungkin berlari kearah maid, lalu menabraknya dengan sengaja
"Aduhhhhhhhh"
"Maaf, maaf, maafkan aku" ucap Xia berpura-pura sedih
Zee yang mendengar suara benda jatuh didepan ruangannya, langsung berjalan keluar, ia ingin melihat apa yang terjadi, ia pun bergegas membuka pintu ruangannya dan melihat maid dan Xia yang terduduk di lantai dengan pecahan gelas yang berhamburan
Sedangkan Xeno dan Vano yang berada di ruangan tengah langsung berlari keatas setelah mendengar suara pecahan yang bergema, para maid yang mendengar juga berlari ke atas
"Ada apa ini?" tanya Xeno melihat Xia dan maid yang terduduk di lantai
"Aku tadi tidak sengaja menabraknya" ucap Xia dengan sedih
Vano yang melihat Xia memasang wajah sedih, menatap tajam ke arah maid itu karena ia tidak suka "Kau tidak apa-apa kan?, sekarang ayo kita pergi" ucap Vano yang menghampiri Xia dan membantunya berdiri
"Tapi... bagaimana dengan pecahan gelas itu, aku yang menabraknya hingga gelas itu pecah, biarkan aku yang membersihkan itu" tanya Xia sedikit dan menawarkan diri
__ADS_1
"Tidak perlu nona Xia, nona tamu di sini, pekerjaan bersih-bersih bukan tugas nona, untuk apa tuan muda menggaji mereka kalau mereka saja malas bekerja" ucap Xeno sambil menatap tajam maid yang masih terduduk
"Kau, cepat bersihkan itu " ucap Xeno dengan menunjuk maid itu dengan sedikit menaikkan volume suaranya
"Sial, mengapa hanya dia saja yang di tolong, kenapa bukan aku?, padahal aku yang terkena tumpahan kopi panas" batin Maid yang menggeram marah, sampai ia tidak mendengar ucapan Xeno
Zee yang sedari tadi hanya berdiri menonton di depan pintunya, kini membuka suara "Kenapa kau masih disini?" tanya Zee dingin dengan menatap tajam Maid
"Ak...aku" maid itu mulai merasa sangat ketakutan
"Apa kau tidak mendengarkanku" tanya Xeno yang sudah meninggikan suaranya
"Tidak, tidak, tuan Xeno, aku akan membersihkannya" ucap maid yang asal bicara, karena dia tidak mendengarkan Xeno, ia juga tidak tahan mendengar suara Xeno yang sudah meninggi
"Jangan ada yang membantunya" perintah Xeno kepada maid yang sedang ikut menonton acara eksklusif itu
"Baik tuan Xeno" jawab serempak para maid lainnya
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
__ADS_1
Author sangat berterimakasih 🙏